Articles
Kampanye Penanganan Sampah dan Pengadaan Keranjang Sampah Pada Pedagang Kaki Lima Di Pantai Talise
Mustafa Mustafa;
Maryam Maryam;
A Bungawati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1611
Garbage is a common problem faced by a community or a city. Because almost all activities or activities carried out by the community produce waste. One of the waste problems in Palu City is Talise beach. The lack of trash cans and the lack of awareness and knowledge of traders about waste and its effects resulted in the scattering of garbage on Talise beach. The purpose of this community service is to provide campaigns to traders and provide trash bins. The service method used is surveys and conducting campaigns or counseling. The results of the community service show that there has been a change in traders in disposing of trash and the enthusiasm of the traders in utilizing the distributed trash cans
Pelatihan pembuatan sabun cair cuci tangan untuk mencegah penyakit covid-19 dan hepatitis pada sekolah dasar di Kabupaten Parigi Moutong
Mustafa Mustafa;
A. Bungawati;
Maryam Maryam
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/indra.v4i2.237
Community service carried out by providing training in making liquid hand washing soap in elementary schools is the first step that can be taken to prevent Covid-19 and Hepatitis in elementary school children. The community service activities are carried out using various methods, namely by identifying or surveying existing partners, providing counseling and providing the practice of making liquid hand washing soap. The number of participants in community service was 30 participants consisting of students and teachers. The results of the community service activities, the participants welcomed enthusiastically and made an active contribution in participating in the training activities with the hope that the participants could carry out the stages of making liquid hand washing soap independently from the training that had been given.
Pembuatan Sarana Tempat Cuci Tangan Ramah Lingkungan untuk Mencegah Penularan Penyakit Virus Covid-19 Dan Hepatitis Pada Sekolah Dasar Di Kabupaten Parigi Moutong
A Bungawati;
Mustafa Mustafa;
Amsal Amsal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.314
Pengabdian Masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri yang bisa menyebabkan penyakit Covid-19 dan Hepatitis pada Masyarakat khususnya dikalangan anak sekolah. Adapaun metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat yaitu melakukan penyuluhan tentang perilaku cuci tangan pakai sabun dan pembuatan alat cuci tangan yang ramah lingkungan. Hasil dari pembuatan sarana tempat cuci tangan yang ramah lingkungan untuk sekolah dasar di wilayah kerja Pusekesmas Sienjo yaitu tersedianya fasilitas sarana tempat cuci tangan yang memenuhi persyaratan sanitasi dan juga terlaksananya kegiatan penyuluhan tentang covid-19 khususnya menekankan pada anak Sekolah dasar agar terbiasa mencuci tangan pakai sabun.
Kampanye Penanganan Sampah dan Pengadaan Keranjang Sampah Pada Pedagang Kaki Lima Di Pantai Talise
Mustafa Mustafa;
Maryam Maryam;
A Bungawati
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2: Mei 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v2i2.1611
Garbage is a common problem faced by a community or a city. Because almost all activities or activities carried out by the community produce waste. One of the waste problems in Palu City is Talise beach. The lack of trash cans and the lack of awareness and knowledge of traders about waste and its effects resulted in the scattering of garbage on Talise beach. The purpose of this community service is to provide campaigns to traders and provide trash bins. The service method used is surveys and conducting campaigns or counseling. The results of the community service show that there has been a change in traders in disposing of trash and the enthusiasm of the traders in utilizing the distributed trash cans
Uji Daya Bunuh Serbuk Daun Sirih, Cengkeh, dan Pala dalam Paper Tea Bag Terhadap Jentik Aedes Aegypti
Mustafa M;
Saharudin S
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.10522837
Nyamuk Aedes aegypti merupakan salah satu vektor utama dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penggunaan larvisida yang umum digunakan oleh masyarakat adalah larvisida kimiawi temephos dengan merek dagang abate. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbandingan serbuk daun sirih (Piper Betle L), daun cengkeh (Syzygium Aromaticum L) dan daun pala (Myristica Fragrans) dalam kemasan paper tea bag terhadap kematian jentik Aedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimental sederhana dengan rancangan penelitian post test control design. Besar sampel yang digunakan sebanyak 900 ekor jentik Aedes aegypti. Dosis yang digunakan adalah 3 gram ,4 gram dan 5 gram. Setiap dosis dalam satu wadah di isi 25 ekor jentik Aedes aegypti. Jentik diamati dalam 1x24 jam dengan 3 kali percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata–rata dan persentase kematian larva Aedes aegypti meggunakan serbuk daun cengkeh yaitu pada dosis 3 gram kematian larva sebanyak 2 (8%), untuk dosis 4 gram kematian larva sebanyak 3 (12%), dan untuk dosis 5 gram kematian larva sebanyak 5 (20%). Menggunakan serbuk daun sirih yaitu pada dosis 3 gram kematian larva sebanyak 2 (8%), untuk dosis 4 gram kematian larva sebanyak 3 (12%), dan untuk dosis 5 gram kematian larva sebanyak 5 (20%). Sedangkan pada serbuk daun pala yaitu untuk dosis 3 gram kematian larva sebanyak 4 (16%), untuk dosis 4 gram kematian larva sebanyak 5 (20%) dan untuk dosis 5 gram kematian larva sebanyak 6 (24%). Disarankan kepada masyarakat agar menggunakan insektisida alami dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada disekitar tempat tinggal seperti daun cengkeh, daun sirih daun pala untuk dijadikan insektisida alami dalam penggantian abate dalam meminimalisir jumlah larva nyamuk Aedes aegypti.
