Claim Missing Document
Check
Articles

Kinetika Perubahan Mutu Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Andi Eko Wiyono; Intania Cahaya Rani; Miftahul Choiron; Andrew Setiawan; Ardyan Dwi Massahid
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2023): VOLUME 13 NO 1 MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v13i1.17512

Abstract

Intisari— Daun pepaya mengandung pigmen klorofil yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Oleh karenanya, kandungan klorofil dari daun pepaya dapat dimanfaatkan menjadi bahan aktif sebuah produk yang bermutu tinggi seperti produk sabun padat transparan. Selain itu, sabun juga dapat mengalami kerusakan pada warna dan perubahan pada mutu. Perubahan mutu sabun karena kondisi penyimpanan diidentifikasi dengan menggunakan model kinetika. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa perubahan warna sedian sabun transparan daun pepaya selama penyimpanan dan mengembangkan model kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan daun pepaya. Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain, pH meter, thermometer, rotary vacum evaporator, oven, neraca digital, neraca analitik, spektrofotometer UV, colour reader, stopwatch. Bahan baku yang digunakan adalah daun papaya, dan bahan penunjang yang digunakan adalah VCO, etanol 96%, aquadest, gliserin, asam sitrat, asam stearate, NaCl, NaOH, gula pasir, dan Coco-DEA. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisa perubahan warna sedian sabun transparan daun pepaya selama penyimpanan dan mengembangkan model kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan daun pepaya. Jenispenelitian yang dilakukan pada kinetika perubahan mutu sediaan sabun transparan dari ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) merupakan penelitian experimental laboratories. Penelitian ini menggunakan beberapa parameter pengujian diantaranya ialah parameter kekerasan sabun, dimensi, homogenitas, dan parameter perubahan warna, pH, kadar air, dan kadar klorofil dari daun pepaya di analisis berasarkan persamaan metode Arrhenius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua perlakuan mengalamiperubahan warna yang menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan ekstrak semakin rendah nilai kecerahan, semakin naik nilai a* dan semakin naik pula nilai *b. Variasi penambahan ekstrak klorofil daun papaya memiliki dampak terhadap pengujian kekerasan, dimensi lebar, dimensi tebal, dimensi berat, dan kadar klorofil. Model kinetika degradasi sabun padat transparan ekstrak klorofil daun papaya parameter warna (*C dan °hue) menggunakan orde nol pada seluruh perlakuan, parameter mutu seperti pH dan kadar air menggunakan orde satu pada seluruh perlakuan. Perlakuan A2 sabun transparan dengan penambahan ekstrak klorofil daun papaya sebanyak 1% dengan parameter *C memiliki nilai energi aktivasi terbesar sehigga kinetika degradasi lebih stabil dari perlakuan lainnya. Abstract— Papaya leaves contain chlorophyll pigment which can be used as a natural dye. Therefore, the chlorophyll content of papaya leaves can be used as an active ingredient in high-quality products such as transparent solid soap products. In addition, soap can also experience damage to color and changes in quality. Changes in soap quality due to storage conditions were identified using a kinetic model.The purpose of this study was to analyze the color changes of papaya leaf transparent soap during storage and to develop a kinetics model of changes in the quality of papaya leaf transparent soap preparations. The tools used in this study include meas, pH meters, thermometers, rotary vacuum evaporators, ovens, digital balances, analytical balances, soap molds, UV spectrophotometers, color readers, stopwatches. The raw materials used are papaya leaves, and the supporting materials used are VCO, 96% ethanol, aquadest, glycerin, citric acid, stearic acid, NaCl, NaOH, fragrance, granulated sugar, and Coco-DEA. The results showed that in all treatments there was a change in color which indicated that the more the extract was added, the lower the brightness value, the higher the a* value and the higher the *b value. Variations in the addition of papaya leaf chlorophyll extract affect the hardness test, width dimension, thickness dimension, weight dimension, and chlorophyll content. The degradation kinetics model of transparent solid soap chlorophyll extract of papaya leaf color parameters (*C and °hue) used zero order in all treatments, quality parameters such as pH and water content used first order in alltreatments. The A2 transparent soap treatment with the addition of 1% papaya leaf chlorophyll extract with parameter *C had the largest activation energy value so that the degradation kinetics were more stable than other treatments.
Production Optimization of Chlorophyll Herbs Spice Powder from Tapak Liman (Elephantopus scaber) Leaves with Response Surface Method Andrew Setiawan Rusdianto; Triana Oktaviani Nurhardiningsih; Andi Eko Wiyono
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 4, No 4 (2023): IJ-FANRes
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v4i4.224

