Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Blansing Berbantu Gelombang Mikro Pada Buah Tomat Segar (Solanum lycopersicum L.) Sigit Arya Putra; Andi Eko Wiyono; Miftahul Choiron; Muhammad Luthfi Nashiruddin
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menentukan kondisi optimum microwave blanching yang dapat menghasilkan tomat dengan kualitas terbaik. Percobaan menggunakan RSM dengan BBD yang terdiri atas 17 perlakuan; setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Variabel independen yang digunakan berupa daya (watt) (X1), waktu (detik) (X2), dan air blansing (ml) (X3). Data hasil percobaan dilakukan analisis ANOVA, kemudian dilakukan proses optimasi dan diverifikasi. Hasil perlakuan optimum didapatkan dengan kombinasi daya 200 watt, waktu 120 detik dan air blansing 450 ml. Nilai optimum setelah proses validasi respon rendemen 100,01%, nilai respon TPT 3,6obrix, respon vitamin C 154 mg/100 g, dan nilai respon total karoten tomat 3,3 mg/100 g. Keseluruhan hasil tersebut berada pada kisaran 95% CI low 95% CI high.
MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN AGROTECHNOPRENEURSHIP ABON LELE DI KABUPATEN JEMBER Wibowo, Yuli; Prihani, Suwita Tri; Herlina; Soekarno, Siswoyo; Wiyono, Andi Eko
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.173-186

Abstract

Salah satu agrotechnopreneurship berbasis perikanan yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Jember adalah industri abon ikan lele. Pengembangan agrotechnopreneurship menghadapi beberapa risiko akibat adanya ketidakpastian pada kegiatan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola risiko dalam pengembangan agrotechnopreneurship abon lele, dengan tujuan memberikan panduan praktis bagi para pemangku kepentingan agrotechnopreneurship di Kabupaten Jember dalam mendirikan dan mengembangkan usahanya. Metode manajemen risiko yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menilai tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko, diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk menganalisis akar penyebab risiko, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 potensi risiko yang di antaranya terkait dengan pengembangan agrotechnopreneurship abon lele di Kabupaten Jember. Berdasarkan analisis kekritisan, teridentifikasi empat risiko utama dalam proses pengembangan agrotechnopreneurship abon lele, antara lain rendahnya kemampuan permodalan untuk pengembangan produk, proses produksi tidak kontinu, kegiatan promosi yang kurang intensif, dan kurangnya inovasi produk. Faktor manusia, metode, sarana, dan lingkungan diperhitungkan dalam mengevaluasi akar penyebab risiko. Hasil dari mitigasi risiko menunjukkan beberapa strategi prioritas yang dapat diterapkan yaitu perlunya peran pemerintah dalam memfasilitasi (akses dan kebijakan) peminjaman modal, menerapkan manajemen rantai pasok untuk mengelola distribusi bahan baku dan produk, berpartisipasi dalam acara atau pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah, serta mengembangkan variasi rasa dan kemasan produk abon lele.
APLIKASI MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) PADA EKSTRAKSI PHILODENDRON RED SEBAGAI SUMBER PEWARNA ALAMI Wiyono, Andi Eko; Amilia, Winda; Rahayu, Supratiana
Jurnal Agroindustri Vol. 15 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.15.2.225-239

