Claim Missing Document
Check
Articles

PENETUAN FORMULA UNTUK MENETAPKAN ESTIMASI KOLESTEROL-LDL Gilang Nugraha; Soebagijoh Poegoeh Edijanto
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2018): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v2i2.587

Abstract

Abstract: Measurement LDL-Cholesterol (LDL-C) can be performed by estimating LDL-C (cLDL-C) inthe blood. In addition to the first proposed Friedewald formula, several new formulas that promise betterexamination in determining LDL-C levels, proposed by Anandaraja, Puavilai, Chen, Vujovic, deCordova and Dansethakul. The subjects of the study were patients who performed routine lipid profileexamination in Institution of Clinical Pathology of Gedung Pusat Diagnostik Terpadu RSUD Dr.Soetomo Surabaya who performs 10 to 12 hours of fasting with TG less than 400 mg / dL. The sampleconsisted of 41 men and 48 women with an average age of 52 years. The statistical test on each cLDLC gave the Friedewald -1.32% bias value; Anandaraja -3,92%; Puavilai 4.26%, Chen -2.19%; Vujovic-23.65%; de Cordova -0.91% and Dansethakul 4.45%. The correlation coefficient on Friedewald0.9509; Anandaraja 0.9013; Puavilai 0.9576, Chen 0.9585; Vujovic 0.8745; de Cordova 0.9300 andDansethakul 0.9505. The proposed cLDL-C formula Chen et al promises in determining the LDL-Cestimate and the Vujovic formula gives a poor result in this study. Validation methods should be appliedto each of the cLDL formulas if they are to be applied to clinical laboratories.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK DETEKSI DINI PENYAKIT PADA LANSIA DI KARANGREJO SURABAYA Gilang Nugraha; Umi Hanik; Thomas Sumarsono
Community Development Journal Vol 1 No 1 (2017): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.237 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v1i1.320

Abstract

Sebagian besar kematian lansia di negara berkembang disebabkan oleh penyakit regeneratif, penyakit tersebutmerupakan penyakit kronis yang sering diderita lansia dan menyebabkan ketidakmampuan (disabilitas) seperti penyakitjantung koroner, stroke, diabetes, kanker dan penyakit paru-paru. Sehingga penyakit tersebut sangat mengganggu bagilansia karena menurunkan kualitas hidup, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin guna memantaumunculnya penyakit regeneratif. Pemeriksaan laboratorium merupakan salah satu pemeriksaan penunjang dalammendeteksi secara dini kemunculan penyakit kronis pada lansia. Dengan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat,diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin khususnyapemeriksaan laboratorium kesehatan guna memantau kemunculan penyakit regeneratif. penyuluhan pemeriksaanlaboratorium untuk deteksi dini penyakit pada lansia dan mencegah kerusakan gigi dan jaringan penyangga sertapemeriksaan urine rutin memberikan wawasan bagi masyarakat tentang kebersihan mulut dan peran laboratorium dalammemantau kesehatan pada lansia dari penyakit degeneratif serta memantau kesehatan melalui urin rutin.Kata Kunci : penyakit pada lansia, penyakit regeneratif, kerusakan gigi
STABILITAS PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN PADA SAMPEL DARAH YANG DIDIAMKAN PADA SUHU RUANG MENGGUNAKAN CELL-DYN RUBY Gilang Nugraha; Nur Anita Ningsih; Titik Sulifah; Sitti Fitria
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 4, No 1 (2021): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v4i1.8255