Abstract

Jamu is a herbal drink obtained from the processing of plant parts which are non-toxic and do not have side effects. One way to extend the shelf life of herbal medicine is by changing the form of herbal medicine into powder. The method that can be used is foam mat drying which involves an emulsifying agent in the form of maltodextrin and a foam agent in the form of tween 80. Generally, herbal medicine is made from raw materials such as ginger. Ginger contains gingerols and shogaols as phenolic antioxidant components. Improving the quality, characteristics, attractiveness of herbal spice powders can be done by adding green coloring from chlorophyll. Chlorophyll is a photosynthetic pigment in plants that can absorb blue, red and purple light and reflects green in plants. Tapak liman leave (Elephantopus scaber) is one of the weeds that has a deep green color and can be used as medicine. The characteristics of herbal spice powders with chlorophyll are influenced by factors in each process, such as the mixing and drying processes. Optimizing the final result requires process engineering with one of the methods, namely the Response Surface Methodology. This study used the Behnken Box Design with 3 factors in the form of mixing time, drying time and power with a design that produced 15 treatments. Optimization response parameters used consist of response to chlorophyll content and response to water content. Optimum treatment conditions were obtained in the  treatment with 26 minutes of stirring time, 10 minutes of drying time at 400 Watt power. The chlorophyll response is 14.138 ppm and the water content response is 2.5%. Analysis of herbal powder containing chlorophyll supporting optimum treatment conditions can be carried out by measuring color, pH and TDS. The L* value owned by  is 73.7 which tends to be brightness. Meanwhile, the a* value is -2.5 and the b* value is 6.5. The degree of acidity or pH at  is 6.03 with a total dissolved solids value of 7.75 °Brix.
Pemanfaatan buah naga merah apkir sebagai pewarna alami dengan variasi color retention agent menggunakan teknik foam mat drying berbantu gelombang mikro Andi Eko Wiyono; Miftahul Choiron; Oryzatania Windaru Runteka; Asyafa'atul Ulya
Jurnal Litbang Industri Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v14i1.8475.69-76

Abstract

Buah naga merah kualitas apkir yang tidak termanfaatkan berpotensi menjadi sumber pewarna alami. Antosianin bersifat mudah rusak dalam bentuk ekstrak pekat dan dalam keadaan basa atau netral. Perlu dilakukan metode yang dapat memperkuat warna antosianin saat proses pengeringan menggunakan metode foam mat drying berbantu gelombang mikro dan penambahan color retention agent golongan asam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan color retention agent (CRA) terhadap karakteristik fisik dan kimiawi serta mengetahui perlakuan terbaik dari serbuk pewarna alami buah naga merah apkir yang ditambahkan color retention agent. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan variasi jenis CRA asam sitrat dan asam askorbat berkonsentrasi 0,3% dan 3%. Hasil uji karakteristik mutu fisik dan kimiawi menunjukkan bahwa penambahan variasi color retention agent berpengaruh signifikan terhadap nilai kadar air, pH, nilai warna L, a, C, dan H, dan total antosianin namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai kelarutan dan nilai warna b. Perlakuan A4 adalah perlakuan terbaik dengan kadar air 3,06%, kelarutan 99,23%, pH 3,78, dan total antosianin 3,59 mg/ml karena asam askorbat mampu melindungi antosianin saat proses pengeringan.
Analisis Kadar Air, Daya Kembang dan Uji Organoleptik Kerupuk Tape Singkong Kuning dengan Konsentrasi Tape yang Berbeda Andi Eko Wiyono; Indira Maharani Hidayat; Nur’aini Mardhi Utami; Yusriyyah Vika Rahmadhani; Tiara Dwi Kusuma Putri; Marsa Suci Nurmalasari; Vindha Dhila Wulandari; Shinta Pramudita; Khoirul Umam; Nuril Rohmawati; Viola Risti Agasi
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 1 No. 6 (2023): Desember: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v1i6.676

