Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PANDANGAN ASGHAR ALI ENGINEER TERHADAP PEMBERIAN NAFKAH BAGI MANTAN ISTERI Habibi, Erfan; Holid, Muhammad
ASA Vol 5 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58293/asa.v5i1.67

Abstract

When there is a divorce between husband and wife, it creates obligations that must be obeyed by a husband and wife, and these obligations include a former husband who is obliged to provide a gift that must be given to the former wife who has been divorced, the gift is in accordance with the economic conditions of the former husband (according to his ability), The provision of nafkah is as a comfort during the 'iddah period, in Islamic Law the provision of nafkah is only during the 'iddah period, this is different from Asghar's opinion, according to him the provision of nafkah for divorced ex-wives, not only during the 'iddah period, but until remarriage or death. To answer these problems, the authors use theories based on the Qur'an, hadith, to see the verses relating to the provision of maintenance for ex-wives, then use maslahah and gender equality, to see the benefits and for the benefit of providing maintenance for the ex-wife. The criteria for women who are entitled to ongoing maintenance from their ex-husbands are for women who are unable to maintain themselves (poor), because they are very old, have no family or relatives, because it is far from a sense of justice if a woman who has been divorced returns to her parents or to her relatives. Asghar thinks that there are two key words in Surah al-Baqarah (2): 241, which relate to the provision of maintenance for ex-wives: Mata'ah and Ma'ru>f, the Qur'an says that they must not only be released in a good way (Ma'ru>f) but provisions (Mata'ah) are also provided in a good way as well, Asghar Ali Engineer's thinking has relevance to Law No. IX. I year 1974 article 41c This of course also has implications for KHI which only provides maintenance for ex-wives only until the 'iddah period, and the provision of maintenance for divorced ex-wives can be given but by looking at these criteria and also looking at whether the divorce is in accordance with shara', what is the economic status of the ex-wife and also the ex-husband, and also whether there are dependent children on him, and also whether there are children dependent on him.
Rokat Bhumih di Bondowoso Habibi, Erfan; Yunus, Muhammad; Ubaidillah, Ubaidillah; Alfatani, Ifan Ali
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.577

Abstract

Ritual Rokat Bhumih di Bondowoso merupakan tradisi keagamaan yang kaya akan makna dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis makna yang terkandung dalam ritual ini, serta kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap masyarakat lokal yang terlibat dalam pelaksanaan Rokat Bhumih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat hubungan sosial di antara komunitas serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Melalui simbol-simbol yang terdapat dalam ritual ini, masyarakat Bondowoso mengekspresikan nilai-nilai keberlanjutan dan harmonisasi dengan alam. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan studi kearifan lokal dan praktik keberlanjutan di Indonesia.
The Integration of Javanese Culture in The Delivery of Religious Messages Yunus, Muhammad; Habibi, Erfan; Ubaidillah, Ubaidillah; Alfatani, Ifan Ali
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.596

Abstract

This research explore in the integration of Javanese culture in the delivery of religious teachings at Pondok Pesantren Mambaul Falah Bondowoso. The focus is on how the pesantren merges the local cultural elements, including language, the arts, and traditions to further identify and deepen Islamic preaching. This study attempts to explain the implications of integrating such culture for santri's religious identity and social harmony. This qualitative research was performed with phenomenological approach. data have been collected through interviews, participant observation, and document analysis. the result of this research is inculcating Javanese Culture-scoped, such as language and music (hadrah with gamelan)-builds tolerance and inclusive attitude. The thought can also increase social cohesion within the community of Bondowoso. The paper concludes that, though cultural integration can deepen the understanding of religion, it also cements harmony and respect for diversity within the community.
TRANFORMASI PENDIDIKAN; LANDASAN AGAMA DALAM PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM) habibi, Erfan; alfatani, Ifan ali
An Namatul Ausath Vol. 1 No. 1 (2023): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/annamatulausath.v1i1.8

Abstract

Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) adalah salah satu strategi pembelajaran yang mempunyai tujuan di antaranya untuk mengubah paradigma pembelajaran teacher center. PAIKEM mendasarkan dirinya pada landasan-landasan yang mapan. Landasan-landasan yang dimaksud adalah landasan filosofis, landasan hukum, dan landasan ilmiah. Namun tidak demikian dengan landasan agama, sampai saat ini masih sulit menemukan referensi atau semacamnya yang menjelaskan landasan agama dari PAIKEM. Terkadang ditemukan namun tidak diikuti dengan penjelasan nalar yang digunakan untuk menghubungkan PAIKEM dengan landasan agamanya, baik Alquran atau hadis. Atas dasar hal inilah penelitian dilakukan dengan tujuan menemukan landasan agama strategi PAIKEM. Dengan memilih jenis penelitian liberary research, penelitian ini berusaha mencari dan menemukan ayat-ayat atau hadis-hadis yang dapat dijadikan sebagai landasan agama bagi PAIKEM. Kemudian menjelaskan nalar yang digunakan untuk menghubungkan ayat-ayat Alquran atau hadis tersebut dengan strategi PAIKEM. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen baik yang tertulis seperti kitab-kitab tafsir, buku-buku hadis, dan buku-buku penunjang, ataupun digital seperti al-maktabah as-syâmilah. Kemudian digunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menyatakan bahwa PAIKEM berdiri di atas landasan agama yang kokoh. Dengan bukti pembelajaran aktif memiliki dasar Alquran sekaligus hadis. Bagi pembelajaran inovatif ditemukan hadis yang dapat dijadikan sebagai landasan. Begitu pula pembelajaran kreatif yang juga memiliki landasan berupa hadis. Di samping Alquran, pembelajaran efektif juga memiliki dasar hadis. Dan pembelajaran menyenangkan berpijak pada dasar hadis. Dengan demikian, sudah sepatutnya PAIKEM dipraktikkan bahkan dikembangkan sedemikian rupa mengingat strategi tersebut mempunyai dasar agama yang kokoh dan bukan produk sekuler.
Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pengembangan Modul Pendidikan Agama Islam Rahwan, Rahwan; habibi, Erfan
An Namatul Ausath Vol. 1 No. 1 (2023): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/annamatulausath.v1i1.33

