Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Diameter Sedimen terhadap Kestabilan Lereng Bawah Air di Perairan Dangkal (Studi Eksperimental) Hidriansyah Idhan Akbar; Muhammad Yunus Ali; Andi Makbul Syamsuri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan lereng bawah air pada area pengerukan dipengaruhi oleh karakteristik butiran dan perubahan geometri lereng selama pembebanan hidrodinamik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter sedimen yang direpresentasikan oleh sampel D16, D50, dan D100 terhadap parameter sudut geser dalam semu dan faktor keamanan relatif lereng bawah air di perairan dangkal. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental laboratorium dengan pengamatan pada kedalaman air 13, 21, dan 23 cm serta lama pembebanan gelombang 5, 10, dan 15 menit. Parameter yang dianalisis meliputi sudut runtuh, tinggi sedimen, proyeksi horizontal lereng, dan perubahan geometri sesudah pengujian. Hasil menunjukkan bahwa rerata parameter sudut geser dalam semu tertinggi diperoleh pada D16 sebesar 15.43°, kemudian D100 sebesar 13.46°, dan D50 sebesar 13.38°. Faktor keamanan relatif sesudah pengujian menunjukkan nilai tertinggi pada D50 sebesar 0.935, diikuti D16 sebesar 0.910 dan D100 sebesar 0.908. Diameter sedimen memengaruhi kestabilan lereng bawah air, tetapi pengaruhnya terhadap faktor keamanan tidak hanya ditentukan oleh sudut runtuh, melainkan juga oleh perubahan geometri lereng akibat erosi dan redistribusi sedimen selama pengujian. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan simultan antara parameter material dan perubahan geometri lereng untuk mengevaluasi kestabilan lereng bawah air skala laboratorium.
Analisis Kondisi Hidro-Oseanografi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Novi Julianti; K Kasmawati; Andi Makbul Syamsuri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai parameter hidro-oseanografi seperti gelombang dan pasang surut. Pantai Galesong di Kabupaten Takalar memiliki peranan penting sebagai kawasan ekonomi dan wisata, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap kondisi hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang serta pola pasang surut di Pantai Galesong. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data angin dan pasang surut dari BMKG. Analisis gelombang dilakukan melalui perhitungan fetch dan peramalan gelombang, sedangkan analisis pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk menentukan konstanta harmonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gelombang dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin dominan, sedangkan tipe pasang surut di lokasi penelitian termasuk dalam kategori campuran. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Analisis Gelombang pada Ujung Bangunan Breakwater di Pulau Gusung Lisda Lisa; Andi Makbul Syamsuri; K Kasmawati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi gelombang laut, angin, dan morfologi pantai. Salah satu struktur pelindung pantai yang umum digunakan adalah breakwater yang berfungsi meredam energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi gelombang da n panjang gelombang serta menentukan koefisien difraksi gelombang pada ujung bangunan breakwater di Pulau Gusung. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data angin dan gelombang dari BMKG Maritim Paotere periode 2021-2025. Analisis dilakukan melalui perhitungan fetch efektif, tinggi gelombang, panjang gelombang, serta koefisien difraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi dan panjang gelombang berpengaruh signifikan terhadap pola difraksi di ujung breakwater, dimana semakin besar tinggi gelombang maka energi gelombang yang terdifraksi juga semakin besar. Nilai koefisien difraksi menunjukkan adanya reduksi energi gelombang pada daerah terlindung, namun tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi perairan di belakang bangunan.
Dampak Reklamasi Center Point Of Indonesia (CPI) terhadap Perubahan Garis Pantai Pulau Lae-Lae, Kota Makassar Lilis Suganda; Andi Makbul Syamsuri; Nenny
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 4 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v4i1.3085

