Claim Missing Document
Check
Articles

MOTIF RITUAL PEZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG JATI CIREBON Wiwik Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 13 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.354 KB)

Abstract

The tomb of Sunan Gunung Jati is a tomb that is considered sacred not only by the Javanese butalso by the Chinese. As the tomb of one of the scholars of Islamic propagation on the island of Java,this tomb is crowded with pilgrims. This study uses phenomenology research strategy to explainthe understanding, experience and meaning of pilgrims of the tomb of Sunan Gunung Jatiagainst the rituals performed in the tomb. This study is based on interviews of pilgrims who comein the tomb complex of Sunan Gunung Jati, Cirebon. The results showed there are four motivespilgrims perform rituals, namely economic motives, social motives, cultural motives, and spiritualmotives.
Commodification of Betawi culture of Palang Pintu festival Suraya Mansur; Nurhayani Saragih; Wiwik Novianti; S Bekti Istiyanto; Utas Mahligai
Informasi Vol 52, No 1 (2022): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/informasi.v52i1.48825

Abstract

The Kemang Palang Pintu Festival is an annual event. The purpose of this event is to preserve culture and celebrate the anniversary of the city of Jakarta. The organizers display many Betawi cultural arts while visitors who come are not only Betawi residents. This study uses a constructivist qualitative approach. The research method used is a case study by conducting interviews direct observation to make observations. The technique of checking the validity of the data is using the source triangulation technique. The results of this study indicate that the Kemang Palang Pintu Festival has carried out good planning. Starting from selection of participants, the technical meeting of event agenda, to the mechanism of the event rundown. Have conducted a visitor satisfaction survey but have not processed the data as a reference for the next implementation. The technique of compiling messages has been well designed in order to attract visitors and convey the meaning of the message that is the purpose of the event. This doorstop festival is a commodity process that provides selling power. The advantages in this case are various forms, both material and non-material (the existence of sanggar studios).
Analisis Praktik Wacana Mengenai Kelompok LGBT dalam Publikasi Daring Feminis Anggita Ayu Indari; Wiwik Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 14 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.086 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1359

Abstract

Nowadays, the discourse of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still so heteronormative and religious-bias. Contrarily to the fact, there is still a media that offers an alternative even though most of Indonesian Media only covers prominent discourse regarding to LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the hegemony of mainstream media which often marginalizes, subordinates, and stigmatizes LGBT people. It is quite interesting because actually Magdalene is created as feminist publication which covers the voice of women, not particularly LGBT people. This study aims to find out how the contents about LGBT people in Magdalene’s online publication is influenced by the discourse practice of the media. In conducting the analysis, researcher uses the Discourse Practice Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Additionally, the analysis is also based on Reese & Shoemaker’s Hierarchy of Influences on Media Content. In the end, the result shows that the discourse of LGBT people in Magdalene’s online publication is significantly influenced by personal attitudes, beliefs, and values upheld by the editorial team.
LITERASI MEDIA DIGITAL BERBASIS INDIVIDUAL COMPETENCE FRAMEWORK PADA KELUARGA BURUH MIGRAN ANGGOTA PAGUYUBAN SERUNI KABUPATEN BANYUMAS Mite Setiansah; Wiwik Novianti; S Bekti Istiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.563 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1572