Abstract

Complete blood count (CBC) is one of the laboratory tests most often influenced by doctors. The use of a hematology analyzer offers a wider range of probe parameters. The pre-analytic stage accounts for 70% of errors, one of which is the delay of the examination. Changes in report results were reported due to changes in blood cell morphology due to EDTA additives and room temperature. The aim of this research is the disturbance of stability of the results of examination of various CBC parameters in blood samples that are left at room temperature for 24 hours using a hematology analyzer. This experimental laboratory research was conducted at the Pramita Jemur Andayani Clinical Laboratory. Blood samples were obtained from volunteers, stored at room temperature and subjected to immediate examination (control) and after a delay of 6, 12 and 24 hours (treatment). A total of 30 respondents, consisting of 8 men and 22 women. The mean age of the respondents was 22 ± 1 year. There was no difference in the results of the examination (p-value > 0.05) in the RBC, Hct MCV, MCHC, PLT and PDW. The results of the examination (p-value < 0.05) were found on Hgb, MCH, RDW, WBC, NEU, IG, MONO, EO, BASO, LYM, PLT and PDW. Delayed CBC examinations using the CELL-DYN Ruby hematology analyzer directly gave different results on several parameters ranging from 6 hours delay of examination.
PENGARUH INSENTIF FINANSIAL DAN INSENTIF NON FINANSIAL TERHADAP MOTIVASI DAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN (Studi pada Karyawan PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk. Kantor Cabang Utama Madura) Gilang Nugraha
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 6, No 2 (2013): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.087 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui gambaran dan signifikansi pengaruh insentif finansial dan insentif non finansial terhadap motivasi kerja karyawan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Madura serta untuk mengetahui gambaran dan signifikansi pengaruh motivasi terhadap semangat kerja karyawan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Madura. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa insentif finansial berpengaruh signifikan terhadap motivasi karyawan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Madura. Demikian pula insentif non finansial berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Madura. Berikutnya variabel motivasi kerja karyawan juga berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Madura. Kata kunci : insentif finansial, insentif non finansial, motivasi, semangat kerja
COMPARISON OF SDLDL-C ANALYSIS USING SRISAWASDI METHOD AND HOMOGENEOUS ENZYMATIC ASSAY METHOD ON HYPERTRIGLYCERIDEMIA CONDITION (Perbandingan Analisa sdLDL-C metode Srisawasdi dan Homogeneous Enzymatic Assay di Kondisi Hipertrigliseridemia) Gilang Nugraha; Soebagijo Poegoeh Edijanto; Edhi Rianto
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 23, No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v23i1.1188

Abstract

Small Dense Low Density Lipoprotein (sdLDL) merupakan fraksi terkecil dari partikel Low Density Lipoprotein (LDL) yang memilikidiameter ≤25,5 nm. Partikel sdLDL merupakan lipoprotein sangat aterogenik bahkan telah dilaporkan meningkatkan kebahayaanPenyakit Jantung Koroner (PJK) hingga tiga kali lipat. Pengukuran sdLDL dilakukan dengan alat dan teknik yang rumit sehinggakurang cocok diterapkan dalam praktek klinis sehari-hari. Tahun 2011, Srisawasdi dkk mengembangkan teknik pengukuran perkiraansdLDL-cholesterol (sdLDL-C) menggunakan persamaan dengan menghitung profil lipid rutin. Dilaporkan bahwa peningkatan kepekatantrigliserida (TG) menurunkan kenasaban perkiraan sdLDL-C Srisawasdi. Penurunan nilai kenasaban dapat mempengaruhi ketepatanyang mengakibatkan penurunan mutu pemeriksaan laboratorium. Diambil 88 sampel yang dilakukan pengukuran Total Cholesterol(TC), TG, high density lipoprotein-cholesetrol (HDL-C) dan direk low density lipoprotein-cholesetrol (dLDL-C) di RSUD Dr. Soetomo,sdLDL-C metode homogeneous enzymatic assay dilakukan di Laboratorium Parahita Dharmawangsa. Hasil analisis menunjukkan, tidakada perbedaan hasil periksaan sdLDL-C formula Srisawasdi dkk dengan metode homogeneous enzymatic assay (P=0,000). Penurunannilai kenasaban ditemukan di kelompok kepekatan TG <100 mg/dL sampai dengan kelompok kepekatan TG 200-299 mg/dL. Perbedaannilai kenasaban di setiap kelompok TG tidak mempengaruhi ketepatan pemeriksaan sdLDL-C formula Srisawasdi (P=0,720) hinggakepekatan TG <400 mg/dL, dengan nilai bias pada seluruh sampel yaitu 34,15%. Keterbatasan sdLDL-C formula Srisawasdi dkk hanyadapat digunakan di kepekatan TG kurang dari 200 mg/dL dengan pemantapan mutu intralaboratorium yang terkendali baik. Saranpenelitian, perlu diteliti lebih lanjut untuk menentukan nilai normal sdLDL-C formula Srisawasdi.
PENUNDAAN PEMERIKSAAN DIFFERENTIAL COUNT TERHADAP GAMBARAN SCATTERGRAM HEMATOLOGY ANALYZER CELL-DYN RUBY Gilang Nugraha; Nur Anita Ningsih
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2036

