Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFANTAN CAIRAN INFUS SEBAGAI PENGGANTI REAGEN ALTERNATIF HAYEM DALAM PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT Ahmad Jazuly Nabil; Ariska Widya; Nastasya Nunki; Gilang Nugraha
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 1 No 1: Oktober 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v1i1.3

Abstract

Anemiasufferers in Indonesia are increasing. Anemia diagnosisconfirmed by examining red blood cell (RBC) which requires Hayem as reagent. Problemof running out reagents still widely found that distrupts health services.0.9% infusion fluid is physiological solution and readily available. Therefore, this study aims to ultilize 0.9% intravenous fluids as alternative to Hayem in RBC examination by analyzing differences in results of alternative reagents to Hayem reagent. This type of research is experimental, using normality test, t-test, and linear regression.Carried out in the hematology laboratory of Nahdlatul Ulama University Surabaya in February 2020.Use 25 samples from students and health faculty staff with average infusion fluid ie 4,54 x 106 /µL (SD 0,59 x 106 /µL) while Hayem reagent ie 4,63 x 106 /µL (SD 0,52 x 106 /µL)and there is no difference two results (P = 0.197). fluid normality test was obtained Sig.= 0,716, while Hayem reagent Sig.= 0,923. Paired sample t-test obtained Sig.= 0,197. Resultsof linear regression test showed correlation coefficient of 0.823 and coefficient determination of 67.8% (P = 0.000) with equation Y = 0.725X + 1.339. It was concluded that 0.9% infusion fluid could be used as alternative reagent for Hayem in RBC examination.
IMPLEMENTASI TERAPI BERJEMUR TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA USIA DEWASA DAN LANSIA DI DESA NGEPUNG KABUPATEN GRESIK Ary Andini; Endah Prayekti; Gilang Nugraha; Rizki Nurmalya Kardina; Ardyarini Dyah Savitri; Siti Husnul Khotimah; Arsya Tazkiya; Salman Firmansyah
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.185

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolic yang tiap tahun mengalami peningkatan tidak hanya diperkotaan, namun juga di pedesaan seperti desa Ngepung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Tujuan dilaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mengimplemetasikan terapi berjemur di pagi hari secara rutin guna menurunkan resiko diabetes melitus dan memberikan alternatif bagi masyarakat terutama lansia untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai pencegahan terhadap penyakit diabetes melitus. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi penyuluhan diet sehat dan manfaat terapi berjemur di pagi hari dan pemeriksaan kadar glukosa darah pada hari ke-1 sebelum terapi berjemur dan ke-7 setelah melakukan terapi berjemur. Kegiatan penyuluhan diikuti 29 warga dengan target usia usia 40 tahun keatas. Implementasi berjemur di pagi hari dilakukan selama 10 menit selama 7 hari. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat untuk hidup sehat. Namun, untuk implementasi kegiatan terapi berjemur hanya diikuti 16 peserta pada hari ke-1 namun hari ke-7 sejumlah 9 orang.
Optimalisasi Penggunaan Point of Care Testing (POCT) Bagi Kader Kesehatan Desa Keboguyang Guna Peningkatan Monitoring Kesehatan Desa Ary Andini; Gilang Nugraha
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.348 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.837

Abstract

Point of Care Testing (POCT) merupakan media pemeriksaan kesehatan yang mudah digunakan untuk kegiatan monitoring kesehatan. Edukasi dan pelatihan penggunaan POCT secara baik dan benar bagi kader kesehatan desa Keboguyang, Kecamatan Jabon, Kabupaten bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan pemeriksaan medis guna membantu pemerintah desa dalam mengawasi tingkat kesehatan masyarakat desa dengan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan mandiri secara rutin bagi masyarakat. Kegiatan program pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 18 kader kesehatan desa Keboguyang yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Maret 2017. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan tentang pemeriksaan kesehatan dengan POCT dan praktek penggunaan POCT secara baik dan benar. Evaluasi tingkat pemahaman dan ketrampilan dilakukan sesuai dengan form penilaian yang telah disediakan oleh pelaksana. Aspek penilaian dilakukan berdasarkan tiga tahapan yaitu persiapan pemeriksaan, pengambilan sampel darah dan pemeriksaan dengan POCT. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan ketrampilan dalam penggunaan POCT yang baik dan benar. Hal ini terbukti dengan terjadi peningkatan rata-rata nilai dari skor para peserta dari 40,56 menjadi 88,06. program pengabdian masyarakat terkait pelatihan penggunan POCT mampu meningkatkan tingkat pemahaman dan ketrampilan para kader kesehatan desa Keboguyang dalam melakukan monitoring kesehatan sehingga dapat diaplikasikan secara tepat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di desa Keboguyang.
Pelayanan Kesehatan Pegawai Laboran Unusa Dalam Upaya Menambah Wawasan Serta Pencegahan Covid-19 Nathalya Dwi Kartika Sari; Gilang Nugraha
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.519 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.864

