Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Stabilitas Pada Struktur Penahan Tanah (Studi Kasus Pantai Punaga Kabupaten Takalar) Mustazim; Afdaliah, Athira; Syamsuri, Andi Makbul; Kasmawati
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i2.3217

Abstract

Punaga Beach which located in Takalar Regency is frequently visited by tourists because it has a beautiful panorama. However, this tourist attraction also has problems that highly need attention. In certain seasons, this beach experiences increasingly severe coastal erosion problems due to strong waves and ocean currents. The impact of high tides that occur in several places causes coastal erosion and nearly damage the buildings. The purpose of this study was to determine the characteristics that occur at Punaga Beach and the effect of these characteristics on the stability of the revetment structure. This research was conducted at Punaga Beach, Mangarabombang District, Takalar Regency, South Sulawesi. The results of this study obtained the highest wave in 2022 was about 3.5 m and the toe protection stability value was obtained about 0.480. Therefore the toe protection stability number was about 90.5 which can be able to protect the revetment building from collapse
Analisis Kehilangan Energi pada Berbagai Bentuk Bangunan Peralihan Ulfa Mutiah; Andi Makbul Syamsuri; Fauzan Hamdi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9172

Abstract

AbstrakSaluran terbuka adalah aliran di saluran dimana air mengalir dengan permukan bebas. Pada saluran terbuka, umum ditemukan bangunan pelestarian. Khusunya pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri dari pelestarian yakni dimensi saluran yang mengalami perubahan secara mendadak (penyempitan). Aliran yang melewati bangunan tentunya akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh dimensi bangunan yang berubah secara tiba-tiba. Adanya bangunan pelestarian dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, debit dan energi berubah dan energi atau tenaga yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menyebabkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut diatas dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 macam bentuk bangunan pelestarian yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan pelestarian sangat beragam karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu segiempat, segitiga dan stream line yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan pelestarian tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Energi Spesifik, Kehilangan Energi, Saluran Terbuka. Abstrak _Saluran terbuka adalah aliran dalam suatu saluran yang airnya mengalir dengan permukaan bebas. Pada saluran terbuka sangat umum dijumpai bangunan peralihan. Terutama pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri bangunan peralihan adalah dimensi salurannya mengalami perubahan mendadak (menyempit). Aliran yang melewati bangunan peralihan tentunya akan mengalami perubahan akibat perubahan dimensi bangunan secara tiba-tiba. Adanya bangunan peralihan dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, laju aliran dan energi berubah dan jumlah energi atau energi yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menimbulkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut di atas maka dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 jenis bangunan peralihan yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan peralihan sangat beragam oleh karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu persegi panjang, segitiga dan garis aliran yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan peralihan tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Head Loss, Saluran Terbuka, Energi Spesifik.
Evaluasi Kinerja Bendung Bettu Dalam Pemenuhan Ketersediaan Air Pada Daerah Irigasi Bettu Muh Jamir; Taufik Al Hidayat; Faraouk Maricar; Andi Makbul Syamsuri; Agusalim Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.10335