Abstract

Tape crackers are one of the innovations in developing cracker products made from tape. Crackers are a type of snack that experiences volume expansion to form a porous product and has a low density during the frying process. The aim of this research was to determine the water content, flowering power and organoleptic properties of crackers made from yellow cassava tape. This research was designed using a Completely Randomized Design (CRD) which was arranged with 1 factor, namely: A1 = Tapioca flour 80 grams + Wheat flour 20 grams + Tape 50 grams; A2 = Tapioca flour 80 grams + Wheat flour 20 grams + Tape 75 grams; A3 = Tapioca flour 80 grams + Wheat flour 20 grams + Tape 100 grams. The results of the organoleptic test were data analysis using ANOVA (analysis of variance) and Duncan's further test was carried out at α = 5%. The panelists' assessment or organoleptic test of the combination of tapioca flour, wheat flour and tape gave no real influence on the color and aroma and had a real influence on the taste and texture of the tape crackers.
Formulasi Sabun Transparan Berbahan Dasar Minyak Kelapa dengan Penambahan Ekstrak Buah Pepaya dan Scrub Kunyit Rusdianto, Andrew Setiawan; Shanya Widyan Firdaus; Andi Eko Wiyono
Jurnal Pro-Life Vol. 11 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/jpvol6Iss2pp102

Abstract

Soap is one of the cosmetic products used daily that continues to undergo development by adding organic and inorganic ingredients that contain supporting ingredients according to their function. The potential of papaya and turmeric fruit is combined to make transparent, solid soap with the addition of fruit extract and scrub. Papaya fruit contains vitamin C, which functions as an antioxidant and can be beneficial for reducing free radicals that can damage skin DNA. Turmeric also contains fiber, which functions as an abrasive to remove dead cells from the skin and does not cause irritation. This research aims to determine an effective formulation for making transparent soap based on coconut oil with the addition of papaya extract and turmeric scrub. This study used a completely randomized design consisting of two factors, six treatments, and three replications. The parameters used are organoleptic, water content, degree of acidity (pH), ethanol-insoluble ingredients, free fatty acids, vitamin C content, foam stability, and hardness. Based on research that has been carried out, the addition of papaya vitamin C extract and turmeric scrub affects water content, free fatty acids, vitamin C content, foam hardness and stability, as well as the organoleptic color, aroma, transparency, and overall acceptability of the soap preparation. The characteristics of the ethanol-insoluble material and the pH value were only influenced by papaya vitamin C extract. The best transparent soap treatment based on the de Garmo method effectiveness index test is the A3B1 treatment.
Analisis prospektif pengembangan agrotechnopreneurship berbasis potensi sektor pertanian di Kabupaten Jember [Prospective analysis of potential-based agrotechnopreneurship development in the agricultural sector in Jember Regency] Wibowo, Yuli; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko; Fajriyah, Ajeng Afriska Lailatul; Windiari, Eva Yulia
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 29, No 1 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i1.1-13