Abstract

Philodendron Red adalah tanaman hias dengan daun berwarna merah kecoklatan sehingga berpotensi sebagai sumber pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap karakteristik ekstrak Philodendron red  dengan perbedaan waktu (menit) dan daya (watt) serta mengetahui perlakuan terbaik metode Microwave Assisted Extraction (MAE) pada perbedaan waktu (menit) dan daya (watt) untuk menghasilkan pewarna alami. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu waktu (3 menit, 5 menit, dan 7 menit) dan daya (225 watt dan 315 watt). Analisis data menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan interaksi lama waktu (menit) dan daya (watt) berpengaruh nyata terhadap rendemen, pH, total antosianin, total klorofil, nilai warna (a,b,chroma, dan hue) tetapi tidak berpengaruh nyata pada nilai lightness dan total karotenoid. Perlakuan A3B2 (7 menit; 315 watt)  sebagai perlakuan terbaik dengan karakteristik rendemen sebesar 73,98%, nilai L* sebesar 68,24, nilai a* 5,29, nilai b* sebesar 5,31, nilai chroma sebesar 7,74, total antosianin sebesar 33,90 mg/L, dan total klorofil sebesar 2,04 mg/L. Ekstrak Philodendron red berpotensi menjadi pewarna alami terutama warna merah, tetapi kandungan pigmen cukup rendah dibandingkan pewarna lainnya.
Kinetika Perubahan Mutu Puree Tomat (Lycopersicum Esculantum) Pada Berbagai Jenis Kemasan: Kinetics of Quality Change of Tomato Puree (Lycopersicum esculentum) In Various Types of Packaging Fitri Rahma Sari; Andi Eko Wiyono; Herlina
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i3.4952

Abstract

Buah tomat merupakan salah satu komoditi pertanian yang mudah rusak. Salah satu bentuk olahan tomat yang sering digunakan dalam industri pangan adalah puree. Dibutuhkan kemasan yang tepat agar mutu serta kualitas puree terjaga. Jenis kemasan yang biasa digunakan seperti jar, vakum polipropilen, dan silver aluminium foil pouch. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan mutu pada puree tomat dan menganalisa model kinetika perubahan mutu puree tomat dengan berbagai jenis kemasan selama penyimpanan menggunakan model Arrhenius. Perhitungan model Arrhenius menggunakan tiga suhu penyimpanan yaitu pada suhu 35°C, 45°C, dan 55°C selama delapan hari. Parameter yang diamati yaitu pH, warna (L* dan a*), TPT serta kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu puree tomat menurun di setiap kemasan baik jar, PP vakum maupun SAF. Model kinetika degradasi mutu puree tomat dengan variasi kemasan pada parameter pH dan TPT menggunakan orde nol sedangkan parameter warna (L* dan a*) dan kadar air menggunakan orde satu. Perlakuan kemasan PP vakum pada puree tomat memiliki energi aktivasi terkecil pada parameter pH, L*, a*, TPT, kadar air secara berturut-turut yaitu 18603,5 Kkal/mol; 10269,41 Kkal/mol; 18603,46 Kkal/mol; 7050,697 Kkal/mol; 1012,066 Kkal/mol sehingga menjadikan kemasan PP vakum mengalami reaksi degradasi yang lebih cepat. Perlakuan kemasan silver aluminium foil pouch pada puree tomat memiliki energi aktivasi terbesar di parameter pH, L*, a*, TPT, kadar air dengan nilai 24799,18 Kkal/mol; 24799,18 Kkal/mol; 7446,706 Kkal/mol; 12172,39 Kkal/mol. Kata Kunci : Degradasi, Kemasan, Model Kinetika, Puree Tomat
Karakteristik Fisikokimia, Organoleptik dan Harga Pokok Produksi (HPP) Permen Jelly Labu Kuning: Characteristics Of Physicochemical, Organoleptik And Production Cost (COGS) Of Yellow Pumkin Jelly Candy Tri Riwayati Sudarmono; Nadya Shara Mahardhika; Andi Eko Wiyono
Journal of Food Industrial Technology Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v1i3.4954