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan menghasilkan modul Pendidikan Agama Islam berbasis Problem Based Learning (PBL) sebagai solusi terhadap kendala dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo. Penelitian ini didorong oleh masalah kondisi pembelajaran yang tidak kondusif dan keterbatasan sumber daya ajar yang tersedia. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pembelajaran tidak kondusif karena jumlah siswa yang berlebihan dalam satu kelas dan kurangnya materi ajar yang dapat diakses oleh siswa secara mandiri. Selain itu, belum ada penerapan model PBL yang dapat mengatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini mengidentifikasi dua pertanyaan penelitian utama: (1) Bagaimana penggunaan bahan ajar Pendidikan Agama Islam di SMK Ibrahimy 1 ? (2) Bagaimana proses pengembangan modul Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan Problem Based Learning? Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan mengacu pada teori Borg dan Gall. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ A dan X TKJ B SMK Ibrahimy 1 Sukorejo pada Tahun Pelajaran 2017/2018. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk memahami penggunaan bahan ajar yang ada di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo. Implementasi modul yang telah divalidasi dan siap diujicobakan akan menjadi langkah selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah ini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN PRAKTEK MUHADATSAH: MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN PRAKTEK MUHADATSAH habibi, erfan
An Namatul Ausath Vol. 2 No. 1 (2024): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/annamatulausath.v2i1.88

Abstract

Maharah kalam merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi muhadatsah yaumiyah dalam meningkatkan maharah kalam di Madrasah Diniyah Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu pertama, bahwa seluruh santri dibiasakan untuk berbahasa Arab saat mengikuti pelajaran bahasa Arab di Madarasah Diniyah. Kedua, santri menjadi lebih percaya diri saat berbicara bahasa Arab tanpa perasaan malu dan takut salah. Ketiga, santri semakin rajin menghafal mufradat setiap harinya. Dan keeempat, santri selalu berlatih muhadatsah agar semakin fasih dan lancar saat berbicara, sehingga secara spontan santri mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab di manapun dan kapan saja. Kata Kunci: Implementasi, Muhadatsah Yaumiyyah, Maharah Kalam
Implementasi Maqāṣid Al-Sharīah dalam Tradisi Topeng Konah di Bondowoso Arifin, Mohammad Samsul; Munir, Muhammad Sirajul; Habibi, Erfan; Juhariyanto, Muhammad
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.720

Abstract

This qualitative study examines the implementation of maqāṣid al-sharī’ah within the Topeng Konah tradition of Bondowoso through a case study approach involving participant observation, in-depth interviews with 20 informants, and document analysis. The findings reveal that Topeng Konah serves as a sophisticated form of cultural resistance, utilizing performance symbols that integrate the principle of ḥifẓ al-bī'ah (environmental preservation) as a contemporary expansion of maqāṣid. The five primary characters—Bujang Ganong, Patih Pujangga, Prabu Kelono, Dewi Sekartaji, and Pujangga Anom—collectively reflect the implementation of ḍarūriyāt al-khams (the five essentials) in fostering social harmony within a pluralistic society. Thematic analysis identifies a three-stage value transformation: preservation, adaptation, and transformation, which converts local memories of tolerance into global messages. The study concludes that Topeng Konah is a manifestation of living maqāṣid, successfully creating a dialectic between universal Islamic values and local wisdom. This tradition offers an inclusive model of Islamic practice that remains highly relevant to the multicultural Indonesian context, demonstrating how traditional arts can facilitate the synthesis of religious law and cultural heritage.
Tajhin Sora dalam Tradisi Asyura SAM, Achmad Al-Muhajir; Ubaidillah, Ubaidillah; Habibi, Erfan; Alfatani, Ifan Ali
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.781

Abstract

The current inquiry examines Bubur Suro (locally known as Tajhin Sora in Madura), an integral element of the Ashura tradition within the Bondowoso community. Beyond its physical form as a culinary dish, this tradition functions as a complex cultural artifact imbued with symbolic, historical, and social dimensions. This article aims to uncover the symbolic constructions, historical meanings, and social functions of Tajhin Sora in the context of the Islamic New Year. Utilizing a qualitative approach, the investigation gathered data through participant observation of rituals in East Java, in-depth interviews with cultural and religious leaders, and a comprehensive literature review. The findings reveal that Tajhin Sora serves as a material symbol of gratitude and spiritual victory, with historical narratives tracing back to the era of Prophet Noah. Socially, the ritual acts as a catalyst for social cohesion, intergenerational value transmission, and the reinforcement of Bondowoso’s cultural identity. The present analysis concludes that Tajhin Sora is a profound "living tradition" that continuously reproduces religious and socio-cultural values amidst modern shifts. Ultimately, the preservation of this tradition demonstrates the resilience of local culture in maintaining fundamental meanings within a contemporary framework