Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Cyberbullying Terhadap Perilaku Self Injury pada Remaja Mudrikah Sari; Fathra Annis Nauli; Novita Kusumarini
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7993

Abstract

Internet use in Indonesia is highest among adolescents aged 15 to 19 years. Internet use can have a negative impact if users do not use social media appropriately, such as cyberbullying behavior. One of the impacts of cyberbullying is self injury. This study aims to determine the relationship between cyberbullying and self injury in adolescents. Methods: This studyused a descriptive descriptive correlation design with a cross sectional approach. Respondents in the study amounted to 233students of SMAN 9 Pekanbaru with sampling techniques using stratified random sampling. Cyberbullying was measured using The Cyber Victim And Bullying Scale (CVBS) questionnaire, and self injury was measured using the Self Harm Inventory (SHI). Data were analyzed using chi-square. Results: The majority adolescents have experienced cyberbullying actions moderate 153 (65.7%) and majority adolescents have experienced mild self injury 161 respondents (69.1%). Chi square analysis showed a significant relationship between cyberbullying and self injury (p = 0.000). Conclusion: There is a significant relationship between cyberbullying and self injury in adolescents. Increasing positive activities for self-development can reduce the effects of cyberbullying such as self injury.
Gambaran Stigma Masyarakat Minangkabau Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Enjhelina, Venty; Nauli, Fathra Annis; Elita, Veny
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1430

Abstract

Latar Belakang : Gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan yang seringkali disertai stigma negatif. Masyarakat Minangkabau memiliki nilai budaya yang kuat sehingga persepsi terhadap gangguan jiwa kerap dipengaruhi oleh faktor budaya, keyakinan mistis, kurangnya pengetahuan, dan prasangka. Stigma yang tinggi berdampak pada diskriminasi dan hambatan perawatan bagi ODGJ. Penelitian ini bertujuan menggambarkan stigma masyarakat Minangkabau terhadap ODGJ. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Sampel berjumlah 98 orang masyarakat Minangkabau yang dipilih dengan probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CAMI yang terdiri dari empat dimensi: otoriterisme, kebajikan, pembatasan sosial, dan ideologi komunitas kesehatan mental. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 84 orang (85,7%) memiliki pandangan negatif terhadap ODGJ. Gambaran stigma responden terhadap ODGJ menunjukkan kategori pro pada tiga dimensi, yaitu otoriterisme (52,0% atau 51 orang), pembatasan sosial (58,2% atau 57 orang), dan ideologi komunitas kesehatan mental (52,0% atau 51 orang). Pada dimensi kebajikan, termasuk dalam kategori kontra dengan 59,2% responden (58 orang). Simpulan : Masyarakat Minangkabau menunjukkan tingkat stigma yang tinggi terhadap ODGJ, terutama pada dimensi otoriterisme, pembatasan sosial, dan ideologi komunitas kesehatan mental. Diperlukan edukasi kesehatan mental dan promosi penerimaan sosial untuk mengurangi stigma.
Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat Melalui Sosialisasi Hidroponik System Wick (Sumbu) Di Desa Gading Permai Kec. Kampar Kiri Hilir, Kab. Kampar, Riau Alif Hadi Ariansyah; Fathra Annis Nauli; Jenni Nurika Wisyana Nasution
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i3.2558

Abstract

The socialization of hydroponics to the village community is an effort to develop the independence and welfare of the community by improving knowledge, attitudes, skills, Hydroponics is a cultivati Wick hydroponics is a simple hydroponic method that uses a wick as a link between nutrients and the roots of the growing media. This activity was carried out in Gading Permai Village, Kampar Kiri Hilir District, Kampar, Riau. This activity began with a theoretical and practical explanation with pakcoy mustard plants as an example, the practice carried out starting from seed sowing, wick system hydroponic installation, transplanting and continued with a discussion session. The results of this activity are that the Gading Permai village community knows hydroponics in general, wick system hydroponics, hydroponic plant maintenance, handing over hydroponics to the Gading Permai village community so that they can continue to care for and continue hydroponic cultivation. This activity adds to the knowledge and insight of the Gading Permai village community about hydroponics and can spread and teach the knowledge that has been given to fellow communities.
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Nutriteens Sebagai Program Berbasis Internet Untuk Pengontrolan Asupan Nutrisi Pada Remaja Obesitas: Studi Kuasi Eksperimen Syeptri Agiani Putri; Wice Purwani Suci; Ririn Muthia Zukhra; Fathra Annis Nauli; Radinal Dwiki Novendra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52240

