Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Determinan Perilaku Masyarakat Pesisir dalam Pembuangan Sampah ke Laut dan Implikasinya terhadap Kesehatan Lingkungan: Sebuah Studi di Kota Palu, Indonesia Arianty, Ros; Mustafa, Mustafa; Saharudin, Saharudin; Sangadjisowohy, Idayani
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2217

Abstract

Sampah laut, terutama sampah plastik, telah berkembang menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir dan kesehatan masyarakat. Di Kota Palu, rendahnya pengelolaan sampah menyebabkan peningkatan pencemaran laut yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat pesisir dengan kebiasaan membuang sampah ke laut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan (83%) dan sikap (71%) yang baik mengenai dampak pembuangan sampah, namun hanya 28% yang menunjukkan perilaku baik dalam pengelolaan sampah, dengan 51% responden masih membuang sampah ke laut. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku, serta hubungan yang kuat antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kebiasaan membuang sampah ke laut (p<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan pendidikan dan literasi lingkungan sangat penting untuk membentuk perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah laut.
Risiko Siklamat Dan Karakteristik Individu Terhadap Kejadian Diabetes: Studi kasus kontrol di Ternate dan Palu, Indonesia Sakriani, Sakriani; Washliyah, Siti; Arba, Susan; Mustafa, Mustafa; Sadjim, Adelia Maharani; Silalahi, Edivo Chandra; Anwar, Hairunnisa
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2432

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk riwayat keluarga dan paparan bahan kimia aditif seperti pemanis buatan. Siklamat banyak digunakan dalam produk minuman sebagai pemanis berintensitas tinggi dan masih menjadi perdebatan mengenai keamanannya terhadap kesehatan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keberadaan siklamat pada minuman, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin terhadap kejadian DM pada masyarakat di Kota Ternate dan Kota Palu. Penelitian analitik dengan desain case control ini melibatkan 76 responden, terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data riwayat keluarga dan karakteristik responden dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan keberadaan siklamat ditentukan melalui analisis laboratorium terhadap sampel minuman yang pernah dikonsumsi responden. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi data, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat keluarga (p=0,001; OR=7,650) dan umur (p=0,004; OR=4,921) terbukti sebagai faktor risiko DM, sedangkan keberadaan siklamat (p=0,670) dan jenis kelamin (p=0,608) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa riwayat keluarga (p=0,004) dan umur (p=0,005) merupakan variabel paling berpengaruh terhadap kejadian DM. Kesimpulannya, individu dengan riwayat keluarga DM dan yang berusia lebih tua memiliki risiko lebih tinggi menderita DM.
SAMPAH ORGANIK JADI PUPUK BERKUALITAS DENGAN AKTIVATOR BUAH SEMANGKA Mustafa Mustafa
Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2024): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now, not many people have utilised watermelon waste as an activator in composting. Watermelon fruit waste can have value by utilising it as liquid pukuk and as an activator. The purpose of this study was to compare the quality of compost in terms of physical parameters, such as pH, temperature, and moisture, as well as the physical quality of compost such as colour, smell and texture with watermelon fruit activator and without activator. The research method used was quasi- experiment with time series design to determine the composting process time with the addition of watermelon water. The results of this study are compost with the addition of watermelon fruit activator has the best moisture content of 40%, temperature 27°C, pH 7. In addition, based on physical observations ranging from colour, smell and texture are in accordance with SNI 19-7030-2004 while compost without activator has not met the requirements of good compost. The conclusion of this research is that compost with the addition of watermelon water activator has physical parameters that are in accordance with SNI 19-7030-2004, as well as the physical compost of colour, smell and texture. Suggestions for the community to be able to use watermelon water activator in making compost, because it is easier, simpler and environmentally friendly. For the next research, you can add cow dung to see a better compost quality.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengelolaan Air Bersih di Desa Bale Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Mustafa, Mustafa; Mahyudin Syam, Dedi; Sapriana, Sapriana; S. Syukur, Djunaedil; S. Sunuh, Herlina; Udin, Udin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i4.5067