Abstract

Dilaporkan bahwa penundaan pemeriksaan dapat mengubah morfologi leukosit pada sediaan apusan darah tepi. Cell-Dyn Ruby merupakan salah satu hematology analyzer 5-part differential dengan teknologi multiangle polarized scatter separation (MAPSS) yang membentuk scattergram WBC Differential dan scattergram NEU-EOS. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran scattergram diff count Cell-Dyn Ruby pada bahan pemeriksaan yang ditunda. Penelitian menggunakan desain Experimental Laboratory, pemeriksaan menggunakan hematology analyzer Cell-Dyn Ruby. Pemeriksaan 0 jam sebagai kontrol, pemeriksaan 6, 12 dan 24 jam sebagai perlakuan. Sebanyak 30 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, gambaran scattergram setelah penundaan berupa peningkatan jumlah titik pada warna hitam dan merah muda, serta adanya pelebaran distribusi titik warna oranye. Berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan hasil pemeriksaan secara signifikan (P < 0,01) pada seluruh parameter pemeriksaan leukosit yang terdiri dari white blood cell (WBC), neutrofil segmen (SEG), neutrofil batang (BAND), immature granulocytes (IG), monosit (MONO), eosinofil (EO), basofil (BASO) dan limfosit (LYM). Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penundaan pemeriksaan dapat terdeteksi oleh scattergram Cell-Dyn Ruby khususnya channel WBC Differential setelah penundaan 12 jam, dan terlihat secara nyata setelah penundaan 24 jam. Saran penelitian ini adalah pemanfaatan scattergram untuk tindakan verifikasi kelayakan bahan pemeriksaan dan perlunya ada penelitian lanjutan untuk validasi dengan hapusan darah serta adanya komparasi dengan alat lain yang memiliki teknologi berbeda.Kata kunci : Cell-Dyn Ruby, diff count, penundaan, scattergram
Pemeriksaan Kadar Hemoglobin dengan Metode POCT (Point of Care Testing) sebagai Deteksi Dini Penyakit Anemia Bagi Masyarakat Desa Sumbersono, Mojokerto Ersalina Nidianti; Gilang Nugraha; Ilmiah Alvi Nisa Aulia; Saumia Khoirunnisa Syadzila; Sri Surya Suciati; Nila Dwi Utami
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.259 KB) | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.29-34

Abstract

Kasus anemia di Indonesia masih cukup tinggi hasil menunjukkan bahwa angka prevalensi anemia secara nasional pada semua kelompok umur adalah 21,70 %. Sedangkan prevalensi anemia di Provinsi Jawa Timur sebesar 5,8 %. Anemia adalah kondisi penyakit dimana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Kondisi ini biasa disebut sebagai kekurangan darah. Anemia dapat dideteksi dengan melakukan pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan metode POCT (Point of Care Testing). Metode POCT merupakan metode yang dilakukan untuk pemeriksaan sederhana dengan menggunakan sampel dalam jumlah sedikit, mudah, cepat serta efektif dilakukan di daerah-daerah dengan jumlah fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit yang relatif sedikit khususnya di lokasi pengabdian masyarakat di Desa Sumbersono, Mojokerto. Jenis metode yang digunakan adalah observasional analitik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk skrining (pemeriksaan) kadar hemoglobin sebagai deteksi dini penyakit anemia dengan metode POCT, mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan terhadap kejadian anemia serta sebagai upaya preventif (pencegahan) untuk meminimalisir penyakit anemia. Hasil menunjukkan dari 48 reponden (laki-laki 11 orang), (perempuan 37 orang) bahwa kejadian anemia pada perempuan 40 % lebih besar dibandingkan dengan laki-laki 6 %. Jumlah  kasus anemia terbanyak terjadi pada umur ≥ 60 presentase 36,36 % dibandingkan kelompok umur lainnya. Jumlah kejadian anemia terbanyak dengan presentase 46 % pekerjaan Petani dibandingkan pekerjaan lainnya. Jumlah anemia dengan pendidikan sekolah dasar presentase 16,67 % terbanyak dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan terhadap penyakit anemia bagi masyarakat desa Sumbersono, Mojokerto.Kata kunci: Anemia, Kadar Hemoglobin . POCT, Faktor AnemiaAbstract Cases of anemia in Indonesia are still quite high. The results show that the national prevalence of anemia in all age group is 21.70%. While the prevalence of anemia in East Java Province was 5.8%. Anemia is a disease because the number of red blood cells is lower than the normal number. This condition is commonly referred to blood deficiency. Anemia can be detected by measuring of hemoglobin (Hb) levels using the POCT (Point of Care Testing) method. The POCT method is a method that is carried out for a simple examination using a small samples, easy, fast and effective carried out in areas with a number of health facilities such as community health centers, hospitals that are relatively small, especially in community service locations in the village Sumbersono, Mojokerto. The type of method used is analytic observational. This community service activities aims to screening (examining) hemoglobin levels as an early detection of anemia using the POCT method, to find out the relationship between age, education, work and anemic events and as a preventive measure (prevention) to minimize anemia. The results showed there were 48 population, while (11 men), (37 women) that the incidence of anemia in women was 40% greater than 6% men. The highest number of anemia cases occurred at age ≥ 60 is 36.36% compared to other age groups. The highest number of anemia occurrences with 46% of Farmers' work compared to other occupations. The highest number of anemia with primary school education level is 16.67% compared to other education levels. Conclution There was no significant correlation between age, educational background, works and anemia cases in community the Sumbersono village, Mojokerto.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DAN KADAR HB IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA Nur Masruroh; Gilang Nugraha
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.753

