Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA KEBARONGAN KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Nurani, Wilujeng; Runtiko, Agus Ganjar; Novianti, Wiwik
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2023.19.2.9873

Abstract

BUMDes Singa Barong Kebarongan merupakan program pemerintah guna membantu perekonomian masyarakat Desa Kebarongan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat agar masyarakat Desa Kebarongan dapat hidup secara layak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran modal sosial sebagai motor penggerak dalam pengelolaan BUMDes Singa Barong Kebarongan di Desa Kebarongan Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah BUMDes Singa Barong Kebarongan. Sedangkan subjek informan dari penelitian ini adalah Kepala Desa, Perangkat Desa, Pengurus BUMDes, dan Masyarakat yang mengetahui tentang BUMDes. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berupa kepercayaan, norma dan jaringan sosial dalam pengelolaan BUMDes Singa Barong Kebarongan dapat dikatakan cukup baik sehingga BUMDes mampu berkontribusi dalam pembangunan desa khususnya dalam bidang ekomi. Penerapan modal sosial dalam pengelolaan BUMDes Singa Barong Kebarongan dikatakan berhasil menjadikan BUMDes Singa Barong Kebarongan sebagai kategori BUMDes yang berkembang.
Pola Komunikasi Kelompok Eks ODGJ dalam Panti Rehabilitasi Sosial Riadi, Selamat; Anwar, Anwar; Supriyanto, Dedi; Pratama, Nugra Agung; Novianti, Wiwik
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Article In Press: JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.21885

Abstract

Umumnya masyarakat masih memiliki penilaian negatif kepada eks ODGJ. Stigma ini justru memperburuk mental eks ODGJ. Penelitian ini bertujuan mensosialisasikan pola komunikasi yang sesuai untuk eks ODGJ dalam panti rehabilitasi sosial. Pengamatan terhadap eks ODGJ diakukan di Rumah Pelayanan Sosial PMKS “Pamardi Raharjo” Kabupaten Banjarnegara. Pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan teknik pengumpulan data dan kajian pustaka juga dilakukan dalam penelitian, guna menentukan jenis pola komunikasi yang terbentuk di Panti tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang efektif adalah dengan melibatkan penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, serta penggunaan nada suara yang tenang dan penuh pengertian. Penampilan fisik (ekspresi wajah, kontak mata, dan rambut) dan gerakan tubuh dapat membantu eks ODGJ lebih memahami konteks pembicaraan. Bahkan, di Panti rehabilitasi eks ODGJ diberdayakan dengan membuat karya berupa keset rumah tangga yang hasilnya sudah dapat dipasarkan di lingkungan sekitar. Dengan penelitian ini diharapkan kita dapat memahami secara lebih baik pola komunikasi yang terjadi di dalam kelompok eks ODGJ selama proses rehabilitasi dipanti, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi interaksi komunikatif, serta mengevaluasi efektivitas berbagai strategi komunikasi yang digunakan. Hal ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi rehabilitasi mental dan professional kesehatan lainnya, sehingga kualitas layanan yang mereka berikan kepada kelompok eks ODGJ lebih meningkat.  Masyarakat umum pun memahami cara yeng tepat berkomunikasi dengan eks ODGJ, sehingga kualitas interaksi sosial antaranggota kelompok menjadi lebih baik dan dapat membantu pemulihan mental eks ODGJ.
Pola Komunikasi Kelompok Eks ODGJ dalam Panti Rehabilitasi Sosial Riadi, Selamat; Anwar, Anwar; Supriyanto, Dedi; Pratama, Nugra Agung; Novianti, Wiwik
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 2 September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i2.21885

Abstract

Umumnya masyarakat masih memiliki penilaian negatif kepada eks ODGJ. Stigma ini justru memperburuk mental eks ODGJ. Penelitian ini bertujuan mensosialisasikan pola komunikasi yang sesuai untuk eks ODGJ dalam panti rehabilitasi sosial. Pengamatan terhadap eks ODGJ diakukan di Rumah Pelayanan Sosial PMKS “Pamardi Raharjo” Kabupaten Banjarnegara. Pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan teknik pengumpulan data dan kajian pustaka juga dilakukan dalam penelitian, guna menentukan jenis pola komunikasi yang terbentuk di Panti tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang efektif adalah dengan melibatkan penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, serta penggunaan nada suara yang tenang dan penuh pengertian. Penampilan fisik (ekspresi wajah, kontak mata, dan rambut) dan gerakan tubuh dapat membantu eks ODGJ lebih memahami konteks pembicaraan. Bahkan, di Panti rehabilitasi eks ODGJ diberdayakan dengan membuat karya berupa keset rumah tangga yang hasilnya sudah dapat dipasarkan di lingkungan sekitar. Dengan penelitian ini diharapkan kita dapat memahami secara lebih baik pola komunikasi yang terjadi di dalam kelompok eks ODGJ selama proses rehabilitasi dipanti, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi interaksi komunikatif, serta mengevaluasi efektivitas berbagai strategi komunikasi yang digunakan. Hal ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi rehabilitasi mental dan professional kesehatan lainnya, sehingga kualitas layanan yang mereka berikan kepada kelompok eks ODGJ lebih meningkat.  Masyarakat umum pun memahami cara yeng tepat berkomunikasi dengan eks ODGJ, sehingga kualitas interaksi sosial antaranggota kelompok menjadi lebih baik dan dapat membantu pemulihan mental eks ODGJ.
PERAN HOOLIGAN FISIP SEBAGAI KELOMPOK SUPPORTER UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Putri, Rizqi Wulandari; Saputra, Diki; Harmadhani, Abiyoso; Restiawan, Ilham Rizky; Novianti, Wiwik
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 21, No 02 (2024): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v21i02.849

