Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining dan Pengobatan Anemia pada Remaja Putri di Desa Sumbersono Mojokerto Nugraha, Gilang; Laila, Atika Nur; Putri, Dwi Yuniar Nandita; Maritza, Phasa Shoofii Luthf
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22138

Abstract

ABSTRAK Desa Sumbersono terletak di Kabupaten Mojokerto dan hanya memiliki satu Puskesmas Pembantu yang belum berfokus pada kesehatan remaja putri. Di Desa Sumbersono, prevalensi anemia mencapai 40% pada tahun 2017, dan skenario tahun 2025 belum dilaporkan. Melakukan edukasi, skrining anemia dan pengobatan pada remaja putri di Desa Sumbersono, Mojokerto. Tahap pra-kegiatan dengan melakukan identifikasi masalah, tahap pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan, pemeriksaan dan pengobatan. Terakhir yaitu tahap evaluasi kegiatan dengan melakukan penilaian pada tingkat kegiatan dan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Sebanyak 24 remaja putri berasal dari dusun Pekingan, Sumbersari, Selorejo, dan Sumbersono, berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat ini. Skrining anemia dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin; seseorang dikatakan anemia jika kadar hemoglobinnya kurang dari 12 g/dL. Hasil pemeriksaan ditemukan dua responden mengalami anemia. Responden tersebut diobati dengan tablet tambah darah selama satu minggu. Hasil pemeriksaan ulang, 1 responden normal dan 1 responden tetap mengalami anemia. Pemeriksaan hemoglobin pada remaja putri di Desa Sumbersono, Mojokerto ditemukan teradpat 2 responden anemia. Pengobatan hanya mampu memperbaiki hemoglobin pada 1 responden. Kata Kunci: Remaja Putri, Sumbersono, Anemia, Hemoglobin  ABSTRACT Sumbersono Village, located in Mojokerto Regency, has only one sub-health center that doesn't yet focus on adolescent girls' health. In Sumbersono Village, the prevalence of anemia reached 40% in 2017, and the 2025 scenario has not yet been reported. Conducting education, anemia screening and treatment for adolescent girls in Sumbersono Village, Mojokerto. The pre-activity stage involves identifying the problem, the implementation stage involves providing counseling, examinations, and treatment, and finally, the evaluation stage involves assessing the level of activity and implementation of community service. Twenty-four young women from the hamlets of Pekingan, Sumbersari, Selorejo, and Sumbersono participated in this community service program. Anemia screening was conducted by measuring hemoglobin levels; a person is considered anemic if their hemoglobin level is less than 12 g/dL. The examination revealed that two respondents had anemia. These respondents were treated with iron supplements for one week. A repeat examination revealed that one respondent was normal and one respondent remained anemic. Hemoglobin testing of adolescent girls in Sumbersono Village, Mojokerto, found two respondents were anemic. Treatment only improved the hemoglobin in one respondent. Keywords: Adolescent Girls, Sumbersono, Anemia, Hemoglobin
Perbaikan Sifat Aspal Penetrasi 60-70 Menggunakan Bahan Tambah Polimer Polypropylene (PP) Nugraha, Gilang; Budiarti, Rina; Syafier, Siegfried
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 11, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v11i2.12614

Abstract

Asphalt modification using polymer-based additives is one approach to improving resistance against plastic deformation and high temperatures. This study evaluates the effect of adding pure polypropylene (PP) on the physical and thermal properties of penetration grade 60/70 asphalt. PP was added at 0%, 1%, 3%, and 5% by weight. A reflux method was used to soften the polypropylene prior to mixing. Tests included penetration, softening point, viscosity, ductility, flash point, solubility, specific gravity, and TFOT. Results show reduced penetration from 61.8 to 49.7, increased softening point from 49.5°C to 53.2°C, and increased viscosity from 424 cSt to 592 cSt. Ductility decreased significantly from >140 cm to 122 cm, indicating reduced flexibility. The 5% PP addition gave the best stiffness and thermal stability. Storage stability tests were not conducted due to equipment limitations, suggesting the need for further study.
PHOSPHATE BUFFER SALINE AS AN ALTERNATIVE DILUENT IN EXAMINATION OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE WESTERGREEN METHOD Alfia, Shofa; Nugraha, Gilang; Anggraini, Rahayu; Lukiyono, Yauwan Tobing
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 11, No 2 (2023): Meditory Volume 11 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v11i2.2817

