Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

THE SCIENTIFIC APPROACH AND DEVELOPMENT OF STUDENTS' SCIENTIFIC ATTITUDES AT STATE ELEMENTARY SCHOOL (SDN) OF DEMANGAN YOGYAKARTA Ratih Sukmawati; Siti Fatonah
Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/skijier.2018.2018.22.02

Abstract

The purpose of this research is to describe and analyze how the scientific approach and the development of students' scientific attitude in the thematic content of 2013 curriculum implementation. This type of research is qualitative research. Data are collected by using observation, interview, and documentation. This study intends to gain an understanding of the relevant facts about the application of the scientific approach to develop students' scientific attitude in the thematic teaching subject. The results of this research showed that the State Elementary School Demangan (SDN) of Yogyakarta has begun to implement 2003 curriculum in the grade 1 and 4 since 2014 to date, but the implementation has stopped in 2015 because the curriculum 2013 has slightly changed. The process of learning in the classroom is currently running quite well. Teachers provide feedback well, develop student curiosity, discussion, give positive reinforcement, appreciation and also reflection together that ended by the conclusion. The students' scientific attitude that appears is a high curiosity characterized by the emergence of questions containing curiosity, their responsibilities in completing tasks, their efforts to discuss group and presentation in front of the class, respect for others, cooperation, courage, critical thinking and open. The learning activities are implicated in the implementation stage of the scientific approach. Finally, the implementation of the curriculum 2013 approach essentially develops students' scientific attitude, not only on the content of science but also other content, known as the thematic content.
THE DYNAMIC SURVIVAL OF PESANTREN IN INDONESIA A BRIEF EXPLANATION FOR DEVELOPMENT OF THE TRADITIONAL MUSLIM EDUCATION Mahmud Arif; Siti Fatonah; Abda Billah Faza MB
Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/skijier.2020.41.04

Abstract

After the ratification of Pesantren's Law, the existence of pesantren (Islamic boarding school) more be recognized as an integral part of the national education system. Historically, it has much uniqueness. In the modern era, its dynamics in Indonesia faced problematic situations: the pressure of the colonizers and the modernization of the educational system that provide disadvantages. Also, the decline of the centers of Islamic culture has residues. On one side, such situations force pesantren to take extra careful steps to look less agile in reforming its educational and institutional system in the context of the fulfillment of its traditional functions. On the side, the tradition of Islamic science developed is deemed to be very close to the Sufistic-juristic inclination that belongs to the non-puritan school. As the penetration of the modernization in the national education system is gradually accepted, its dialectical pattern has pushed pesantren to take the convergent process that makes this institution to compete as an educational institution and education provider as well.
PENILAIAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DI ERA COVID 19 Zahratur Rahma; Siti Fatonah
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.5.1.%p

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan terhadap penilaian dan perkembangan pada aud pada era coronavirus 19. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui penilaian dan perkembangan aud pada era covid 19 di TK Nur Ikhsan. Penelitian yang digunakan untuk menemukan hasil dari penilaian dan perkembangan aud yaitu menggunakan penelitian yang menngunakan wawancara dokumenyasi dengan metode kualitatif. Kualitatif adalah pengambilan dan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara serta dokumentasi. dalam penelitian ini yang menjadi narasumber adalah guru di TK Nur Ikhsan. hasil dari wawancara dapat dipahami bahwa penilaian dan perkembangan anak usia dini di TK Nur Ikhsan dilakukan dengan cara bantuan orang tua yang di bimbing oleh guru. di TK tersebut menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas dan metode bercerita dengan mengunakan media online. untuk dokumentasi penilaian dan perkembangan anak guru yang di bantu orang tua untuk mengambil foto dari kegiatan yang dilakukan oleh anak secara daring melalui foto atau pun video yang dikirimkan ke pada guru.
Evaluasi Pelaksanaan Asesmen Otentik Kurikulum 2013 Di MI Yogyakarta Siti Fatonah
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 8, No 2 (2016): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v8i2.67

