Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Simulasi dengan Program SWMM 5.2 untuk mengetahui Titik Banjir pada Jaringan Drainase Perumahan Kodam III M Agusalim; Syamsuri, Andi Makbul; Firman; Sarjun
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.628

Abstract

Kota Makassar, sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, menghadapi tantangan serius terkait banjir akibat ketidakmampuan sistem drainase perkotaan, termasuk Perumahan Kodam III di Kecamatan Biringkinayya. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi titik-titik luapan banjir signifikan di Perumahan kodam III menggunakan Software Storm Water Management Model (SWMM) dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan luapan banjir tersebut. Hasil analisis hidrologi periode ulang 5 tahun dan simulasi SWMM 5.2 menunjukkan bahwa titik-titik luapan banjir yang signifikan terdapat di Blok J17 dengan volume 8.760,000 liter dengan lama luapan 6.61 jam dan J14 dengan volume 2.832.00 liter dengan lama luapan 1,50 jam. Faktor utama yang berkontribusi terhadap luapan banjir adalah elevasi saluran yang semakin tinggi menuju hilir.
PERENCANAAN SEAWALL DI PANTAI LAYAR PUTIH Ikhwal Lukman, Muh; Hardiansyah, Hardiansyah; Makbul Syamsuri, Andi; Israil, Israil
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4496-4500

Abstract

Pantai Layar Putih yang berada di Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, kota makassar merupakan pantai yang mengalami abrasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tinggi Gelombang Signifikan (Hs) Dan Periode Gelombang Signifikan (Ts) pada Pantai Layar Putih, dan untuk  mendesain dimensi bangunan pantai seawall di Pantai Layar Putih. Metode pada Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Tinggi Gelombang terbesar (Hs) pada pantai Layar Putih adalah setinggi 1,64 meter, dan periode gelombang signifikan terbesar (Ts) pada pantai Layar Putih adalah sebesar 6,78 detik, Untuk Dimensi Seawall yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah Lebar puncak seawall adalah b= 2 meter, lebar bawah seawall B= 19,23 m, lebar Toe Protection bToe= 3,42 m.  untuk tinggi elevasi merchu H = 5 m, tinggi Toe Protection h = 1,00 m, dan tinggi keseluruhan Hmax = 6,00 m. Berat lapis pelindung luar W1 adalah sebesar 510 kg dan tebal lapis lindung t1 adalah 1,27 meter, Berat lapis pelindung kedua W2 sebesar 51 kg dan tebal lapis lindung t2 adalah 0,60 m, Dan berat lapis core layer w3 adalah sebesar 3 kg, dan berat butir toe protection Wtoe 285 kg.
PENGARUH VARIASI DIAMETER LUBANG PADA BREAKWATER SISI MIRING BERPORI TERHADAP KOEFISIEN REFLEKSI DAN TRANSMISI Al Imran, Hamzah; Makbul Syamsuri, Andi; Alqadri Aras Putra, Muhammad; Anam, Chairatul
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i4.2025.1494-1500

Abstract

Pemecah gelombang berpori merupakan struktur yang dirancang untuk melindungi garis pantai dari erosi dan abrasi yang disebabkan oleh energi gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diameter lubang terhadap koefisien refleksi dan transmisi pada pemecah gelombang sisi miring berpori. Dalam penelitian ini, model pemecah gelombang dengan variasi diameter lubang dan jarak antar lubang digunakan untuk mengukur koefisien refleksi dan transmisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter lubang berpengaruh signifikan terhadap koefisien refleksi dan transmisi. Model dengan diameter lubang yang besar menunjukkan nilai koefisien refleksi yang lebih kecil dan nilai koefisien transmisi yang lebih besar. Hal ini karena gelombang yang menerpa model dengan diameter lubang yang besar cenderung lebih diserap dan tidak dipantulkan secara signifikan, sehingga energi gelombang yang datang dapat lebih efektif diredam.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Dalam Observasi Lapangan Oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Mahasiswa Universitas Lakidende Syamsuri, Andi Makbul; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.; Haerul, Muh. Farhan
Jurnal BALIRESO Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v8i1.186

Abstract

In a plan requires an accurate analysis. Accurate analysis results are determined by the accuracy of the data obtained during field observations. At this time the development of technology is developing very rapidly. This is in line with the technology that can be used when conducting field observations in an area. The problem that often arises is the procurement of field observations in data collection is still done manually so that the results of these observations tend to be inaccurate and take a very long time to complete. The purpose of this service is to increase knowledge in the use of technology for field observations or surveys between the Regional and City Planning Study Program at Muhammadiyah Makassar University and the Urban and Regional Planning Study Program at Lakidende University. The method of this service is training in the use of appsheet applications and the use of drones to take satellite images of areas that already have coordinates. The results of the use of these two technologies are then expected to provide benefits in field observations, especially identifying areas and the availability of facilities and infrastructure accurately. The implementation is in the form of assistance for training, practical assistance and evaluation of the success of activities.
PENGARUH PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR SE’PON TENGAH DESA SE’PON Dayana, Lucke Ayurindra Margie; Syamsuri, Andi Makbul
Jurnal BALIRESO Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v7i1.182