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas pada remaja memerlukan inovasi pengelolaan nutrisi yang mudah diakses dan efektif. Aplikasi mobile health (mHealth) seperti NutriTeens berpotensi mendukung pemantauan asupan kalori secara mandiri dan meningkatkan kepatuhan remaja terhadap pengaturan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi NutriTeens dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan mengontrol asupan nutrisi pada remaja obesitas. Desain penelitian menggunakan one group pretest–posttest dengan 30 remaja obesitas. Intervensi berlangsung selama empat minggu melalui edukasi langsung dan pengulangan materi menggunakan aplikasi NutriTeens. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan food recall 24 jam. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan gizi (15,60 menjadi 16,23), namun tidak signifikan (p = 0,399). Terdapat perbedaan signifikan antara kebutuhan energi dan asupan aktual (p = 0,002), menandakan ketidaksesuaian asupan energi dengan kebutuhan fisiologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa NutriTeens efektif dalam memonitor asupan nutrisi, namun belum berdampak signifikan pada peningkatan pengetahuan. Optimalisasi fitur interaktif dan durasi intervensi diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Gambaran Gangguan Mental Emosional Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Arifin Achmad Anisa Amelya; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.430

Abstract

Pendahuluan: Gangguan mental emosional (GME) adalah masalah psikologis yang memengaruhi kondisi emosional, fisik, dan psikososial pasien hemodialisis akibat penyakit serta pengobatannya. Tujuan: Mengetahui gambaran GME pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad, karakteristik responden serta gejala depresi, kecemasan, somatik, kognitif, dan penurunan energi. Metode: deskriptif kuantitatif dengan 94 responden menggunakan total sampling. Instrumen SRQ-20, dianalisis secara univariat. Kriteria inklusi pasien hemodialisis berusia 18–65 tahun, menjalani terapi mulai dari 3 bulan keatas, berbahasa Indonesia, bersedia berpartisipasi, eksklusi yaitu pasien yang menolak atau penurunan kesadaran. Hasil: paling banyak responden berusia 46–55 tahun (36,2%), laki-laki (57,4%), berpendidikan terakhir SMA (36,2%), tidak bekerja (64,9%), dan lama menjalani hemodialisis lebih dari 6 bulan yaitu (87,2%). Sebanyak (89,4%) mengalami GME. Gejala depresi kehilangan minat untuk melakukan berbagai macam hal (62,8%), gejala kecemasan meliputi sulit tidur nyenyak (72,3%), gejala somatik yaitu merasa tidak nyaman di perut (67%), gejala kognitif hasil kerja sehari-hari memburuk (69,1%), gejala penurunan energi mudah merasa lelah (92,6%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien hemodialisis mengalami GME dengan gejala dominan penurunan energi, kecemasan, gangguan kognitif, keluhan somatik, dan depresi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis sosial perlu mendapatkan perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan mental pasien hemodialisis.
Hubungan Stigma dan Resiliensi Keluarga dengan Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Fina Oktavia; Fathra Annis Nauli; Tesha Hestyana Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.475

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Kekambuhan pada pasien sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stigma keluarga dan tingkat resiliensi keluarga. Stigma yang tinggi dapat menghambat dukungan, sedangkan resiliensi yang baik dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Rawat Jalan Sidomulyo Kota Pekanbaru sebanyak 136 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Schedule for Clinical Assessment in Neuropsychiatry (SCAN) untuk mengukur stigma keluarga, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk menilai resiliensi keluarga, serta kuesioner frekuensi kekambuhan. Ketiga instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki stigma rendah (40,2%) dan resiliensi cukup (57,4%). Sebagian besar pasien skizofrenia tidak mengalami kekambuhan (52,5%). Uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan dengan p-value < 0,05. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga terkait pengurangan stigma dan penguatan resiliensi untuk mencegah kekambuhan pasien skizofrenia.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Di Fakultas Keperawatan Universitas Riau Aqil Arian Hawari; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.633