Abstract

Perubahan KTSP menjadi kurikulum 2013 (K13) yang diberlakukan di beberapa sekolah di Yogyakarta, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI), tidak semuanya berjalan dengan lancar.Terdapat beberapa penyempurnaan pada Standar Nasional Pendidikan (SNP), salah satu standar yang disempurnakan adalah standar penilaiannya. Penilaian yang digunakan pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Penilaian ini didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan peserta didik, yakni penilaian yang didasarkan proses dan hasil pembelajaran, serta meliputi tiga ranah, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran di MIN Jejeran Bantul, MIN Yogyakarta I dan MIN Yogyakarta II, meliputi; 1) perencanaan asesmen otentik; 2) implementasi asesmen otentik dalam proses pembelajaran; 3) kendala yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dengan menyusun secara sistematis data-data yang diperoleh, keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data kualitatif ini bersifat deskriptif-analitik, dengan prosedur mengumpulkan data, reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Perencanaan penilaian autentik dilakukan pada saat pembuatan RPP. Teknik dan instrumen yang digunakan dalam penilaian autentik adalah observasi, penilaian diri, penilaian antar peserta didik, jurnal, tes lisan, tes tertulis, penugasan, dan unjuk kerja. Proses penilaian autentik dilaksanakan terintegrasi dengan proses pembelajaran tematik di kelas. Faktor pendukung dalam pelaksanaan penilaian autentik antara lain, adanya buku panduan guru, workshop dan diklat terkait kurikulum 2013, dan kerjasama yang baik antar guru. Sementara itu faktor penghambatnya yakni, terlalu banyaknya ranah yang dinilai, banyaknya jenis evaluasi, sulit didapatkannya buku tematik, dan guru merasa ada kesulitan tersendiri saat mereka memilah dan mengelompokkan soal sesuai dengan KD nya. Faktor penghambatnya adalah terlalu banyak ranah yang dinilai, sulit didapat dan terlambatnya buku tematik, serta adanya kesulitan tersendiri yang dialami oleh guru saat memilah dan mengelompokkan soal sesuai dengan KD
Penggunaan Pendekatan Learning By Playing pada Pembelajaran Sains MI/SD Siti Fatonah
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 1, No 1 (2009): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v1i1.11

Abstract

Usia anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia pada umumnya berkisar antara 6-12 tahun. Pada usia tersebut berdasarkan teori kognitif yang dikemukakan oleh Piaget termasuk dalam fase operasional konkrit, dimana aspek berfikir siswa cenderung pada hal-hal yang konkrit. Anak juga masih senang bermain,  karena bermain           adalah suatu kebutuhan bagi anak. Sesuai dengan kondisi psikologis anak dan kondisi fisik anak yang  masih  dalam pertumbuhan, maka  rancangan pembelajaran yang  disusun dengan bermain,  membuat anak belajar sesuai  dengan  tuntutan  taraf perkembanganya. Oleh karena itu pendekatan learning by playing sangat cocok diterapkan pada pelajaran sains tingkat SD / MI, karena didasari aspek psikologi siswa yang masih senang bergerak dan aspek berfikirnya yang cenderungpada hal-halyang konkrit.
Menumbuhkan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) Anak dengan Mengenal Gaya Belajarnya dalam Pembelajaran Ipa SD Siti Fatonah
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 1, No 2 (2009): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v1i2.61

Abstract

Pada hakikatnya seorangpendidik adalah seorangfasilitator, Fasilitator baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik, maupun konatif Seorangpendidik hendaknya mampu membangun suasana be/ajar yang kondusif untuk belajar-mandiri (self-directed learning). Ia juga hendaknya mampu menjadikan proses pembelajaran sebagai kegiatan eksplorasi diri, Gardner menegaskan bahwa setidaknya ada 8 macam kecerdasa dalam diri anak, Kedelapan kecerdasan tersebut dapat ditumbuhkan oleh guru rlengan mengenal berbagai gaya belajar pada anak, Setiap pribadi manusia memiliki “self-hidden potential excellece" (mutiara talenta yang tersembunyi di dalam diri), tugas pendidikan yang sejati adalah membantu peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang ada pada anak seoptimal mungkin, Hal ini bisa berhasil apabila semua guru (termasuk IPA SD) memahami kecerdasan majemuk. 
Analisis Berkomunikasi dalam Keterampilan Proses Sains Siswa melalui Pembelajaran Daring pada Mata Pelajaran IPA Kelas VI di SDN 2 Negerikaton Pesawaran Lampung Putri Wahyuningsih; Siti Fatonah
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 8, NO 1 (2021): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968 KB) | DOI: 10.21093/twt.v8i1.2852

Abstract

Communication is the basic principle of a learning process. A person's communication skills are trained by communicating what is on his mind both orally and in writing. The stage of communicating in science process skills is the last stage in which students must be able to convey the results of the learning process and to assess the extent to which students understand the results of the learning that has been obtained. The purpose of this study is to examine deeper science process skills at the stage of communicating and knowing and identifying the intensity and quality of teacher and student communication during online learning. The research approach used is descriptive analytical using a qualitative approach. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were the principal, teachers, students and parents. The results of this study are as follows: First, science process skills at the stage of communicating fifth grade students in science subjects in the form of reporting data on the results of their assignments both orally and in writing are in good criteria. It is proven that students only understand the concept of tables and are less able to distinguish between tables and graphs. Second, communication is important in teaching and learning activities. Communication is a prerequisite for interaction between teachers and students in teaching and learning activities, both offline learning and online learning. The intensity of communication during online learning is only once a week through the whatsapp group. The form of verbal communication in the form of writing, namely the activities of the teacher providing material and students collecting assignments through chatting on the WhatsApp group.
Penerapan Aplikasi Google Meet dalam Perkuliahan Daring Mahasiswa PGMI pada Mata Kuliah Pengukuran Geometri Tiara Nurhayati; Melly Andriani; Siti Fatonah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i1.587