Abstract

Penularan dan penyebaran virus corona antar manusia sangatlah cepat, termasuk penyebaran di Indonesia. Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus ini. COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, yaitu kelompok virus corona yang menginfeksi sistem pernapasan. Cara pencegahan yang terbaik dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terinfeksi virus corona. Pemeriksaan kesehatan rutin merupakan layanan kesehatan guna pencegahan klinis yang biasanya diberikan dokter ke pasien. Tujuan utama dari Medical Check Up adalah untuk menyaring orang-orang yang berisiko memiliki permasalahan kesehatan. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di kota Surabaya. UNUSA memiliki pegawai yang memiliki risiko permasalahan kesehatan karena sering mengalami paparan zat yang mengganggu kesehatan. Selain itu kelompok pegawai ini merupakan kelompok yang sering melakukan Work From Office (WFO) selama pandemic, kemungkinan terpapar virus SARS-CoV-2 sangat tinggi. Selain pemantauan kesehatan maka perlu dilakukan upaya pencegahan untuk menghindari dari infeksi virus penyebab Covid-19. Metode observasi dimulai identifikasi pegawai di lingkungan UNUSA, dilakukan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, Didapatkan 15 pegawai laboran yang dilakukan pemeriksaan hematologi dan pemeriksaan rapid antibodi. Sebanyak 14 pegawai yang telah mendapatkan vaksin terbentuk antibody IgG terhadap Covid-19. Usaha pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona khususnya di UNUSA sesuai dengan hasil pemeriksaan Medical check up dimana didapatkan 14 orang pegawai laboran pemeriksaan darah rutin masih dalam batas normal dan terbentuk antibodi IgG terhadap covid-19.
Pemeriksaan Hematologi Rutin Pada Tenaga Laboratorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Gilang Nugraha; Moch. Sahri; Diyan Wahyu Kurniasari; Ayu Slatim Maifanda; Salsabillah Karunia Sugiarto; Maulana Bagas Syaifulloh
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.156 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.866