Abstract

Nilai normal Hb ditentukan dari kadar Hb itu sendiri. Kadar Hb ibu hamil terjadi jika produksi sel darah merah meningkat, nilai normal hemoglobin (12 sampai 16 gr/dl) dan nilai normal hematokrit (37% sampai 47%) menurun secara mencolok. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan kadar Hb ibu hamil trimester III. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2019 di Puskesmas Jagir Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan pengambilan sampel dengan simple random sampling sebanyak 30 responden ibu hamil trimester III yang berkunjung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (56,7%) memiliki kadar Hb>11g% dan hampir setengah (43,3% responden yang memiliki kadar Hb <11g%. Hasil analisis bivariat menggunakan chi square dengan p value <0,05 mendapatkan hasil adanya hubungan antara usia dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,001 , terdapat hubungan antara paritas dan kadar Hb ibu hamil yaitu 0,003 , tidak terdapat hubungan antara pendidikan dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,11 serta tidak ada hubungan antara pekerjaan dan kadar Hb ibu hamil trimester III yaitu 0,72.Disarankan kepada petugas untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang bahaya anemia dalam kehamilan dan pentingnya mengkonsumsi tablet fe dan makanan yang mengandung zat besi.
Pemeriksaan Profil Darah Pada Pekerja Sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Akibat Paparan Uap Benzene di Industri Percetakan Moch Sahri; Gilang Nugraha; Abraham Ahmad Ali Firdaus; Rizka Wahyu Safitri; Nur Muhamad Nuzulul Syufi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4355

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan penelitain sebelumnya diketahui bahwa lokasi kegiatan pengabdian masyarakat, didapatkan hasil pengukuran kadar uap benzene dilingkungan kerja   dengan kisaran 0,3-1,5 ppm. Anemia aplastik yang disebabkan oleh penekanan sumsum tulang adalah penyebab klasik kematian akibat keracunan benzena kronis. Tujuan dari kegiatan ini adalaha untuk melakukan pemeriksaan profil darah pekerja yang terpapar benzene dilingkungan kerjanya sebagai upaya antisipasi dan deteksi dini penyakit akibat paparan benzene. Kegiatan pemeriksaan profil darah dilakukan dengan menerapkan protokol Kesehatan. Pengambilan dan anlisa profil darah dilakukan oleh laboratorium yang kompeten. Jumlah pekerja yang terlibat dalam kegiatan  ini  sebanyak 10 pekerja dengan jenis kelamin laki-laki dengan kriteria pekerja yang terpapar langsung dengan uap benzene dilingkungan kerjanya. Hasil dari pemeriksaan 10 orang pekerja didapatkan hasil leukosit 6,97 ± 0,8, hemoglobin 15,3 ± 0,92 dan trombonist 212,1 ± 25,07. Kegiatan pengabdian masayarakat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Hasil pemeriksaan profil darah pada 10 pekerja masih dalam batas nilai rujukan. Kata Kunci : benzene, profil darah, industri percetakan  ABSTRACT Based on previous research, it is known that the location of community service activities, the results of measurements of benzene vapor levels in the work environment are in the range of 0.3-1.5 ppm. Aplastic anemia caused by bone marrow compression is the classic cause of death from chronic benzene poisoning. The purpose of this activity is to examine the blood profile of workers exposed to benzene in their work environment to anticipate and detect diseases due to benzene exposure. Blood profile examination activities were carried out by applying the Covid Health protocol 19. Blood profile collection and analysis were carried out by a competent laboratory. The number of workers involved in this activity was 10 workers of the male gender with the criteria that workers were directly exposed to benzene vapor in their work environment. The results of the examination of 10 workers showed leukocytes 6.97 ± 0.8, hemoglobin 15.3 ± 0.92, and trombone 212.1 ± 25.07. Community service activities go according to the planned schedule. The results of blood profile examinations on 10 workers are still within the reference value limit. Keywords: benzene, blood profile, printing industry
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Hematologi yang Segera Dilakukan Pemeriksaan dan yang Ditunda pada Suhu Ruangan dan Refrigerator menggunakan Sysmex XP-300: The Difference Between the Hematology Examination that was Immediately Carried Out and which was Delayed at Room Temperature and Recommended using a Sysmex XP-300 Nathalya Dwi Kartika Sari; Gilang Nugraha; Brina Thursina Dibiasi; Mirshall Abiedama Prayoga
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 4 No. 2 (2022): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v4i2.2962