Abstract

The pandemic several years ago has impacted employment problems with the increase in the number of unemployed in Jember Regency. One effort can be made to develop agrotechnopreneurship as a community business.  This study aims to analyze the prospects for developing agrotechnopreneurship by utilizing the potential of the agricultural sector in Jember Regency.  The analysis focused on potential agrotechnopreneurship products developed in Jember Regency today: mocaf, chili sauce, coconut briquettes, shredded catfish, and cow's milk kefir.  This research uses a prospective analysis method structured based on states that may occur in the future.  The results showed several scenarios for developing potential agrotechnopreneurship in Jember Regency, generally including optimistic and pessimistic scenarios.  The development of agrotechnopreneurship in chili sauce, coconut briquettes, shredded catfish, and cow's milk kefir has an optimistic scenario, indicating a promising potential for future growth. This optimistic scenario can be realized if the key factors in the development of agrotechnopreneurship can be improved as expected. Meanwhile, the development of mocaf agrotechnopreneurship has a pessimistic scenario. Keywords: agrotechnopreneurship, Jember Regency, prospective analysis, the agricultural sector
Analisis Rantai Pasok Pengembangan Agroindustri MOCAF di Kabupaten Jember Wibowo, Yuli; Herlina, Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko; Aghata, Ola Riska Aprilia Intan
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v18i01.51920

Abstract

Jember Regency has great potential in the agricultural sector, with cassava being one of its key commodities. Cassava can be developed into MOCAF (Modified Cassava Flour), produced through a fermentation process that modifies cassava cells using lactic acid bacteria. The development of the MOCAF agroindustry in Jember Regency has promising prospects due to the abundant availability of raw materials and increasing market demand. However, supply chain management optimization is necessary to ensure the effectiveness and efficiency of MOCAF agroindustry development. This study aims to generate effective and efficient strategy recommendations for developing the MOCAF agroindustry. The study uses the Interpretative Structural Modeling (ISM) method to determine the most dominant supply chain actors and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the priority strategies for MOCAF agroindustry development. Based on the identification results, the MOCAF supply chain structure consists of four members: cassava farmers, collectors, MOCAF producers, and consumers. Farmers and cassava collectors act as suppliers of raw materials to producers, who then process them into MOCAF and sell them to consumers. The main actor in the supply chain is the consumer the party who determines the sustainability of the MOCAF agro-industry. Meanwhile, the most appropriate and prioritized supply chain development strategy is partnering with farmers to strengthen institutions within the supply chain. This strategy aims to improve the effectiveness and efficiency of relationships among supply chain actors, especially between the MOCAF agroindustry, farmers, and cassava collectors. This partnership is expected to ensure product quality, increase efficiency, stabilize, and even reduce the price of raw materials, which can increase the demand for MOCAF. Other strategies resulting from the AHP analysis are complementary to encourage the increase in MOCAF demand. Keywords: agroindustry, cassava, Jember Regency, MOCAF, supply chain
SOSIALISASI PRE-TREATMENT PADA KANDANG DAN KOTORAN TERNAK YANG RAMAH LINGKUNGAN DENGAN BIOAKTIVATOR DI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN UMBULSARI Dewi Ayu Savitri; Andi Eko Wiyono; Jani Januar; Siti Aisah; Nidya Shara Mahardika
Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpmunej.v1i1.32

