Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Integrasi Etnomatematika dalam Arsitektur Rumah Bolon Simalungun untuk Penguatan Pembelajaran Geometri di Sekolah Dasar Andika Aditiya; Safrida Napitupulu; Sutarini; Putri Juwita; Zamalludin Sembiring
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep etnomatematika dalam arsitektur Rumah Bolon Simalungun ke dalam pembelajaran geometri di sekolah dasar. Permasalahan penelitian terletak pada masih terbatasnya pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun memuat konsep geometri seperti persegi panjang, segitiga, prisma, tabung, simetri, proporsi, serta kemiringan atap yang dapat dijelaskan melalui trigonometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian arsitektur budaya sebagai media integratif untuk penguatan pembelajaran geometri. Simpulan menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan apresiasi budaya siswa.
ANALISIS KONSEPTUAL MATERI JARING JARING KUBUS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PGSD Tarimoi; Safrida Napitupulu; Sutarini; Sujarwo; Putri Juwita
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.572

Abstract

Pembelajaran jaring-jaring kubus di sekolah dasar sering berfokus pada hafalan bentuk tanpa pendalaman konsep dan keterkaitannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesenjangan (gap) ini menyebabkan peserta didik kurang memahami hubungan antara bentuk dua dimensi dan bangun ruang kubus secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual materi jaring-jaring kubus serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan sumber teoretis yang relevan tanpa melakukan penelitian lapangan atau observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara matematis terdapat 11 bentuk jaring-jaring kubus yang berbeda, masing-masing memiliki enam sisi berbentuk persegi yang saling terhubung dan dapat dilipat membentuk kubus sempurna. Secara kontekstual, konsep ini ditemukan pada kemasan berbentuk kubus seperti kotak kado, dadu, dan kotak penyimpanan. Pemahaman konseptual yang menekankan visualisasi, proses melipat, dan keterkaitan dengan benda nyata terbukti memperkuat kemampuan spasial dan berpikir logis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa analisis konseptual jaring-jaring kubus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman bermakna tanpa harus melalui penelitian empiris langsung.
Konseptual dan Aplikasi Pinjaman dan Tabungan Nayla Nur Faiza; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.592

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti konsep dasar dan penerapan tabungan dan pinjaman dalam manajemen keuangan individu. Tabungan dan pinjaman adalah dua instrumen keuangan yang berperan penting dalam mendukung perencanaan keuangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Secara konseptual, tabungan adalah dana yang disisihkan untuk kebutuhan masa depan, sedangkan pinjaman adalah dana yang diperoleh dari pihak lain yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu dengan tambahan bunga. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, dengan meninjau beberapa studi terkait literasi keuangan, layanan pinjaman, dan penerapan konsep matematika dalam manajemen keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang konsep bunga sederhana, bunga majemuk, dan perhitungan cicilan pinjaman sangat penting untuk pengambilan keputusan keuangan. Lebih lanjut, kualitas layanan keuangan dan penggunaan teknologi juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan tabungan dan pinjaman. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep dan penerapan tabungan dan pinjaman, diharapkan individu dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak, terencana, dan berkelanjutan.
Konsep Habis Dibagi Menjadi Konsep dan Aplikasinya Bilangan Prima Dwi Andini; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Putri Juwita; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.606

Abstract

Konsep habis dibagi dan bilangan prima merupakan elemen dasar dalam teori bilangan matematika. Habis dibagi berarti suatu bilangan a dapat dibagi oleh bilangan b tanpa sisa, ditulis a mod b = 0. Konsep ini menjadi fondasi untuk memahami kelipatan, faktor, dan hubungan antar bilangan. Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang hanya memiliki dua faktor positif, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2 (satu-satunya prima genap), sedangkan lainnya bersifat ganjil. Sifat unik ini menjadikannya sangat penting dalam matematika murni dan terapan. Artikel ini menjelaskan definisi serta sifat kedua konsep tersebut, beserta aplikasinya dalam kehidupan nyata. Di antaranya kriptografi melalui algoritma RSA yang mengandalkan perkalian bilangan prima besar untuk keamanan data digital, transaksi online, dan perbankan. Selain itu, diterapkan dalam pemrograman (misalnya Sieve of Eratosthenes), analisis keuangan, kompresi data, serta pengembangan teori bilangan. Pemahaman mendalam terhadap konsep ini mendukung kemajuan teknologi informasi dan keamanan siber di era digital.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBANTUAN WEBSITE WIZER.ME PADA MATERI MENGHARGAI KEBERAGAMAN DI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK SISWA KELAS V SD Tri Makhlisa; Putri Juwita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44636