Abstract

Perkembangan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Pulau Lae-Lae akibat reklamasi Centre Point of Indonesia (CPI) serta mengkaji dampaknya terhadap kondisi pesisir. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis spasial dan temporal dengan memanfaatkan citra satelit tahun 2014 dan 2019. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter yang digunakan meliputi Net Shoreline Movement (NSM) untuk mengetahui besarnya pergeseran garis pantai dan End Point Rate (EPR) untuk menghitung laju perubahan garis pantai per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di Pulau Lae-Lae didominasi oleh proses akresi. Dari 27 transek yang dianalisis, sebanyak 23 transek (85,19%) mengalami akresi dan 4 transek (14,81%) mengalami abrasi. Nilai NSM berkisar antara -12,50 meter hingga +21,08 meter. Akresi terbesar terjadi pada Transek 4 sebesar +21,08 meter, sedangkan abrasi terbesar terjadi pada Transek 19 sebesar -12,50 meter. Nilai EPR menunjukkan laju perubahan garis pantai berkisar antara -2,50 m/tahun hingga +4,22 m/tahun. Dominasi akresi menunjukkan adanya penambahan daratan akibat perubahan pola arus dan distribusi sedimen pasca reklamasi CPI. Perubahan garis pantai tersebut berdampak pada kondisi fisik pesisir Pulau Lae-Lae, seperti terbentuknya timbunan sedimen baru dan abrasi pada beberapa bagian pantai yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.
Efektivitas Penanganan Abrasi Menggunakan Tanaman Mangrove Pada Pantai Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. SANDI; MUHAMMAD SABIR; ANDI MAKBUL SYAMSURI; HAMZAH AL IMRAN
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol. 6 No. 1 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i1.2973

Abstract

Kabupaten sinjai merupakan salah satu daerah yang berada disulawesi selatan yang mempunyai kawasan hutan mangrove paling luas sekitar 960 ha yang sebagian besar hutan mangrovenya ada di kecamatan sinjai timur, desa tongke-tongke. Desa tongke-tongke memiliki panjang garis pantai -+ 2 km dan hutan mangrove dengan luas 78,00 ha. Hutan mangrove di desa tongke-tongke adalah hasil swadaya masyarakat yang saat ini berumur sekitar 37 tahun dihitung dari tahun pertama penanamannya,kegiatan ini bertujuaan.Untuk Mengetahui seberapa besar efektivitas tanaman pelindung dalam menanggulangi abrasi pantai dan mengetahui tinggi gelombang, refraksi gelombang, dan gelombang pecah yang terjadi di pantai tongke-tongke meggunakan admiralty dan metode hindcasting.Hasil penelitiaan menunjukkan elevasi muka air pasang (rob) tertinggi barada pada ketinggian 0,7149 m diatas permukaan laut rata-rata (MLS) dan mengakibatkan potensi luas daerah genangan mencapai -134,6 cm dan muka air tertinggi 134.7 dan metode hindcasting di dapat tinggi gelombang (H) dan priode gelombang (T) maksimum arah tenggara yang dapat dilihat pada tabel yaitu pada tahun 2019 adalah yang terbesar dimana H = 0,809 m dan T = 5,825 m. Kata Kunci: Admiralty, ArcGIS,kabupaten Sinjai, dan Pasang surut.
Integrating multi-criteria decision making and public sentiment analysis for sustainable urban green space planning Muhammad Syafaat S. Kuba; Muhammad Faisal; Nurnawaty Nurnawaty; Titik Khawa Abdul Rahman; Andi Makbul Syamsuri; Muhyiddin AM Hayat; Rizki Yusliana Bakti
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 15, No 2: April 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v15i2.11168

Abstract

Sustainable planning of green open spaces (GOS) requires decision-making models that combine expert evaluation with public input. This study proposes a novel hybrid framework that integrates multi-criteria group decision making (MCGDM) with public sentiment analysis to support community-based and data-driven urban planning. The workflow consists of evaluating 25 community-proposed GOS locations using stepwise weight assessment ratio analysis (SWARA) for criteria weighting and MABAC-BORDA for multi-criteria ranking, resulting in 11 feasible alternatives. To incorporate community perspectives, a term frequency-inverse document frequency-support vector machine (TF-IDF–SVM) classifier was applied to 1500 public comments, where SVM achieved the highest accuracy (0.80–0.96). The integrated approach improves ranking stability, reduces decision ambiguity, and strengthens alignment between expert judgment and community sentiment. This study contributes a transparent, participatory decision-support model that unifies MCGDM and sentiment analysis to enhance the effectiveness of sustainable GOS planning.
Efektivitas Deflektor Silinder Pori Bertulang dalam Mengendalikan Aliran di Sekitar Pilar Jembatan Aksan Ali; Nenny Karim; Andi Makbul Syamsuri; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.247