Abstract

Development is a systematic effort to create conditions that can provide various alternatives for achieving the aspirations of every citizen. Various kinds of government efforts to improve the welfare of the community, among others, by building physical facilities and infrastructure. One of the developments carried out by the Government in the construction of irrigation for agriculture. The Ministry of PUPR has an irrigation development program, namely the Program for the Acceleration of Improved Irrigation Water Use (P3-TGAI). P3-TGAI is an activity that aims to improve the performance of village irrigation for the welfare of farmers, improve the economy of the surrounding community, and contribute to food security. This activity also aims to foster farmer participation in the improvement and improvement of irrigation networks based on needs where the community is involved in the development of small irrigation under 150 hectares by involving P3A directly. In its implementation, P3-TGAI activities are accompanied by Community Assistance Personnel (TPM). The method of implementing this activity is proposed using participatory data collection and mapping with P3-TGAI, Village Government, and WUA. The results of service activities in this data collection activity will be used as recommendations to the P3-TGAI program implementers.
Pengaruh Pasang Surut Terhadap Refraksi Gelombang Pada Pulau Gusung Kota Makassar Risal, Risal; Kasmawati; Syamsuri, Andi Makbul
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8k0ecm10

Abstract

ABSTRAK: Pulau Gusung merupakan pulau pasir di pesisir Kota Makassar yang sangat dipengaruhi oleh dinamika oseanografi, khususnya pasang surut dan gelombang laut. Variasi muka air laut akibat pasang surut diduga berpengaruh terhadap proses refraksi gelombang yang terjadi di sekitar pulau tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pasang surut terhadap refraksi gelombang pada Pulau Gusung. Metode yang digunakan meliputi analisis pasang surut dengan metode Admiralty menggunakan data tahun 2023, serta peramalan parameter gelombang melalui metode hindcasting berdasarkan data angin dan fetch periode 2019–2023. Selanjutnya dihitung koefisien refraksi gelombang pada kondisi pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan muka air laut akibat pasang surut memengaruhi kedalaman perairan sehingga menyebabkan variasi nilai koefisien refraksi gelombang. Kondisi pasang menghasilkan nilai refraksi yang berbeda dibandingkan kondisi surut. Kesimpulannya, pasang surut berperan signifikan dalam mengontrol pola refraksi gelombang di Pulau Gusung. Temuan ini berimplikasi penting bagi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir serta mitigasi abrasi di pulau-pulau kecil. KATA KUNCI Pasang Surut, Admiralty, Tinggi Gelombang, dan Periode Gelombang.   ABSTRACT: Pulau Gusung is a sandy island located in the coastal area of Makassar City that is strongly influenced by oceanographic dynamics, particularly tides and ocean waves. Variations in sea level caused by tidal fluctuations are presumed to affect the wave refraction process occurring around the island. This study aims to analyze the influence of tides on wave refraction at Pulau Gusung. The methods employed include tidal analysis using the Admiralty method based on 2023 tidal data, as well as wave parameter prediction using the hindcasting method derived from wind and fetch data for the period 2019–2023. Furthermore, wave refraction coefficients were calculated under tidal and low-tide conditions. The results indicate that sea level variations due to tides affect water depth, leading to changes in wave refraction coefficients. Tidal conditions produce different refraction values compared to low-tide conditions. In conclusion, tides play a significant role in controlling wave refraction patterns at Pulau Gusung. These findings have important implications for coastal planning, management, and abrasion mitigation on small islands.   Keywords: Tidal, Admiralty, Wave Height and Wave Period
Efektivitas Deflektor Silinder Pori Bertulang dalam Mengendalikan Aliran di Sekitar Pilar Jembatan Ali, Aksan; Karim, Nenny; Syamsuri, Andi Makbul; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.247