Abstract

Permen jelly merupakan permen yang disukai karena memiliki sifat yang khas. Permen jelly yang diproduksi dari buah-buahan ataupun sayuran memiliki kelebihan tersendiri akan nilai nutrisi dibandingkan dengan produk permen jelly yang ada di pasaran yang hanya berasal dari penambahan essence dari bahan kimia dan dapat dijadikan sebagai bahan pewarna alami. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan jelly adalah gelatin yang berfungsi sebagai bahan pengental, gula sebagai pemanis dan asam organik sebagai bahan pengawet dan memberi rasa asam pada produk. Pewarna alami yang digunakan pada permen jelly ini yaitu dengan penambahan labu kuning yang akan memberikan warna kuning pada permen jelly selain itu juga mendapat penambahan sari jahe sebagai pemberi rasa pedas terhadap permen jelly. Parameter yang diamati yaitu karakteristik fisik (warna dan rendemen), karakteristik kimia (pH dan kadar betakaroten), uji organoleptik dan perhitungan Harga Pokok Produksi). Dilakukan perlakuan terbaik menggunakan uji efektivitas De Garmo yaitu perlakuan A2 dengan konsentrasi penambahan sari jahe sebesar 10% yang memiliki warna (L*) 76,46 ; rendemen 62,13 gram ; pH 7,63 ; betakaroten 33,51 mg/g dan nilai Harga Pokok Produksi (HPP) sebesar Rp.26.000. Kata Kunci : Labu Kuning, Jahe, dan Permen Jelly
Karakteristik Ekstrak Pewarna Alami Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Variasi Rasio Pelarut dan Asam Aprilia, Anisa; Wiyono, Andi Eko; Rusdianto, Andrew Setiawan
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 17, No 1 (2025): Vol. (17) No. 1, April 2025
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v17i1.34107

Abstract

Dyes are materials that people use for certain purposes. However, the high use of synthetic dyes in non-food products causes environmental pollution and is toxic. Therefore it is necessary to provide another alternative in the form of natural dyes from plants, namely red dragon fruit. This fruit contains anthocyanin as a red dye. Natural dyes are obtained through an extraction process with the same solvent as their properties, such as ethanol. The choice of ethanol to be used as a solvent is usually added with acid to stabilize and optimize the extracted pigments, one of which is citric acid. This combination is useful for dissolving substances that dissolve in polar solvents such as anthocyanins. The aim of the study was to determine the effect of varying solvent and acid ratios on the physical and chemical characteristics of red dragon fruit-based natural dye extracts and to determine the best variation of solvent and acid ratios in red dragon fruit-based natural dye extracts. Data analysis used a single factor Completely Randomized Design (RAL), namely variations in the ratio of solvent and acid. The results of this study stated that variations in the ratio of solvent and acid had a significant effect on the overall characteristics of the red dragon fruit natural dye extract. Selection of the best treatment using the effectiveness index method was obtained in treatment D with a pH of 2.3; yield 24%; total dissolved solids 50.08 oBrix; color value a 27.44 and anthocyanin content 70.18 mg/100 mL.
Kinetics of chlorophyll pigment degradation of pakcoy (Brassica rappa L.) juice during thermal process Wiyono, Andi Eko; Rusdianto, Andrew Setiawan; Ulya, Asyafa’atul; Setyawati, Putu Dewi Ratih
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 4 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.04.4

Abstract

Pakcoy (Brassica rappa L.) is a horticultural commodity with great potential that requires further processing to preserve quality and extend their shelf life. One of the commonly used advanced processing techniques is the pasteurization method, which uses a thermal process. The thermal process is known to cause quality degradation in pakcoy juice, especially its chlorophyll content. This study is to determine chlorophyll pigment degradation kinetics in pakcoyjuice during the thermal process. The kinetics of chlorophyll degradation followed first-order reactions, with an activation energy of 38.24 kJ/mol. The ? value ranged from 114.943 to 384.615 minutes, the ? value was 60.61°C, and the reaction rate constant (?) increased with increasing temperature. The results of this study emphasized the importance of controlling the temperature and duration of the thermal process to maintain the quality of chlorophyll pigments in pakcoy juice.
Optimasi Formula Pewarna Alami Berbasis Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Afkir Hasil Foam-Mat Drying Dengan Metode Simplex Lattice Design (SLD) Wiyono, Andi Eko; Amilia, Winda; Herlina, Herlina; Setiawan, Andrew; Aghata, Ola Riska Aprilia Intan; Savitri, Dewi Ayu
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 12 No 2 (2024): Juni
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2024.v12.i02.p08