Abstract

ABSTRAK: Bendung bettu merupakan salah satu dari beberapa bendung yang ada di DAS Sungai Bialo, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Bendung Bettu adalah bangunan bendung yang dibangun melintang di sungai Bialo untuk mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bettu dengan luas areal 1.817 Ha dan panjang saluran irigasi untuk Saluran induk 1.007 m dengan 3 saluran sekunder dengan panjang 11.000 m dan saluran tersier 940 m. Sumber air utama yang digunakan untuk megairi areal irigasi Bettu berasal dari bendung Bettu mengairi 5 Desa dan 1 Kelurahan pada Desa Dampang, Barombong, Bialo, Paenre lompoe, Bontosunggu dan Kelurahan caile. Untuk menganalisa kriteria penilaian fungsi dan kondisi bendung bettu berdasarkan struktur bangunannya. Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Prof. Thomas L. Saaty. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu keputusan (decision maker) dari beberapa parameter yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Komponen kinerja bendung sebagai indikator kondisi bendung dibagi menjadi tujuh komponen, yaitu Debit, Sedimen, Mercu, Bangunan Pengambilan, Bangunan Pembilas, Kantong Lumpur, dan Bangunan Penguras. dari ketujuh Komponen bendung didapatkan bobot kondisi bendung Bettu sebesar 25.33% dan kondisi bendung mengalami Kerusakan Sedang. Fungsi bendung bettu sebesar 65,40% dan keberfungsian bendung dalam Kondisi Cukup. Kata kunci: Bendung, Irigasi, Ketersediaan air
Perencanaan Kolam Retensi Sistem Drainase Kantor Gedung Keuangan Negara (Gkn) Kota Makassar Sandi, Andi Muhammad; Usman, Sucipto; Syamsuri, Andi Makbul; Kuba, Muhammad Syafaat S
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v3i1.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Kolam retensi di Kantor Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar yang berfungsi menampung volume air ketika debit maksimum datang kemudian secara perlahan-lahan mengalirkannya pada saluran pembuang menggunakan pompa. Rata-rata curah hujan maksimum menggunakan data dari 3 stasiun hujan kala ulang 10 tahun. Metode distribusi Log Pearson Type III sebagai distribusi yang terpilih didapatkan nilai hujan rencana kala ulang 10 tahun sebesar 136,205 mm dan uji kecocokan Chi-Kuadrat diterima (X2 < X2Cr). Untuk waktu konsentrasi (tc) dihitung menggunakan metode Kirpich didapatkan 1,56 jam atau 93,6 menit dan waktu pengaliran (td) 61 menit dengan waktu total yang ditentukan 250 menit. Debit banjir rencana X10 akibat intensitas curah hujan 35,10 mm/jam menggunakan rumus Metode Rasional didapatkan 0,640 m3/detik. Waktu konsentrasi (tc) dihitung menggunakan metode Kirpich didapatkan 1,56 jam atau 93,6 menit dan waktu pengaliran (td) 61 menit dengan waktu total (ttotal) 250 menit sehingga didapatkan volume kumulatif debit aliran masuk (Qinflow) sebesar 10894,71 m3. Kapasitas maksimum kolam retensi sebesar 4.176 m3 melalui hasil perhitungan luasan lahan atau permukaan 2.198 m2 (A1) dan dasar kolam 1,978 m2 (A2) dengan kedalaman 2 meter. Volume kumulatif debit aliran keluar (Qoutflow) dengan asumsi pengaliran pompa 0,50 m3/detik didapatkan 7500,00 m3 dan hasil perhitungan keseimbangan aliran antara debit masuk dan keluar (Waterbalance) selama waktu total lama hujan 250 menit didapatkan kumulatif volume tertampung 4117,40 m3.
Pengaruh Lebar Pemecah Gelombang Rangkaian Pipa Ujung Tertutup terhadap Gelombang Refleksi dan Transmisi Virlayani, Asnita; Syamsuri, Andi Makbul; Yani, Ahmad; Ahdania, Andi
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 7 No. 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/j60k5n66

Abstract

Penelitian tentang pemecah gelombang/breakwater berpori dewasa ini mengalami peningkatan, sehingga tercipta model yang bervariasi sebagai pemecah gelombang. Kemampuannya menyerap energi gelombang menjadi keunggulan pemecah gelombang berpori dalam mereduksi energi gelombang yang datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi lebar model terhadap tinggi gelombang refleksi dan transmisi. Uji model model fisik dilakukan pada model pemecah gelombang rangkaian pipa ujung tertutup untuk mendapatkan karakteristik gelombang yang dihasilkan. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC dengan ukuran diameter luar 3,2 cm serta diameter dalam 2,8 cm, serta tinggi model (h) adalah 16,8 cm. Variasi lebar model yaitu 30, 45 dan 60 cm, dan rasio lebar model terhadap panjang gelombang (B/L) = 0,164 – 0,571. Kedalaman air 13,6 dan 16,8 cm, dan rasio kedalaman air terhadap tinggi model (d/h) = 0,81 – 1,00. Hasil olah data menunjukkan semakin lebar pemecah gelombang akan memperbesar nilai Kr = 0,258 – 0,565 atau terjadi peningkatan sebesar 30,7 %, semakin lebar pemecah gelombang akan menurunkan nilai Kt = 0,379 – 0,160 atau terjadi penurunan sebesar 21,9 %. Dengan demikian dapat diketahui bahwa model pemecah gelombang rangkaian pipa ujung tertutup dapat meredam gelombang yang datang sampai dengan 47,4 %.
Studi Perencanaan Bangunan Pelindung Pantai di Sausapor Kab. Tambrauw Karim, Nenny; Syamsuri, Andi Makbul; Toding, Erwin
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil MACCA
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fw6chm58