Abstract

Media digital berbasis internet saat ini sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat termasuk buruh migran dan keluarganya. Di sisi lain, ada permasalahan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Keterampilan teknis (technical competencies) buruh migran dan keluarganya dalam menggunakan media digital belum diiringi dengan keterampilan untuk mengkritisi (critical competencies) di dalam mengakses media. Pada tataran inilah, pemberian pendidikan literasi media digital berbasis individual competency framework menjadi penting bagi mereka. Pelatihan literasi media digital diberikan kepada Anggota Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan “Seruni” Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan bahwa paguyuban tersebut telah terbiasa melakukan kegiatan advokasi dan pemberdayaan perempuan dan buruh migran, sehingga diharapkan ipteks yang diterapkan tidak hanya berhenti di kelompok khalayak sasaran namun juga dapat disebarluaskan kepada kelompok masyarakat lainnya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan. Capaian keberhasilan dilakukan dengan pengukuran tingkat literasi media melalui pretest dan post test. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, maka dapat dikatakan program pengabdian telah mencapai tingkat keberhasilan 100% dari sisi penyampaian materi kegiatan dan jadwal pelaksanaan. Kegiatan ini juga telah berhasil meningkatkan kompetensi literasi digital kelompok sasaran. Berdasarkan hasil pre-test diketahui bahwa 67% peserta memiliki tingkat literasi di level basic, 20% médium, dan 13% advance. Setelah diberikan pelatihan dan diukur kembali melalui post test, diperoleh perubahan komposisi, dimana peserta dengan tingkat literasi di level basic berkurang menjadi 40%, di level médium meningkat menjadi 33% dan di level advance menjadi 27%.
MOTIF RITUAL PEZIARAH MAKAM SUNAN GUNUNG JATI CIREBON Wiwik Novianti
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 13 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.354 KB)

Abstract

The tomb of Sunan Gunung Jati is a tomb that is considered sacred not only by the Javanese butalso by the Chinese. As the tomb of one of the scholars of Islamic propagation on the island of Java,this tomb is crowded with pilgrims. This study uses phenomenology research strategy to explainthe understanding, experience and meaning of pilgrims of the tomb of Sunan Gunung Jatiagainst the rituals performed in the tomb. This study is based on interviews of pilgrims who comein the tomb complex of Sunan Gunung Jati, Cirebon. The results showed there are four motivespilgrims perform rituals, namely economic motives, social motives, cultural motives, and spiritualmotives.
MENGANGKAT POTENSI LOKAL MELALUI HYPERLOCAL COMMUNICATION Itsna Hidayatul Khusna; Edi Santoso; Sri Pangestuti; Mite Setiansah; Wiwik Novianti; Tri Nugroho Adi
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v5i2.2248

Abstract

Banyumas Regency is an area that has begun to develop village potency with its attention in village tourism. The problem is in the lack of community's role on promoting tourism potential. Hyperlocal communication is a technology that can help communities to introduce their potency. Hyperlocal communication can be found on social media, social networks us such as whatsapp, search engines, or websites. This study tries to explore the use of hyperlocal communication for the promotion of Taman Lazuardi, and to see community participation in developing the potential of their village. The purpose of this research is to find out what hyperlocal communication media is used by the manager of Taman Desa Lazuardi and how the role of the community on promoting the potential of their village. This study uses qualitative methods and descriptive data analysis. From the data obtained through interviews and focus group discussions (FGD), the researchers found: (1) the media used for promotion of the Taman Desa Lazuardi is Instagram, (2) the manager's strategy in utilizing Instagram is to create interesting content, and collaborate with content creators to promote Taman Desa Lazuardi, and (3) community role enhancement in promoting village potential.
Komunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Pembentukan Konsep Diri Anak Panti Asuhan Bunda Serayu Wilibrordus Megandika Wicaksono; Wiwik Novianti
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4656

Abstract

Aneka komunikasi verbal dan non verbal terjalin dalam interaksi antar anggota panti. Tangisan, tawa, jeritan, kemarahan yang meluap lewat ungkapan membanting benda-benda sekitar, dan sejumlah ekspresi khas anak-anak menjadi komunikasi non verbal yang mewarnai interaksi mereka. Penulis bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi verbal dan non verbal anggota panti ini dalam membentuk konsep diri. Penelitian secara deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, serta mengkaji rangkuman kisah dalam buku “Di Tepi Serayu Aku Merindu” ini bertujuan memberikan gambaran seperti apa proses komunikasi verbal dan non verbal berkontribusi pada konsep diri serta cita-cita anak panti. Hasil yang diperoleh bahwa konsep diri dan gambaran cita-cita anak di panti ini dipengaruhi bagaimana mereka berkomunikasi, dengan siapa, dan dalam keadaan seperti apa. Interaksi dari pengasuhan dan kebersamaan di bawah satu atap yang sama bagi anak-anak yang berasal dari berbagai latar belakang asal dan budaya di Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas melahirkan makna kasih sayang sebuah keluarga. Kesimpulan yang diperoleh bahwa bahasa verbal, pikiran, perasaan, dan maksud anak-anak di Panti Asuhan Bunda Serayu Banyumas ini dinyatakan serta disempurnakan lewat komunikasi non verbal.
KETERBUKAAN DIRI ORANG DENGAN HIV/AIDS DALAM KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA “MOVING ON” Wiwik Novianti; Ginadha Putri Pramesyi
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3315