Abstract

ABSTRAK Gerusan lokal di sekitar pilar jembatan merupakan salah satu penyebab utama kegagalan struktur dalam sistem hidraulik akibat interaksi kompleks antara aliran turbulen dan elemen fondasi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh pemasangan deflektor arus bawah air (Underwater Current Deflector/UCD) berbentuk silinder pori bertulang (SPB) terhadap karakteristik aliran di sekitar pilar jembatan. Eksperimen dilakukan di laboratorium menggunakan model fisik dalam saluran terbuka dengan kondisi debit yang dikendalikan. Kecepatan aliran dan kedalaman air diukur, serta bilangan Froude dan Reynolds dihitung sebelum dan sesudah pemasangan SPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deflektor secara signifikan menurunkan kecepatan aliran dan mengubah rezim aliran dari kondisi superkritis menjadi subkritis. Transisi ini mengindikasikan penurunan energi hidraulik dan turbulensi, sehingga meminimalkan potensi mobilisasi sedimen dan gerusan lokal. Analisis komparatif menegaskan efektivitas SPB dalam menstabilkan pola aliran dan menurunkan indikator energi aliran. Struktur berpori pada deflektor berperan sebagai peredam energi aliran, menjadikannya alternatif perlindungan hidraulik yang menjanjikan dibandingkan metode struktural konvensional. Meskipun temuan ini signifikan, studi ini juga mengakui keterbatasan model skala laboratorium dalam mereplikasi kondisi sungai alami secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian lanjutan melalui validasi lapangan dan simulasi numerik sangat dianjurkan. Studi ini memberikan dasar praktis bagi pengembangan deflektor hidraulik untuk perlindungan pilar jembatan. ABSTRACT Local scour around bridge piers is a major cause of structural failure in hydraulic systems due to complex interactions between turbulent flows and foundation elements. This study investigates the effect of installing an underwater current deflector (UCD) in the form of a reinforced pore cylinder (SPB) on flow characteristics around a bridge pier. A laboratory flume experiment was conducted using physical models at controlled discharge conditions. Flow velocity and water depth were measured, and Froude and Reynolds numbers were calculated before and after the installation of the SPB. The results show that the deflector significantly reduces flow velocity and shifts flow regimes from supercritical to subcritical conditions. This transition indicates a reduction in hydraulic energy and turbulence, thus minimizing the potential for sediment mobilization and local scour. Comparative analysis confirmed the effectiveness of the SPB in stabilizing flow patterns and reducing flow energy indicators. The porous structure of the deflector acts as a flow energy dissipator, making it a promising hydraulic protection alternative to traditional structural methods. While the findings are significant, the study acknowledges the limitations of laboratory-scale models in replicating real river conditions. Further research involving field validation and numerical simulations is recommended. This study provides a practical basis for the development of hydraulic deflectors for bridge pier protection.
Pengaruh Pasang Surut Terhadap Refraksi Gelombang Pada Pulau Gusung Kota Makassar Risal Risal; Kasmawati; Andi Makbul Syamsuri
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8k0ecm10

Abstract

ABSTRAK: Pulau Gusung merupakan pulau pasir di pesisir Kota Makassar yang sangat dipengaruhi oleh dinamika oseanografi, khususnya pasang surut dan gelombang laut. Variasi muka air laut akibat pasang surut diduga berpengaruh terhadap proses refraksi gelombang yang terjadi di sekitar pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pasang surut terhadap refraksi gelombang pada Pulau Gusung. Metode yang digunakan meliputi analisis pasang surut dengan metode Admiralty menggunakan data tahun 2023, serta peramalan parameter gelombang melalui metode hindcasting berdasarkan data angin dan fetch periode 2019–2023. Selanjutnya dihitung koefisien refraksi gelombang pada kondisi pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan muka air laut akibat pasang surut memengaruhi kedalaman perairan sehingga menyebabkan variasi nilai koefisien refraksi gelombang. Kondisi pasang menghasilkan nilai refraksi yang berbeda dibandingkan kondisi surut. Kesimpulannya, pasang surut berperan signifikan dalam mengontrol pola refraksi gelombang di Pulau Gusung. Temuan ini berimplikasi penting bagi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir serta mitigasi abrasi di pulau-pulau kecil. KATA KUNCI Pasang Surut, Admiralty, Tinggi Gelombang, dan Periode Gelombang.   ABSTRACT: Pulau Gusung is a sandy island located in the coastal area of Makassar City that is strongly influenced by oceanographic dynamics, particularly tides and ocean waves. Variations in sea level caused by tidal fluctuations are presumed to affect the wave refraction process occurring around the island. This study aims to analyze the influence of tides on wave refraction at Pulau Gusung. The methods employed include tidal analysis using the Admiralty method based on 2023 tidal data, as well as wave parameter prediction using the hindcasting method derived from wind and fetch data for the period 2019–2023. Furthermore, wave refraction coefficients were calculated under tidal and low-tide conditions. The results indicate that sea level variations due to tides affect water depth, leading to changes in wave refraction coefficients. Tidal conditions produce different refraction values compared to low-tide conditions. In conclusion, tides play a significant role in controlling wave refraction patterns at Pulau Gusung. These findings have important implications for coastal planning, management, and abrasion mitigation on small islands.   Keywords: Tidal, Admiralty, Wave Height and Wave Period
Analisis Penanganan Abrasi Pasca Pembangunan Dermaga di Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone M Yusran S; Andi Makbul Syamsuri; Hamzah Al Imran
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mfw4vd24