Abstract

Pemeriksaan hematologi rutin tidak hanya untuk mendiagnosis dan mengelola penyakit hematologi, tetapi juga untuk menilai kesehatan secara keseluruhan. Terdapat satu kelompok pegawai di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat seringnya terpapar zat kimia berbahaya dan infeksius, kelompok ini yaitu petugas laboratorium (laboran). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada lingkungan mitra, masih banyak pegawai yang belum mengetahui status kesehatannya berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi rutin secara berkala. Maka pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan hematologi rutin. Tujuan dari pengabidan masyarakat ini yaitu agar laboran UNUSA mengetahui status kesehatannya melalui pemeriksaan hematolgi rutin. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini meliputi tahap prakegiatan meliputi identifikasi pegawai di lingkungan UNUSA, selanjutnya di lakukan observasi untuk mendapatkan nama pegawai yang bekerja sebagai laboran. Tahap Pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan sampel, dilanjutkan dengan pemeriksaan hematologi meliputi parameter jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit, jumlah leukosit dan jumlah trombosit. Tahap evaluasi kegiatan melaporkan hasil pemeriksaan dan melakukan pelaporan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 laboran yang dilaksanakan di laboratorium hematologi UNUSA pada tanggal 8 September 2021. Berdasarkan hasil kegiatan didapat hasil pemeriksaan jumlah eritrosit normal 14 laboran (93,3%) dan tinggi 1 laboran (6,7%); hemoglobin normal 14 laboran (93,3%) dan rendah 1 laboran (6,7%); hematokrit normal 14 laboran (93,3%) dan rendah 1 laboran (6,7%); jumlah leukosit normal semua (93,3%) dan rendah 1 laboran (6,7%); jumlah trombosit normal 10 laboran (66,7%) dan rendah 5 laboran (33,3%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu mengidentifikasi status kesehatan berdasarkan pemeriksaan hematologi rutin pada laboran UNUSA, terdapat 1 laboran yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena terindikasi anemia ringan sehingga dapat di tindak lanjuti untuk melakukan gaya hidup sehat dan jika diperlukan harus dikonfirmasi pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Wanita Pre-menopause Dan Wanita Menopause Di Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan Siti Rosa Lina; Gilang nugraha; Rosa Sastrawati
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 1 No. 1 (2020): Prosiding National Conference for Ummah (NCU) 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Triglycerides are the main fats in the body, formed in liver glycerol and di meal fats. The increase in fat in menopausal women is due to lack of physical activity that is not balanced with a healthy food intake that results in excess weight that affects the body's metabolism. So High Density Lipoprotein (HDL) decreased and Low Density Lipoprotein (LDL) became high and triglyceride levels also increased. Increased levels of triglycerides in the blood are risk factors for coronary heart disease (CHD). This study aims to find out if there are differences in triglyceride levels in 34 premenopausal women and 34 menopausal women in Labuhan Village, Sepulu District, Bangkalan Regency. This research is an analytical observational research with cross sectional approach (cut latitude). This research was conducted from May 2020 to July 2020. Examination of triglyceride levels is carried out using a photometer with GPO-PAP (glyserophosphate oxidase-paraaminophenazone) method. Based on the results showed that there is no difference between triglyceride levels in premenopausal women and menopausal women p-value = 0.083 average levels of triglycerides in premenopausal women namely 151.38 ± 31.40 mg / dL and in menopausal women of 174.91 ± 49.98 mg / dL.
Peningkatan Wawasan Kader Kesehatan dalam Menggunakan Alat Glukometer yang Baik dan Benar Gilang Nugraha; Ary Andini; Mohammad Nasir; Muhamad Damar Baskara; Atika Nur Laila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10891

Abstract

ABSTRAK Desa Simoangin-angin merupakan salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki kader kesehatan. Mengingat pentingnya peran Kader Kesehatan dalam pembangunan kesehatan di desa, program studi D-IV Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama melakukan kolaborasi dalam upaya peningkatan pengetahuan penggunaan glukometer untuk menjaring warga yang diduga mengalami DM.  Meningkatkan wawasan Kader Kesehatan dalam menggunakan glukometer yang baik dan benar. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan. Evaluasid dilakukan dengan penilaian hasil pre-test dan post-test sebelum yang kemudian dilakutkan uji statistik menggunakan Mann Whitney, nilai-P < 0,05 dinyatakan terdapat perbedaan hasil.  Penyuluhan di hadiri oleh 20 Kader Kesehatan, Jumlah kader yang mengikuti pre-test sebanyak 20 orang dan post-test sebanyak 13 orang. Nilai rerata pre-test 4,50 ± 2,14, sedangkan hasil post-test yaitu 9,24 ± 1,30. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dengan post-test (P-value = 0,000). Penyuluhan mampu meningkatkan wawasan bagi para Kader Kesehatan di Desa Simoangin-angin terhadap penggunaan alat glukometer yang baik dan benar. Kata Kunci: Glukometer, Kader Kesehatan, Wawasan  ABSTRACT Simoangin-angin Village is one of the villages in Sidoarjo Regency which has health cadres. Given the important role of health cadres in health development in villages, the Study Program of Medical Laboratory Technology Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya collaborated in an effort to increase knowledge of the use of glucometers to screen residents suspected of having DM. Increase the insight of Health Cadres in using a good and correct glucometer. Community service is carried out by counseling methods. Evaluation was carried out by assessing the results of the pre-test and post-test prior to which a statistical test was carried out using Mann Whitney, a P-value <0.05 indicated that there was a difference in the results. Counseling was attended by 20 health cadres. The number of cadres who took part in the pre-test was 20 people and the post-test was 13 people. The pre-test mean value was 4.50 ± 2.14, while the post-test results were 9.24 ± 1.30. Based on the results of statistical tests using the Mann Whitney test, there is a significant difference between the pre-test and post-test scores (P-value = 0.000). Counseling was able to increase the knowledge of Health Cadres in Simoangin-Angin Village regarding the proper and correct use of a glucometer. Keywords: Insights, Glucometer, Health Cadres
Differences In Counting The Number of Leukocytes Using Cermai Fruit (Phyllantus acidus) Juice and Turk Solution Using The Counting Room Method Akhmad Rizal Effendi; Gilang Nugraha; Andreas Putro Ragil Santoso
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i2.324