Abstract

Desa Gunungsari merupakan salah satu desa yang hampir masyarakatnya memiliki hewan  ternak yang digunakan sebagai sumber penghasilan sampingan dan utama. Namun keberadaan  hewan ternak ini selain memiliki dampak positif, juga menimbulkan dampak negatif. Adapun  dampak negatif yang ditimbulkan ialah adanya penumpukan kotoran ternak. Hal ini menyebabkan  timbulnya aroma tidak sedap dan masalah kesehatan. Untuk menanggulangi hal ini dilakukan  pengabdian melalui pendampingan pemanfaatan kotoran ternak dengan menggunakan EM4. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sehingga masyarakat mitra dapat  mengetahui cara untuk memanfaatkan kotoran ternak yang menumpuk secara mandiri. Pada pengabdian ini dilakukan dengan melakukan demonstrasi langsung pembuatan pupuk menggunakan  EM4 dan kotoran ternak. Selain itu dilakukan pula sesi sharing dengan perwakilan mitra sasaran. Dengan adanya hal ini menyebabkan penambahan pengetahuan sehingga masyarakat mitra yang  lain dapat menerapkannya. 
PENGEMBANGAN USAHA BAGIAK (JAJANAN KHAS ETNIS OSING) MELALUI PRODUKSI BAGIAK KAYA SERAT DAN APLIKASI BUSSINES MODEL CANVAS (BMC) Herlina Herlina; Elok Sri Utami; Riska Rian Fauziah; Triana Lindriati; Pradiptya Ayu Harsita; Andi Eko Wiyono; Ketut Indraningrat
Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpmunej.v1i2.211

Abstract

Kue bagiak merupakan kue tradisional khas Banyuwangi yang umumnya berbahan baku pati garut dan gula sehingga tidak mempunyai nilai fungsional kesehatan. Upaya untuk meningkatkan nilai fungsional kue bagiak perlu ditambahkan bahan lain seperti mocaf dan kelapa parut kering yang memiliki kandungan serat tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan cara pembuatan kue bagiak kaya serat dan meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan, khususnya UD. Waining Jaya sebagai mitra kegiatan melalui penjualan bagiak kaya serat. Metode kegiatan yang digunakan adalah melalui metode tepat guna yang mudah diadopsi oleh masyarakat, yaitu demo pembuatan bagiak kaya serat, pelatihan penggunaan alat pencetak bagiak, dan aplikasi penggunaan BMC (Bussines Model Canvas) untuk mempermudah pengelolan usaha bagiak kaya serat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: 1) masyarakat desa Gintangan kecamatan Blimbingsari, khususnya UD. Waining Jaya sangat antusias menerima rekomendasi produk yang dikembangkan pelaksana kegiatan; 2) metode dan komposisi pembuatan bagiak kaya serat, yaitu proporsi mocaf 50g dan kelapa parut kering 25g dengan karakteristik nilai kecerahan warna (lightness) 71,31, baking loss 15,37%, kadar air 2,73%, kadar lemak 13,87%, total serat 10,63% dan dengan uji organoleptik untuk kesukaan warna 4,73, aroma 4,70, rasa 4,60, keremahan 4,83, serta kekerasan 4,87; 3) pembuatan alat pencetak bagiak semi otomatis; dan 4) penyusunan BMC(Business Model Canvas) usaha kue bagiak.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN ROTI AMIRAH BAKERY DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Hapsari, Shinta Syafrina Endah; Amilia, Winda; Wiyono, Andi Eko; Zuhriyah, Anis K
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v3i2.4247