Abstract

Pendahuluan: kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, terutama pada remaja dan dewasa muda yang sedang mengalami tahap perkembangan psikologis yang kompleks. Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja dan dewasa awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa. Metode: metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan 85 sampel dengan menggunakan teknik purposive proportional random dan instrumen yang digunakan adalah MHI-38 (Mental Health Inventory-38) untuk mengukur kesehatan mental dan Kuesioner Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok. Hasil: analisa univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 19 tahun sebanyak 33 orang (38,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 72 orang (84,7%), mayoritas responden memiliki tingkat intensitas penggunaan yang berada pada kategori tinggi sebanyak 50 orang (58,8%), mayoritas responden memiliki tingkat kesehatan mental dalam kategori Distrees sebanyak 57 (67,1%). Hasil uji Chi-Square didapatkan P-value<α (0,036<0,05) dan odds ratio 2,667. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Riau.
Co-Authors ", Deswita " Abd. Rasyid Syamsuri Ade Dilaruri Afivah Nofitri Rahmadani Afriani, Kartika Agrina - - Agrina, Agrina Alfian Konadi Alif Hadi Ariansyah Alif Hadi Ariansyah Amir, Yufitriana Ananda, Yelsi Yuana Aninda Fitra Aulia Anisa Amelya Anisa Yulvi Azni Annisa Biiznillah Utami Aqil Arian Hawari Ari Pristiana Dewi Arneliwati Asriani atika ulfa safitri Aulia, Aulia aziz, ari rahmat Bayhakki &#039; &#039; Bayhakki Bayhakki, Bayhakki Bayhakky - - Dahniel " Darwis Darwin " Karim Darwin - Karim Darwin Karim Darwin Karim &#039; de Laura, Diva Deby Rayendra Deva Lestiarma S Didi Kurniawan Dita Fadhila Dona Marnis Dwi Laila Ranti Eka Yuliatri Elma Trina Eni - Purwanti Eninta, Mentari " Enjhelina, Venty Erika Erika Ervy - Tamara Erwin Erwin &#039; Rinaldi Erwin Erwin Fadila - Dinantia Faiza Samudra Rifai Fajri &#039; Alfiannur Fajri L. Jakoswa Fathur Rahman Febbi Nugra Restita Febriana " Sabrian Febriana Sabrian Febriandari, Dona Febriandari, Dona FEBRIANI, ANISA Febryani Zuvita Fera Andini Feri Candra Fina Oktavia Fitri, Natasya Aidil Gamya Tri Utami Ganis " Indriati Ganis Indriati Ganis Indriati Geby Swarty Gustira, Erika Hardianti, Rani Hellena Deli Herlina " " Herlina Herlina Hertika Nanda Putri Idia - Lusi Iis Zahari Chandra Negara Indah Purnama Sari Indra &#039; Syahrizal Indra Hayati Putri Indriani, Reftesa Indriati, Ganis Irawati Irawati Ismalinda, Wan Ismalinda, Wan Jenni Nurika Wisyana Nasution Jenni Nurika Wisyana Nasution Judika Yessi Sara Jumaini, Jumaini Junia - Trisnawati Karim, Darwin Karim, Darwin Karolin Paninzela Dwi Putri Kesuma, Rafika Putri Kusumarini, Novita Lawolo, Yanti Elfiani Leli Suryana Lidya Esrawati Br. Pasaribu Mardiah Mebi " Rania Megawati Megawati Meutia - Rhadia Misrawati Misrawati Mudrikah Sari Muhammad Ihsan Putra Nadia Anugrah Nadia Relenia Relenia Pane Nadila Chilika Nadzla - Kirana Nanda Agustia Nelma, Ulia Nengsih, Devi Kemalasari Nepta Yulita Nisa Nur Fauziah Nori " Nofrianti Nur Azmi Nurcahyati Nurcahyati Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurul Hafiza Nurul Intan Rendra Zola Nurul Khofifah Lubis Oswati Hasanah Pricilla Kartika Putri, Lucyyana Radinal Dwiki Novendra Rahmah Fuadi Rahmat Putra An-Nur Ramadhanty, Sabrina Nur Ratih Delimaniar Siregar Razana - Hijani Reni Savita Reni Zulfitri Ria " Sugiarti Riki Ahmad Firmanda Rina Suprayanti Rina Riri &#039; Novayelinda Riri Novayelinda Riski Amaliyah Rismadefi - Woferst Rizal, Kenisa Nazlia Rizky Ika Winda Roza Misalia Rukmana Rukmana Rustam, Musfardi Sada Ulina Sembiring Safri " " Sakkot Mariani Sarah &#039; Anastasia Sari, Dita Kartika Sari, Niken Yuniar Sari, Suci Indah Sari, Tesha Hestiana Shinta Rahma Nata Sari Shinta Rahma Nata Sari Shinta Rahma Nata Sari Silvia Monica Putri Siska Erni Wandayani Laoli Siti Nurjannah Siti Rahmalia HD Sofiana " Nurchayati Sri - Utami Sri Marlina, Sri Sri Mutia Sari Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephanie Dwi Guna Suchy " Ramadhanis Susan Fakhirah susanti, Rifi ' Syarifah Nurul Fadilla Syeptri Agiani Putri Tabroni, Irman Tarikah Amaliah Tesha Hestyana Sari Tesha Hestyana Sari Tia Oktari Tiomarlina - Purba Veny Elita Viola Hamnesti Wasisto &#039; Utomo Wasisto Utomo Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Widia Lestari Witri Sikniati Yanti, Rada Yantris Suha Yesi &#039; Hasneli Yesi - Hasneli Yessy Meinarti Yola Gress Septia Nengsih Yovindra Satria Maulana Yuhelma &#039; &#039; YUHELMA, YUHELMA ' Yulia Irvani Dewi Yuliana. S - - Zukhra, Ririn Muthia