Abstract

Inferior red dragon fruit has the potential as a source of natural dye. This research aimed to examined the quality of natural dye powder as a referenced for optimization. To optimized the formula for natural dye powder based on rejected dragon fruit, and to examined the physical and chemical quality of natural dye powder at the optimum formula. The varied ingredients in this research were ascorbic acid and tween 80. The upper and lower limits of use of both ingredients were 3% and 1% for ascorbic acid, as well as 1% and 0.5% for tween 80. The method used laboratory experimental method and quantitative analysis data. The experimental design used in this research was an experiment with the application of the simplex lattice design (SLD) method, so that several formulas were obtained based on the variation of two factors. Results of the observation data were inputted into the Design-Expert version 13 application so that a regression equation is obtained to determine the optimum formula. All data were presented in tables and graphs and analyzed descriptively. The results showed that F5 (ascorbic acid 3%: tween 80 0.5%) was the optimum formula because it had the highest desirability of 0.998 with a water content of 2.15%; total dissolved solids 9.66%; pH 3.766; L 53.71, a 14.20; b 7.39; dissolved time 61.33 seconds; Chroma 16,00; Hue 27.33ᵒ (red), and anthocyanin content 3,37 mg/mL. On exposure to the sun, outdoor and indoor experienced the highest degradation, namely 30.48% and 0.93%, respectively.
Formulasi Putih Telur dan Kunyit Pada Pembuatan Susu Bubuk Kunyit Menggunakan Mixture Design: Formulation Of Egg White And Turmeric In Making Turmeric Powdered Milk Using Mixture Design Prayitno, Teguh; Wiyono, Andi Eko; Purnomo, Bambang Herry
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i3.5922

Abstract

Serbuk susu kunyit merupakan pangan fungsional yang menggabungkan nutrisi susu dan senyawa bioaktif kunyit. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formulasi putih telur dan kunyit pada pembuatan serbuk susu kunyit menggunakan metode foam mat drying dengan Simplex Lattice Design. Formula optimum diperoleh pada putih telur 22,52% dan kunyit 3,66% dengan desirability 0,756. Hasilnya menunjukkan aktivitas antioksidan 67,40%, lemak 28,90%, protein 13,90%, rendemen 29,66%, kadar air 2,6%, total padatan terlarut 27°Brix, dan kecepatan larut 0,017 g/detik. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi putih telur dan kunyit mampu meningkatkan aktivitas antioksidan, mutu fisik, dan rendemen produk.
Optimasi formula serbuk kopi hijau dengan mixture design Andi Eko Wiyono; Yuli Wibowo; Vinka Oktavia Pramesti
AGROINTEK Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v20i1.25355