Abstract

This research aims to describe and view the behavior of This study aims to describe and see the behavior of how the FISIP Hooligan social group forms each of its members as part of the group itself to process the participation agenda of the FISIP Hooligan group itself. In addition to the FISIP Hooligans group who move as football supporters, on the other hand this group can become a campus community with its group agenda. Therefore, intense interaction can shape group values in the form of solidarity, culture and loyalty which can support the internal progress of the group to be able to show its identity externally. The FISIP Hooligans Group serves as a forum for information, both about discussions, lecture materials or other things that provide their own experiences for each member.
Fenomena Katarsis Mengenai Kesehatan Mental pada Media Sosial Tiktok (Studi Kasus pada Akun Tiktok @Userpenmat0y) Laksmi Chyntia Dewi; Wiwik Novianti; Wisnu Widjanarko; Agoeng Noegroho; Santoso
Syntax Idea 2225-2240
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i11.2669

Abstract

The aim of this research is to educate the public in using social media wisely and understand issues regarding mental health that occur on social media, especially on Tiktok, so that people understand the cathartic phenomenon regarding mental health on Tiktok social media. The type of research used is qualitative research with a case study method, where the researcher conducted research by observing and interviewing the owner of the Tiktok account @userpenmat0y and observing several examples of cathartic Tiktok video content about mental health on the account by taking three (3) pieces of content. has the highest number of views, likes and comments compared to other uploaded content. The result of this research is that by looking at examples of uploaded content about mental health, it can explain a little about the phenomenon of catharsis and its impacts, both negative and positive, in terms of the account owner or content creator as well as in terms of other TikTok users who also commented on the upload.
Analisis Wacana Kritis Podcast “Maling” Santika, MM Bryan; Setiansah, Mite; Novianti, Wiwik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17507

Abstract

Penelitian ini membedah wacana podcast Maling dalam Channel Youtube HC yang berjudul : Blak-blakan! NS Sering Terima Tawaran, Tekanan, Hingga Upaya Intimidasi menggunakan Ananlisis wacana kritis model Teun Van Djik. metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Sumber data utama berupa video podcast berdurasi 56 menit 58 detik di unggah 9 september 2022. Podcast tersebut di pandu MA sebagai Host lalu NS sebagai narasumber, membahas seputar keadaan politik Indonesia dan tahambatan- hambatan profesi juranalis dalam upaya menguak kebenaran fakta. Penelitian ini mengkaji elemen wacana seperti struktur makro teks , superstruktur (elemen pembuka, isi, dan penutup), serta struktur mikro (latar, praanggapan, maksud, koherensi kondisional, metafora). Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, MA,NS,jurnalis politik,Podcast.
The Silent Communication of Penghayat Kepercayaan: Identity Negotiation and Co-cultural Strategies in a Muslim-Majority Community Ramadhan, Hafizh Faikar Agung; Menzelthe, Caecilia; Novianti, Wiwik; Widjanarko, Wisnu; Sutikna, Nana
Ijtimā iyya Journal of Muslim Society Research Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Postgraduate, State Islamic University Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ijtimaiyya.v10i2.15720

Abstract

This research highlights the paradox of pluralism in Indonesia, where Penghayat Kepercayaan (indigenous faith practitioners) frequently employ defensive communication strategies despite having constitutional guarantees. This study aims to analyze the phenomenon of 'Silent Communication' within the Paguyuban Budaya Bangsa (PBB) community in Kebumen as a mechanism for identity negotiation amidst a Muslim-majority society. Utilizing a qualitative collective case study approach framed by Co-Cultural Theory and Impression Management, this research dissects how minority groups construct communication boundaries. The findings demonstrate that this community adopts 'Pseudo-Administrative Affiliation' and 'Digital Silence' as primary survival strategies. Furthermore, the study identifies an internal 'Spiral of Silence' within the organization that obstructs leadership regeneration and reveals that the younger generation continues to practice self-censorship in digital spaces despite achieving legal recognition. This research concludes that minority silence is not merely a cultural trait but a structural response to social insecurity, necessitating an ethical shift from the majority group to foster inclusive dialogue. Moreover, the Muslim community—theologically anchored by the principles of la ikraha fiddin (no compulsion in religion), qaulan layyinan (gentle speech), and haqqul jawar (the rights of neighbors)—is challenged to actualize these values in daily practice, spanning administrative policies, social interactions, and digital media ethics.
Academic Service Satisfaction and UNSOED Communication Science's Reputation: Insights from Mobility Students Wisnu Widjanarko; S Bekti Istiyanto; Edi Santoso; Wiwik Novianti; Dian Bestari; Agoeng Noegroho
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 9, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v9i2.21096

