Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Persepsi dan Pengetahuan Masyarakat tentang Bahaya Pembakaran Sampah Terhadap Lingkungan dan Kesehatan di Palu, Indonesia Mustafa, Mustafa; Arianty, Ros; Sidebang, Purnama; Nasrun, Iksan
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2059

Abstract

Praktik pembakaran sampah rumah tangga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan. Kurangnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam masih tingginya praktik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap dampak pembakaran sampah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik yang melibatkan 100 responden kepala keluarga. Responden dipilih dengan metode simple random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan secara langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan dengan pengetahuan (p < 0,05), serta antara pendidikan dengan persepsi (p = 0,004). Sementara itu, variabel umur tidak menunjukkan hubungan signifikan baik terhadap pengetahuan maupun persepsi. Kesimpulannya, pendidikan dan pekerjaan merupakan faktor penting yang memengaruhi pemahaman dan sikap masyarakat terhadap dampak membakar sampah, sehingga edukasi berbasis komunitas dan penyediaan sarana pengelolaan sampah yang layak sangat diperlukan untuk menekan praktik tersebut.
Environmental Sanitation And Patient Behavior In Tuberculosis Control: A Case-Control Study In Talise Health Center, Palu City Mustafa, Mustafa; Sasmita, Hanum; Rizkaningsih, Rizkaningsih
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i1.1561

Abstract

Environmental and behavioral factors can increase the transmission of Tuberculosis (TB) and worsen outcomes. The purpose of the study was to determine the relationship between environmental sanitation and patient behavior with the incidence of TB. This type of analytical survey research uses a cross-sectional approach. The research is located in the Working Area of the Talise Health Center, Palu City. The research sample was all TB cases recorded at the Talise Health Center as many as 40 cases. The ratio of cases to control was 1:1, so that the total sample was 80 respondents. The control came from the closest neighbors who had the same age and gender as the case group. Data analysis using univariate and bivariate with Chi-Square test. The results showed that environmental sanitation had an influence on the incidence of TB, non-qualified environmental sanitation had a 5.476 times greater risk of developing TB than qualified people (p = 0.001, OR = 5.476 [2,099-14,284]). Environmental sanitation that has a significant relationship is ventilation (0.002), occupancy density (0.004), temperature (0.004) and lighting (0.004). For patient behaviors that include attitudes and actions that influence the incidence of TB, negative attitudes have a 4.394 times greater risk of developing TB than those who have positive attitudes (p = 0.003, OR = 4.394 [1,709-11,295]). Meanwhile, bad actions had a 3.857 times greater risk of developing TB than those with good actions (p = 0.003, OR = 3.857 [1.526-9.750]). The significance of this study is that environmental sanitation and patient behavior have an influence on the incidence of TB.
Determinan Perilaku Masyarakat Pesisir dalam Pembuangan Sampah ke Laut dan Implikasinya terhadap Kesehatan Lingkungan: Sebuah Studi di Kota Palu, Indonesia Arianty, Ros; Mustafa, Mustafa; Saharudin, Saharudin; Sangadjisowohy, Idayani
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2217

Abstract

Sampah laut, terutama sampah plastik, telah berkembang menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir dan kesehatan masyarakat. Di Kota Palu, rendahnya pengelolaan sampah menyebabkan peningkatan pencemaran laut yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat pesisir dengan kebiasaan membuang sampah ke laut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan (83%) dan sikap (71%) yang baik mengenai dampak pembuangan sampah, namun hanya 28% yang menunjukkan perilaku baik dalam pengelolaan sampah, dengan 51% responden masih membuang sampah ke laut. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku, serta hubungan yang kuat antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kebiasaan membuang sampah ke laut (p<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan pendidikan dan literasi lingkungan sangat penting untuk membentuk perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah laut.
Risiko Siklamat Dan Karakteristik Individu Terhadap Kejadian Diabetes: Studi kasus kontrol di Ternate dan Palu, Indonesia Sakriani, Sakriani; Washliyah, Siti; Arba, Susan; Mustafa, Mustafa; Sadjim, Adelia Maharani; Silalahi, Edivo Chandra; Anwar, Hairunnisa
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2432