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan dermaga di kawasan pesisir berpotensi mengubah keseimbangan dinamika pantai dan memicu terjadinya abrasi di wilayah sekitarnya. Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone merupakan salah satu kawasan yang mengalami abrasi pasca pembangunan dermaga, sehingga diperlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi abrasi yang terjadi serta mengevaluasi upaya penanganan abrasi di kawasan Pelabuhan Bajoe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder, observasi lapangan, serta analisis kondisi gelombang, arus, dan perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dermaga memengaruhi pola arus dan distribusi energi gelombang, yang berdampak pada meningkatnya laju abrasi di beberapa segmen pantai. Penanganan abrasi yang direkomendasikan meliputi penerapan struktur pelindung pantai, seperti bangunan pengaman pantai, serta pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu. Kesimpulannya, penanganan abrasi pasca pembangunan dermaga memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, dan keberlanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan pelabuhan pesisir. KATA KUNCI Abrasi pantai, dermaga, fetch, Pelabuhan Bajoe.   ABSTRACT: The construction of a jetty in coastal areas has the potential to alter coastal dynamics and trigger abrasion in surrounding regions. Bajoe Port in Bone Regency is one of the coastal areas that has experienced abrasion following jetty construction, requiring appropriate and sustainable mitigation measures. This study aims to analyze abrasion conditions and evaluate post-construction abrasion handling efforts in the Bajoe Port area. The research employed a descriptive quantitative approach using secondary data, field observations, and analyses of wave conditions, currents, and shoreline changes. The results indicate that the presence of the jetty affects current patterns and wave energy distribution, leading to increased abrasion rates in several coastal segments. Recommended mitigation measures include the application of coastal protection structures, such as shore protection works, and integrated coastal zone management. In conclusion, post-jetty-construction abrasion mitigation requires planning that considers technical, environmental, and sustainability aspects. The findings of this study are expected to serve as important references for planning and managing coastal port areas. Keywords: Coastal abrasion, jetty, fetch, Bajoe Port
Dampak Variasi Tinggi Gelombang Laut terhadap Laju Erosi Pantai di Wilayah Pesisir Kalumeme Kabupaten Bulukumba Andi yusnandar Pratama; Israil Israil; Andi Makbul Syamsuri
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/07d62b59