Abstract

This community service activity is motivated by the limited understanding among Bale Village residents of the importance of sanitation around clean water sources, which can increase the risk of environment-based infectious diseases. The main goal of this activity is to improve the community's knowledge and skills in managing clean water and maintaining sanitation facilities independently. The implementation method used is participatory face-to-face training, consisting of material presentation, field demonstrations, and interactive discussions, which are then evaluated using pre-test and post-test instruments. The results show strong community enthusiasm; of 18 participants, 13 fully participated in the evaluation. Analysis results indicate a significant achievement: 92.30% (12 people) increased their knowledge scores on the criteria for clean water and sources of pollution, while the remaining 7.70% maintained their previous knowledge. In conclusion, education- and demonstration-based training is effective in enhancing the community's cognitive capacity. This success is expected to encourage the formation of independent clean water management groups to maintain environmental sanitation quality in the area
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN DI MAMBORO BARAT Mustafa Mustafa; Dedi Mahyudin Syam; Ros Arianty; Nurarifah Nurarifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39436

Abstract

Abstrak: Kelurahan Mamboro Barat menghadapi permasalahan tingginya praktik pembakaran sampah rumah tangga yang memicu pencemaran udara dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah ramah lingkungan guna menekan kebiasaan membakar sampah. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan bahaya pembakaran sampah dan pelatihan praktis pembuatan kompos dari limbah organik, dengan melibatkan partisipasi mahasiswa DIII Sanitasi. Mitra kegiatan ini adalah 50 orang masyarakat setempat. Evaluasi keberhasilan program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas yang sangat baik. Rata-rata skor pemahaman awal warga adalah 52,20, dan meningkat menjadi 87,20 setelah kegiatan. Terjadi peningkatan pemahaman sebesar 35,00 poin pada seluruh peserta edukasi. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi modal utama warga dalam menerapkan pengomposan mandiri dan menghentikan kebiasaan membakar sampah secara berkelanjutan.Abstract: West Mamboro Subdistrict faces the issue of high levels of household waste burning, which triggers air pollution and increases the risk of respiratory diseases. This service activity aims to enhance the capacity and knowledge of the community regarding environmentally friendly waste management in order to reduce the habit of burning waste. The implementation methods include education about the dangers of burning waste and practical training on composting organic waste, involving the participation of DIII Sanitation students. The activity’s partners are 50 local community members. Program success was evaluated using observation methods through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in capacity. The average initial understanding score of residents was 52.20, which increased to 87.20 after the activity. There was an increase in understanding of 35.00 points among all education participants. This increase in knowledge is expected to become the main capital for residents to independently practice composting and to sustainably stop the habit of burning waste.
Work Factors Associated with Low Back Pain Among Pedicab Drivers: A Cross-Sectional Study Hasanudin Hasanudin; Saharudin Saharudin; Mustafa Mustafa; Dedi Mahyudin Syam; Fitri Handayani
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v6i1.4379

Abstract

Background: Pedicab drivers face prolonged sitting, repetitive pedaling, trunk stabilization, and poor seat ergonomics. This study examined associations among posture, working hours, tenure, and LBP at Pasar Inpres in Palu City. Methods: This analytic observational study used a cross-sectional design and was conducted in June 2024 at Pasar Inpres, Manonda Village, Palu Barat District, Palu City. The population comprised all pedicab drivers in the study area, and 51 respondents were recruited via a total sampling approach. LBP was defined as self-reported pain or discomfort in the lower back region at the time of data collection. Sitting posture was assessed using an observation sheet, while working hours, work tenure, and LBP were collected using questionnaires. Data were analyzed using the chi-square test or Fisher’s exact test when appropriate. Prevalence ratios (PRs) and 95% confidence intervals (CIs) were calculated to estimate the magnitude of association. Results: LBP was reported by 38 respondents (74.5%). Non-ergonomic sitting posture was associated with LBP (PR=1.58; 95% CI: 1.08-2.31; p=0.008). Working more than 8 hours/day was also associated with LBP (PR=1.47; 95% CI: 1.04-2.09; p=0.020), as was work tenure of more than 5 years (PR=2.05; 95% CI: 1.21-3.47; p<0.001). Conclusion: LBP was common among pedicab drivers at Pasar Inpres, Palu City. Non-ergonomic sitting posture, working more than 8 hours/day, and work tenure of more than 5 years were significantly associated with LBP. Community-based occupational health programs should prioritize ergonomic sitting education, active rest, stretching, and simple seat support for pedicab drivers.
Pemberdayaan Kader dan Ibu Balita Melalui Edukasi MPASI, Pemicuan STBM dan Pelatihan Antropometri di Kelurahan Ganti Mustafa, Mustafa; Taqwin, Taqwin; Nurjaya, Nurjaya; Ramadhan, Kadar; Candriasih, Putu; Bungawati, A; Adhyanti, Adhyanti; Nurfatimah, Nurfatimah; Mahyudin Syam, Dedi; Lewa, Abd. Farid; Aminuddin, Aminuddin; Semuel Ra'bung, Alfrida
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v6i1.5628