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk riwayat keluarga dan paparan bahan kimia aditif seperti pemanis buatan. Siklamat banyak digunakan dalam produk minuman sebagai pemanis berintensitas tinggi dan masih menjadi perdebatan mengenai keamanannya terhadap kesehatan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keberadaan siklamat pada minuman, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin terhadap kejadian DM pada masyarakat di Kota Ternate dan Kota Palu. Penelitian analitik dengan desain case control ini melibatkan 76 responden, terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data riwayat keluarga dan karakteristik responden dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan keberadaan siklamat ditentukan melalui analisis laboratorium terhadap sampel minuman yang pernah dikonsumsi responden. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi data, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat keluarga (p=0,001; OR=7,650) dan umur (p=0,004; OR=4,921) terbukti sebagai faktor risiko DM, sedangkan keberadaan siklamat (p=0,670) dan jenis kelamin (p=0,608) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa riwayat keluarga (p=0,004) dan umur (p=0,005) merupakan variabel paling berpengaruh terhadap kejadian DM. Kesimpulannya, individu dengan riwayat keluarga DM dan yang berusia lebih tua memiliki risiko lebih tinggi menderita DM.
Penggunaan Kelambu Berinsektisida dan Kawat Kasa Dengan Kejadian Malaria di Kelurahan Sangaji Mustafa, Mustafa; M.Saleh, Fatmah; Djawa, Rahayu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.187 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v1i3.311

Abstract

Kasus malaria sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk indonesia. Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu daerah endemis malaria di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kelambu berinsektisida, penggunaan kawat kasa dengan kejadian malaria dikelurahan Sangaji. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain penlitian cross sectional.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 93 responden. Instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu Uji Chi Square dan Uji Fisher’s Extact. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan penggunaan kelambu dengan kejadian malaria (p= 0,935) dan ada hubungan antara penggunaan kawat kasa dengan kejadian malaria (p=0,002). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kawat kasa sangat berpengaruh terhadap kejadian Malaria.
Efektivitas Serbuk Daun SIRIH (Piper betle L) Dan Daun Pala (Myristica fragrans) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes Aegypti Mustafa, Mustafa; Sakriani, Sakriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.12 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1014

Abstract

Penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur. Beberapa cara untuk mengendalikan kejadian penyakit Demam Berdarah yaitu dengan cara pengendalian secara fisik, biologi, dan kimia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serbuk dari daun sirih dan daun pala dalam mematikan larva Aedes aegypti. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian experimental sederhana dengan rancangan post test only group control design. Besar sampel yang digunakan adalah 900 ekor larva Aedes aegypti instar III. Dosis yang digunakan adalah 2 gram, 4 gram, 6, gram, 8 gram dan 10 gram. Setiap dosis diisi dengan 10 liter air dan diisi 25 ekor larva, larva diamati setiap 8 jam selama 24 jam dengan 3 kali percobaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan rata-rata kematian larva selama 24 jama dengan menggunakan serbuk daun sirih  pada dosis 2,4,6 dan 8 gram terdapat kematian larva yaitu 2 ekor (8%) dan pada dosis 10 gram yaitu 4 ekor (16%) kematian larva. Sedangkan serbuk daun pala pada dosis 2 gram rata-rata jumlah larva yang mati yaitu 3 ekor (12%), dosis 4 gram yaitu 5 ekor  (20%) larva yang mati, dosis 6 gram yaitu 8 ekor (32%) larva yang mati, pada dosis 8 gram yaitu 12 (48%) larva yang mati dan pada dosis 10 gram yaitu 16 ekor (64%) larva yang mati. Kesimpulan dari penelitian adalah  serbuk daun pala pada semua dosis yang digunakan efektif sebagai larvasida. 
SAMPAH ORGANIK JADI PUPUK BERKUALITAS DENGAN AKTIVATOR BUAH SEMANGKA Mustafa Mustafa
Jurnal Kesehatan Vol. 2 No. 6 (2024): Jurnal Kesehatan (JK)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until now, not many people have utilised watermelon waste as an activator in composting. Watermelon fruit waste can have value by utilising it as liquid pukuk and as an activator. The purpose of this study was to compare the quality of compost in terms of physical parameters, such as pH, temperature, and moisture, as well as the physical quality of compost such as colour, smell and texture with watermelon fruit activator and without activator. The research method used was quasi- experiment with time series design to determine the composting process time with the addition of watermelon water. The results of this study are compost with the addition of watermelon fruit activator has the best moisture content of 40%, temperature 27°C, pH 7. In addition, based on physical observations ranging from colour, smell and texture are in accordance with SNI 19-7030-2004 while compost without activator has not met the requirements of good compost. The conclusion of this research is that compost with the addition of watermelon water activator has physical parameters that are in accordance with SNI 19-7030-2004, as well as the physical compost of colour, smell and texture. Suggestions for the community to be able to use watermelon water activator in making compost, because it is easier, simpler and environmentally friendly. For the next research, you can add cow dung to see a better compost quality.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pengelolaan Air Bersih di Desa Bale Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Mustafa, Mustafa; Mahyudin Syam, Dedi; Sapriana, Sapriana; S. Syukur, Djunaedil; S. Sunuh, Herlina; Udin, Udin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i4.5067

