Claim Missing Document
Check
Articles

ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH CAMPAIGN ON SOCIAL MEDIA Edi Santoso; Wiwik Novianti; Tri Nugroho Adi; Petrus Imam Prawoto Jati; Sri Pangestuti
Kinesik Vol. 9 No. 3 (2022): December
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v9i3.453

Abstract

Social media plays an important role in today's adolescent reproductive health campaigns. This media is the media most used by teenagers. Its interactive and attractive characteristics match the youth's soul. This article explores how reproductive health campaigns are carried out on social media, especially YouTube, Instagram, and TikTok. The main focus is (1) Who are the actors involved in the youth reproductive health campaign and (2) what is the message content of the campaign. The research was conducted using descriptive qualitative methods, with a pragmatic approach. The data was extracted using qualitative content analysis techniques, which were then analysed in a narrative manner. The research findings show that message producers are both individuals and institutions. Individual message creators consist of influencers and health practitioners. The institutions that take part are educational institutions, hospitals or health centres’, non-governmental organizations, the health community, and the BKKBN. The campaign messages take various forms, following the social media platforms. Most of the campaigns on YouTube are carried out by institutions that display long videos containing education and consultation on reproductive and sexuality issues, as well as coverage of related events. The campaign on Instagram is also dominated by the institute, with messages in the form of photos and short videos. While on TikTok, campaigns are mostly carried out by individuals or influencers, with more attractive messages. Messages in the form of short videos on TikTok have received wide attention from netizens, which is reflected in the large number of related video views. In TikTok, sensitive messages such as sex before marriage are conveyed.
Etnografi Komunikasi Komunitas yang Kehilangan Identitas Sosial dan Budaya di Kabupaten Cilacap S. Bekti Istiyanto; Wiwik Novianti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.074 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15213

Abstract

Penelitian ini dilakukan didasari oleh kekhawatiran bahwa warisan budaya di Desa Rejodadi Cimanggu secara bertahap lenyap pada generasi muda. Karena itu, masyarakat berupaya membangun identitas budaya dan sosial dengan menciptakan sebuah komunitas yang mewakili identitas mereka yang telah dianggap mulai pudar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: perilaku komunikasi sehari-hari masyarakat Rejodadi sebagai masyarakat tutur, dan mengidentifikasi identitas sosial dan budaya dalam kehidupan komunitas yang berbeda-beda namun tetap bisa eksis berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan Teori Identitas Sosial dari Henri Tajfel dan John Turner sebagai dasar acuan. Metode penelitian kualitatif yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Sedangkan dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan observasi partisipan, wawancara, dokumentasi berupa gambar dan rekaman, serta data review yang berkaitan dengan masyarakat desa Rejodadi. Ada 15 responden yang terlibat dalam penelitian ini sebagai informan. Mereka adalah warga desa Rejodadi yang mengetahui dengan baik tentang permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam proses komunikasi masyarakat Rejodadi dilakukan secara fleksibel disesuaikan dengan partner berbicara; Proses komunikasi sehari-hari terjadi secara alami, jujur, dan seimbang tanpa meninggalkan nilai-nilai pengajaran, rasa hormat dan kasih sayang; Komunitas basa Paurangan didirikan sebagai bentuk yang mewakili masyarakat Paurangan Cimanggu; upaya melestarikan dan mewarisi nilai budaya dan sosial dilakukan dalam bentuk penguatan identitas budaya dan sosial masyarakat Paurangan.
Negosiasi Islam dalam Budaya Ritual Lengger Banyumas Gilang Akbar Noviansah; S. Bekti Istiyanto; Wiwik Novianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.851 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan didasari pada problematika pro kontra budaya kesenian lengger di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Masalah difokuskan dengan bagaimana pembentukan identitas kelompok penari lengger yang merupakan para lelaki namun menjadi penari dengan dandanan wanita, dalam praktik budaya ritual mereka terdapat unsur Islam di dalamnya. Lengger hadir sebagai pengganti ronggeng pada awal masuknya pengaruh Islam di Banyumas. Untuk tetap menjaga identitas budaya leluhur, di tengah besarnya pengaruh Islam, para penari lengger melakukan negosiasi identitas Islam dalam ritual-ritual yang dijalankan. Identitas tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap tempat dan kondisi yang ada. Itu sebabnya meski pengaruh Islam yang kuat pada masa itu, namun tidak dapat mematikan budaya, sebaliknya budaya juga tidak dapat menolak keberadaan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Benwell dan Stokeo yang membahas identitas sebagai hal penentuan diri sendiri, serta Burke dan Stets mengenai identitas yang menentukan peran individu di mana mereka berada. Data didapat dan diolah melalui proses observasi dan wawancara pada beberapa penari lengger pelaku ritual yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini memberikan kesimpulan mengenai bagaimana budaya ritual yang dijalankan para penari lengger di Banyumas berjalan beriringan dengan identitas Islam.
Bias Gender dalam Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Laki-Laki di Media Online Detik.com dan Kompas.com Tiara Mesias Purbaningrum; Mite Setiansah; Wiwik Novianti
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.245

