Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIA LITBANG SULTENG

PERTUMBUHAN IKAN HIAS BANGGAI CARDINALFISH (PTERAPOGON KAUDERNI) PADA MEDIA PEMELIHARAAN SALINITAS YANG BERBEDA Ndobe, Samliok
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.044 KB)

Abstract

Ikan endemik Banggai cardinalfish Pterapogon kauderni (Koumans, 1933) umumnya dinilai terancam punah oleh permanfaatan sebagai ikan hias.  Indonesia berkomitmen untuk menjamin kelestarian ikan dengan pola pemanfaatan berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pengelolaan lestari ikan P. kauderni, dilaksanakan penelitian terhadap pengaruh salinitas terhadap pola pertumbuhan. Ikan uji berasal dari populasi introduksi di Teluk Palu. Penelitian terhadap pengaruh salinitas melengkapi penelitian sebelumnya pada kisaran salinitas 27-35 ppt. Kisaran ukuran awal panjang baku (SL) ikan uji berkisar antara 1,2 sampai 1,7cm, perlakuan salinitas yang diterapkan adalah: 16 ppt, 18 ppt, 20 ppt, 22 ppt, 24 ppt dan 26 ppt dengan 3 ulangan dan ikan sampel yang digunakan 5 ekor/ulangan (N=90). Berat tubuh (W) dan panjang baku (SL) diukur setiap 10 hari selama periode/masa pemeliharaan 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak selama periode penelitian P. kauderni juvenil terjadi penurunan seiring dengan penurunan salinitas (pada perlakuan), namun tidak berpengaruh nyata (Fhitung<Ftabel). Sintasan terjadi penurunan seiring dengan penurunan salinitas (pada perlakuan), salinitas ≤ 24 ppt berpengaruh nyata sampai sangat nyata.
STRUKTUR UKURAN GLASS EEL IKAN SIDAT (Anguilla marmorata) DI MUARA SUNGAI PALU, KOTA PALU, SULAWESI TENGAH Ndobe, Samliok
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.019 KB)

Abstract

Ikan sidat memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan global semakin meningkat. Salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah Anguilla marmorata. Sungai-sungai di Sulawesi Tengah umumnya terdapat populasi ikan sidat, selama ini penelitian cenderung terfokus pada Sungai dan Danau Poso dan ketersediaan data sangat kurang di sungai/danau lainnya, termasuk Sungai Palu. Salah satu jenis ikan sidat ukuran glass eel yang melakukan ruaya anadromous di Sungai Palu adalah Anguilla marmorata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisa struktur ukuran glass eel ikan sidat (Anguilla marmorata) yang beruaya anadromous di Sungai Palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2009 di muara Sungai Palu dan Laboratorium Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu. Sampling glass eel dengan cara penangkapan menggunakan alat tangkap berupa seser (hand scoop net) ukuran mata jaring 1 mm. Setiap kali dilakukan penangkapan/pengumpulan sampel dilakukan pengukuran salinitas dan suhu air sungai. Salah satu cara yang umum digunakan dalam mengidentifikasi spesies glass eel adalah identifikasi berdasarkan karakter kunci Anal Dorsal Vertebrata (ADV) atau anodorsal vertebrae. Setelah glass eel diidentifikasi selanjutnya dilakukan pengukuran panjang dan berat. Setiap jenis yang teridentifikasi dimasukkan ke dalam akuarium yang terpisah.  Khusus jenis Anguilla marmorata dihitung jumlahnya dan dikelompokkan berdasarkan struktur ukuran panjang maupun  berat. Untuk mengetahui frekuensi rata-rata ukuran panjang total dan berat tubuh masing-masing populasi spesies tiap bulan dalam sampel hasil tangkapan glass eel, dianalisis menggunakan teknik histogram frekuensi, perhitungan rata-rata dan standar deviasi (Standard Deviation). Kisaran panjang total glass eel ikan sidat Anguilla marmorata yang tertangkap selama bulan Januari sampai April berkisar antara 4,1 sampai 5,0 cm dengan modus distribusi frekuensi berada pada kelas 4,5 sampai 4,8 cm. Secara keseluruhan frekuensi panjang total terbanyak 180 ekor (4,8 cm).  Rata-rata panjang total Anguilla marmorata yang ditemukan adalah 4,838 ± 0,023.  Kisaran berat tubuh Anguilla marmorata yang tertangkap selama bulan Januari sampai April adalah 0,04 sampai 0,15 gram dengan modus distribusi frekuensi berada  pada kelas ukuran 0,05 sampai 0,10 gram.  Secara umum frekuensi berat tubuh terbanyak terdapat pada kelas ukuran 0,10 gram sebanyak 130 ekor.
KAJIAN POTENSI BUDIDAYA ALGA MERAH (Gelidiella acerosa) DI TELUK PALU Serdiati, Novalina; Ndobe, Samliok
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.215 KB)

