Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Stabilitas Pada Struktur Penahan Tanah (Studi Kasus Pantai Punaga Kabupaten Takalar) Mustazim; Afdaliah, Athira; Syamsuri, Andi Makbul; Kasmawati
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i2.3217

Abstract

Punaga Beach which located in Takalar Regency is frequently visited by tourists because it has a beautiful panorama. However, this tourist attraction also has problems that highly need attention. In certain seasons, this beach experiences increasingly severe coastal erosion problems due to strong waves and ocean currents. The impact of high tides that occur in several places causes coastal erosion and nearly damage the buildings. The purpose of this study was to determine the characteristics that occur at Punaga Beach and the effect of these characteristics on the stability of the revetment structure. This research was conducted at Punaga Beach, Mangarabombang District, Takalar Regency, South Sulawesi. The results of this study obtained the highest wave in 2022 was about 3.5 m and the toe protection stability value was obtained about 0.480. Therefore the toe protection stability number was about 90.5 which can be able to protect the revetment building from collapse
Analisis Kehilangan Energi pada Berbagai Bentuk Bangunan Peralihan Ulfa Mutiah; Andi Makbul Syamsuri; Fauzan Hamdi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9172

Abstract

AbstrakSaluran terbuka adalah aliran di saluran dimana air mengalir dengan permukan bebas. Pada saluran terbuka, umum ditemukan bangunan pelestarian. Khusunya pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri dari pelestarian yakni dimensi saluran yang mengalami perubahan secara mendadak (penyempitan). Aliran yang melewati bangunan tentunya akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh dimensi bangunan yang berubah secara tiba-tiba. Adanya bangunan pelestarian dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, debit dan energi berubah dan energi atau tenaga yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menyebabkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut diatas dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 macam bentuk bangunan pelestarian yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan pelestarian sangat beragam karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu segiempat, segitiga dan stream line yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan pelestarian tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Energi Spesifik, Kehilangan Energi, Saluran Terbuka. Abstrak _Saluran terbuka adalah aliran dalam suatu saluran yang airnya mengalir dengan permukaan bebas. Pada saluran terbuka sangat umum dijumpai bangunan peralihan. Terutama pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri bangunan peralihan adalah dimensi salurannya mengalami perubahan mendadak (menyempit). Aliran yang melewati bangunan peralihan tentunya akan mengalami perubahan akibat perubahan dimensi bangunan secara tiba-tiba. Adanya bangunan peralihan dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, laju aliran dan energi berubah dan jumlah energi atau energi yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menimbulkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut di atas maka dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 jenis bangunan peralihan yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan peralihan sangat beragam oleh karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu persegi panjang, segitiga dan garis aliran yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan peralihan tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Head Loss, Saluran Terbuka, Energi Spesifik.
Evaluasi Kinerja Bendung Bettu Dalam Pemenuhan Ketersediaan Air Pada Daerah Irigasi Bettu Muh Jamir; Taufik Al Hidayat; Faraouk Maricar; Andi Makbul Syamsuri; Agusalim Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.10335

Abstract

ABSTRAK: Bendung bettu merupakan salah satu dari beberapa bendung yang ada di DAS Sungai Bialo, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Bendung Bettu adalah bangunan bendung yang dibangun melintang di sungai Bialo untuk mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bettu dengan luas areal 1.817 Ha dan panjang saluran irigasi untuk Saluran induk 1.007 m dengan 3 saluran sekunder dengan panjang 11.000 m dan saluran tersier 940 m. Sumber air utama yang digunakan untuk megairi areal irigasi Bettu berasal dari bendung Bettu mengairi 5 Desa dan 1 Kelurahan pada Desa Dampang, Barombong, Bialo, Paenre lompoe, Bontosunggu dan Kelurahan caile. Untuk menganalisa kriteria penilaian fungsi dan kondisi bendung bettu berdasarkan struktur bangunannya. Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Prof. Thomas L. Saaty. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu keputusan (decision maker) dari beberapa parameter yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Komponen kinerja bendung sebagai indikator kondisi bendung dibagi menjadi tujuh komponen, yaitu Debit, Sedimen, Mercu, Bangunan Pengambilan, Bangunan Pembilas, Kantong Lumpur, dan Bangunan Penguras. dari ketujuh Komponen bendung didapatkan bobot kondisi bendung Bettu sebesar 25.33% dan kondisi bendung mengalami Kerusakan Sedang. Fungsi bendung bettu sebesar 65,40% dan keberfungsian bendung dalam Kondisi Cukup. Kata kunci: Bendung, Irigasi, Ketersediaan air
Perencanaan Kolam Retensi Sistem Drainase Kantor Gedung Keuangan Negara (Gkn) Kota Makassar Sandi, Andi Muhammad; Usman, Sucipto; Syamsuri, Andi Makbul; Kuba, Muhammad Syafaat S
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v3i1.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Kolam retensi di Kantor Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar yang berfungsi menampung volume air ketika debit maksimum datang kemudian secara perlahan-lahan mengalirkannya pada saluran pembuang menggunakan pompa. Rata-rata curah hujan maksimum menggunakan data dari 3 stasiun hujan kala ulang 10 tahun. Metode distribusi Log Pearson Type III sebagai distribusi yang terpilih didapatkan nilai hujan rencana kala ulang 10 tahun sebesar 136,205 mm dan uji kecocokan Chi-Kuadrat diterima (X2 < X2Cr). Untuk waktu konsentrasi (tc) dihitung menggunakan metode Kirpich didapatkan 1,56 jam atau 93,6 menit dan waktu pengaliran (td) 61 menit dengan waktu total yang ditentukan 250 menit. Debit banjir rencana X10 akibat intensitas curah hujan 35,10 mm/jam menggunakan rumus Metode Rasional didapatkan 0,640 m3/detik. Waktu konsentrasi (tc) dihitung menggunakan metode Kirpich didapatkan 1,56 jam atau 93,6 menit dan waktu pengaliran (td) 61 menit dengan waktu total (ttotal) 250 menit sehingga didapatkan volume kumulatif debit aliran masuk (Qinflow) sebesar 10894,71 m3. Kapasitas maksimum kolam retensi sebesar 4.176 m3 melalui hasil perhitungan luasan lahan atau permukaan 2.198 m2 (A1) dan dasar kolam 1,978 m2 (A2) dengan kedalaman 2 meter. Volume kumulatif debit aliran keluar (Qoutflow) dengan asumsi pengaliran pompa 0,50 m3/detik didapatkan 7500,00 m3 dan hasil perhitungan keseimbangan aliran antara debit masuk dan keluar (Waterbalance) selama waktu total lama hujan 250 menit didapatkan kumulatif volume tertampung 4117,40 m3.
Pengaruh Lebar Pemecah Gelombang Rangkaian Pipa Ujung Tertutup terhadap Gelombang Refleksi dan Transmisi Virlayani, Asnita; Syamsuri, Andi Makbul; Yani, Ahmad; Ahdania, Andi
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/j60k5n66