Abstract

Leukocytes play a role in the body's defense system. Counting the number of leukocytes can be done manually using turk solution. Glacial acetic acid in turk solution functions to lyse erythrocytes but this compound is included in compounds that are carcinogenic. There is a natural ingredient that can lyse blood cells other than leukocytes, namely Cermai fruit. Cermai fruit contains a weak acid, namely citric acid of 39,8% so that it can lyse blood cells other than leukocytes. This study aims to analyze the difference in the number of leukocytes in cermai fruit juice and turk solution. This type of research is experimental with simple random sampling technique. The sample of this research is cermai fruit which will be used to count the number of leukocytes in 10 respondents. The mean number of leukocytes in the control solution was 6.610 cells/mm3, 10% concentration 4.296 cells/mm3, 20% concentration 4.227 cells/mm3, 30% concentration 5.918 cells/mm3 and 100% concentration 5.745 cells/mm3. Data were analyzed using the Kruskal Wallis test and the sig. 0.001 <0,05 so H1 is accepted, which means there is a significant difference, so it is continued with the Post Hoc test. Post hoc test showed that there was no significant difference in the results of leukocyte counts using cermai fruit with concentrations of 30% and 100% compared to the control (p>0,05). Meaning that only the concentrations of 30% and 100% showed the suitability of the number of leukocytes with the control so that these concentrations could be used as an alternative to 3% glacial acetic acid in turksolution.
PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DENGAN METODE ABC (AMATI, BERI, CEK) DI PP PUTRI WAHID HASYIM BANGIL Muhammad Nasir; Marselli Widya Lestari; Gilang Nugraha; Abdul Muhith; Rosda Rodhiyana Rodhiyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21801

Abstract

Latar belakang: Anemia masuk dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 dan ke-3 untuk mengurangi semua bentuk kekurangan gizi dan memastikan kehidupan yang sehat bagi semua usia tahun 2030. Anemia menjadi salah satu faktor risiko perdarahan pada kasus persalinan dan penyebab AKI. Adapun santriwati di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil belum pernah mendapatkan materi terkait pencegahan anemia. Metode: Penyuluhan mengenai pemberian materi pentingnya pencegahan anemia menggunakan metode ABC (Amati, Beri dan Cek) oleh tim penyuluh dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Santri diajarkan cara periksa dini dengan pemeriksaan fisik dari mengamati warna sklera, dilanjut dengan edukasi pemberian tablet Fe dan cek kadar hemoglobin jika diperlukan. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test melalui kuesioner terjadi peningkatan nilai secara langsung oleh santriwati yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah 9,4. Hal ini menggambarkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai materi tersebut bagi santriwati yang telah disampaikan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri di pondok pesantren PP Wahid Hasyim Bangil, maka perlu dilakukan melalui pendekatan yang berbasis kolaborasi pelayanan kesehatan. Peningkatan pengetahuan dikemas dalam kegiatan klasikal berupa ceramah dan praktik oleh tim.
Differences In Storage Time In Safranin Dye On Counting The Number Of Platbocytes By Rees Ecker Method Alya Salsabila; Gilang Nugraha
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i1.347

