Claim Missing Document
Check
Articles

YOLOv11 for Classification of Strawberry Quality and Ripeness Fahriansyah, Ardy; Zaky, Pavel Manaf El; Novamizanti, Ledya; Sa’idah, Sofia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strawberries hold significant economic value in Indonesia due to their high demand and nutritional benefits. Traditional harvesting methods, which rely on manual visual inspection, are often inefficient and prone to errors. Real-time multi-object detection presents a promising solution to enhance automation in harvesting, ripeness classification, and post-harvest processing. This study assesses the performance of four YOLOv11 variants—YOLOv11N, YOLOv11S, YOLOv11M, and YOLOv11L—in detecting strawberries across five quality and ripeness categories: Unripe, Half Ripe Grade B, Half Ripe Grade A, Fully Ripe Grade B, and Fully Ripe Grade A. A dataset originally consisting of 3,055 high-resolution strawberry images was expanded through data augmentation to 7,940 images. These were subsequently split into training (7,330 images), validation (305 images), and testing (305 images) sets. All models were trained under identical conditions utilizing the AdamW optimizer, cosine annealing learning rate scheduling, a batch size of 16, and an input resolution of 640×640 pixels. Performance was evaluated based on Precision, Recall, F1-Score, mAP@0.5, mAP@0.95, and inference time. The results indicate that YOLOv11N achieved the best overall performance, with a Precision of 0.869, Recall of 0.878, F1-Score of 0.87, mAP@0.95 of 0.830, and the fastest inference time of 3.6 ms, rendering it suitable for real-time deployment. YOLOv11M provided a balanced trade-off between accuracy and speed, while YOLOv11S offered competitive accuracy with lower inference latency. YOLOv11L demonstrated strong detection capabilities but with the slowest inference time. These findings affirm the efficacy of YOLOv11-based models in facilitating scalable and intelligent systems for precision agriculture. Keywords—strawberry, computer vision, deep learning, object detection, classification, YOLO.
Peningkatan Literasi Keamanan Siber Terhadap Serangan Phishing Di Dunia Penerbangan Melalui Workshop Edukatif Aulia, Indra; Muhammad Azwar Zulmi; Suryo Adhi Wibowo; Ledya Novamizanti; Susi Diriyanti Novalina; David Chandra; Muhammad Raia Pratama Putra Wibowo; Kurnia Ramadani; Agnes Gabriela Putri Winata
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sivitas akademika Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) melalui penyelenggaraan workshop edukatif bertema keamanan siber, khususnya pada isu serangan phishing dan teknik mitigasinya. Pendekatan pembelajaran yang digunakan mengacu pada prinsip andragogi Malcolm Knowles, dengan mengedepankan relevansi materi, partisipasi aktif peserta, serta orientasi pembelajaran pada pemecahan masalah nyata. Kegiatan diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari tenaga pengajar, pegawai, dan taruna, dengan metode evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert dan pemetaan ke dalam enam prinsip andragogi. Hasil evaluasi menunjukkan skor tinggi pada dimensi readiness to learn, orientation to learning, dan self-concept, yang mencerminkan kesiapan dan komitmen peserta dalam menerapkan hasil pembelajaran. Kegiatan ini juga relevan secara strategis, mendukung prioritas nasional dalam Program Asta Cita, sejalan dengan visi Telkom University dan peta jalan Center of Excellence Artificial Intelligence for Learning and Optimization (CoE AILO), serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan andragogi efektif untuk kegiatan literasi digital di lingkungan pendidikan vokasi dan dapat direplikasi untuk penguatan ketahanan digital kelembagaan.