Abstract

Penelitian tentang pemecah gelombang/breakwater berpori dewasa ini mengalami peningkatan, sehingga tercipta model yang bervariasi sebagai pemecah gelombang. Kemampuannya menyerap energi gelombang menjadi keunggulan pemecah gelombang berpori dalam mereduksi energi gelombang yang datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi lebar model terhadap tinggi gelombang refleksi dan transmisi. Uji model model fisik dilakukan pada model pemecah gelombang rangkaian pipa ujung tertutup untuk mendapatkan karakteristik gelombang yang dihasilkan. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC dengan ukuran diameter luar 3,2 cm serta diameter dalam 2,8 cm, serta tinggi model (h) adalah 16,8 cm. Variasi lebar model yaitu 30, 45 dan 60 cm, dan rasio lebar model terhadap panjang gelombang (B/L) = 0,164 – 0,571. Kedalaman air 13,6 dan 16,8 cm, dan rasio kedalaman air terhadap tinggi model (d/h) = 0,81 – 1,00. Hasil olah data menunjukkan semakin lebar pemecah gelombang akan memperbesar nilai Kr = 0,258 – 0,565 atau terjadi peningkatan sebesar 30,7 %, semakin lebar pemecah gelombang akan menurunkan nilai Kt = 0,379 – 0,160 atau terjadi penurunan sebesar 21,9 %. Dengan demikian dapat diketahui bahwa model pemecah gelombang rangkaian pipa ujung tertutup dapat meredam gelombang yang datang sampai dengan 47,4 %.
Studi Perencanaan Bangunan Pelindung Pantai di Sausapor Kab. Tambrauw Karim, Nenny; Syamsuri, Andi Makbul; Toding, Erwin
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fw6chm58

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Panjang garis pantai juga mengalami erosi oleh arus/gelombang yang dapat mempengaruhi kehidupan pesisir. Kabupaten Tambrauw merupakan daerah baru di wilayah Kepala Burung Pulau Papua. Perkembangan wilayah Papua Barat sangat maju, berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk mencapai hasil yang sempurna berkembang pesat. Selain itu, pantai di kawasan Sausapor merupakan cagar alam yang harus dilindungi untuk mengurangi keausan pantai dan keamanan pantai di Sausapor karena seringnya terjadi gelombang laut di kawasan tersebut dan kerusakan bangunan yang ada. yang dibangun pada tahun 2014 Dan dampak yang terjadi menyebabkan pantai bergerak lebih dalam ke benua. Salah satu cara untuk mengatasi kerusakan pantai adalah dengan membangun struktur pertahanan pantai untuk melindungi wilayah pantai dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan pantai dan dengan memeriksa dan mengevaluasi kondisi dan fungsi bangunan pantai Sausapore. Jika tidak segera diambil tindakan, ada risiko kerusakan cagar alam, kawasan pemukiman, ruang publik, dan bangunan lainnya.
IMPLEMENTASI K-MEANS DAN ANALISIS SENTIMEN KRITIK SARAN BERBASIS NLP PADA DATA MONEV BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR Akbar, Syahril; Faisal, Muhammad; Bakti, Rizki Yusliana; Syafaat, Muhammad; Syamsuri, Andi Makbul; AM Hayat, Muhyiddin; Anas, Lukman
PROGRESS Vol 17 No 2 (2025): September
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v17i2.465