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk global dan kemajuan teknologi, kebutuhan produk perikanan budidaya semakin meningkat, termasuk khususnya produksi global alga merah (Rhodophyta). Selain rumput laut yang telah umum dikembangkan seperti dari Genus Gracilaria, Euchema atau Kappaphyccus, masih banyak jenis yang memiliki nilai ekonomis sebagai bahan baku industri pangan dan pakan, farmasi, energi, cat, tekstil, kertas dan lainnya, namun belum dimanfaatkan sebagai komoditas ekonomi penting di Indonesia. Salah satu spesies alga merah dengan penyebaran asli di Indonesia yang dapat menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomis tinggi adalah Gelidiella acerosa. Tujuan penelitian adalah untuk menyediakan data dan informasi mengenai potensi pengembangan budidaya alga merah Gelidiella acerosa di Sulawesi Tengah dengan fokus utama di Teluk Palu. Penelitian terdiri dari desk study dan uji-coba pemeliharaan Gelidiella acerosa yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai Oktober 2010 di perairan Teluk Palu khususnya di perairan Kelurahan Watusampu, Kota Palu. Bibit G. acerosa dipelihara dalam wadah tertutup yang terbuat dari waring. Wadah tersebut dipasang pada 3 stasiun kedalaman yaitu: Stasiun I dekat permukaan (kedalaman sekitar 0,3 meter); Stasiun II (kedalaman 1 meter) dimana suhu cenderung lebih stabil; dan Stasiun III (kedalaman 2 meter) untuk menilai pengaruh penetrasi sinar matahari. Parameter utama yang diamati adalah sintasan, pertumbuhan dan kondisi bibit G. acerosa, serta parameter lingkungan terutama kualitas air. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Kondisi dinilai berdasarkan skala kondisi (Neish, 2005). Parameter utama yang diamati adalah: (i) Grazing: pemangsaan oleh herbivora; (ii) Bleaching = pemutihan; (iii) W.E.E.D = weed/gulma, epiphytes/tumbuhan penempel, epizoa/hewan penempel dan disease/penyakit. Empat kondisi pada skala tersebut adalah: kondisi hijau = baik; kondisi kuning = kurang baik; kondisi oranye = menghawatirkan; dan kondisi merah = sebagian besar mati atau akan mati dalam waktu dekat. Kondisi Green/Hijau harus bebas pemutihan dan pemangsaan yang berarti, penyakit, serta komponen WEED lainnya tidak ada atau hanya sedikit. Hasil yang diperoleh adalah bahwa Gelidiella acerosa, merupakan suatu alga merah bernilai ekonomi tinggi, dapat bertahan hidup dengan sintasan 100%. Laju pertumbuhan bibit pada kedalaman 0 sampai 30 cm sekitar 15,4% dan pada kedalaman 1 sampai 2 meter sekitar 12,5%. Hasil pengamatan tersebut sesuai hasil desk study bahwa pertumbuhan G. acerosa yang hendak dikembangkan dengan metode pembiakan vegetatif (stek) kurang baik. Dinilai dari aspek ekologi peluang pengembangan sebagai komoditas budidaya cukup baik namun diperlukan program riset untuk mengembangkan metode budidaya berdasarkan produksi tetraspora atau karpospora