Abstract

Indonesian National Student Mobility or Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) is one of the initiatives of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology in order to improve the academic quality and diversity of students throughout Indonesia through an inter-island student exchange mechanism, either of the same type or across fields of science. Communication Studies Program at Jenderal Soedirman University (Unsoed) located in Purwokerto - Central Java, is one of those that has been mandated to receive and facilitate the program from 2022 to 2024. This research aims to identify the level of students satisfaction with the quality of academic services provided by the study program as a part of the projected reputation.  Using a descriptive approach with the SERVQUAL method on 41 respondents (PMM students), the research shows: 1) 92.5% of respondents are satisfied with choosing the Communication Studies Program at Unsoed as a destination for the national student exchange program; 2) The level of satisfaction of PMM students with the academic services provided is quite good as evidenced by the difference score between performance and expectations in the range of -0.23 to -0.06 in the aspects of reliability, assurance, responsiveness, empathy and physical evidence; 3) Expectations for learning facilities and infrastructure are the highest expectations expected by students from outside the island regarding the quality of academic facilities at the destination campus. A university's reputation is enhanced by positive student experiences, which use social media narratives rather than paid publicity to create powerful public relations.
Makna Candaan Seksis Bagi Pekerja Perempuan di Ruang Kerja Formal Haniyah Rizki Oktaviani; Edi Santoso; Wiwik Novianti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i4.25641

Abstract

Fenomena candaan seksis kerap dianggap sebagai bentuk humor yang lumrah dalam interaksi sosial di tempat kerja, namun pada kenyataannya sering kali mengandung unsur pelecehan dan ketimpangan gender yang terselubung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana pekerja perempuan memaknai pengalaman mereka terhadap candaan seksis di lingkungan kerja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan perempuan yang bekerja di berbagai sektor formal, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan analisis fenomenologi menurut Creswell dan Poth, mulai dari deskripsi pengalaman partisipan hingga penemuan makna esensial dari fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa candaan seksis dimaknai oleh pekerja perempuan dalam tiga bentuk utama. Pertama, candaan seksis dipahami sebagai bentuk pelecehan verbal terselubung. Kedua, candaan seksis dimaknai sebagai wujud kekuasaan dan dominasi maskulin, yang memperlihatkan adanya relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan di ruang kerja. Ketiga, sebagian perempuan menafsirkan candaan seksis sebagai humor atau candaan yang wajar, terutama ketika disampaikan dalam konteks keakraban. Diperlukan peningkatan kesadaran gender, kebijakan organisasi yang responsif, serta ruang aman bagi perempuan untuk menyuarakan ketidaknyamanan terhadap bentuk candaan yang bersifat seksis, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih setara dan inklusif.
DISKURSUS LEGALISASI GANJA DALAM TAYANGAN ROSI “GANJA: MITOS DAN FAKTA” Yoga, Prasetya; Setiansah, Mite; Novianti, Wiwik; Santoso, Edi
Jurnal Ilmiah Multimedia dan Komunikasi JMIK Vol. 7 No. 1, Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimk.v7i1.164

Abstract

Pandangan masyarakat terkait ganja memiliki perbedaan setelah adanya gerakan legalisasi ganja di Indonesia. Pro-kontra terkait manfaat dan kegunaan ganja menjadi suatu hal yang terus diperdebatkan. Banyak negara sudah melegalkan penggunaan ganja untuk kepentingan medis, namun lain halnya dengan Indonesia. Hal tersebut menjadi sebuah tema diskusi dalam Tayangan Rosi Episode “Ganja: Mitos dan Fakta”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskursus yang terjadi dalam tayangan Rosi episode “Ganja: Mitos dan Fakta” mengenai legalisasi ganja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan diskursus dari Michel Foucault sebagai metode analisisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis teks dan studi pustaka. Data penelitian didapatkan dari Tayangan Rosi Episode “Ganja: Mitos dan Fakta” di kanal Youtube Kompas TV. Hasil penelitian menunjukkan statement yang dibentuk dalam tayangan tersebut sebagian besar mengarahkan pada dukungan terhadap wacana legalisasi ganja di Indonesia, khususnya untuk kepentingan medis melalui penelitian ilmiah. Sejarah penggunaan ganja mengalami banyak perubahan sejak dulu. Relasi kuasa dalam membentuk pengetahuan terkait ganja dilakukan oleh banyak pihak baik pro maupun kontra.