Abstract

News about sexual violence against men are often found in both print and online media in daily life. This study analyzes the news on sexual violence against men published by the online media detik.com and kompas.com. This study aims to analyze how the online news media detik.com and kompas.com construct the reality of sexual harassment experienced by men and what forms of framing are found in their reporting. This research is descriptive qualitative using Sara Mills' critical discourse analysis method. The online media detik.com and kompas.com are the subjects of this study, while the objects are online news articles about cases of sexual violence against men throughout 2022. The results show that articles in kompas.com positioned the victims as objects and did not provide space for them to tell their perspectives. Kompas.com writer has a tendency to put himself in the perpetrator’s perspective and has not prioritized the victims. Some articles in detik.com positioned the victims as the subjects and other articles prioritized the perpetrators. Articles that support victims provide a chance for them to tell both details and impact of the incident. Meanwhile, articles that are biased tend not to give opportunities for victims to speak out. Abstrak Pemberitaan tentang kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki sering ditemui baik di media cetak maupun online dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menganalisis tentang pemberitaan kekerasan seksual kepada kaum pria yang dipublikasikan oleh media online detik.com dan kompas.com. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana media berita online detik.com dan kompas.com mengkontruksi realitas pelecehan seksual yang dialami oleh laki-laki dan apa saja bentuk framing yang terdapat dalam pemberitaannya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Media online detik.com dan kompas.com adalah subjek pada penelitian ini, sedangkan artikel berita online tentang kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki sepanjang tahun 2022 merupakan objek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel di media online kompas.com menempatkan korban sebagai obyek dan tidak memberikan ruang bagi korban untuk menceritakan kronologis kejadian melalui perspektifnya. Penulis berita kompas.com memiliki kecenderungan untuk menempatkan dirinya pada posisi pelaku dan belum mengutamakan korban dalam teks berita. Artikel pada media online detik.com ada yang bersifat netral serta memposisikan korban sebagai subyek dan artikel lainnya lebih memprioritaskan pelaku. Artikel yang mendukung korban memberikan kesempatan kepada mereka untuk menceritakan baik dari detail kejadian dan dampak dari kejadian tersebut. Sebaliknya, artikel yang bersifat bias cenderung tidak memberikan kesempatan bagi korban untuk bersuara.
Bias Gender dalam Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Laki-Laki di Media Online Detik.com dan Kompas.com Tiara Mesias Purbaningrum; Mite Setiansah; Wiwik Novianti
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.245

Abstract

News about sexual violence against men are often found in both print and online media in daily life. This study analyzes the news on sexual violence against men published by the online media detik.com and kompas.com. This study aims to analyze how the online news media detik.com and kompas.com construct the reality of sexual harassment experienced by men and what forms of framing are found in their reporting. This research is descriptive qualitative using Sara Mills' critical discourse analysis method. The online media detik.com and kompas.com are the subjects of this study, while the objects are online news articles about cases of sexual violence against men throughout 2022. The results show that articles in kompas.com positioned the victims as objects and did not provide space for them to tell their perspectives. Kompas.com writer has a tendency to put himself in the perpetrator’s perspective and has not prioritized the victims. Some articles in detik.com positioned the victims as the subjects and other articles prioritized the perpetrators. Articles that support victims provide a chance for them to tell both details and impact of the incident. Meanwhile, articles that are biased tend not to give opportunities for victims to speak out. Abstrak Pemberitaan tentang kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki sering ditemui baik di media cetak maupun online dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menganalisis tentang pemberitaan kekerasan seksual kepada kaum pria yang dipublikasikan oleh media online detik.com dan kompas.com. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana media berita online detik.com dan kompas.com mengkontruksi realitas pelecehan seksual yang dialami oleh laki-laki dan apa saja bentuk framing yang terdapat dalam pemberitaannya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Media online detik.com dan kompas.com adalah subjek pada penelitian ini, sedangkan artikel berita online tentang kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki sepanjang tahun 2022 merupakan objek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel di media online kompas.com menempatkan korban sebagai obyek dan tidak memberikan ruang bagi korban untuk menceritakan kronologis kejadian melalui perspektifnya. Penulis berita kompas.com memiliki kecenderungan untuk menempatkan dirinya pada posisi pelaku dan belum mengutamakan korban dalam teks berita. Artikel pada media online detik.com ada yang bersifat netral serta memposisikan korban sebagai subyek dan artikel lainnya lebih memprioritaskan pelaku. Artikel yang mendukung korban memberikan kesempatan kepada mereka untuk menceritakan baik dari detail kejadian dan dampak dari kejadian tersebut. Sebaliknya, artikel yang bersifat bias cenderung tidak memberikan kesempatan bagi korban untuk bersuara.
Indigenous Religious Believers’ Experience to Manage Stigma in Indonesia Wiwik Novianti; Mite Setiansah; Nana Sutikna; Kilau Riksaning Ayu
ETTISAL : Journal of Communication Vol. 8 No. 1 (2023): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v8i1.9741