Abstract

Background: 0.9% NaCl is the standard method for examining ESR with EDTA blood, it was found that PBS has properties comparable to 0.9% NaCl because the osmolarity and ion concentration of this solution is isotonic with human body fluids.Aims: This study was to determine the difference in LED results using PBS pH 7.2 and pH 7.4 with the results of examining LEDs using 0.9% NaCl Westergren method.Methods: This study used an experimental method with a static group comparison research design. The difference in the results of the LED examination using 0.9% NaCl as the control group and PBS pH 7.2 and pH 7.4 as the test group.Results: statistical tests showed that the average value of LED using 0.9% NaCl was 13.10 mm/hour, PBS pH 7.2 was 12.40 mm/hour and PBS pH 7.4 was 10.30 mm/hour. Based on the results of the One Way Anova test, the p-value was 0.528 and the Post Hoc test results on PBS pH 7.2 obtained a p-value of 0.959 and PBS pH 7.4 p-value 0.523. Conclusion: the results of examining the LED using both PBS pH 7.2 and PBS pH 7.4 diluents showed no difference in results with 0.9% NaCl diluent as the standard method. So there is a suggestion from researchers to use abnormal samples diluted with PBS pH 7.2 to 7.4.
EDUKASI GIZI PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Dwijayanti, Ira; Nugraha, Gilang; Rachmayanti, Notrisia; Nugraha, Dayu Satria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.964

Abstract

Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia. Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah terjadi peningkatan kebutuhan gizi untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin yang dikandung. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil di Desa Petiken Kabupaten Gresik. Edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2022 pukul 08.30. Sebanyak 15 (lima belas) ibu hamil ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan edukasi tersebut. Edukasi dilakukan secara langsung di Balai Desa Petiken Kabupaten Gresik menggunakan media Microsoft Power Point. Materi disampaikan menggunakan media Power Point yang terdiri dari 4 topik yaitu 1) Pengertian anemia; 2) Penyebab anemia; 3) Pencegahan Anemia dan 4) Tips konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari hasil pre-dan post-test yang telah dibagikan sebelum dan sesudah edukasi. Peserta secara mandiri mengisi kuesioner yang telah disediakan. Hasil menunjukkan bahwa 5 orang responden (33%) memiliki nilai sempurna. Responden tersebut sudah memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Sebanyak 10 orang responden (67%) menunjukkan adanya  peningkatan pengetahuan dengan adanya kenaikan nilai pre- dan post- test. Kegiatan edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil memiliki manfaat positif bagi para responden.
Pemeriksaan Skrining Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Sabilul Ulum Al-Hidayah Wonoayu Nugraha, Gilang; Romdloni, Muhammad Afwan; Kurniasari, Diyan Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15674