Abstract

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu kelompok yang mendapat stigma dari masyarakat. Banyak penderita HIV/AIDS yang menjadi sangat tertutup begitu mengetahui statusnya sebagai ODHA. Hal tersebut kerapkali menyulitkan tenaga kesehatan untuk mendapat informasi tentang kondisi mereka. Oleh karena itu dibentuk kelompok dukungan sebaya sebagai media untuk berbagi informasi dan dukungan sesama ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri penderita HIV/AIDS dalam Kelompok Dukungan Sebaya Moving On di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Dari penelitian diketahui bahwa motif ODHA menutup dirinya adalah karena takut mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Penderita HIV/AIDS lebih terbuka pada orang-orang yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya dibandingkan dengan orang-orang di luar kelompok karena merasa senasib. Para ODHA saling menjaga statusnya dari orang-orang di luar kelompok mereka. Guna mengatasi hambatan komunikasi saat berinteraksi dengan anggota baru maka Pendamping Sebaya akan membuka status dirinya sebagai ODHA terlebih dahulu.
KETERBUKAAN DIRI ORANG DENGAN HIV/AIDS DALAM KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA “MOVING ON” Wiwik Novianti; Ginadha Putri Pramesyi
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3315

Abstract

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu kelompok yang mendapat stigma dari masyarakat. Banyak penderita HIV/AIDS yang menjadi sangat tertutup begitu mengetahui statusnya sebagai ODHA. Hal tersebut kerapkali menyulitkan tenaga kesehatan untuk mendapat informasi tentang kondisi mereka. Oleh karena itu dibentuk kelompok dukungan sebaya sebagai media untuk berbagi informasi dan dukungan sesama ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri penderita HIV/AIDS dalam Kelompok Dukungan Sebaya Moving On di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Dari penelitian diketahui bahwa motif ODHA menutup dirinya adalah karena takut mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Penderita HIV/AIDS lebih terbuka pada orang-orang yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya dibandingkan dengan orang-orang di luar kelompok karena merasa senasib. Para ODHA saling menjaga statusnya dari orang-orang di luar kelompok mereka. Guna mengatasi hambatan komunikasi saat berinteraksi dengan anggota baru maka Pendamping Sebaya akan membuka status dirinya sebagai ODHA terlebih dahulu.
BUDAYA ORGANISASI BUDAYA ORGANISASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PADA SMK N 1 SAPURAN, WONOSOBO) Utera Fijar Adha; Wiwik Novianti; Dian Santi Rahayu
Widya Komunika Vol 12 No 2 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.2.6381

Abstract

Setiap sekolah tentunya memiliki budaya organisasi masing-masing. Fenomena pandemi Covid-19 tentunya merubah segala teknis kegiatan pembelajaran di sekolah. Salah satu sekolah yang peneliti pilih pada penelitian ini yaitu SMK N 1 Sapuran, Wonosobo yang sudah melaksanakan simulasi hingga pembelajaran tatap muka sejak akhir tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk budaya organisasi pada pembinaan komunikasi, disiplin, dan motivasi guru dan kendala pengelolaan pembelajaran tatap muka. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode pemilihan informan menggunakan purporsive sampling, kemudian untuk validasi data peneliti menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan tiga bentuk budaya organisasi pada SMK N 1 Sapuran yaitu kerja sama, kekeluargaan, dan apresiasi. Peneliti juga menemukan kendala penerapan budaya organisasi pada pengelolaan pembelajaran tatap muka yaitu waktu yang terbatas ketika di kelas, ketakutan terbentuknya klaster baru, ketertinggalan materi pembelajaran yang cukup banyak, serta learning loss yang dialami siswa.