Abstract

The state acknowledges the existence of indigenous religious believers, yet given the social stigma since considered primitive, heresy, and even atheist. The stigma given to the indigenous religious believers negatively results in personal and social relationships eventually influencing the believers’ life aspects. Thus, the stigma management communication strategies of the believers are essential when interacting with other people in their environments. This research depicts how indigenous religious believers manage the stigma of living in society. It was conducted in Banyumas, Central Java, Indonesia. The 28 groups of believers were listed on Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME (MLKI) of Banyumas. The study used a phenomenological approach. The data were collected through in-depth interviews with 10 participants from some communities of believers. Seventeen years participants were selected using a snowball sampling technique. The researchers then classified them into some categories based on the predetermined themes. The research finding showed that stigma limited the believers’ interactions with non-believers. In responding to these stigmas, the believers developed different management communication strategies: accepting, denying by providing information, denying by discrediting the discreditor, avoiding, reducing offensiveness, and ignoring.
Promoting Local Cuisine on Social Media: A Strategic Communication Approach Wisnu Widjanarko; Yusida Lusiana; S Bekti Istiyanto; Wiwik Novianti; Lartceva Natalia Evgenievna
Komunikator Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.20763

Abstract

The rise of food digitization has ushered in a new perspective on the culinary world. Local gastronomic traditions are now showcased globally through social media platforms, presenting opportunities and challenges in terms of cultural representation, authenticity, and global accessibility to diverse cuisines. This research aims to examine the complexities and dynamics involved in digitally promoting local culinary heritage. Its objective is to identify and outline strategies, challenges, and factors essential for navigating the digital culinary landscape. Findings underscore critical subjects including the tension between authenticity and global appeal, the impact of visual aesthetics, ethical dilemmas in representation, and the pivotal role of strategic communication and public engagement in digital promotion. The research underscores the significance of implementing advanced, rational, and strategically conveyed approaches to digitally promote local culinary heritage. In conclusion, this study offers valuable insights with significant implications for chefs, online advertisers, and individuals involved in cultural preservation amid the era of digital globalization.
Pengaruh Faktor-Faktor Perubahan Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Sholihatin, Nur; Istiyanto, S. Bekti; Novianti, Wiwik
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 2 (2023): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i2.340