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Panjang garis pantai juga mengalami erosi oleh arus/gelombang yang dapat mempengaruhi kehidupan pesisir. Kabupaten Tambrauw merupakan daerah baru di wilayah Kepala Burung Pulau Papua. Perkembangan wilayah Papua Barat sangat maju, berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk mencapai hasil yang sempurna berkembang pesat. Selain itu, pantai di kawasan Sausapor merupakan cagar alam yang harus dilindungi untuk mengurangi keausan pantai dan keamanan pantai di Sausapor karena seringnya terjadi gelombang laut di kawasan tersebut dan kerusakan bangunan yang ada. yang dibangun pada tahun 2014 Dan dampak yang terjadi menyebabkan pantai bergerak lebih dalam ke benua. Salah satu cara untuk mengatasi kerusakan pantai adalah dengan membangun struktur pertahanan pantai untuk melindungi wilayah pantai dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan pantai dan dengan memeriksa dan mengevaluasi kondisi dan fungsi bangunan pantai Sausapore. Jika tidak segera diambil tindakan, ada risiko kerusakan cagar alam, kawasan pemukiman, ruang publik, dan bangunan lainnya.
Analisis Perubahan Garis Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Anto, Sahril; Aldi; Andi Makbul Syamsuri; Kasmawati
Jurnal Rekayasa Infrastruktur HEXAGON Vol 8 No 1 (2023): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hexagon.v8i1.816

Abstract

Permasalahan utama di Tanjung Bira yaitu proses alam yang terjadi di wilayah pesisir adalah erosi dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari dengan menggunakan metode Matlab dan Arcgis dan untuk mengetahui berapa besar perbandingan perubahan garis pantai menggunakan metode Matlab dan Arcgis. Metode penelitian yang digunakan adalah Matlab dan Arcgis. Hasil analisis perubahan garis pantai dengan Matlab menunjukkan daerah yang mengalami abrasi paling tinggi terjadi, di stasiun 2 sebesar 40% , dan mengalami akresi di stasiun 3 sebesar 39%. Sedangkan yang paling rendah mengalami abrasi terjadi stasiun 1 sebesar 4% dan tidak mengalami akresi di stasiun 4. Dan menggunakan Arcgis menunjukkan daerah yang mengalami abrasi paling tinggi sebesar 52 % terjadi di stasiun 2, dan mengalami akresi sebesar 37% di stasiun 5. Sedangkan yang paling rendah mengalami abrasi sebesar 4% terjadi di stasiun 1 dan tidak mengalami akresi di stasiun 4. Hasil perbandingan menggunakan Matlab dan Argis dari garis pantai awal, pada stasiun 1 sampai 5 hasil persentase tidak jauh berbeda yang mengalami abrasi dan akresi.
Analisis Kehilangan Energi pada Berbagai Bentuk Bangunan Peralihan Mutiah, Ulfa; Syamsuri, Andi Makbul; Hamdi, Fauzan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9172

