Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Gambaran Infertilitas Pada Wanita Berdasarkan Status Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) Rskia Sadewa Salzabilla Poha; Farida Noor Irfani; Arif Bimantara
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22588

Abstract

ABSTRACT Infertility is a complex condition that can be caused by various factors, including imbalances in reproductive hormones such as Follicle-Stimulating Hormone (FSH) and Luteinizing Hormone (LH). To describe infertility in women based on FSH and LH hormone levels at RSKIA Sadewa. This study used a descriptive quantitative method with secondary data obtained from the medical records of infertile female patients at RSKIA Sadewa during the period of July 2024 to June 2025. Data were analyzed univariately and Chi-square using SPSS. Examinations for infertility were most commonly performed in women aged 26–35 years. Abnormal levels of FSH and LH were more frequently observed in age groups 25 years and 35 years. Chi-square test showed no significant association between age and FSH levels (p=0.371) or LH levels (p=0.377). There is no significant association between FSH and LH levels and age in infertile women. Infertility is multifactorial, influenced not only by hormonal levels but also by other factors beyond the reproductive hormonal system. Keywords: Infertility, FSH Hormone, LH Hormone, Female Reproduction  ABSTRAK Infertilitas merupakan permasalahan kompleks yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakseimbangan hormon reproduksi seperti Folliclestimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).Mengetahui gambaran infertilitas pada wanita berdasarkan kadar hormon FSH dan LH di RSKIA Sadewa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medis pasien wanita infertil di RSKIA Sadewa periode Juli 2024–Juni 2025. Data dianalisis secara univariat dan uji Chi-square menggunakan SPSS.Pemeriksaan infertilitas paling banyak ditemukan pada wanita usia 26–35 tahun. Abnormalitas kadar FSH dan LH lebih sering terjadi pada kelompok usia 25 tahun dan 35 tahun. Uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dengan kadar FSH (p=0,371) maupun LH (p=0,377). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar FSH dan LH dengan usia pada wanita infertil. Infertilitas bersifat multifaktorial, tidak hanya dipengaruhi kadar hormon, tetapi juga faktor lain di luar sistem hormonal. Kata kunci: Infertilitas, Hormon FSH, Hormon LH, Reproduksi Wanita
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD NYI AGENG SERANG TAHUN 2024 Wahyuni Fanlai; Arif Bimantara; Farida Noor Irfani
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.5994

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 bisa dikatakan penyakit serius yang ditandai dengan hiperglikemia akibat masalah sekresi atau fungsi insulin dan berpotensi menyebabkan komplikasi, salah satunya hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara jumlah glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta Tahun 2024. Metode: metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diperoleh dengan purposive sampling dan total sampel sebanyak 94 responden. Data sekunder diperoleh dari data periode tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Yogyakarta. Data penelitian dianalisis dengan metode univariat untuk karakteristik responden dan bivariat untuk hubungan antara diabetes melitus dengan hipertensi menggunakan SPSS versi 26. Hasil: menunjukkan bahwa berdasarkan usia dan jenis kelamin dari 94 total sampel pasien, paling banyak adalah pasien perempuan pada kelompok usia lanjut yaitu >65 tahun sebanyak 20 orang (21,3%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hipertensi dengan tingkat glukosa darah dimana mayoritas sampel pasien memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) sebanyak 61 orang (64,9%). Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pemantauan rutin kadar glukosa darah dan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 serta memperkuat edukasi terkait pengendalian gaya hidup. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel pola makan, aktivitas fisik, dan durasi penyakit untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.