Abstract

Semakin pesatnya persaingan usaha pada perusahaan roti menjadikan perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan mutu/kualitas produknya. Amirah Bakery merupakan salah satu industri roti yang hingga kini masih berdiri di Kabupaten Tulungagung dan konsisten melakukan pengembangan terhadap bisnisnya dengan mengedepankan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utamanya. Penelitian ini  diharapkan dapat menjawab tingkat kepuasan konsumen roti Amirah Bakery; prioritas atribut produk dan layanan Amirah Bakery; dan rekomendasi perbaikan yang dapat implementasikan di Amirah Bakery untuk menunjang keberlanjutan bisnisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CSI (Customer Satisfaction Index), dan Importance Performance Analysis (IPA). Alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan sangat puas dengan kualitas roti Amirah Bakery dengan nilai CSI sebesar 81,73%, dan perbaikan yang harus diutamakan berdasarkan Importance Performance Analysis adalah atribut 9, 10 dan 20, yaitu kemasan roti, warna roti dan performa pelayanan karyawan toko. Adapun rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan antara lain: mendesain ulang kemasan, mengembangkan inovasi produk, dan perlu adanya himbauan kepada karyawan untuk memahami perilaku yang ideal dalam bekerja.  
Co-Authors -, Giyarto Aghata, Ola Riska Aprilia Intan Agus Susanta Ajeng Afriska Lailatul Fajriyah Andrew Setiawan Andrew Setiawan Anisa Aprilia Anisa Aprilia Ardyan Dwi Massahid Aristanti, Fransiska Candra Asyafa'atul Ulya Atika Yulianti Bertung Suryadarma Bertung Suryadharma, Bertung Cahyan Ferdie Fernanda Desiyanti rukmasari Dewanti Eka Diah Permatasari Dewi Ayu Savitri Dhifa Ferzia Dian Purbasari Dian Purbasari Diana Ermawati Dini Kusuma Ningrum Dyah Ayu Savitri EKA RURIANI Eka Ruriani Ekky Audina Rusita Eko Priyantono Elok Sri Utami Elok Sri Utami Eva Yulia Windiari Fajriyah, Ajeng Afriska Lailatul Felly Halsa Fiana Fillyvio Nizhomia Fitri Rahma Sari Hana, Dania Mazidatul Hendy Firmanto Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Hifdzil Adila Ida Bagus Suryaningrat Iftitah Ariyanti Safitri Indira Maharani Hidayat Intan Hardiatama Intania Cahaya Rani Jani Januar Ketut Indraningrat Khoirul Umam Larasati, Misty Ayu Leemans, Joshep Yoshio Mahardika, Nidya Shara Maria Belgis Marsa Suci Nurmalasari Masahid, Ardiyan Dwi Mawaddah, Faireza Mega Desy Safitri Meiji Wanarni Putri Miftahul Choiron Miftahul Choiron MUHAMMAD IRFAN HILMI Muhammad Luthfi Nashiruddin Nadya Shara Mahardhika Nashiruddin, Muhammad Luthfi Nidya Shara Mahardika Nidya Shara Mahardika Nina Tauvika Nita Kuswardhani Noer Indah Maulida Putri Noer Novijanto Nuril Rohmawati Nur’aini Mardhi Utami Ola Riska Aprilia Intan Aghata Oryzatania Windaru Runteka Oryzatania Windaru Runteka Oryzatania Windaru Runteka Pamungkas, Ari Candra Juni Pradiptya Ayu Harsita Prajamukti, Randhiagus Pramesti, Vinka Oktavia Prameswari, Dinda Putri Prihani, Suwita Tri Putra, Sigit Arya Putri, Chantika Rahayu, Supratiana Retha Talia Shasabilah Retha Talia Shasabilah Retha Talia Shasabillah Rifqoh Anggarani Mulyana Rifqoh Anggarani Mulyana Riska Rian Fauziah Riski Mulya Setyawati Rosi Pratiwi Rusdianto, Andrew Setiawan Saputri, Luluk Sari, Vina Juanita Savitri, Dewi Ayu Septy Handayani Setyawati, Putu Dewi Ratih Shanya Widyan Firdaus Shinta Pramudita Shinta Syafrina Endah Hapsari Sigit Arya Putra Sih Yuwanti Siswoyo Soekarno Siti Aisah Sri Wahyuni Suwasono, Sony Tiara Dwi Kusuma Putri Tiwakana, Yolanda Maulani Tri Riwayati Sudarmono Triana Lindriati Triana Oktaviani Nurhardiningsih Ucik Nurul Hidayati Ucik Nurul Hidayati Ulya, Asyafa’atul Vindha Dhila Wulandari Vinka Oktavia Pramesti Viola Risti Agasi Winda Amilia Winda Amilia Winda Amilia Windiari, Eva Yulia Yolanda Maulani Tiwakana Yuli Wibowo Yusriyyah Vika Rahmadhani Zuhriyah, Anis K