Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Nyai dalam Pelaksanaan Pendidikan di Pondok Pesantren Ashri Jember: The Role of Nyai in the Implementation of Education at Ashri Islamic Boarding School, Jember Nawangsari, Dyah
Fenomena Vol 4 No 1 (2005): FENOMENA: Journal Penelitian STAIN Jember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v4i1.368

Abstract

A critical issue underlying this study is the public perception that a Nyai’s role in Islamic boarding schools (pesantren) stems solely from her husband’s influence as a Kyai, rather than from her own capacity. This study aims to identify and describe the roles of Nyai in formal and nonformal education at Pondok Pesantren Ashri Jember. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The findings reveal that Nyai plays essential roles as an educator and cultural mediator. In formal education, Nyai serves as a teacher, mentor, and leader, including establishing an Ibtidaiyah madrasah for dropout students. In nonformal education, Nyai’s role is more extensive due to 24-hour interaction with students, encompassing caregiving that fosters independence and Quran memorization, as well as serving as a role model in worship and leadership. The study concludes that Nyai at PPI Ashri is not merely a Kyai’s companion but an active educational change agent. It is recommended that further research explore Nyai’s contributions to community empowerment within pesantren. Fenomena krusial yang melatarbelakangi penelitian ini adalah persepsi masyarakat bahwa peran Nyai di pesantren semata-mata karena pengaruh Kyai, bukan karena kapasitasnya sendiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan peran Nyai dalam pelaksanaan pendidikan formal dan nonformal di Pondok Pesantren Ashri Jember. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyai memiliki peran penting sebagai pendidik dan mediator budaya. Dalam pendidikan formal, Nyai berperan sebagai pengajar, pembimbing, dan pemimpin, seperti membuka Madrasah Ibtidaiyah bagi santri putus sekolah. Dalam pendidikan nonformal, peran Nyai lebih besar karena interaksi 24 jam dengan santri, mencakup peran sebagai pengasuh yang membimbing kemandirian dan hafalan Al-Qur’an, serta sebagai sumber teladan dalam ibadah dan kepemimpinan. Kesimpulannya, Nyai di PPI Ashri tidak sekadar pendamping Kyai, melainkan agen perubahan pendidikan yang aktif. Direkomendasikan agar riset lanjutan mengeksplorasi kontribusi Nyai dalam pemberdayaan masyarakat pesantren.
Pendidikan Seks di Pondok Pesantren: Studi Kasus di Yayasan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Curahkalong, Bangsalsari, Jember: Sex Education in Islamic Boarding Schools: A Case Study at the Bustanul Ulum Islamic Boarding School Educational Foundation, Curahkalong, Bangsalsari, Jember Nawangsari, Dyah
Fenomena Vol 5 No 1 (2006): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v5i1.383

Abstract

-
Geneologi Segregasi Pendidikan Pondok Pesantren: Genealogy of Educational Segregation in Islamic Boarding Schools Nawangsari, Dyah
Fenomena Vol 6 No 2 (2007): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i2.414

Abstract

-
Kekerasan terhadap Perempuan dalam Kasus Perdagangan Manusia: Violence Against Women in Human Trafficking Cases Nawangsari, Dyah
Fenomena Vol 7 No 2 (2008): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v7i2.432

Abstract

-
Kecenderungan Open-Mindedness di PTAI dalam Perspektif Stakeholder Kampus STAIN Jember: The Tendency of Open-Mindedness in Islamic Higher Education Institutions (PTAI) from the Perspective of Stakeholders at the State Islamic College of Jember (STAIN Jember) Nawangsari, Dyah
Fenomena Vol 8 No 2 (2009): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v8i2.451

Abstract

-
Implementasi Akhlak Tasamuh dalam Membangun Ukhuwah: Studi Kualitatif pada SD Katolik Santo Yusuf Fransistyawan, Rioga; Nawangsari, Dyah; Saihan, Saihan
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskribsikan implementasi nilai-nilai akhlak tasamuh dalam membangun ukhuwah wathaniyah di SDK St. Yusuf. Penerapan akhlak tasamuh sudah diterapkan sejak lama dari guru maupun siswa yang memiliki latar belakanag yang berbeda terutama dalam agama dan proses pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field research. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa 1) Penerapan nilai-nilai tolong menolong di sekolah yakni pada proses pembelajaran yang mana guru memberikan contoh kecil untuk ditiru, kegiatan sosial bagi-bagi takjil yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dan perayaan maulid Nabi Muhammad saw. 2) Penerapan nilai-nilai saling menghormati juga pada proses pembelajaran yakni memberikan tauladan dan kisah-kisah inspiratif pada siswa. Antar agama, memiliki kegiatan yakni Pondok Ramadhan sekaligus dengan kajian keagamaan. Antar guru dan siswa, juga dilakukan dengan anjangsana dan saling maaf di bulan Syawal. 3) Penerapan nilai-nilai saling menghargai juga diterapkan pada materi yang terdapat dalam buku tematik, dan juga sekolah memberikan kesempatan sekaligus keutamaan untuk beribadah sesuai agama masing-masing.
Analysis of the Independent Curriculum (Independent Learning, Independent Transformation, and Independent Sharing) Zainudin, Agus; Hepni, Hepni; Nawangsari, Dyah; Ubaidillah, Ubaidillah
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 01 (2025): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/falasifa.v16i01.2054

