Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PREDIKSI PEMAKAIAN AIR BULANAN DI PDAM KECAMATAN TAMALATE MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) Syarifuddin, Nur Annisa; Wahyuni, Titin; Faisal, Muhammad; Syafaat, Muhammad; Syamsuri, Andi Makbul; AM Hayat, Muhyiddin; Anas, Andi Lukman
PROGRESS Vol 17 No 2 (2025): September
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v17i2.471

Abstract

Water consumption forecasting is a crucial aspect of efficient water resource management, particularly in urban areas with increasing demand. This study aims to predict the monthly water usage volume at the PDAM of Tamalate District using the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method. The dataset consists of historical water usage data from January 2022 to December 2024, totaling 36 monthly observations. The analysis process includes stationarity testing using the Augmented Dickey-Fuller (ADF) test, model parameter identification through ACF and PACF plots, and performance evaluation using MAE, RMSE, and MAPE metrics. The results show that the best-performing model is ARIMA, which demonstrates high prediction accuracy, with a MAE of 26,049.80 m³, RMSE of 37,459.00 m³, and MAPE of 4.12%. This model is capable of generating predictions close to actual values and can be relied upon as a basis for PDAM’s water distribution planning. It is expected that this research will contribute to data-driven decision-making and support digital transformation in the public service sector.
IMPLEMENTASI HYBRID LEXICON-BASED DAN SVM UNTUK KLASIFIKASI ANALISIS SENTIMEN TERHADAP PELATIHAN BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR Alam, Nur; Faisal, Muhammad; Bakti, Rizki Yusliana; Syafaat, Muhammad; Syamsuri, Andi Makbul; AM Hayat, Muhyiddin; Anas, Andi Lukman
PROGRESS Vol 17 No 2 (2025): September
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v17i2.473

Abstract

The evaluation of government training programs is often hindered by manual analysis of unstructured qualitative feedback, making the process inefficient and subjective. This study aims to implement and evaluate a sentiment classification model using a hybrid Lexicon-Based and Support Vector Machine approach to analyze participants’ perceptions of the Vocational School Graduate Academy training organized by BBPSDMP Kominfo Makassar, as well as to compare the performance of a standard SVM model with a model optimized using Particle Swarm Optimization. This quantitative research employs 2,313 unstructured review data, which undergo text preprocessing, initial lexicon-based labeling, and TF-IDF feature extraction before being classified using an SVM with an RBF kernel. The results show that the SVM model optimized with PSO consistently outperforms the standard model across all four evaluation aspects, with the most significant accuracy improvement observed in the instructor category from 84.71% to 89.02% and in the assessor category reaching 91.46%. PSO optimization has proven effective in enhancing the model’s ability to identify negative sentiments, which represent the minority class. The hybrid approach with PSO optimization is capable of producing a more accurate and balanced classification system, with practical implications as an objective automated evaluation tool.
Analisis Perubahan Garis Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Anto, Sahril; Aldi; Andi Makbul Syamsuri; Kasmawati
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.816

Abstract

Permasalahan utama di Tanjung Bira yaitu proses alam yang terjadi di wilayah pesisir adalah erosi dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari dengan menggunakan metode Matlab dan Arcgis dan untuk mengetahui berapa besar perbandingan perubahan garis pantai menggunakan metode Matlab dan Arcgis. Metode penelitian yang digunakan adalah Matlab dan Arcgis. Hasil analisis perubahan garis pantai dengan Matlab menunjukkan daerah yang mengalami abrasi paling tinggi terjadi, di stasiun 2 sebesar 40% , dan mengalami akresi di stasiun 3 sebesar 39%. Sedangkan yang paling rendah mengalami abrasi terjadi stasiun 1 sebesar 4% dan tidak mengalami akresi di stasiun 4. Dan menggunakan Arcgis menunjukkan daerah yang mengalami abrasi paling tinggi sebesar 52 % terjadi di stasiun 2, dan mengalami akresi sebesar 37% di stasiun 5. Sedangkan yang paling rendah mengalami abrasi sebesar 4% terjadi di stasiun 1 dan tidak mengalami akresi di stasiun 4. Hasil perbandingan menggunakan Matlab dan Argis dari garis pantai awal, pada stasiun 1 sampai 5 hasil persentase tidak jauh berbeda yang mengalami abrasi dan akresi.
Analisis Kehilangan Energi pada Berbagai Bentuk Bangunan Peralihan Mutiah, Ulfa; Syamsuri, Andi Makbul; Hamdi, Fauzan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9172