Abstract

AbstrakSaluran terbuka adalah aliran di saluran dimana air mengalir dengan permukan bebas. Pada saluran terbuka, umum ditemukan bangunan pelestarian. Khusunya pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri dari pelestarian yakni dimensi saluran yang mengalami perubahan secara mendadak (penyempitan). Aliran yang melewati bangunan tentunya akan mengalami perubahan yang disebabkan oleh dimensi bangunan yang berubah secara tiba-tiba. Adanya bangunan pelestarian dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, debit dan energi berubah dan energi atau tenaga yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menyebabkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut diatas dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 macam bentuk bangunan pelestarian yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan pelestarian sangat beragam karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu segiempat, segitiga dan stream line yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan pelestarian tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Energi Spesifik, Kehilangan Energi, Saluran Terbuka. Abstrak _Saluran terbuka adalah aliran dalam suatu saluran yang airnya mengalir dengan permukaan bebas. Pada saluran terbuka sangat umum dijumpai bangunan peralihan. Terutama pada jaringan irigasi dan drainase. Salah satu ciri bangunan peralihan adalah dimensi salurannya mengalami perubahan mendadak (menyempit). Aliran yang melewati bangunan peralihan tentunya akan mengalami perubahan akibat perubahan dimensi bangunan secara tiba-tiba. Adanya bangunan peralihan dan penyempitan akan membuat tinggi muka air, kecepatan, laju aliran dan energi berubah dan jumlah energi atau energi yang besar akan menyebabkan gerusan pada bangunan dan menimbulkan kerusakan jika dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena permasalahan tersebut di atas maka dilakukan penelitian laboratorium yang memuat 3 jenis bangunan peralihan yang mengalami penyempitan. Bentuk bangunan peralihan sangat beragam oleh karena itu kami menggunakan tiga bentuk yaitu persegi panjang, segitiga dan garis aliran yang dibuat menggunakan bahan lembaran akrilik. Dari 3 bentuk bangunan peralihan tersebut dilakukan peninjauan nilai energi spesifik dan kehilangan energi. Kata Kunci : Head Loss, Saluran Terbuka, Energi Spesifik.
Evaluasi Kinerja Bendung Bettu Dalam Pemenuhan Ketersediaan Air Pada Daerah Irigasi Bettu Jamir, Muh; Al Hidayat, Taufik; Maricar, Faraouk; Syamsuri, Andi Makbul; Agusalim, Agusalim
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.10335

Abstract

ABSTRAK: Bendung bettu merupakan salah satu dari beberapa bendung yang ada di DAS Sungai Bialo, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Bendung Bettu adalah bangunan bendung yang dibangun melintang di sungai Bialo untuk mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bettu dengan luas areal 1.817 Ha dan panjang saluran irigasi untuk Saluran induk 1.007 m dengan 3 saluran sekunder dengan panjang 11.000 m dan saluran tersier 940 m. Sumber air utama yang digunakan untuk megairi areal irigasi Bettu berasal dari bendung Bettu mengairi 5 Desa dan 1 Kelurahan pada Desa Dampang, Barombong, Bialo, Paenre lompoe, Bontosunggu dan Kelurahan caile. Untuk menganalisa kriteria penilaian fungsi dan kondisi bendung bettu berdasarkan struktur bangunannya. Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Prof. Thomas L. Saaty. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu keputusan (decision maker) dari beberapa parameter yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Komponen kinerja bendung sebagai indikator kondisi bendung dibagi menjadi tujuh komponen, yaitu Debit, Sedimen, Mercu, Bangunan Pengambilan, Bangunan Pembilas, Kantong Lumpur, dan Bangunan Penguras. dari ketujuh Komponen bendung didapatkan bobot kondisi bendung Bettu sebesar 25.33% dan kondisi bendung mengalami Kerusakan Sedang. Fungsi bendung bettu sebesar 65,40% dan keberfungsian bendung dalam Kondisi Cukup. Kata kunci: Bendung, Irigasi, Ketersediaan air
A Bluetooth-Based Attendance System for Educational Administration at SMA Muhammadiyah: Cross-Platform Development and Usability Validation Hayat, Muhyddin A.M.; Rasyidi, Muhammad Fachri; Faisal, Muhammad; Bakti, Rizki Yusliana; Syamsuri, Andi Makbul
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 5 (2025): JUTIF Volume 6, Number 5, Oktober 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.5.4873