Abstract

This research was conducted to develop an E-LKPD assisted by the Wizer.me Website on the material of Respecting Diversity in the surrounding environment for fifth grade elementary school students. This research is a Research and Development (R&D) study conducted using the ADDIE development procedure consisting of 5 stages. The data collection instruments used in this study were the E-LKPD expert questionnaire, material expert questionnaire, and student response questionnaire. The data analysis technique used the Likert scale method with a score of 1 to 5. From the results of the research conducted, it is known that the percentage of feasibility obtained from the E-LKPD expert validator is 84.2% with the criteria of "Very Feasible". The percentage of feasibility obtained from the material expert validator is 100% with the criteria of "Very Feasible". The percentage of feasibility from student responses is 92% with the criteria of "Very Feasible". Before the learning process using E-LKPD assisted by Wizer.me, the percentage of learning outcomes of fifth grade students of SD Negeri 101948 Bingkat only reached 52.63%. After the learning process was carried out using E-LKPD assisted by Wizer.me, the learning outcomes of fifth-grade students of SD Negeri 101948 Bingkat increased to 84.21%. From these results, it can be said that the E-LKPD assisted by Wizer.me on the material "Respecting Diversity in the Surrounding Environment" in fifth-grade elementary school that was developed is "Very Suitable" for use in the Pancasila Education learning process for fifth-grade students of SD Negeri 101948 Bingkat.
HUBUNGAN PEMBERIAN STIKER BINTANG SEBAGAI REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MEMBACA PADA SISWA KELAS III SD IT HARAPAN ISLAMI TALUN KENAS Nur Hidayahti; Tiflatul Husna; Nurmairina; Putri Juwita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60530

Abstract

This study aimed to determine the effect of star sticker rewards on the reading learning motivation of third-grade students at SD IT Harapan Islami Talun Kenas. The study was motivated by the low level of students' reading motivation, as indicated by their lack of interest, attention, and active participation during reading lessons. This research employed a quantitative approach using a correlational design. The participants consisted of all 29 third-grade students of SD IT Harapan Islami Talun Kenas, who were selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using the Product Moment correlation test and the t-test. The findings revealed that the students' reading learning motivation was in the high category. Furthermore, there was a positive, very strong, and significant relationship between the use of star sticker rewards and students' reading learning motivation. This was indicated by the calculated t value of 10.583, which was higher than the t table value of 2.052, a significance value of 0.000 < 0.05, and a regression coefficient of 0.946. Therefore, the alternative hypothesis (H₁) was accepted, while the null hypothesis (H₀) was rejected. It can be concluded that the better the implementation of star sticker rewards, the higher the reading learning motivation of third-grade students at SD IT Harapan Islami Talun Kenas.        
Konsep Ummatan Wasatan dan Muqtasid Menurut Wahbah Az-Zuhaili (Studi Kitab Tafsir Al-Munir) Putri Juwita; Ilham Mustafa
YASIN Vol 3 No 6 (2023): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i6.1847

Abstract

The author's background in conducting this research is that there are several problems that befell the Indonesian people in the name of religion, especially Islam. Such as cases of violence, extremism in religious radicalism, terrorism which are getting more complicated day by day. Even though the Qur'an explains how to act in the middle and not be too excessive in various aspects of life. A middle or moderate attitude in religion is described in the Qur'an either with the term ummatan wasatan (wasathiyyah) or with the term ummatan muqtasid. These two terms are not only intended for Muslims but also for people of the book, namely Jews and Christians. These two terms are analyzed based on the interpretation of Wahbah az-Zuhaili in the book of tafsir al-Munir. The type of research that the author uses is the library research method, while the method used is the maudhu'i (limited thematic) research method, namely a research method based on certain themes in the Koran. The results of this research are according to Wahbah Zuhaili in the book of tafsir al-Munir what is meant by ummatan wasatan in the QS. al Baqarah verse 143 is a fundamental point in Islam which contains the meaning of middle class, justice, balance, praiseworthy character, not being excessive in religion and not being negligent in fulfilling one's obligations as well as combining knowledge and charity, the spirit of fighting for justice, teaching balance in various aspects of life and upholding human dignity and dignity. Meanwhile, the term ummatan muqtasid in QS. al-Maidah: 66 according to Wahbah az-Zuhaili is moderate in actions, namely being on the straight path and not exceeding limits. Therefore, from what Wahbah az-Zuhaili explains in his interpretation, it indicates that the concept of ummatan wasathan and muqtasid refers to people who have a middle or balanced attitude in all things, which is in line with human nature, namely being able to combine the physical and spiritual, knowledge and charity and not exceeding limits or hurting other people in the life of religion, nation or state.