Abstract

ABSTRAK Prevalensi anemia pada remaja putri pada kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia berkisar 27,2%. Pondok pesantren Sabilul Ulum Al-Hidayah memiliki banyak santriwati pada usia remaja yang juga membutuhkan asupan gizi salah satunya untuk pembentukan hemoglobin agar tercukupi. Tujuan untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin untuk skrining anemia. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan observasi langsung melalui wawancara dan pemeriksaan hemoglobin menggunakan POCT. Data disajikan dalam bentuk frekuensi. Jumlah santriwati yang mengikuti kegiatan pengabdian Masyarakat yaitu 32 orang dengan rentang umur 13 – 17 tahun. Sebagian besar santriwati tidak sedang diet atau melakukan puasa secara rutin (22 orang) dan sebagian besar tidak sedang menstruasi (24 orang). Santriwati yang mengalami anemia yaitu sebanyak 10 orang. Telah terjaring sebanyak 10 santriwati yang mengalami anemia, dan 5 diantaranya sedang mengalami menstruasi. Kata kunci: Anemia, Hemoglobin, POCT, santriwati  ABSTRACT The prevalence of anemia in young women in the 15–24 year age group in Indonesia is around 27.2%. The Sabilul Ulum Al-Hidayah Islamic boarding school has many female students in their teens who also need adequate nutritional intake, one of which is for the formation of hemoglobin. Purpose to Perform a hemoglobin test to screen for anemia. Community Service is carried out by direct observation through interviews and hemoglobin examination using POCT. Data is presented in frequency form. The number of female students taking part in community service activities is 32 people with an age range of 13 - 17 years. Most of the female students were not on a diet or fasting regularly (22 people) and most were not menstruating (24 people). There were 10 female students who experienced anemia. There were 10 female students who were anemic, and 5 of them were menstruating. Keywords: Anemia, Hemoglobin, POCT, Female Students
Improving Public and Environmental Health Through Rheumatoid Screening and Education on Environment Pathogenic Fungal Contamination Maat, Suprapto; Prayekti, Endah; Nugraha, Gilang; Ramadani, Vania Nur; Melindah, Winda; Mukarramah, Imraatul
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261411

Abstract

People working in agricultural environments with high humidity levels are at greater risk of exposure to pathogenic fungi, which can trigger infections of the skin, nails, and respiratory tract, especially in individuals with weakened immune systems. On the other hand, the elderly are vulnerable to health decline, including autoimmune diseases such as rheumatoid arthritis (RA), which can cause joint inflammation, tissue damage, and progressive disability. This community service activity aims to increase public knowledge about the dangers of pathogenic fungal contamination and to conduct early detection of RA through Rheumatoid Factor (RF) testing. Education was delivered interactively using lectures, discussions, and visual media, accompanied by pre- and post-tests, as well as RF testing using the latex agglutination method. This community service activity was attended by 33 participants. Results showed an increase in knowledge from 58% to 91% after the education, with all 33 RF test participants receiving non-reactive results. This program demonstrates that the combination of education and simple testing can increase public preventive awareness and is suitable for adaptation in other areas with similar risk characteristics.
Regenerasi Yang Melemah Di Organisasi Mahasiswa: Tinjauan Minat Mahasiswa FSOS Universitas Bhakti Kencana Bandung: Weakening Regeneration in Student Organisations: A Review of Student Interest at the Faculty of Social and Political Sciences, Bhakti Kencana University, Bandung Nugraha, Gilang; Rambe, Ira Hasianna; Salsabila , Khairun Nisya; Permana, Indra Dafa Tia; Lestari, Ida; Darmawan, Harri
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1168

Abstract

Fenomena melemahnya regenerasi organisasi mahasiswa menjadi perhatian penting dalam keberlanjutan organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji minat mahasiswa Universitas Bhakti Kencana terhadap organisasi mahasiswa serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan regenerasi kepengurusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif dan tidak aktif berorganisasi serta pihak Direktorat Layanan Kemahasiswaan. Data dianalisis melalui tahapan transkripsi, pengodean, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi organisasi mahasiswa tidak sepenuhnya melemah, namun mengalami penurunan pada aspek keikutsertaan dan keberlanjutan peran mahasiswa. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi prioritas akademik, persepsi terhadap beban organisasi, fleksibilitas sistem organisasi, pola komunikasi dan kepemimpinan, serta dukungan lingkungan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa regenerasi organisasi mahasiswa merupakan proses sosial dan komunikatif yang dipengaruhi oleh pengalaman dan persepsi mahasiswa selama berorganisasi. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa perlu mengembangkan sistem dan pola komunikasi yang adaptif agar tetap relevan dan diminati oleh mahasiswa.
SHAKING RED CAP-BLOOD COLLECTION TUBE WITHOUT ADDITIVE SUBSTANCES IS RECOMMENDED TO ACCELERATE THE BLOOD CLOTTING PROCESS Nugraha, Gilang; Rohayati, Rohayati
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2019): The Value, Importance, and Oversight of Health Research
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v1i1.913