Abstract

An automatic hematology analyzer (hematology analyzer, ha) is a routine hematology examination tool used extensively in clinical laboratory services. Sysmex XP-300 is the HA 3-part diff that is the most straightforward ha impedance examination of the number of cells based solely on cell sizes. The storage temperature and incubation times affected the complete blood count examination. This study determined the difference between hematology and EDTA's immediate examination of blood samples and was delayed at room temperature and temperature using a Sysmex XP-300. Hopefully, this research could be developed with a method of validation of checks to minimize errors in clinical laboratories. Experimental research methods with a pre-experimental design through the one group afflicted posttest design with a sample of as many as 15 laboratories, and we analyzed with ANOVA. The results of this study have WBC, RBC, HGB, HCT, MCV, MCH, and MCHC different results at room temperatures 2, 24, 48, and 72 hours compared to temperature fluctuations; the PLT parameters alone show no significant difference when it comes to prompt examinations with delays in the application. Morphology of erythrocyte is influenced by temperature, and storage should be hypotensive.
Co-Authors Abdul Muhith Abraham Ahmad Ali Firdaus Ahmad Jazuly Nabil Akhmad Rizal Effendi Alfia, Shofa Alya Salsabila Andini, Ary Andreas Putro Ragil Santoso, Andreas Putro Ragil Ardyarini Dyah Savitri Ariska Widya Arsya Tazkiya Asror, Anita Rizki Rahmawati Atika Nur Laila Aulia, Ilmiah Alvi Nisa Ayu Slatim Maifanda Ballihgoo, Hamiduumajid Ballihg Bermawi, Bastiana Brina Thursina Dibiasi Budiarti, Rina Devyana Dyah Wulandari Diyan Wahyu Kurniasari Dwi Handayani Dwi Lestari Pertiwi Dwijayanti, ira Edhi Rianto Edijanto, Soebagijo Poegoeh Edijanto, Subagijo Poegoeh Edjianto, Soebagijo Poegoeh Effendi, Akhmad Rizal Ersalina Nidianti Fakurazi, Sharida Fauziah, Luqiana Hakim, Muhammad Yusuf Ramadhani Hermawati, Septina Isro’ Hidayat, Muhammad Taufiq Hidayatih, Nurul Ikke Nanda Amalia Ilmiah Alvi Nisa Aulia Intan Dwi Anggraeni Ira Dwijayanti Janetra Yudhis Nata P Kurniasari, Diyan Wahyu Laila, Atika Nur Layla Agustina, Nurul Ivada Maghfuroh, Qonita Iklila Maritza, Phasa Shoofii Luthf Marselli Widya Lestari Maulana Bagas Syaifulloh Mirshall Abiedama Prayoga Moch. Sahri Mohammad Nasir Muhamad Damar Baskara Muhammad Afwan Romdloni Muhammad Nasir Mukarramah, Imraatul Murdiningsih, Eka Indah Nastasya Nunki Nathalya Dwi Kartika Sari Navis, Khiliah Nila Dwi Utami Noor Febryani Nugraha, Dayu Satria Nur Anita Ningsih Nur Masruroh Nur Masruroh Nur Masruroh, Nur Nur Muhamad Nuzulul Syufi Nur Zalsabila Isnaini Prayekti, Endah Putri, Dwi Yuniar Nandita Rachmayanti, Notrisia Rahayu Anggraini Rahayu, Mita Rahmawati, Lili Susan Rizka Wahyu Safitri Rizki Nurmalya Kardina Rohayati Rohayati Rosa Sastrawati Rosda Rodhiyana Rodhiyana Ruri Arinil Khoiro S. P. Edijanto Penulis Salimi, Syafrina Maulidyatus Salman Firmansyah Salsabila, Alya Salsabillah Karunia Sugiarto Saumia Khoirunnisa Syadzila Siegfried Syafier, Siegfried Siti Husnul Khotimah Siti Rosa Lina Sitti Fitria Sri Surya Suciati Subagijo Poegoeh Edijanto Suciati, Sri Surya Sumarsono, Thomas Syadzila, Saumia Khoirunnisa Syinta Nur Isnaini Thomas Sumarsono Titik Sulifah Umi Hanik Utami, Nila Dwi Widya Novita Sari Wieke Sriwulan Wijanarko, Robert Aditya Wulan, Wieke Sri Zalfa, Anisatuz