Sistem Pengenalan Wajah 3D Menggunakan ICP dan SVM De Lima, Nadya Viana; Novamizanti, Ledya; Susatio, Eko
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4229.736 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019661609

Abstract

Pengenalan wajah merupakan salah satu teknologi biometrik yang banyak diaplikasikan terutama pada sistem keamanan. Sistem absensi dengan wajah, mengenali pelaku tindak kriminal dengan CCTV adalah beberapa aplikasi dari pengenalan wajah. Efisiensi dan akurasi menjadi faktor utama pengenalan wajah banyak diaplikasikan. Pada penelitian ini, sistem identifikasi diimplementasikan dalam bentuk pengenalan wajah 3 dimensi berbasis template matching menggunakan metode Iterative Closest Point (ICP) dan klasifikasi Support Vector Machine (SVM). Iterative Closest Point (ICP) memberikan informasi dimensi dengan meminimalisasi kesalahan antara titik-titik dalam satu tampilan dan titik terdekatnya agar template wajah 3D yang dibuat sesuai dengan citra referensi. Sedangkan SVM adalah adalah metode klasifikasi dengan menentukan kelas citra berdasarkan informasi yang diperoleh dari proses ektraksi ciri. Hasil akhir dari penelitian ini adalah suatu aplikasi yang mampu melakukan identifikasi pengenalan pola wajah 3D. Berdasarkan confusion matrix, diperoleh bahwa sistem ini bekerja dengan precision 97,30%, recall 100,00%, accuracy 97,56% pada pengambilan frame citra sebanyak 48, iterasi ke 49, partisi 12, dan menggunakan SVM tipe OAA.AbstractFace recognition is a biometric technology that is widely applied especially in the security system. Attendance systems with faces, recognizing criminals with CCTV are some of the applications of face recognition. Efficiency and accuracy are the main factors that face recognition is widely applied. In this study, the identification system was implemented in the form of 3-dimensional face recognition based on template matching using the Iterative Closest Point (ICP) method and Support Vector Machine (SVM) classification. Iterative Closest Point (ICP) provides dimensional information by minimizing errors between points in one view and the closest point so that 3D face templates are made in accordance with the reference image. Whereas SVM is a classification method by determining the image class based on information obtained from the extraction of features. The final result of this study is an application that is able to identify 3D face pattern recognition. Based on the confusion matrix, found that this system works with 97.30% precision, recall 100.00%, 97.56% accuracy in image frame capture as much as 48 iterations to 49, the partition 12, and using the SVM-type OAA.
Implementasi QR Code Berbasis Android pada Sistem Presensi Priyambodo, Afif; Novamizanti, Ledya; Usman, Koredianto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 5: Oktober 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020722337

Abstract

Presensi merupakan hal utama dalam suatu kegiatan, karena menjadi bukti dari laporan pelaksanaan. Umumnya, presensi kehadiran dilakukan secara manual, yaitu siswa membubuhkan tanda tangan pada daftar hadir yang diedarkan, atau guru memanggil siswa satu persatu. Namun metode tersebut mengakibatkan terjadinya pemborosan waktu dan sumber daya. Hadirnya teknologi QR-Code berbasis android memberikan solusi agar presensi dapat berjalan dengan efisien. Penelitian ini memiliki tiga konfigurasi sistem, diantaranya sistem encoder, sistem hardware, dan sistem decoder. Sistem encoder melakukan proses encode data berupa Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) menjadi QR-Code menggunakan kode Bose, Chaudhuri, Hocquenghem (BCH). Sistem hardware terdiri dari perangkat android dan kartu pelajar. Sistem decoder melakukan proses deteksi QR-Code dengan aplikasi Smart Presence. Sistem diuji dengan pengujian black box, pengujian jarak deteksi, pengujian deteksi berdasarkan cahaya, serta pengujian kartu pelajar bernoda dan rusak. Sistem presensi mampu mendeteksi QR-Code dengan jarak minimal sebesar 3 cm dan jarak maksimal sebesar 45 cm dengan tingkat akurasi sebesar 98 % dan rata-rata waktu komputasi sebesar 1,3 detik. AbstractPresence is the main thing in an activity because it becomes evidence of the implementation report. Generally, attendance is done manually, i.e. students sign on the circulated attendance list, or the teacher calls students one by one. However, this method resulted in a waste of time and resources. The presence of Android-based QR-Code technology provides a solution so that the presence can run efficiently. This research has three system configurations, including the encoder system, hardware system, and decoder system. The encoder system encodes data in the form of a National Student Number (NISN) into a QR-Code using the Bose, Chaudhuri, Hocquenghem (BCH) codes. The hardware system consists of an Android device and a student card. The decoder system carries out the QR-Code detection process with the Smart Presence application. The system was tested with black-box testing, detection distance testing, light-based detection testing, and stained and damaged student card testing. The presence system is able to detect QR-Code with a minimum distance of 3 cm and a maximum distance of 45 cm with an accuracy rate of 98% and an average computing time of 1.3 seconds.