Abstract

ABSTRAK Gerusan lokal di sekitar pilar jembatan merupakan salah satu penyebab utama kegagalan struktur dalam sistem hidraulik akibat interaksi kompleks antara aliran turbulen dan elemen fondasi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh pemasangan deflektor arus bawah air (Underwater Current Deflector/UCD) berbentuk silinder pori bertulang (SPB) terhadap karakteristik aliran di sekitar pilar jembatan. Eksperimen dilakukan di laboratorium menggunakan model fisik dalam saluran terbuka dengan kondisi debit yang dikendalikan. Kecepatan aliran dan kedalaman air diukur, serta bilangan Froude dan Reynolds dihitung sebelum dan sesudah pemasangan SPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deflektor secara signifikan menurunkan kecepatan aliran dan mengubah rezim aliran dari kondisi superkritis menjadi subkritis. Transisi ini mengindikasikan penurunan energi hidraulik dan turbulensi, sehingga meminimalkan potensi mobilisasi sedimen dan gerusan lokal. Analisis komparatif menegaskan efektivitas SPB dalam menstabilkan pola aliran dan menurunkan indikator energi aliran. Struktur berpori pada deflektor berperan sebagai peredam energi aliran, menjadikannya alternatif perlindungan hidraulik yang menjanjikan dibandingkan metode struktural konvensional. Meskipun temuan ini signifikan, studi ini juga mengakui keterbatasan model skala laboratorium dalam mereplikasi kondisi sungai alami secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian lanjutan melalui validasi lapangan dan simulasi numerik sangat dianjurkan. Studi ini memberikan dasar praktis bagi pengembangan deflektor hidraulik untuk perlindungan pilar jembatan. ABSTRACT Local scour around bridge piers is a major cause of structural failure in hydraulic systems due to complex interactions between turbulent flows and foundation elements. This study investigates the effect of installing an underwater current deflector (UCD) in the form of a reinforced pore cylinder (SPB) on flow characteristics around a bridge pier. A laboratory flume experiment was conducted using physical models at controlled discharge conditions. Flow velocity and water depth were measured, and Froude and Reynolds numbers were calculated before and after the installation of the SPB. The results show that the deflector significantly reduces flow velocity and shifts flow regimes from supercritical to subcritical conditions. This transition indicates a reduction in hydraulic energy and turbulence, thus minimizing the potential for sediment mobilization and local scour. Comparative analysis confirmed the effectiveness of the SPB in stabilizing flow patterns and reducing flow energy indicators. The porous structure of the deflector acts as a flow energy dissipator, making it a promising hydraulic protection alternative to traditional structural methods. While the findings are significant, the study acknowledges the limitations of laboratory-scale models in replicating real river conditions. Further research involving field validation and numerical simulations is recommended. This study provides a practical basis for the development of hydraulic deflectors for bridge pier protection.
Analisis Penanganan Abrasi Pasca Pembangunan Dermaga di Pelabuhan Bajoe Kabupaten Bone Yusran S, M; Syamsuri, Andi Makbul; Imran, Hamzah Al
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mfw4vd24

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan dermaga di kawasan pesisir berpotensi mengubah keseimbangan dinamika pantai dan memicu terjadinya abrasi di wilayah sekitarnya. Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone merupakan salah satu kawasan yang mengalami abrasi pasca pembangunan dermaga, sehingga diperlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi abrasi yang terjadi serta mengevaluasi upaya penanganan abrasi di kawasan Pelabuhan Bajoe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder, observasi lapangan, serta analisis kondisi gelombang, arus, dan perubahan garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dermaga memengaruhi pola arus dan distribusi energi gelombang, yang berdampak pada meningkatnya laju abrasi di beberapa segmen pantai. Penanganan abrasi yang direkomendasikan meliputi penerapan struktur pelindung pantai, seperti bangunan pengaman pantai, serta pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu. Kesimpulannya, penanganan abrasi pasca pembangunan dermaga memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, dan keberlanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan pelabuhan pesisir. KATA KUNCI Abrasi pantai, dermaga, fetch, Pelabuhan Bajoe.   ABSTRACT: The construction of a jetty in coastal areas has the potential to alter coastal dynamics and trigger abrasion in surrounding regions. Bajoe Port in Bone Regency is one of the coastal areas that has experienced abrasion following jetty construction, requiring appropriate and sustainable mitigation measures. This study aims to analyze abrasion conditions and evaluate post-construction abrasion handling efforts in the Bajoe Port area. The research employed a descriptive quantitative approach using secondary data, field observations, and analyses of wave conditions, currents, and shoreline changes. The results indicate that the presence of the jetty affects current patterns and wave energy distribution, leading to increased abrasion rates in several coastal segments. Recommended mitigation measures include the application of coastal protection structures, such as shore protection works, and integrated coastal zone management. In conclusion, post-jetty-construction abrasion mitigation requires planning that considers technical, environmental, and sustainability aspects. The findings of this study are expected to serve as important references for planning and managing coastal port areas. Keywords: Coastal abrasion, jetty, fetch, Bajoe Port