Abstract

ENGLISHThe Banjarnegara Research and Development Center is currently undergoing organizational changes. Organizational changes can have an impact on the performance of the organization or individuals within the organization. The research aims to analyze the influence of organizational change factors on employee performance and to find out the factors that most influence the employee performance of the Research and Development Center Banjarnegara. This study is quantitative, of the explanatory variety, and relies on a questionnaire for data collection. The entire population, or the 45 civil servants at the Banjarnegara Research and Development Center, was the sample for this study. SPSS 20 was utilized for data analysis, and correlation and regression tests were used. The research results show that organizational change factors consisting of structure, technology, physical arrangement and employees have influenced employee performance with an R square value of 0.531. This means that 53.1% of employee performance is influenced by organizational change factors. Partially, only organizational structure factors influence employee performance. Therefore, it is necessary to reorganize the duties and functions of each employee suitable to the duties and functions of the new organizational structure. INDONESIABalai Litbangkes Banjarnegara saat ini sedang mengalami perubahan organisasi. Perubahan organisasi dapat berdampak pada kinerja organisasi atau individu yang ada dalam organisasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor perubahan organisasi terhadap kinerja pegawai dan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai Balai Litbangkes Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanasi. Pengumpulan data dilakukan dengan alat bantu kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi atau sensus yaitu seluruh ASN di Balai Litbangkes Banjarnegara yang berjumlah 45 orang. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 20. Data dianalisis menggunakan korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan faktor perubahan organisasi yang terdiri dari struktur, teknologi, penataan fisik, dan pegawai berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai R square sebesar 0,531. Artinya 53,1% kinerja pegawai dipengaruhi faktor-faktor perubahan organisasi. Secara parsial, hanya faktor struktur organisasi yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, perlu diatur kembali tugas dan fungsi setiap pegawai sesuai dengan tugas dan fungsi struktur organi-sasi yang baru.
STRATEGI CONSUMER PROMOTION PT. SURYA MADISTRINDO (SUBSIDIARY OF PT. GUDANG GARAM, TBK) AREA OFFICE PURWOKERTO DI MASA PASCA PANDEMI COVID 1 Maria Consulata Wening; Wiwik Novianti; Mite Setiansah
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 8 No. 2 (2023): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v8i2.29

Abstract

Di tengah situasi pandemi Covid 19, pemerintah membuat kebijakan yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan  kegiatannya di rumah  dan  menjaga jarak sosial. Sekalipun saat ini situasi Covid memasuki masa transisi dari pandemi ke endemi, hal ini mengakibatkan penurunan di beberapa sektor usaha, salah satu yang terdampak adalah PT. Surya Madistrindo. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mendeskripsikan langkah strategi yang dilakukan PT. Surya Madistrindo Area Office Purwokerto dalam melakukan consumer promotion sehingga produk Gudang Garam akan tetap dikenal & dikonsumsi oleh khalayak berdasar segmentasinya. Penelitian  ini  menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan secara kualitatif. Ada beberapa langkah strategi yang dilakukan oleh PT Surya Madistrindo dalam melakukan consumer promotion, yang pertama adalah mengadakan bakti sosial dengan melibatkan komunitas. Yang kedua adalah penempatan unit promosi Gudang Garam, lalu yang ketiga adalah  menambah alokasi pengadaan Media Luar Ruang (Outdoor), Yang keempat adalah menambah outlet investasi (Gudang Garam Strategic Partnership) dengan branding Gudang Garam di beberapa outlet retail, modern market serta di Horecatainment. Kemudian strategi yang terakhir adalah dengan memanfaatkan media sosial
Analisis Akuntabilitas Partai Politik dan Bantuan Keuangan dalam Konteks Demokrasi Indonesia Yamin, Muhammad; Rosyadi, Slamet; Runtiko, Agus Ganjar; Kurniasih, Denok; Wijaya, Shadu Satwika; Darmawan, Arif; Satyawan, Darmanto Sahat; Wahyuningrat; Isna, Alizar; Sulaiman, Adhi Iman; Novianti, Wiwik
Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies Vol 4 No 1 (2024): High Political Costs: Causes and Effects of High Election Costs in Indonesia
Publisher : Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53013/bestuurskunde.4.1.73-86

Abstract

In the contemporary era characterized by globalization and swift democratic progress, Indonesia encounters distinctive challenges of rising political expenses. This article utilizes qualitative research methodologies to examine the consequences of increasing political costs on the dynamics of Indonesian democracy, specifically concerning accountability and financial support for political parties. The main findings suggest that the financial assistance to political parties in Indonesia has not adequately tackled the forthcoming challenges that Indonesian democracy may encounter. In contrast, political parties persist in facing challenges in accountability mechanisms for the funds they acquire. The provision of financial aid may be perceived as a feasible approach to mitigate the financial burdens associated with political campaigns. However, in the absence of adequate mechanisms to ensure transparency and accountability, there is a possibility of corruption and concerns regarding the scope of funding. This article further emphasizes the significance of political education as a fundamental obligation of political parties to uphold democratic efficacy. This study places particular emphasis on the ramifications of providing financial assistance to political parties for the future trajectory of Indonesian democracy. To ensure the continued progress of democracy in Indonesia and realize the “Golden Indonesia 2045” vision, stakeholders must possess a comprehensive comprehension of the matter and effectively tackle the obstacles that arise from the significant political expenses involved.