Abstract

ABSTRAK Abrasi pantai merupakan ancaman serius bagi habitat wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Kalumeme, Bulukumba, yang mengalami dinamika garis pantai signifikan. Penelitian ini menganalisis pengaruh gelombang tinggi terhadap abrasi selama tahun 2020–2024 menggunakan pendekatan kuantitatif: analisis data sekunder (angin, gelombang, pasang surut dari BMKG) dan pemodelan spasial dengan Digital Shoreline Analysis System ( DSAS ) di ArcGIS . Hasil menunjukkan dominasi arah angin dan gelombang dari Timur (32,87%–50,95%) dan Barat (15,84%–21,64%), dengan pengambilan efektif terpanjang 29.198 m dari arah barat daya. Tinggi gelombang maksimum 0,56 m terjadi pada Februari 2021, menghasilkan energi gelombang tertinggi. Pemodelan garis pantai mengungkap abrasi sebesar −87,2 m (rata-rata −26,21 m/tahun) dan akresi +194,6 m (+58,5 m/tahun). Korelasi spasial menunjukkan pengaruh kuatnya gelombang tinggi terhadap laju abrasi, terutama pada segmen pantai yang langsung terkena gelombang dominan. Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk perencanaan mitigasi abrasi berbasis ekosistem maupun struktur pantai yang adaptif terhadap dinamika gelombang. Kata Kunci: Abrasi, Tinggi gelombang, Fetch, DSAS, Kalumeme ABSTRACT Coastal abrasion poses a serious threat to the sustainability of coastal areas, particularly in Kalumeme Village, Bulukumba, which experiences significant shoreline dynamics. This study analyzes the effect of wave height changes on abrasion during 2020–2024 using a quantitative approach: secondary data analysis (wind, waves, tides from BMKG) and spatial modeling with the DigitalA Shoreline Analysis System (DSAS) in ArcGIS. The results show dominant wind and wave directions from the East (32.87%–50.95%) and West (15.84%–21.64%), with the longest effective fetch of 29,198 m from the southwest. The maximum wave height of 0.56 m occurred in February 2021, generating the highest wave energy. Shoreline modeling revealed abrasion of −87.2 m (average −26.21 m/year) and accretion of +194.6 m (+58.5 m/year). Spatial correlations demonstrate a strong influence of wave height on abrasion rates, particularly in coastal segments directly exposed to dominant waves. These findings provide a scientific basis for ecosystem-based abrasion mitigation planning and coastal structures that adapt to wave dynamics. Keyworsds: Erosion, Wave height, Fetch, DSAS, Kalumeme
Co-Authors Abdul Rakhim Nanda Afdaliah, Athira Agusalim, Agusalim Ahdania, Andi Ahmad Yani ahmad yani Aksan Ali Al Hidayat, Taufik Al Imran, Hamzah Aldi Alfiah, Nur Aisyah Ali, Muhammad Yunus Andi Ahdania Andi Fatimah Andi Ibrahim Andi yusnandar Pratama Anto, Sahril Ashabul Kahfi Asnita Virlayani Asnita Virlayani, Asnita Azzah Aulia Syarif Bakti, Rizki Yusliana Chairatul Anam Darniati Darwis, Muh Fakhruddin Dayana, Lucke Ayurindra Margie Desi Anggreani Erwin Toding Fadly, Feri Fahrim Irhamna Rachman Fajar, Muh Faraouk Maricar Fauzan Hamdi Fauzan Hamdi, Fauzan Firman Fithriyah Arief Wangsa Haerul, Muh. Farhan Hamzah Al Imran Hamzah Al Imran Hardiansyah Hardiansyah Hidriansyah Idhan Akbar Ida Mulyadi, Ida Ikhwal Lukman, Muh Ikram Ilfan Muis Imran, Hamzah Al Imran, Hamzah Al Imran Indriyanti Israil Israil Israil Jalil, Fikri Haikal Jamir, Muh Jihan Izzathul Mujidah Karim, Nenny Kasmawati Kasmawati Kasmawati Kasmawati Lilis Suganda Lisda Lisa Lukman LUKMAN ANAS Lukman Anas M Agusalim M Agusalim M Yusran S Mappatoba, Andi Maricar, Faraouk Maulana, Muhammad Wijdan Maulana Muh Jamir Muh. Syahrul A Muhammad Alqadri Aras Putra Muhammad Asygar Faeruddin Muhammad Faisal Muhammad Khadafi MUHAMMAD SABIR Muhammad Sabir Muhammad Scyroth Arianto Muhammad Syafaat S. Kuba Muhsin, Muh Arief Muhyiddin A.M Hayat Muhyiddin A.M Hayat Munawir, Ical Mustazim Mutiah, Ulfa Nenny Nenny Karim Nenny, Nenny Nini Apriani Rumata Novi Julianti Nur Alam Nur Annisa Syarifuddin Nur Miftahul Janna Nur Milani Hidayah Nurfadilah Nurhidayat, M. Nurnawaty Nurul Ilma Parwati Parwati Rasyidi, Muhammad Fachri Risal Risal Sahabuddin Latif SANDI Sandi Sandi, Andi Muhammad Sarina Sarjun Seftiawan N, Muh Jusuf Siti Marwa Suriamihardja, Dadang Syahril Akbar Taufik Al Hidayat Taufiqur Rachman Thaha, Arsyad Titik Khawa Abd Rahman Titik Khawa Abdul Rahman Titin Wahyuni Toding, Erwin Ulfa Mutiah Usman, Sucipto Wa Nanda Sulystrian Yahya, Fardiyansyah Yahya Zulharnah Zulharnah