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN MASA KERJA DENGAN GEJALA KELELAHAN MATA PADA PEKERJA PENJAHIT DI KELURAHAN LOLU KOTA PALU
Mustafa, Mustafa;
Hasanudin, Hasanudin;
Saharudin, Saharudin;
Subagyo, Indro
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26630/rj.v17i2.3827
Ketegangan mata adalah salah satu jenis gangguan mata yang disebabkan oleh tekanan pada otot akomodasi saat melihat benda kecil dan dekat dalam waktu yang lama. Beberapa faktor yang dapat memicu ketegangan mata antara lain usia, lama kerja, dan kondisi pencahayaan di tempat kerja. Semakin lama usia seseorang, semakin tinggi risiko terjadinya ketegangan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas pencahayaan dan masa kerja dengan gejala kelelahan mata pada pekerja Penjahit di Kelurahan Lolu, Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 30 pekerja yang dipilih secara random. Variabel bebas intensitas pencahayaan diukur dengan Lux Meter, masa kerja menggunakan kuesioner. Variabel terikat yaitu kelelahan mata diukur dengan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Analisis data menggunakan perangkat lunak statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan umur penjahit yang paling banyak yaitu antara 20-30 tahun sebanyak 20 (66,7%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 17 (56,7%). Rata-rata masa kerja diatas 3 tahun sebanyak 20 (66,7%). Penjahit yang bekerja dengan menggunakan pencahayaan dan tidak sesuai dengan standar sebanyak 28 (93%). Terdapat 18 (60%) penjahit yang bekerja mengalami mata lelah. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara intensitas cahaya (p
PERBANDINGAN DAYA BUNUH DAUN PALA (Myristica fragrans) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP LARVA Aedes aegypti INSTAR III DI KOTA TERNATE
Mustafa, Mustafa;
Basri, Acce
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1: JUNE 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (956.888 KB)
|
DOI: 10.56338/pjkm.v9i1.575
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab Demam Berdarah Dengue. Salah satu cara pengendalian vektor adalah pada jentik atau larva. Selama ini pengendalian vektor yang masih sering digunakan dengan cara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya bunuh perasan daun pala (Myristica fragrans Houtt) dan daun sirih (Piper betle L) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimental sederhana dengan rancangan post test only group control design. Besar sampel yang digunakan adalah 700 ekor larva   Aedes aegypti instar III. Kosentrasi yang digunakan adalah 10%, 15%, dan 20%. Setiap kosentrasi diisi 25 ekor larva Aedes aegypti, larva diamati setiap 6 jam selama 24 jam dengan 4 kali percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata kematian larva pada kosentrasi 10% perasan daun pala sebanyak 52% sedangkan perasan daun sirih yaitu 72%, untuk kosentrasi 15% yaitu pada perasan daun pala 68% dan perasan daun sirih 92% dan pada kosentrasi 20% yaitu pada perasan daun pala adalah 92% sedangkan perasan daun sirih mencapai 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perasan daun sirih lebih efektif sebagai larvasida dibandingkan perasan daun pala.Â
Efektifitas Lilin Aromaterapi Serbuk Daun Cengkeh Terhadap Kematian Nyamuk Aedes aegypti
Mustafa Mustafa;
Muhlisa Muhlisa;
Susan Arba;
Ristyanisari Irwan
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32763/0fmf7328
Latar Belakang: Demam berdarah adalah infeksi virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti yangmenyebabkan penyakit mirip flu yang parah dan, terkadang menyebabkan komplikasi yang berpotensimematikan yang disebut demam berdarah. Pemberantasan nyamuk bisa memanfaatkan berbagaitumbuhan yang ada di sekitar mayarakat. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas lilinaromaterapy serbuk daun cengkeh terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian inimenggunakan penelitian eksperimental dengan metode post test only group control design. Sampelnyamuk yang digunakan adalah nyamuk Aedes Sp betina yang sudah dewasa. Jumlah sampel nyamukyang digunakan sebanyak 150 ekor. Percobaan penelitian dilakukan sebanyak 3 kali denganmelakukan pengamatan selama 12 jam. Pengamatan dimulai pada pukul 09.00 – 21.00. Hasil: padapenelitian percobaan pertama jumlah kematian nyamuk 100%, percobaan kedua 76% dan percobaanketiga 56 %. Sedangkan pada kontrol (lilin tanpa campuran serbuk daun cengkeh) tidak didapatkanadanya kematian nyamuk pada percobaan satu sampai dengan percobaan ketiga. Suhu rata-rata padapenelitian ini yaitu 30,1oC dan kelembaban 74%. Kesimpulan: Lilin aroamterapy serbuk daun cengkeh memiliki efektifitas terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti
Efektivitas Betta splendens dan Pterophyllum scalare sebagai Predator Jentik Culex sp untuk Penanggulangan Filariasis
zikir;
Djaafar, Tjitrowati;
Sasmita, Hanum;
Arianty, Ros;
Susanto S, Herlina;
Mustafa, Mustafa
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4055
Latar Belakang: Pemberantasan nyamuk secara kimiawi dapat meningkatkan resistensi nyamuk terhada racun tersebut, oleh karna itu perlu dilakukannya pengendalian sacara biologis dengan menggunakan predator alami yaitu ikan cupang hias dan ikan hias manfihs.Tujuan: untuk mengetahui efektivitas antara ikan cupang hias (betta splendens crown tail) dan ikan hias manfihs (pterophyllum scalare) sebagai predator jentik culex sp dalam upaya penanggulangan filariasis. Metode: Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Murni dengan rancangan penelitian desain pra-eksperimen yaitu perlakuan atau intervensi telah dilakukan (X) kemudian dilakukan pengukuran (Observasi) atau post test (O2). Hasil: ikan cupang hias (Betta splendens crown tail) lebih efektif dibandingkan dengan ikan hias manfihs (Pterophyllum scalare) dalam memakan jentik Culex sp. Pada 1 jam pertama Ikan cupang hias mampu memakan sebanyak 25 jentik Culex Sp dari 5 kali pengulangan, sedangkan Untuk Ikan hias manfihs pada 1 jam pertama hanya mampu memakan rata-rata 23 jentik Culex Sp dari 5 kali pengulangan. Kesimpulan: ikan cupang hias lebih efektif dibandingkan ikan hias manfihs sebagai predator jentik Culex sp. Saran untuk Tenaga kesehatan dan puskesmas dapat menggunakan ikan cupang hias (Betta splendens crown tail) sebagai predator alami dari jentik Culex sp dalam upaya penanggulangan filariasis
Pengaruh Peletakan Biopond Larva Black Soldier Fly Terhadap Penurunan Berat Sampah Organik
Remalia Tondo, Yolan;
Mustafa, Mustafa;
Subagyo, Indro
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4056
Latar Belakang: Masalah sampah semakin komplek, dengan komposisi terbesar adalah sampah organik sebesar 60%. Salah satu alternatif pengolahan sampah organik adalah dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly sebagai organisme yang dapat mendegradasi sampah organik menjadi pupuk kompos dan pakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peletakan biopond larva Black Soldier Fly di indoor dan outdoor terhadap penurunan berat sampah organik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperiment dengan menggunakan pola Pree test and Post test group Design dengan 5 kali pengulangan pada masing- masing biopond indoor dan outdoor yang berisi sampah sebayak 1000 gram dan larva 200 gram. Larva yang digunakan berumur 14 hari dan Sampah organik yang digunakan yaitu sisa makanan, sayuran dan buah-buahan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peletakan biopond larva Black Soldier Fly di lingkungan outdor dapat menurunkan berat sampah organik secara lebih efektif dibandingkan dengan peletakan di lingkungan indoor. Persentase penurunan berat sampah pada pelatakkan di outdoor sebesar 74% sedangkan pada indoor sebesar 40,7%. Hasil uji t sampel bebas dengan nilai p-value 0.000 ≤ 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara penurunan berat sampah Organik pada peletakan biopond indoor dan outdoor. Kesimpulan: Peletakan biopond memberikan pengaruh yang signifikan pada larva Black Soldier Fly dalam mendegradasi sampah organik.