Abstract

The transformation of educational administration through technology has accelerated significantly, particularly in attendance systems, which have traditionally relied on manual roll calls. These conventional methods are time-consuming, error-prone, and susceptible to manipulation. This study presents a novel Bluetooth-based attendance system that contributes to the field by demonstrating passive MAC address detection for automated attendance recording, eliminating the need for additional software installations on student devices. The system was developed using React Native for cross-platform compatibility, with PostgreSQL for data management and NestJS for backend processing. The software engineering process followed Rapid Application Development (RAD) methodology, combined with comprehensive system validation through experimental testing. Usability evaluation with 133 participants using the System Usability Scale (SUS) yielded a score of 79.85, categorizing the system within the "Good to Excellent" usability range. The findings demonstrate significant improvements in efficiency and a reduction in attendance fraud compared to conventional methods. However, hardware quality and device proximity remain key limitations. Future research should explore the integration of Bluetooth Low Energy (BLE) technology, the implementation of machine learning algorithms for anomaly detection, or the development of hybrid validation models that combine multiple authentication factors. This system demonstrates the potential to modernize educational administration through seamless, device-level integration while maintaining high user acceptance.
Co-Authors Abdul Rakhim Nanda Afdaliah, Athira Agusalim, Agusalim Ahdania, Andi Ahmad Yani ahmad yani Aksan Ali Al Hidayat, Taufik Al Imran, Hamzah Aldi Alfiah, Nur Aisyah Ali, Muhammad Yunus Andi Ahdania Andi Fatimah Andi Ibrahim Andi yusnandar Pratama Anto, Sahril Ashabul Kahfi Asnita Virlayani Asnita Virlayani, Asnita Azzah Aulia Syarif Bakti, Rizki Yusliana Chairatul Anam Darniati Darwis, Muh Fakhruddin Dayana, Lucke Ayurindra Margie Desi Anggreani Erwin Toding Fadly, Feri Fahrim Irhamna Rachman Fajar, Muh Faraouk Maricar Fauzan Hamdi Fauzan Hamdi, Fauzan Firman Fithriyah Arief Wangsa Haerul, Muh. Farhan Hamzah Al Imran Hamzah Al Imran Hardiansyah Hardiansyah Hidriansyah Idhan Akbar Ida Mulyadi, Ida Ikhwal Lukman, Muh Ikram Ilfan Muis Imran, Hamzah Al Imran, Hamzah Al Imran Indriyanti Israil Israil Israil Jalil, Fikri Haikal Jamir, Muh Jihan Izzathul Mujidah Karim, Nenny Kasmawati Kasmawati Kasmawati Kasmawati Lilis Suganda Lisda Lisa Lukman LUKMAN ANAS Lukman Anas M Agusalim M Agusalim M Yusran S Mappatoba, Andi Maricar, Faraouk Maulana, Muhammad Wijdan Maulana Muh Jamir Muh. Syahrul A Muhammad Alqadri Aras Putra Muhammad Asygar Faeruddin Muhammad Faisal Muhammad Khadafi MUHAMMAD SABIR Muhammad Sabir Muhammad Scyroth Arianto Muhammad Syafaat S. Kuba Muhsin, Muh Arief Muhyiddin A.M Hayat Muhyiddin A.M Hayat Munawir, Ical Mustazim Mutiah, Ulfa Nenny Nenny Karim Nenny, Nenny Nini Apriani Rumata Novi Julianti Nur Alam Nur Annisa Syarifuddin Nur Miftahul Janna Nur Milani Hidayah Nurfadilah Nurhidayat, M. Nurnawaty Nurul Ilma Parwati Parwati Rasyidi, Muhammad Fachri Risal Risal Sahabuddin Latif SANDI Sandi Sandi, Andi Muhammad Sarina Sarjun Seftiawan N, Muh Jusuf Siti Marwa Suriamihardja, Dadang Syahril Akbar Taufik Al Hidayat Taufiqur Rachman Thaha, Arsyad Titik Khawa Abd Rahman Titik Khawa Abdul Rahman Titin Wahyuni Toding, Erwin Ulfa Mutiah Usman, Sucipto Wa Nanda Sulystrian Yahya, Fardiyansyah Yahya Zulharnah Zulharnah