Abstract

AbstrakSaluran terbuka adalah aliran di saluran dimana air mengalir dengan permukan bebas. Pada saluran terbuka, umum ditemukan bangunan pelestarian. Khusunya pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri dari pelestarian yakni dimensi saluran yang mengalami perubahan secara mendadak (penyempitan). Aliran yang melewati bangunan tentunya akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh dimensi bangunan yang berubah secara tiba-tiba. Adanya bangunan pelestarian dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, debit dan energi berubah dan energi atau tenaga yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menyebabkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut diatas dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 macam bentuk bangunan pelestarian yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan pelestarian sangat beragam karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu segiempat, segitiga dan stream line yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan pelestarian tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Energi Spesifik, Kehilangan Energi, Saluran Terbuka. Abstrak _Saluran terbuka adalah aliran dalam suatu saluran yang airnya mengalir dengan permukaan bebas. Pada saluran terbuka sangat umum dijumpai bangunan peralihan. Terutama pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri bangunan peralihan adalah dimensi salurannya mengalami perubahan mendadak (menyempit). Aliran yang melewati bangunan peralihan tentunya akan mengalami perubahan akibat perubahan dimensi bangunan secara tiba-tiba. Adanya bangunan peralihan dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, laju aliran dan energi berubah dan jumlah energi atau energi yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menimbulkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut di atas maka dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 jenis bangunan peralihan yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan peralihan sangat beragam oleh karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu persegi panjang, segitiga dan garis aliran yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan peralihan tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Head Loss, Saluran Terbuka, Energi Spesifik.
Evaluasi Kinerja Bendung Bettu Dalam Pemenuhan Ketersediaan Air Pada Daerah Irigasi Bettu Jamir, Muh; Al Hidayat, Taufik; Maricar, Faraouk; Syamsuri, Andi Makbul; Agusalim, Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.10335

Abstract

ABSTRAK: Bendung bettu merupakan salah satu dari beberapa bendung yang ada di DAS Sungai Bialo, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Bendung Bettu adalah bangunan bendung yang dibangun melintang di sungai Bialo untuk mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bettu dengan luas areal 1.817 Ha dan panjang saluran irigasi untuk Saluran induk 1.007 m dengan 3 saluran sekunder dengan panjang 11.000 m dan saluran tersier 940 m. Sumber air utama yang digunakan untuk megairi areal irigasi Bettu berasal dari bendung Bettu mengairi 5 Desa dan 1 Kelurahan pada Desa Dampang, Barombong, Bialo, Paenre lompoe, Bontosunggu dan Kelurahan caile. Untuk menganalisa kriteria penilaian fungsi dan kondisi bendung bettu berdasarkan struktur bangunannya. Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Prof. Thomas L. Saaty. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu keputusan (decision maker) dari beberapa parameter yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Komponen kinerja bendung sebagai indikator kondisi bendung dibagi menjadi tujuh komponen, yaitu Debit, Sedimen, Mercu, Bangunan Pengambilan, Bangunan Pembilas, Kantong Lumpur, dan Bangunan Penguras. dari ketujuh Komponen bendung didapatkan bobot kondisi bendung Bettu sebesar 25.33% dan kondisi bendung mengalami Kerusakan Sedang. Fungsi bendung bettu sebesar 65,40% dan keberfungsian bendung dalam Kondisi Cukup. Kata kunci: Bendung, Irigasi, Ketersediaan air
A Bluetooth-Based Attendance System for Educational Administration at SMA Muhammadiyah: Cross-Platform Development and Usability Validation Hayat, Muhyddin A.M.; Rasyidi, Muhammad Fachri; Faisal, Muhammad; Bakti, Rizki Yusliana; Syamsuri, Andi Makbul
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 5 (2025): JUTIF Volume 6, Number 5, Oktober 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.5.4873