Abstract

Platelet count examination is important to assess hemostasis function. One of the commonly used manual methods is the Rees Ecker method. However, during the examination, impurities were found that were difficult to distinguish from platelets. Therefore, this study aimed to determine the difference in platelet count results using the Rees Ecker method against storage time with safranin dye. This study used an experimental method on 10 normal blood samples. Platelets were counted with an Improved Neubeauer hemocytometer using safranin dye stored for 0 days, 1 day, 7 days, 14 days, and then compared with the platelet count results using Rees Ecker as a control solution. The Mann Whitney Test results showed no significant difference between the control group and the safranin group in terms of platelet count at 0 days (sig. 0.850), 1 day (sig. 0.820), 7 days (sig. 0.130), and 14 days (sig. 0.121) of storage. Safranin is safe and effective for counting platelets using the Rees Ecker method, as shown by the stability test results for 14 days.
Co-Authors Abdul Muhith Abraham Ahmad Ali Firdaus Ahmad Jazuly Nabil Akhmad Rizal Effendi Alfia, Shofa Alya Salsabila Andini, Ary Andreas Putro Ragil Santoso, Andreas Putro Ragil Ardyarini Dyah Savitri Ariska Widya Arsya Tazkiya Asror, Anita Rizki Rahmawati Atika Nur Laila Aulia, Ilmiah Alvi Nisa Ayu Slatim Maifanda Ballihgoo, Hamiduumajid Ballihg Bermawi, Bastiana Brina Thursina Dibiasi Budiarti, Rina Devyana Dyah Wulandari Diyan Wahyu Kurniasari Dwi Handayani Dwi Lestari Pertiwi Dwijayanti, ira Edhi Rianto Edijanto, Soebagijo Poegoeh Edijanto, Subagijo Poegoeh Edjianto, Soebagijo Poegoeh Effendi, Akhmad Rizal Ersalina Nidianti Fakurazi, Sharida Fauziah, Luqiana Hakim, Muhammad Yusuf Ramadhani Hermawati, Septina Isro’ Hidayat, Muhammad Taufiq Hidayatih, Nurul Ikke Nanda Amalia Ilmiah Alvi Nisa Aulia Intan Dwi Anggraeni Ira Dwijayanti Janetra Yudhis Nata P Kurniasari, Diyan Wahyu Laila, Atika Nur Layla Agustina, Nurul Ivada Maghfuroh, Qonita Iklila Maritza, Phasa Shoofii Luthf Marselli Widya Lestari Maulana Bagas Syaifulloh Mirshall Abiedama Prayoga Moch. Sahri Mohammad Nasir Muhamad Damar Baskara Muhammad Afwan Romdloni Muhammad Nasir Mukarramah, Imraatul Murdiningsih, Eka Indah Nastasya Nunki Nathalya Dwi Kartika Sari Navis, Khiliah Nila Dwi Utami Noor Febryani Nugraha, Dayu Satria Nur Anita Ningsih Nur Masruroh Nur Masruroh Nur Masruroh, Nur Nur Muhamad Nuzulul Syufi Nur Zalsabila Isnaini Prayekti, Endah Putri, Dwi Yuniar Nandita Rachmayanti, Notrisia Rahayu Anggraini Rahayu, Mita Rahmawati, Lili Susan Rizka Wahyu Safitri Rizki Nurmalya Kardina Rohayati Rohayati Rosa Sastrawati Rosda Rodhiyana Rodhiyana Ruri Arinil Khoiro S. P. Edijanto Penulis Salimi, Syafrina Maulidyatus Salman Firmansyah Salsabila, Alya Salsabillah Karunia Sugiarto Saumia Khoirunnisa Syadzila Siegfried Syafier, Siegfried Siti Husnul Khotimah Siti Rosa Lina Sitti Fitria Sri Surya Suciati Subagijo Poegoeh Edijanto Suciati, Sri Surya Sumarsono, Thomas Syadzila, Saumia Khoirunnisa Syinta Nur Isnaini Thomas Sumarsono Titik Sulifah Umi Hanik Utami, Nila Dwi Widya Novita Sari Wieke Sriwulan Wijanarko, Robert Aditya Wulan, Wieke Sri Zalfa, Anisatuz