Abstract

Manual analysis of large-scale and unstructured textual feedback data is often inefficient and subjective, thereby hindering data-driven decision-making. This study aims to design and implement an integrated analytical workflow to automatically filter, cluster, and classify feedback data consisting of criticisms and suggestions. The research employs a hybrid approach that begins with TF-IDF-based data filtering, followed by dimensionality reduction using Latent Semantic Analysis (LSA), and topic clustering through K-Means clustering optimized with the Silhouette Score. The resulting cluster labels are then used as training data to build a Multinomial Naive Bayes classification model. The results show that this workflow successfully identified two main thematic clusters, namely "Criticism and Expectations" and "Suggestions and Compliments", and the classification model achieved an overall accuracy of 91%. Although class imbalance affected the recall of the minority class (47%), the model demonstrated high precision (95%) for that class. It is concluded that this hybrid approach effectively transforms raw data into structured insights, and utilizing clustering results as training data is an efficient strategy for automating feedback categorization, providing a reliable tool for institutional analysis.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING MENGGUNAKAN HYBRID SENTENCE-TRANSFORMERS DAN K-MEANS UNTUK PERBANDINGAN JURNAL Faeruddin, Muhammad Asygar; Faisal, Muhammad; Bakti, Rizki Yusliana; Syafaat, Muhammad; AM Hayat, Muhyiddin; Syamsuri, Andi Makbul; Anas, Andi Lukman
PROGRESS Vol 17 No 2 (2025): September
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v17i2.466

Abstract

This study addresses the challenge of identifying semantic relatedness between scientific journal articles by developing a classification system based on deep learning. The system applies an unsupervised learning approach using the Sentence-Transformers model and K-Means clustering to generate semantic similarity scores and categorical labels. Abstracts from journal PDFs are extracted and processed to determine similarity levels across four predefined categories. The optimal number of clusters was determined using Elbow Method, Silhouette Score, and Davies-Bouldin Index, resulting in k = 4. The system is implemented as a web-based application that allows users to upload two PDF files, compare them semantically, and receive both a similarity score and an AI-generated narrative explanation. Functional testing showed that all core features performed as expected. This system significantly reduces the time required to assess relatedness between journal articles, offering an efficient tool for academic research navigation.
KLASIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN LADA MENGGUNAKAN ENSEMBLE LEARNING BERDASARKAN CITRA WARNA KULIT Mujidah, Jihan Izzathul; Bakti, Rizki Yusliana; Lukman; Muhammad Faisal; Muhammad Syafaat; AM Hayat, Muhyiddin; Syamsuri, Andi Makbul
PROGRESS Vol 17 No 2 (2025): September
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v17i2.467

Abstract

Pepper fruit (Piper nigrum L.) is an agricultural commodity whose market value strongly depends on its ripeness level at harvest. Ripeness determination, which is still commonly performed through visual observation, tends to be inaccurate and subjective. This study aims to classify the ripeness level of pepper fruit based on skin color using an ensemble learning approach. The dataset consists of 1,996 pepper fruit images categorized into four ripeness levels unripe, semi ripe, ripe, and overripe. Color features were extracted from the HSV color model using color moment statistics including mean, standard deviation, and skewness. Random Forest and XGBoost models were combined using a soft voting method. The results show that the ensemble model achieved 98.25% accuracy, 98.30% precision, 98.27% recall, and 98.26% F1-score. The ensemble approach proved superior to single models by providing more accurate and stable classification of pepper fruit ripeness.
KLASIFIKASI PENYAKIT TANAMAN NILAM BERDASARKAN CITRA DAUN MENGGUNAKAN GLCM DAN SVM Sarina; Bakti, Rizki Yusliana; Muhammad Faisal; Muhammad Syafaat; Syamsuri, Andi Makbul; AM Hayat, Muhyiddin; Anas, Andi Lukman
PROGRESS Vol 17 No 2 (2025): September
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v17i2.469

Abstract

This study presents a classification model for detecting diseases in patchouli (Pogostemon cablin Benth) leaves using image processing techniques. The method combines Grey Level Co-occurrence Matrix (GLCM) for texture feature extraction and Support Vector Machine (SVM) for classification, optimised using the Particle Swarm Optimisation (PSO) algorithm. A total of 2,080 leaf images were collected and categorized into four classes: healthy, leaf spot, yellowing, and mosaic. Each image was augmented and converted to grayscale to enhance the dataset and reduce computational complexity. Four GLCM features—contrast, correlation, energy, and homogeneity—were extracted to represent leaf textures. The classification model achieved an accuracy of 89.74% using SVM alone, and improved to 97.12% when optimized with PSO. The results indicate that the integration of GLCM, SVM, and PSO provides an effective and accurate solution for early detection of patchouli leaf diseases, potentially supporting farmers in decision-making and improving crop productivity and quality.