Abstract

This community service activity is motivated by the limited understanding among Bale Village residents of the importance of sanitation around clean water sources, which can increase the risk of environment-based infectious diseases. The main goal of this activity is to improve the community's knowledge and skills in managing clean water and maintaining sanitation facilities independently. The implementation method used is participatory face-to-face training, consisting of material presentation, field demonstrations, and interactive discussions, which are then evaluated using pre-test and post-test instruments. The results show strong community enthusiasm; of 18 participants, 13 fully participated in the evaluation. Analysis results indicate a significant achievement: 92.30% (12 people) increased their knowledge scores on the criteria for clean water and sources of pollution, while the remaining 7.70% maintained their previous knowledge. In conclusion, education- and demonstration-based training is effective in enhancing the community's cognitive capacity. This success is expected to encourage the formation of independent clean water management groups to maintain environmental sanitation quality in the area
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN DI MAMBORO BARAT Mustafa Mustafa; Dedi Mahyudin Syam; Ros Arianty; Nurarifah Nurarifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39436

Abstract

Abstrak: Kelurahan Mamboro Barat menghadapi permasalahan tingginya praktik pembakaran sampah rumah tangga yang memicu pencemaran udara dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah ramah lingkungan guna menekan kebiasaan membakar sampah. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan bahaya pembakaran sampah dan pelatihan praktis pembuatan kompos dari limbah organik, dengan melibatkan partisipasi mahasiswa DIII Sanitasi. Mitra kegiatan ini adalah 50 orang masyarakat setempat. Evaluasi keberhasilan program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas yang sangat baik. Rata-rata skor pemahaman awal warga adalah 52,20, dan meningkat menjadi 87,20 setelah kegiatan. Terjadi peningkatan pemahaman sebesar 35,00 poin pada seluruh peserta edukasi. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi modal utama warga dalam menerapkan pengomposan mandiri dan menghentikan kebiasaan membakar sampah secara berkelanjutan.Abstract: West Mamboro Subdistrict faces the issue of high levels of household waste burning, which triggers air pollution and increases the risk of respiratory diseases. This service activity aims to enhance the capacity and knowledge of the community regarding environmentally friendly waste management in order to reduce the habit of burning waste. The implementation methods include education about the dangers of burning waste and practical training on composting organic waste, involving the participation of DIII Sanitation students. The activity’s partners are 50 local community members. Program success was evaluated using observation methods through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in capacity. The average initial understanding score of residents was 52.20, which increased to 87.20 after the activity. There was an increase in understanding of 35.00 points among all education participants. This increase in knowledge is expected to become the main capital for residents to independently practice composting and to sustainably stop the habit of burning waste.