Abstract

Pendidikan daring dibutuhkan untuk menghasilkan proses pembelajaran jarak jauh terbaik di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menguraikan penerapan aplikasi Google Meet dalam perkuliahan daring mahasiswa PGMI pada mata kuliah Pengukuran Geometri selama pandemi Covid-19. Penelitian berjenis kuantitatif ini dilakukan pada 30 mahasiswa PGMI angkatan 2020 kelas A. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perkuliahan melalui aplikasi Google Meet sangat mudah diakses oleh beberapa mahasiswa PGMI. Beberapa mahasiswa menyatakan bahwa lembar kerja mahasiswa berisi materi perkuliahan dapat dipahami dengan mudah. Sementara itu, terdapat 23 mahasiswa yang setuju dan 17 mahasiswa yang tidak setuju terhadap efektifitas penerapan aplikasi Google Meet dalam proses pembelajaran. This study aims to describe the implementation of google meet during online lectures for PGMI students in the Geometry Measurement course during the Corona virus pandemi. The subjects of this research are PGMI students class A class of 2020 with 30 students. This type of research uses quantitative research. This study describes the implementation of lectures using google meet. Information on research results through google meet in PGMI student lectures is very easily accessible to some students, on the other hand, who face student difficulties. In delivering the Student Worksheet material during lectures using Google Meet, several students gave a statement that they strongly agreed that the Student Worksheet was able to be understood and interpreted well and easily. The effectiveness of using the Google Meet application in lectures, 23 students stated that they were very able to follow the teaching and learning process, while 17 students said they did not agree with the effectiveness of the teaching and learning process. Students who cannot understand the material during the teaching and learning process are sometimes constrained by the signal being cut off due to rain or bad weather. So, the teacher makes and sends Student Worksheets via grup WhatsApp before the online teaching and learning process is carried out and students can learn first and when there is some material that cannot be understood it can be discussed during a meeting via google meet. Assessment in online lectures through Google Meet can also be assessed through question and answer interactions, discussions, and presentations of the questions contained in student worksheets.
LAGU ANAK SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN WADAS KELIR PURWOKERTO Risdianto Hermawan; Siti Fatonah
Jurnal Penelitian Agama Vol 21 No 1 (2020)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.327 KB)

Abstract

This study discusses the development of religious and moral values ​​in early childhood through children's songs. The purpose of this research is to find out how children's songs can be used as a medium in developing religious and moral values ​​in early childhood in the Purwokerto Wir Kelada Play Group. Research conducted by researchers is field research, which is a method of research that is directly carried out by plunging into the field where data is collected. With qualitative data collection, the research is made by describing things that are examined using data in writing or verbally. Children's songs which are the creation or composition of the mother in the Wadas Kelir Play Group are applied through three stages, namely planning, implementation, and evaluation. Song lyrics used are adjusted to the level of child development and the culture of the surrounding environment. From the results of the analysis, children's songs used as learning media in the Wadas Kelir Play Group can develop religious and moral values ​​in early childhood.
Strategi Pembelajaran Daring Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Kiki Melita Andriani; Siti Fatonah; RZ Ricky Satria Wiranata; Indah Maysela Azzahra
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4174

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran IPA pada masa pandemi covid-19 di SD Al-Azhar Wonosari . Tujuan dari penelitaian ini adalah mengatahui strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran IPA di sekolah pada masa pandemi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan objek penelitian ini adalah pelaksaan pembelajaran  CTL pada mata pelajarn IPA dan subjek penelitian adalah kepala sekolah SD Al-Azhar Wonosari. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pembelajaran IPA dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL) di SD AL-Azhar Wonosari dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: komponen kontruktivisme, komponen inqury, komponen bertanya, komponen masyarakat belajar, komponen model, komponen refleksi dan komponen penilaian. Pada masa pandemi covid-19 strategi yang diterapkan oleh sekolah adalah dengan membangun hubungan baik dengan orang tua yang mana sebagai pendamping belajar peserta didik di rumah. Kendala yang dihadapi pada penerapan pembelajaran CTL pada mata pelajaran IPA di masa pandemi covid-19 ketika pembelajaran dilakukan dirumah yaitu pertama, orang tua terkendala dalam mendampingi anak belajar karena aktivitas dan kesibukan. Kedua,  terjadi miskomunikasi karena ada beberapa informasi yang tidak dipahami oleh orang tua.