Aplikasi Pencatatan Dan Monitoring Serta Deteksi Stunting Pada Balita Wicaksono, Muhammad Rievnuansyah; Novamizanti, Ledya; Fahrudin, Tora
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang menghadapidouble burden yang memiliki arti beban gizi ganda. Artinyayaitu ketika masyarakat dihadapkan dengan keadaan untukselalu bekerja keras demi mengatasi gizi gekurangan sepertikurus, stunting, dan anemia. Namun disisi lain juga masyarakatdihadapkan juga dengan masalah kelebihan gizi atau obesitas.Pemenuhan gizi yang kurang dari bayi dilahirkan dapatmenyebabkan pertumbuhan pada anak menjadi terganggu ataukurang optimal. Salah satu bentuk gangguan pertumbuhan ituyakni stunting atau tubuh pendek karena gizi kronik yangkurang. Stunting merupakan keadaan pertumbuhan anakterganggu yang biasanya diakibatkan oleh gizi buruk,kemudian infeksi, serta simulasi psikososial kurang memadai.Sebagai bentuk pelayanan kesehatan masyarakat terdepan,posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam prosesuntuk menangani kondisi stunting ini. Oleh karena itudiperlukan suatu alat yang dapat mendeteksi kondisi stuntingatau tidaknya anak, agar pihak posyandu dapat mengambilkeputusan yang optimal terhadap keadaan tersebut. Websitedeteksi stunting dibangun dengan tujuan untuk membantuposyandu dan masyarakat luas untuk mengetahui nilai z-score,yang kemudian digunakan untuk mendeteksi keadaan gizianak. Berdasarkan survei yang telah penulis lakukan, kepuasanmasyarakat terhadap website yang telah dirancang sebesar87.75%, lalu kepuasan kader posyandu terhadap website yangtelah dirancang sebesar 86.25%, dan kepuasan petugas desaterhadap website yang telah dirancang sebesar 90%Kata kunci— Website, stunting, pencatatan, posyandu
KINERJA ROBUSTNESS PADA WATERMARKING CITRA YANG REVERSIBLE MENGGUNAKAN SKEWED HISTOGRAM SHIFTING Rahmawati, Aulya; Novamizanti, Ledya; Budiman, Gelar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKemudahan akses gambar digital adalah salah satu dampak positif perkembangan teknologi. Adapundampak negatif dari kemudahan tersebut gambar rentan disalahgunakan oleh pihak lain. Untuk menghindariterjadinya hal tersebut, gambar harus dilindungi oleh sistem keamanan. Watermarking adalah teknik yangdigunakan untuk melindungi gambar dengan menyembunyikan informasi ke dalam gambar. Metodewatermarking yang digunakan pada Tugas Akhir ini adalah Skewed Histogram Shifting dan prediction error.Watermark disisipkan jika prediction error adalah 0, dan disisipkan pada Positive Histogram Skewed (PHS) atauNegative Histogram Skewed (NHS). Penyisipan pada PHS pixel akan bergeser ke kanan, dan penyisipan padaNHS pixel akan bergeser ke kiri. Teknik reversible pada penelitian ini berhasil pada citra dengan kondisi tanpaunderflow dan overflow, citra yang berhasil pulih memiliki PSNR rekonstruksi infinity dan BER 0. Citra yangtidak berhasil pulih memiliki nilai