Co-Authors . Muslihudin . Soemarno A. Masyahoro A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Waris Abdillah Abdillah Abdul Gani Abdul Gani Abdul Gani Abdul Masyahoro Abdul Waris Abdul Waris Abigail Mary Moore Abigail Mary Moore Abigail Mary Moore Abigail Mary Moore Abigail Moore Abigail Moore Achmad Rizal Achmad Rizal Adriansyah Adriansyah Adriany, Devita Tetra Afiat Gamgulu Alapi, Rahmat Ali Husni ali, wildayanti Alimudin Laapo Ana, Qur Andi Iqbal Burhanuddin Aprianto, Yudistira Asriaty Mantung Aswad Eka Putera Bakri, Achmad Afif Betutu Senggagau, Betutu Bungalim, Monicha Indrasari Daduk Setyohadi Danty, Astri Rahma Deddy Wahyudi Deddy Wahyudi Deddy Wahyudi Deddy Wahyudi Desiana T Tobigo Desiana Trisnawati Tobigo Deva Elvina Sari Dewanto, Didit Kustantio Dg. Masese, Risa Apriana A. Didit Kustantio Dewanto Eka Rosyida Ekaputra, aswad EKO CAHYONO Endang Y. Herawati Endang Yuli Herawati Erwin Wuniarto, Erwin Fadly Y Tantu Fahrezi, Rifki Finarti Finarti Gatot Siswo Hutomo Halik, Moh. Nur Hartina Hartina Hartina Hartina, Hartina Hein, Moh. Fahrit W Heriyanti Rukka Herjayanto, Muh. Herjayanto, Muhammad Irawati Mei Widiastuti Jamaluddin Jompa James Yosep Walalangi Karimullah Karimullah Kasim Mansyur, Kasim Khartiono, Lady Diana Kris Handoko KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kusmadi Lahati, Sonny Madinawati Maemunah Maemunah Mangitung, Fifi Mangitung, Septina F. Mangitung, Septina Fifi Merpati, Ellen Oktanike Moh. Fahrit W Hein Moh. Yasir Mohammad Zamrud Mohammad Zamrud Monoarfa, Viny Desiyanti Moore, Abigail Mary Muamar Muamar Mubin Muh. Saleh Nurdin Muhammad Fadli Muhammad Herjayanto Muhammad Safir Muhammad Zamrud, Muhammad Musayyadah Tis’in Musdalifa Musdalifa Nanang Rahmayanti Nasmia Nasution, Ali Napiah Novalina Serdiati Novian Suhendra Nur Hasanah Nur Hasanah Nurhikmah Nurhikmah Nurjirana, Nurjirana Pawaro, Moh. Fadlan Daeng Puput Melaty Putra, Masteria Yunovilsa Putut Har Riyadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat Padyawan, Andhy Rahmat, Abi Rasul Rasul, Rasul Riyadi, Moh. Roni Hermawan Roni Hermawan, Roni Rostiati Dg Rahmatu Rusaini, Rusaini Rusdi Rusdi Rusdin Sababuli, Jeklin M Sababuli, Jeklin M. Sabrina Sabrina Salanggon, Alismi M Salman, Abrar Mujahidin Sari, Devi Elvina Soemarno _, Soemarno Sonny Lahati Suriani Suriani Suriani Suriani Suryatama, Yahya Rizkiandra Syukri Syukri Syukri Tofik, Tofik TRI JOKO SANTOSO Triyani Dewi Walalangi, James Yosep wandi Wendy Alexander Tanod wisto, Wisto Yahya Rizkiandra Suryatama Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yulina Irawati Zakirah Raihani Ya’la Zamrud, Mohammad Zidan, Muh.