Abstract

Growth problems among children under five are influenced by the quality of complementary feeding, exposure to environmentally related diseases, and the accuracy of growth monitoring. This community service activity aimed to strengthen the capacity of health cadres and mothers of children under five through education on complementary feeding, Community-Based Total Sanitation (CBTS), and anthropometric measurement training. The activity was conducted in Ganti Urban Village, Donggala Regency, on 13–14 July 2026, involving 20 participants consisting of 10 health cadres and 10 mothers of children under five. The methods included interactive lectures, case discussions, menu demonstrations, mapping of contamination pathways, sanitation commitment triggering, measurement simulations, guided practice, as well as pre-tests and post-tests. The complementary feeding knowledge score among health cadres increased from 62.5 to 92.0, while among mothers of children under five it increased from 45.0 to 85.5. Sanitation knowledge scores increased from 70.0 to 95.0 among health cadres and from 52.5 to 87.5 among mothers of children under five. The anthropometric measurement skills of health cadres increased from 65.0 to 96.5. The greatest improvement was observed in complementary feeding knowledge among mothers of children under five, with an increase of 40.5 points. The integration of contextual education, sanitation reflection, and hands-on practice effectively strengthened participants’ knowledge and skills in the short term. Regular follow-up through integrated health service posts, supervision of anthropometric measurements, and monitoring of sanitation practices are needed to ensure that these learning outcomes are translated into sustainable improvements in household practices.
Co-Authors A Bungawati A Bungawati A Bungawati A Bungawati A. Bungawati Abd Farid Lewa Acce Basri Adhyanti Aminuddin Aminuddin Aminudin Aminudin Amsal Amsal Amsal Andi Bungawati Anwar, Hairunnisa Arba, Susan Arianty, Ros Basri, Acce Bungawati, A Candriasih, Putu Christine Christine Dedi Mahyudin Syam Dedi Mahyudin Syam Djaafar, Tjitrowati Djawa, Rahayu Djawa, Rahayu Djunaedil Syukur Sulaeman Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fitri Handayani Fitri, Geyzka Syalwa Gema Hadriani Hadriani Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hasanuddin Hasanuddin Hasanudin Hasanudin Hasanudin Hasanudin Herlina Susanto Sunuh I Wayan Supetran Idayani Sangadji Sowohy Idayani Sangadjisowohy Imran, Rafiqa Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Kahar, Fikran Lili Suryani Linda Linda Lisnawati M.Saleh, Fatmah M.Saleh, Fatmah Mahyudin Syam, Dedi Maryam Maryam Maryam Masudin Masudin Muhlisa Muhlisa Muhlisa Muhlisa Muliyadi Muliyadi Nasrul Nasrun, Iksan Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurjaya NURJAYA NURJAYA, NURJAYA Oki Taupik Mulyandi Remalia Tondo, Yolan Ristyanisari Irwan Rizkaningsih Rizkaningsih Rizkaningsih, Rizkaningsih Ros Arianty S. Sunuh, Herlina S. Syukur, Djunaedil Sadjim, Adelia Maharani Saharudin S Saharudin Saharudin Saharudin Saharudin Saharudin Saharudin Sakriani, Sakriani Sangadjisowohy, Idayani Sapriana, Sapriana Semuel Ra'bung, Alfrida Sidebang, Purnama Silalahi, Edivo Chandra Sri M. Hasan Subagyo, Indro Sumiati Tomia Susan Arba Susanto S, Herlina Taqwin Taqwin Udin, Udin Washliyah, Siti Zainul zikir