PSNR rekonstruksi lebih dari 90 dB dan BER 0. Data uji menggunakan 10citra berukuran 512×512. Sistem ini robust terhadap serangan speckle saat LM dikompresi dengan variansi 1×10-3 dan 1×10-4 rata-rata BER yang dihasilkan 0.1404 dan 0 secara berurut, dan serangan salt and pepper saat LMdikompresi dengan density 1×10-4 rata-rata BER adalah 0.1159.Kata kunci : Watermarking, Data Hiding, Reversible Watermarking, Watermarking Citra, Histogram Shifting
Perbaikan Deteksi Watermark Dengan Knn Pada Penyembunyian Data Berbasiskan Histogram- Based Reversible Data Hiding Sari, Rina Media; Budiman, Gelar; Novamizanti, Ledya
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Underwater Image Enhancement terhadap Peningkatan mAP50-95 YOLOv7 pada dataset Lobster Aruna Hakim, Farhan Nur; Novamizanti, Ledya; Akhyar, Fityanul
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proyek utama dari jurnal ini, yaitupembuatan prototype alat untuk monitoring lobster air laut diAruna, tentu memiliki beberapa permasalahan, salah satunyaadalah tidak jelasnya tampilan video di dalam laut, diantaranyadisebabkan oleh noise dari air laut, kurangnya pencahayaan,dan dominasi warna tertentu dalam laut yang bisamenyebabkan hasil mAP dari model YOLOv7 kurangmaksimal, hal itu dikarenakan penangkaran lobster air lautdisimpan dalam kedalaman sekitar 15 meter, sehinggamemunculkan permasalahan yang telah disebutkan tadi.Berdasarkan permasalahan tersebut penulis berinisiatif untukmenambahkan underwater image enhancement pada sistemmonitoring lobster ini agar dapat memaksimalkan hasil mAPdari model YOLOv7 yang telah di train. Metode ImageEnhancement yang diusulkan untuk dilakukan tahap pengujianadalah Deep Learning and Image Formation Model dan WaterNet. Dari kedua image enhancement tersebut dibandingkanhasil mAP-nya pada proses testing dengan hasil tanpa imageenhancement serta sesama metode image enhancement-nya.Dari hasil pengujian tersebut didapatkan mAP50-95 yangterbaik adalah menggunakan metode image enhancement DeepLearning and Image Formation Model dengan perolehanmAP50-95 0.461. Maka dari itu metode terbaik ini yang dipakaiuntuk proses image enhancement prototype sistem monitoringlobster pada Tambak Aruna. Kata kunci — image enhancement, YOLOv7, Deep Learningand Image Formation Model, Water-Net, lobster
Deteksi Lobster Menggunakan teknik StrongSORT pada YOLOv7 Aditya, Ghanes Mahesa; Novamizanti, Ledya; Akhyar, Fityanul
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melakukan object-tracking dengan mempunyaiakurasi dan performa yang tinggi merupakan hal pentingdalam penerapan pemantauan pada deep learning yangditerapkan pada sebagai automatic driving, and intelligentmonitoring salah satunya adalah lobster monitoring. Dalammencapai hal tersebut diperlukan beberapa penelitian yangdigabungkan menjadi satu dari mulai object-detection, danobject-tracking. Saat ini, dalam