Abstract

Many blood collection tube manufacturers do not recommend shaking the red tube. Shaking the red tube to avoid the intensity of the changed of blood that interacts with the glass surface of the tube will trigger the contact path in the coagulation cascade. Generally, the blood takes 30-60 minutes to clots at room temperature without shaking. The aim of this study was to determine the effectiveness of shaking the red-cap blood collection tube in producing serum volume. The method of this study was experimental As much as 5 mL of blood was taken and put into 3 tubes with a volume of 1mL each tube. The first and the second tube were shaken 8 times. The first tube was incubated for 10 minutes while the second tube was incubated for 25 minutes. Meanwhile, the third tube (as a control) was not shaken but was incubated for 40 minutes. The tube were centrifuged at 3000 g for 10 minutes. The serum volume was measured using micropipette and collected into Eppendorf tube. The results showed that there were a difference in the number of serums formed after tube shaking by time variation (P = 0.002), the results of the Post Hoc Test using Bonferroni test while showed that the second tube did not have a difference in serum volume with control (P = 0.751). It can be concluded that the red-cap blood collection tube, which was shaken 8 times and incubated for 25 minutes long could accelerate the coagulation process.
STUDY OF HEMOGLOBIN LEVELS ON HEMOLYSIS SAMPLE Febryani, Noor; Amalia, Ikke Nanda; Anggraeni, Intan Dwi; Nugraha, Gilang
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 2 (2019): Laboratory Analysis Applied to Medical Properties
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v1i2.1311

Abstract

Hemolysis can significantly affect the reliability of test results and occur in the pre-analytical phase. The aim of this study is to reveals the correlation of hemoglobin levels on hemolysis sample. This experimental study was carried out using samples from thirty students of Medical Laboratory Technology study program of the Nahdlatul Ulama University of Surabaya. Blood samples were treated by hard shaken in 30 times in order to damage the middle part of the blood sample. Data on hemoglobin levels were collected and analyzed using the Pearson Correlation Test before and after treatment with significant value p < 0.05 indicating that there was a significant correlation. Hemoglobin concentrations were strongly positive for the hemolysis of the sample (p = 0.000). The conclusion is that sample hemolysis has a potency to be the confounding factor on the hemoglobin test.
SOSIALISASI “TBC PADA MASYARAKAT PESANTREN” SEBAGAI PROMOSI KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT RENTAN TUBERKULOSIS DI LINGKUNGAN PP. ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Diyan Wahyu Kurniasari; Bastiana Bermawi; Gilang Nugraha; Eka Indah Murdiningsih; Muhammad Yusuf Ramadhani Hakim; Nurul Hidayatih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37396