Abstract

The Merdeka Belajar policy, introduced by the Minister of Education and Culture, Nadiem Makarim, aims to improve the quality of education in Indonesia by granting teachers and students the freedom to manage the learning process. The Merdeka Curriculum, as part of this policy, offers flexibility in teaching methods oriented toward holistic student character development, including academic competence, soft skills, and critical thinking abilities. The implementation of the Merdeka Curriculum is carried out through three approaches: Mandiri Belajar (Independent Learning), Mandiri Berubah (Independent Transformation), and Mandiri Berbagi (Independent Sharing), each providing varying degrees of autonomy for schools to adapt learning processes to local needs. This study employs a qualitative method with a literature review to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum, covering literacy, numeracy, character surveys, and project-based learning aligned with the Pancasila Student Profile. The results indicate that the Merdeka Curriculum offers opportunities for teachers to create innovative and relevant learning experiences, although it requires support in training and collaboration among stakeholders to achieve optimal outcomes. With this approach, it is expected that Indonesian education can accommodate students' needs in an era of globalization and technological transformation.
Theoretical Implications for the Core Knowledge of Islamic Religious Education in the Disruptive Era Jannah, Nur; Nawangsari, Dyah; Ubaidillah, Ubaidillah; Hepni, Hepni
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 16 No 01 (2025): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/falasifa.v16i01.2163

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peranan yang krusial dalam pembentukan karakter bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai religius serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global. Namun di era disrupsi, inti keilmuan PAI menghadapi berbagai tantangan signifikan akibat transformasi sosial dan teknologi yang berlangsung dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi teoritis dari prinsip-prinsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam konteks PAI, serta merumuskan kerangka konseptual yang dapat mengatasi tantangan pendidikan Islam di zaman digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap beragam sumber literatur akademik, kebijakan pendidikan, dan penelitian sebelumnya untuk memahami bagaimana inti keilmuan PAI dapat direkonstruksi agar tetap relevan dalam menghadapi era disrupsi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa reformulasi inti keilmuan PAI perlu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi. Ontologi PAI harus memperhatikan keseimbangan antara iman dan ilmu, epistemologi PAI harus bersifat adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan aksiologi PAI harus menanamkan nilai-nilai moderasi dan keberagaman dalam proses pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih integratif dan kontekstual.
Policy Patterns and The Application of Digital Literacy in Increasing Students' Religious Motivation Suliman, Suliman; Nawangsari, Dyah; Sutomo, Moh
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v4i3.363

Abstract

This article explains the implementation of digital school management through the Smart Classroom (SCR) program. This qualitative research approach uses descriptive analysis—data collection techniques through observation, documentation, and in-depth interviews. The study results show that a digital school is an educational institution with a learning process using digital equipment, books, and applications. Digital school management is establishing and implementing IT-based programs through the Smart Classroom program using software and hardware products. Second, Smart Classroom Learning at Al-Azhar 37 Islamic Middle School Pekanbaru uses an iPad. Educators create web-based, Google, and application-based learning materials. They were giving assignments/homework through tests and quizzes. Assessment of exam results through the Google form, students make important notes equipped with photo and video features that can be shared using the notes application as a collaboration with friends. This implementation has received support from the school by facilitating internet access via Wi-Fi hotspots within 24 hours. Third, the urgency of Smart Classrooms in educational institutions will make learning more effective, innovative, fun, comprehensive, and time efficient. The implications of this research are very beneficial for all elements of the school because it can facilitate the current student-centered learning process.
Konsep Pendidikan Ibnu Khaldun Dalam Kitab Muqaddimah Hermawati, Vivin; Hepni, Hepni; Nawangsari, Dyah; Ubaidillah, Ubaidillah
An Namatul Ausath Vol. 2 No. 2 (2024): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/annamatulausath.v2i2.151

Abstract

Ibnu Khaldun merupakan seorang sarjana muslim yang selalu berpikir dan mengembangkan konsep-konsep dan pemikiran untuk kemajuan pendidikan islam. Konsep pendidikan Islam Ibnu Khaldun terdapat dalam kitab Muqaddimah, kitab ini merupakan karya munomental dari Ibnu Khaldun. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep pendidikan menurut Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan literatur dengan mengkaji berbagai profensi tentang konsep pendidikan Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwah konsep pendidikan Ibnu Khaldun dalam Kitab Muqaddimah yaitu meliputi 1. Pengertian Pendidikan: Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding. Tetapi pendidikan merupakan suatu proses, di mana manusia secara sadar menangkap, menyerap dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. 2. Tujuan pendidikan, peningkatan pemikiran, peningkatan kemasyarakatan, peningkatan kerohanian 3. Materi (kurikulum) terbagi menjadi dua Ilmu Aqli dan Naqli. 4. Metode pengajaran, Metode Pentahapan, pengulangan, penyesuaian fisik dan psikis, peninjauan kematangan usia, kesesuaian dengan kompetensi, penguasaan satu bidang, Rihlah, praktek/latihan.