Abstract

Green coffee is coffee that does not go through a roasting process and has the main bioactive component as an antioxidant. Green coffee's liquid extract is generally used as a raw material or additional ingredient in food and non-food products. However, extracts in liquid form are easily damaged. Another effort that can be made to protect the antioxidant content of green coffee extract is to process it into green coffee powder using a foam mat drying technique. This research aims to obtain the optimum formula and determine the physical, chemical, and organoleptic characteristics of green coffee powder with variations of maltodextrin and tween 80 using the simplex lattice design method. The research design uses laboratory experimental methods with quantitative data analysis. Optimization parameters include water content tests, total dissolved solids, pH, dissolution rate, yield, and color. Supporting parameters include antioxidant activity tests, organoleptic, and ⁰hue value. The research results showed that the optimum formula for green coffee powder at a maltodextrin concentration of 0.97⁰ and tween 80 0.03% had a percentage resistance value to DPPH between 44.25-75.68% with an IC50 value of 65.15 ppm in the strong category; organoleptic parameters bright color, strong aroma, and neutral taste; The ⁰Hue value obtained is 90, including the color yellow (Y).
Co-Authors -, Giyarto Aghata, Ola Riska Aprilia Intan Agus Susanta Ajeng Afriska Lailatul Fajriyah Andrew Setiawan Andrew Setiawan Anisa Aprilia Anisa Aprilia Ardyan Dwi Massahid Aristanti, Fransiska Candra Asyafa'atul Ulya Atika Yulianti Bertung Suryadarma Bertung Suryadharma, Bertung Cahyan Ferdie Fernanda Desiyanti rukmasari Dewanti Eka Diah Permatasari Dewi Ayu Savitri Dhifa Ferzia Dian Purbasari Dian Purbasari Diana Ermawati Dini Kusuma Ningrum Dyah Ayu Savitri EKA RURIANI Eka Ruriani Ekky Audina Rusita Eko Priyantono Elok Sri Utami Elok Sri Utami Eva Yulia Windiari Fajriyah, Ajeng Afriska Lailatul Felly Halsa Fiana Fillyvio Nizhomia Fitri Rahma Sari Hana, Dania Mazidatul Hendy Firmanto Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herry Purnomo Hifdzil Adila Ida Bagus Suryaningrat Iftitah Ariyanti Safitri Indira Maharani Hidayat Intan Hardiatama Intania Cahaya Rani Jani Januar Ketut Indraningrat Khoirul Umam Larasati, Misty Ayu Leemans, Joshep Yoshio Mahardika, Nidya Shara Maria Belgis Marsa Suci Nurmalasari Masahid, Ardiyan Dwi Mawaddah, Faireza Mega Desy Safitri Meiji Wanarni Putri Miftahul Choiron Miftahul Choiron MUHAMMAD IRFAN HILMI Muhammad Luthfi Nashiruddin Nadya Shara Mahardhika Nashiruddin, Muhammad Luthfi Nidya Shara Mahardika Nidya Shara Mahardika Nita Kuswardhani Noer Indah Maulida Putri Noer Novijanto Nuril Rohmawati Nur’aini Mardhi Utami Ola Riska Aprilia Intan Aghata Oryzatania Windaru Runteka Oryzatania Windaru Runteka Oryzatania Windaru Runteka Pamungkas, Ari Candra Juni Pradiptya Ayu Harsita Prajamukti, Randhiagus Prameswari, Dinda Putri Prihani, Suwita Tri Putra, Sigit Arya Putri, Chantika Rahayu, Supratiana Retha Talia Shasabilah Retha Talia Shasabilah Retha Talia Shasabillah Rifqoh Anggarani Mulyana Rifqoh Anggarani Mulyana Riska Rian Fauziah Riski Mulya Setyawati Rosi Pratiwi Rusdianto, Andrew Setiawan Saputri, Luluk Sari, Vina Juanita Savitri, Dewi Ayu Septy Handayani Setyawati, Putu Dewi Ratih Shanya Widyan Firdaus Shinta Pramudita Shinta Syafrina Endah Hapsari Sigit Arya Putra Sih Yuwanti Siswoyo Soekarno Siti Aisah Sri Wahyuni Suwasono, Sony TEGUH PRAYITNO Tiara Dwi Kusuma Putri Tiwakana, Yolanda Maulani Tri Riwayati Sudarmono Triana Lindriati Triana Oktaviani Nurhardiningsih Ucik Nurul Hidayati Ucik Nurul Hidayati Ulya, Asyafa’atul Vindha Dhila Wulandari Vinka Oktavia Pramesti Vinka Oktavia Pramesti Viola Risti Agasi Winda Amilia Winda Amilia Winda Amilia Windiari, Eva Yulia Yolanda Maulani Tiwakana Yuli Wibowo Yusriyyah Vika Rahmadhani Zuhriyah, Anis K