Abstract

The transformation of educational administration through technology has accelerated significantly, particularly in attendance systems, which have traditionally relied on manual roll calls. These conventional methods are time-consuming, error-prone, and susceptible to manipulation. This study presents a novel Bluetooth-based attendance system that contributes to the field by demonstrating passive MAC address detection for automated attendance recording, eliminating the need for additional software installations on student devices. The system was developed using React Native for cross-platform compatibility, with PostgreSQL for data management and NestJS for backend processing. The software engineering process followed Rapid Application Development (RAD) methodology, combined with comprehensive system validation through experimental testing. Usability evaluation with 133 participants using the System Usability Scale (SUS) yielded a score of 79.85, categorizing the system within the "Good to Excellent" usability range. The findings demonstrate significant improvements in efficiency and a reduction in attendance fraud compared to conventional methods. However, hardware quality and device proximity remain key limitations. Future research should explore the integration of Bluetooth Low Energy (BLE) technology, the implementation of machine learning algorithms for anomaly detection, or the development of hybrid validation models that combine multiple authentication factors. This system demonstrates the potential to modernize educational administration through seamless, device-level integration while maintaining high user acceptance.
Pengaruh Periode dan Kedalaman Air terhadap Kecuraman Gelombang pada Flume Persiapan Percobaan Peredaman Gelombang Syamsuri, Andi Makbul; Suriamihardja, Dadang; Thaha, Arsyad; Rachman, Taufiqur
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.562 KB)

Abstract

Permasalahan daerah pantai memerlukan pemahaman fenomena kelautan, pengetahuan teoritis tentang sifat – sifat gelombang, tekanan dan gaya – gaya gelombang yang bekerja serta proses perubahan bentuk gelombang dalam penjalarannya menuju ke daerah pantai perlu kajian penelitian yang mendalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan karakteristik gelombang dimana panjang dan tinggi gelombang yang akan menentukan kecuraman gelombng (H/L) yang dipengaruhi oleh periode gelombang (T).Metode penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan flume gelombang dengan karakteristik gelombang yang dibangkitkan terdiri dari 3 variasi periode (T; 1,0 detik, T; 1,1 detik, T; 1,2 detik), dengan kedalaman air (d) yang digunakan yaitu (d) 15 cm dan (d) 36 cm, variasi stroke untuk mengatur gerakan flap sebagai pembangkit gelombang yaitu 4, 5 dan 6.Hasil pengujian menunjukkan bahwa tinggi gelombang (H) dan panjang gelombang (L) sangat dipengaruhi oleh periode (T), jika T bertambah maka H mengecil dan L bertambah, perbandingan H/L mengalami perbedaan diantara kedua kedalaman yang berbeda pula.
Efektivitas Penanganan Abrasi Menggunakan Tanaman Mangrove Pada Pantai Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. SANDI; SABIR, MUHAMMAD; SYAMSURI, ANDI MAKBUL; AL IMRAN, HAMZAH
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 6 No 1 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i1.2973