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di pondok pesantren akibat padatnya penduduk, sanitasi kurang, dan kurangnya pengetahuan akan bahaya dan pencegahan TBC. Pentingnya pemahaman masyarakat pesantren dilakukan dengan pendekatan holistik, salah satunya melalui sosialisasi TBC yang disesuaikan dengan budaya dan agama sehingga dapat membantu pemerintah mengendalikan penularan penyakit TBC. Metode, Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan penggabungan metode ceramah dan kelompok belajar pada penyuluhan tentang TBC. Para santri akan mengisi pre-post test untuk mengukur tingkat pemahaman materi tentang TBC. Hasil pre-post test kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain score untuk melihat efektifitas metode yang digunakan pada penyuluhan. Hasil dan pembahasan. Hasil menunjukkan sebanyak 22 santri memperoleh nilai N-Gain score > 76% yang artinya efektif, sebanyak 13 santri mendapatkan hasil N-Gain score di rentang 55-75 yaitu cukup efektif, dan kurang efektif pada 1 orang santri yakni dengan nilai N-Gain score 50. Dari hasil tersebut secara garis besar kegiatan pengabdian masyarakat dengan penggabungan metode ceramah dan kelompok belajar dinilai efektif. Kesimpulan, Dari hasil analisis uji N-Gain score didapatkan hasil bahwa penggabungan metode ceramah dan kelompok belajar dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang TBC pada santri di PP. Zainul Hasan Genggong Probolinggo
Co-Authors Abdul Muhith Abraham Ahmad Ali Firdaus Ahmad Jazuly Nabil Akhmad Rizal Effendi Alfia, Shofa Alya Salsabila Amalia, Ikke Nanda Andini, Ary Andreas Putro Ragil Santoso, Andreas Putro Ragil Anggraeni, Intan Dwi Anita Rizki Rahmawati Asror Ardyarini Dyah Savitri Ariska Widya Arsya Tazkiya Atika Nur Laila Aulia, Ilmiah Alvi Nisa Ayu Slatim Maifanda Ballihgoo, Hamiduumajid Ballihg Bastiana Bermawi Bermawi, Bastiana Brina Thursina Dibiasi Budiarti, Rina Devyana Dyah Wulandari Diyan Wahyu Kurniasari Dwi Handayani Dwi Lestari Pertiwi Dwijayanti, ira Edhi Rianto Edijanto, Soebagijo Poegoeh Edijanto, Subagijo Poegoeh Effendi, Akhmad Rizal Eka Indah Murdiningsih Ersalina Nidianti Fakurazi, Sharida Febryani, Noor Harri Darmawan Hidayat, Muhammad Taufiq Ida Lestari Ilmiah Alvi Nisa Aulia Ira Dwijayanti Janetra Yudhis Nata P Kurniasari, Diyan Wahyu Laila, Atika Nur Layla Agustina, Nurul Ivada Maat, Suprapto Maritza, Phasa Shoofii Luthf Marselli Widya Lestari Maulana Bagas Syaifulloh Melindah, Winda Mirshall Abiedama Prayoga Moch. Sahri Mohammad Nasir Muhamad Damar Baskara Muhammad Afwan Romdloni Muhammad Nasir Muhammad Yusuf Ramadhani Hakim Mukarramah, Imraatul Nastasya Nunki Nathalya Dwi Kartika Sari Navis, Khiliah Nila Dwi Utami Nugraha, Dayu Satria Nur Anita Ningsih Nur Masruroh Nur Masruroh Nur Masruroh, Nur Nur Muhamad Nuzulul Syufi Nur Zalsabila Isnaini Nurul Hidayatih Permana, Indra Dafa Tia Prayekti, Endah Putri, Dwi Yuniar Nandita Rachmayanti, Notrisia Rahayu Anggraini Rahayu, Mita Ramadani, Vania Nur Rambe, Ira Hasianna Rizka Wahyu Safitri Rizki Nurmalya Kardina Robert Aditya Wijanarko rohayati rohayati Rosa Sastrawati Rosda Rodhiyana Rodhiyana Ruri Arinil Khoiro S. P. Edijanto Penulis Salimi, Syafrina Maulidyatus Salman Firmansyah Salsabila , Khairun Nisya Salsabila, Alya Salsabillah Karunia Sugiarto Saumia Khoirunnisa Syadzila Siegfried Syafier, Siegfried Siti Husnul Khotimah Siti Rosa Lina Sitti Fitria Soebagijo Poegoeh Edjianto Sri Surya Suciati Subagijo Poegoeh Edijanto Suciati, Sri Surya Sumarsono, Thomas Syadzila, Saumia Khoirunnisa Syinta Nur Isnaini Thomas Sumarsono Titik Sulifah Umi Hanik Utami, Nila Dwi Widya Novita Sari Wieke Sriwulan Wulan, Wieke Sri Zalfa, Anisatuz