halnya object-detection adabeberapa algoritma yang sangat cukup popular salah satunyaadalah yaitu YOLO dengan memiliki akurasi, dan kecepatandeteksi yang tinggi. Dengan berkembangnya zaman YOLOdilakukan peningkatan dengan menghasilkan YOLOv7 yangsangat canggih dari YOLO versi lainya, dengan memilikiakurasi tertinggi yaitu 56.8% dan 30 FPS. Maka dari ituYOLOv7 layak untuk diterapkan dalam object-detection yangakan digabungkan dengan StrongSORT. StrongSORT adalahobject-tracking yang sangat kuat saat ini dengan meningkatkanbeberapa sitem pada DeepSORT. Dengan menggabungkan duasistem deep learning menjadi satu dan dilakukan pelatihan padadataset lobster menghasilkan frame per second ( FPS ) diatas 4,dari penguji cobaan pada data percobaan didapatkan precisionsebesar 0.90, recall mendapatkan nilai 0.81, mAP@0.5 yangmencapai 0.87 dan untuk mAP@0.5-0.95 tertinggi 0.44. Darihasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa sistemmemenuhi syarat yang dapat dikatakan real-time objectdetection, dan object tracking. Kata kunci— object-detection, StrongSORT, YOLOv7, object-tracking
Perbandingan Performa Jetson Nano, Jetson Xavier NX dan Lenovo Legion 5 terhadap Penggunaan YOLOv7 Ilman, Mukhamad Zidni; Novamizanti, Ledya; Akhyar, Fityanul
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akurasi tinggi dan performa merupakan hal yang penting dalam penerapan deep learning. Untukmendapatkan hal tersebut, memerlukan adanyahardware yang mumpuni dalam bidang deep learning. GPU merupakan hardware yang paling berpengaruhpada hasil akurasi deep learning. Namun, GPUmemerlukan biaya dan konsumsi daya yang tidak sedikituntuk menjalankan sebuah platform dengan performatinggi. Dalam penelitian ini ada tiga perangkat komputeryang diuji performanya melalui algoritma YOLOv7yaitu, Jetson Xavier NX, Jetson Nano, dan laptop Legiondengan GPU Nvidia Geforce GTX1650TI. Perangkatkomputer ini, sudah pernah digunakan dalam pengujianobject detection dibeberapa penelitian yang sudahdilakukan. Pengujian ini menggunakan dataset gambaryang sebelumnya berupa video lobster penangkaranAruna Indonesia di Pantai Amed, Bali. Hasilpendeteksian lobster dapat lebih maksimal lagi apabilavideo dataset yang tersedia tidak bergerak ataukameranya tetap di tempat. Sementara ini, YOLOv7merupakan pendeteksi objek yang paling unggul darisemua pendeteksi objek yang dikenal. Kualitas kecepatandan akurasi yang dimiliki YOLOv7 bisa mencapai 5 FPShingga 120 FPS dan memiliki akurasi tertinggi 56,8% APpada mAP.5-.95 diantara semua pendeteksi objek realtime yang ada dengan sekitar 30 FPS lebih tinggi padaGPU V100. Kata kunci— Akurasi tinggi, performa, FPS, AP, YOLOv7, GPU