Abstract

Kabupaten sinjai merupakan salah satu daerah yang berada disulawesi selatan yang mempunyai kawasan hutan mangrove paling luas sekitar 960 ha yang sebagian besar hutan mangrovenya ada di kecamatan sinjai timur, desa tongke-tongke. Desa tongke-tongke memiliki panjang garis pantai -+ 2 km dan hutan mangrove dengan luas 78,00 ha. Hutan mangrove di desa tongke-tongke adalah hasil swadaya masyarakat yang saat ini berumur sekitar 37 tahun dihitung dari tahun pertama penanamannya,kegiatan ini bertujuaan.Untuk Mengetahui seberapa besar efektivitas tanaman pelindung dalam menanggulangi abrasi pantai dan mengetahui tinggi gelombang, refraksi gelombang, dan gelombang pecah yang terjadi di pantai tongke-tongke meggunakan admiralty dan metode hindcasting.Hasil penelitiaan menunjukkan elevasi muka air pasang (rob) tertinggi barada pada ketinggian 0,7149 m diatas permukaan laut rata-rata (MLS) dan mengakibatkan potensi luas daerah genangan mencapai -134,6 cm dan muka air tertinggi 134.7 dan metode hindcasting di dapat tinggi gelombang (H) dan priode gelombang (T) maksimum arah tenggara yang dapat dilihat pada tabel yaitu pada tahun 2019 adalah yang terbesar dimana H = 0,809 m dan T = 5,825 m. Kata Kunci: Admiralty, ArcGIS,kabupaten Sinjai, dan Pasang surut.
Analisis Analisis Deformasi Gelombang Di Pantai Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar Nenny, Nenny; Syamsuri, Andi Makbul Syamsuri; Maulana, Muhammad Wijdan Maulana; Yahya, Fardiyansyah Yahya
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i2.4096

Abstract

Pantai Tanjung Layar Putih berada di kelurahan Tanjung Merdeka, Kota Makassar. Dari hasil pantauan google earth, 5 tahun terakhir ini Pantai Tanjung Layar Putih terjadi perubahan luas Pantai akibat abrasi yang terjadi terus menerus. Salah satu cara untuk melakukan pencegahan yaitu perlunya pengetahuan mengenai karakteristik gelombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar koefesien refraksi, gelombang pecah dan untuk mengetahui seberapa besar abrasi yang terjadi. Dalam penelitian ini dilakukan survey lokasi penelitian, tahap identifikasi, tahap pengambilan data dan tahap pengolahan data. Peramalan dihitung dengan metode hindcasting berdasarkan data angin selama 5 tahun dari BMKG Paotere untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang yang terjadi. Dari hasil perhitungan gelombang maksimum terjadi pada bulan februari 2023 dengan tinggi gelombang H = 2,10 m dengan periode gelombang T = 5,13 detik. Koefisien refraksi berkisar antara 0,959 sampai 0.998, tinggi gelombang pecah 0,25 m sampai 1,71 m pada kedalaman 0,32 sampai 2,19 m.
Analisis Perubahan Garis Pantai Takkalasi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Alfiah, Nur Aisyah; Darwis, Muh Fakhruddin; Al Imran, Hamzah; Syamsuri, Andi Makbul
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i1.338

Abstract

Perubahan garis pantai adalah salah satu proses tanpa henti melalui berbagai proses alam di pantai yang meliputi pergerakan sedimen,arus susur pantai,tindakan ombak dan penggunaan lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan besarnya perubahan garis pantai serta mengidentifikasi parameter yang mempengaruhinya. Penelitian di laksanakan di sepanjang garis pantai Takkalasi Kecamatan Balusu Kabuten Barru. Selama dua bulan yaitu pada bulan oktober – Desember 2023 dengan tujuan untuk mengetahui dan memetakan perubahan garis pantai di wilayah pesisir Takkalasi. Model yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model DSAS (Digital Shoreline Analisis Syisten). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perubahan garis pantai yang terjadi di wilayah pesisir pantai Takkalsi pada tahun 2017 – 2023 (5 tahun ) berupa akresi dan abrasi. Perubahan garis pantai yang terjadi diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik pantai (faktor alam)yang bersifat semi terbuka terhadap dinamika perairan yang mendapatkan mengaruh dari gelombang secara langsung. Disamping karakteristik pantai, perubahan garis pantai di pantai Takkalasi juga diduga di sebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penimbunan pantai untuk keperluan pemukiman, dan periwisata.