Claim Missing Document
Check
Articles

Perspektif Sosiologi Tradisi Motiayo Kelompok Masyarakat Tani di Desa Diloniyohu Kecamatan Boliyohuto Dulahu, Anjeli; Hatu, Rauf A.; Ibrahim, Ridwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3796

Abstract

Tujuan Penelitian untuk memahami bagaimana tradisi Motiayo tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Diloniyohu di tengah perubahan cara kerja generasi muda yang lebih praktis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Adapun teknik pengumpulan data yaitu Redukasi Data, Penyajian Data dan Penarikan kesimpulan. berdasarkan teori solidaritas mekanik Emile Durkheim dan perspektif sosiologi. Tradisi Motiayo di Desa Diloniyohu merupakan bentuk nyata dari nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Gorontalo. Tradisi ini berfungsi mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan tolong-menolong dalam pertanian, pembangunan rumah, dan acara sosial. Nilai utama yang terkandung dalam Motiayo meliputi kerja sama, keikhlasan, empati, serta rasa kekeluargaan yang tinggi. Keberlangsungan tradisi Motiayo mulai terpengaruh oleh modernisasi, perubahan gaya hidup, dan menurunnya partisipasi generasi muda. Meskipun demikian, masyarakat masih berupaya melestarikan Motiayo melalui kegiatan komunitas dan pendidikan keluarga. Secara teoretis, Motiayo mencerminkan solidaritas mekanik yang dijelaskan oleh Emile Durkheim, di mana kesadaran kolektif menjadi dasar kohesi sosial masyarakat tradisional. Nilai kebersamaan yang kuat membuat Motiayo tetap relevan sebagai perekat sosial di tengah perubahan zaman. Masyarakat diharapkan terus menjaga dan mempraktikkan nilai-nilai Motiayo dalam kehidupan sehari-hari agar tradisi ini tidak hilang.  Tokoh adat dan pemerintah desa perlu berkolaborasi mengadakan kegiatan pelestarian budaya seperti kerja bakti, festival gotong royong, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Generasi muda dihimbau agar aktif terlibat dalam tradisi Motiayo dengan mengadaptasikan nilai-nilai gotong royong ke dalam kegiatan modern, misalnya kerja sama dalam pertanian modern, proyek sosial, kegiatan komunitas digital.
Implementation of the Information and Documentation Management Officer (PPID) Policy in Pohuwato Regency Giasi, Arief Rahmat; Hatu, Rauf A.; Mozin, Sri Yulianty
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.979

Abstract

The Policy of the Public Information and Documentation Management Officer is designed to guarantee public access to information and strengthen transparency in local government administration. However, in practice, implementing this policy often reveals gaps between normative compliance and the operational performance of public information services. This article analyzes the implementation of the Public Information and Documentation Management Officer policy in Pohuwato Regency using the policy implementation model proposed by Van Meter and Van Horn. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that, normatively, the local government has established relatively comprehensive regulations and operational standards for public information services. Nevertheless, policy implementation has not been comprehensive and remains largely limited to responding to public information requests via online channels. Unsustainable resource availability, weak organizational functions for implementation, the absence of structured, formal communication mechanisms, and external support that remains primarily normative have led the policy to operate partially and reactively. These findings confirm that the implementation of the Public Information and Documentation Management Officer policy in Pohuwato Regency remains dominated by administrative compliance, without adequate institutional and operational strengthening to develop a functional, sustainable public information service system.
Adaptasi Sosial Bagi Pelaku UMKM: Studi di Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo Rifki, Moh. Rifki Zulkarnain Baruadi; Hatu, Rauf A.; Ibrahim, Ridwan
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji adaptasi sosial pedagang warung makan UMKM di Lapangan Buladu, Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adaptasi sosial merupakan proses yang dilakukan individu atau kelompok untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial agar dapat hidup dan beraktivitas secara efektif. Proses ini melibatkan penyesuaian perilaku, pola pikir, dan emosi agar selaras dengan norma, aturan, serta nilai budaya setempat. Dalam konteks pelaku UMKM, adaptasi sosial membantu meningkatkan profesionalisme dan komitmen dalam pengelolaan usaha. Hasil penelitian menunjukkan beberapa aspek kunci adaptasi sosial pada pelaku usaha warung makan UMKM di Lapangan Buladu, yaitu: (1) upaya adaptasi sosial yang dilakukan pelaku UMKM; (2) keterlibatan pemerintah dalam mendukung adaptasi sosial pelaku UMKM; dan (3) modal sosial. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan terpadu untuk mengatasi tantangan adaptasi yang dihadapi pelaku UMKM, terutama adaptasi yang belum optimal pada pelaku UMKM baru. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah penting untuk meningkatkan dan memperkuat proses adaptasi bagi pengusaha warung makan UMKM di wilayah tersebut. Dengan demikian, isu adaptasi sosial perlu menjadi perhatian berbagai pihak agar upaya penyelesaian dan penguatan adaptasi dapat dirumuskan secara berkelanjutan.
Kontribusi Masyarakat terhadap Efektivitas Program Pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Pohuwato Tamu, David; Hatu, Rauf A.; Hatu , Dewinta Rizky R.
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i1.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam implementasi program pemberdayaan BUMD di Kabupaten Pohuwato serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan FGD. Informan terdiri dari pengelola BUMD, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, dan penerima manfaat program yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berbeda pada setiap tahapan program. Pada tahap perencanaan, partisipasi bersifat terbatas karena komunikasi yang tidak merata dan proses perumusan program yang masih top–down. Pada tahap pelaksanaan, partisipasi meningkat seiring adanya insentif ekonomi dan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Namun, pada tahap evaluasi, partisipasi kembali rendah karena tidak adanya mekanisme evaluasi partisipatif yang jelas. Penelitian juga menemukan bahwa insentif ekonomi, kedekatan sosial dengan pengelola program, dan persepsi keadilan distribusi sumber daya menjadi faktor yang sangat memengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat. Temuan penting penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara desain program BUMD dan kebutuhan riil masyarakat, serta lemahnya ruang dialog antara warga dan pengelola BUMD. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan sangat bergantung pada kualitas komunikasi, partisipasi sejak tahap awal, dan keberadaan evaluasi yang inklusif. Kajian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipatif dan peningkatan kapasitas BUMD dalam membangun kolaborasi berbasis komunitas.