Co-Authors ABDULFATTAH, MUHAMMAD EFAN Aditya, Ghanes Mahesa ADRIAN KURNIA, ADRIAN Adviatmadja, Sebastian Danny Agnes Gabriela Putri Winata Agung Nugroho Jati Ahmad Akbar Khatami Ahmad Alfi Adz Dzikri Ahmad Fauzan Fauzan Aldra Kasyfil Aziz Amini, Siti Aisyah Andy Ruhendy Putra ANGGUNMEKA LUHUR PRASASTI Annida, Nurafifah Aqilah Mamur Tanjung , Najmi Arindaka, Hafizhan Bhamakerti Armanda Nur Fadhlillah Ashri Dinimaharawati Aulia Wibowo Bambang Hidayat Cindy Angelista Deltika Cucu Alex Zaenudin Danny Adviatmadja, Sebastian David Chandra De Lima, Nadya Viana Dedy Rahman Wijaya Denny Meilika Setiawati Desri Kristina Silalahi Dias Wardana Dick Maryopi Dien Rahmawati Dimitri Mahayana Dine Octavia Kumalasari Eko Susatio Elsa Nur Fitri Astuti Elsa Nur Fitri Astuti Erizka Banuwati Candrasari Fahriansyah, Ardy Fajri, Farhan Ulil FARDAN FARDAN, FARDAN Faris Fadhlur Rachman Fathiyya, Dhiya Faza, Lulu Balqis Zianka Felix Pidha Hilman Fenty Alia Fikri Adhanadi Firdaus, Rifqi Fadhilah Fityanul Aditya Fityanul Akhyar Fredigo, Agno Gelar Budiman Gogi Gautama Al Hadiid HAFIZHANA, YASQI Hakim, Farhan Nur HANNAN HARAHAP, HANNAN Hanum, Mirza Alifia Harist Gymnovriza Hermawan, Laksamana Mikhail Husneni Mukhtar I Gusti Putu Agung Satria Bayu Mahendra I N Apraz Ramatryana I Nyoman Apraz Ramatryana Ilman, Mukhamad Zidni Imansyah Basudewa , Muhammad Indra Aulia Intan Sulviyani Irma Safitri Ivandy Chaniago Ivany Sesa Rehadi Iwan Iwut Iwan Iwut Tritoasmoro Iwut Tritoasmoro, Iwan Jangkung Raharjo Koredianto Usman Kurnia Ramadani Kurniawan Nur Ramadhani Mahanani, Edo Lutfi Mahfuz, Muhammad Rafi Marlindia Ike Sari Maulana , Muhammad Dafa Mertu, Aidi Mirsa Bayu Prasetyo Mochamad Reyhand Landrenzy Zulfikar Mohamad Alfaj’ri Muhammad Alief Hidayah Baso Muhammad Azwar Zulmi Muhammad Biyan Priatama Muhammad Fikri Aufa Muhammad Hablul Barri Muhammad Harits Ibrahim Muhammad Iqbal Rabbani Muhammad Raia Pratama Putra Wibowo Muhammad Rayhan Ghifari Muhammad Rizqy Alfarisi Muhammad Sindu Ramadhan Muhammad Wahyu Setiawan Nabila Setya Utami Novelita Dwi Miranda Novialdy Nugroho Santoso Nur Ibrahim Paradila I., Dela Parjuangan, Sabam Pinasthika Aulia Fadhila Pratama , Nyoman Raflly Prawita, Fat’hah Noor Priyambodo, Afif Putra, Afi Athallah Syamsulhadi Putu Harry Gunawan R Ricki Juniansyah R. Yunendah Nur Fu’adah Rabby Fitriana Adawiyah Rahma Nur Auliasari Rahmawati, Aulya RAMATRYANA, I NYOMAN APRAZ Randy Hamzah Hardianto Ratri Dwi Atmaja Razendra Zahran Firdaus Reyhan Radifan Jordy RIANTIARNI, TITA Rita Magdalena Rita Purnamasari Rita Rismala Rizal, Mochammad Fahru Rochmawati Ruslan , Ramah Rinaldi Ryan Anggara Sa'idah, Sofia Sari, Rina Media Satria Mandala Sa’idah, Sofia Setyagraha , Muhammad Rafi Mahfuz SIDDIK, MUHAMMAD ARSYAD Siti Azizah Suci Aulia Sugondo Hadiyoso Sulistyowati, Syifa Dwi Suryo Adhi Wibowo Susatio, Eko Susi Diriyanti Novalina Syamsul Rizal Syamsul Rizal Tanjung, Najmi Aqilah Mamur Thomhert Suprapto Siadari Thoriq Bayu Aji Tora Fahrudin Wahidin Wahidin WANANDA, PUTU DEBBY WIBOWO, BHISMA ADI Wicaksono, Muhammad Rievnuansyah YUYUN SITI ROHMAH Zahra Zettira Zukhrufuljannah Zaky, Pavel Manaf El