Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

BUDIDAYA SAYUR DI LINGKUNGAN PERUMAHAN BBA SINGOSARI Nugroho, Yuni Agung; NN, Elik Murni
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Banjararum Kecamatan Singosari terdiri dari 3 Dusun 14 RW dan 78 RT, dengan batas utara adalah Desa Watugede Kecamatan Singosari, batas Barat adalah Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari dan Timur adalah Desa Tirtomoyo Kecamatan Pakis.  Luas wilayah Desa Banjararum : 427.190 Ha, terdiri dari: Pemukiman ABRI : 1 Unit Asrama Polisi Pemukiman Real-Estate : 113 Ha Pemukiman Umum : 25.144 Ha Luas Bangunan Desa Banjararum sebagai berikut: Perkantoran & Sekolah : 76.34 Ha Pasar Kempyeng : 0,125 Ha Sedangkan keadaan jumlah penduduk Desa Banjararum sebanyak 13.105 jiwa, Dengan perincian: Laki-laki : 6.597 Orang Perempuan : 6.508 Orang. Penduduk asli sebagian besar menjadi buruh dan petani. Perumahan Bumi Bajararum Asri berada di Dusun Tanjung, dengan jumlah RT 15 dan 1 RW. Mata pencaharian warga perumahan Bumi Banjararum Asri beragam, yaitu pns, karyawan, buruh, polisi, tentara dan pedagang.  Tingkat ekonomi wargapun beragam, adanya yang kaya, cukup dan prasejahtaera. Tujuan Pengabdian masyarakat : Pemanfaatan lahan di Perumahan Bumi Banjararum Asri ini, adalah upaya mengatasi beberapa permasalahan: (1)  Masih minimnya pemahaman tentang pentingnya tanaman sayur yang ada di lingkungan RT 08; (2) Minimnya pengetahuan dampak perilaku dalam budidaya tanaman sayur yang bersih dan higienis.  Luaran program ini adalah bermuara pada pemanfaatan lahan di perumahan kegiatan yang produktif yaitu dengan penenaman   tanaman sayur. Capaian: (1) Lingkungan di wilayah RT 08 menjadi lebih indah dan produktif (2) Mitra atau warga RT 08 menjadi lebih berkembang optimal dalam memanfaatkan lahan di wilayah RT 08 untuk budidaya dan sayur.
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA HORTIKULTURA DI DESA GIRIPURNO KEC. BUMIAJI KOTA BATU Ningtias Ningsih, Elik Murni; Nugroho, Yuni Agung
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desa Giripurno kecamatan Bumiaji sebagai sentra penghasil hortikutura.  Berbagai tanaman hortikultura yang dibudidayakan yaitu tanaman kale, brokoli, kubis, jamur, petsai, wortel. Petani hortikultura Desa Giripurno tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri Sejahtera.  Pada masa pandemi covid-19 mempengaruhi ketersediaan sarana produksi  berupa pupuk.  Biaya tanaman hortikultura yang tinggi pada masa pandemi covid-19 sangat berdampak pada biaya usaha tani bagi petani hortikultura.  Ketergantungan petani untuk memenuhi sarana produksi tanaman berupa pupuk diperoleh dengan membeli mengakibatkan biaya pengeluaran usaha tani yang besar.  Untuk itu perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk Kelompok Tani Mandiri Sejahtera dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik secara mandiri, sehingga mengurangi biaya budidaya tanaman hortikultura.   Pelaksanaan kegiatan meliputi 1). Penyuluhan mengenai pengolahan pupuk organik dan pengaplikasian pupuk organik.  2) Demonstrasi dan pelatihan pengolahan dan pengaplikasian pupuk organik.  3). Evaluasi pelaksanaan kegiatan.  Hasil kegiatan penyuluhan meningkatkan pemahaman petani dalam pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik dan mencapai keberhasilan 100 %, dimana semua peserta mengikuti seluruh kegiatan.  Pemakaian pupuk organik pada budidaya tanaman brokoli menghemat biaya pemupukan 30 % dan pada budidaya tanaman kale menghemat biaya pemupukan sebesar 26.5 %. Keuntungan hasil budidaya memakai pupuk organik dan anorganik pada tanaman kale dan brokoli masing masing sebesar Rp. Rp. 780.000 dan  Rp. 1.445.000.   Pengaplikasian pupuk organik pada lahan hortikultura sebagai bagian daya dukung keberlanjutan budidaya tanaman hortikultura di desa Giripurno kec. Bumiaji kota Batu. 
IDENTIFIKASI GULMA PADA AREA PERTANAMAN JERUK KEPROK (Citrus reticulata) KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Sugiarti, Untung; Nugroho, Yuni Agung; Hasanah, Romlatul
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk keprok (Citrus reticulata) merupakan salah satu komoditi buah-buahan penting yang mendapat prioritas  utama  untuk  dikembangkan  secara  nasional.  Hal ini disebabkan usahataninya dapat memberikan sumbangan besar dalam peningkatan pendapatan petani, disukai oleh konsumen karena kandungan gizinya yang tinggi, dan permintaan pasar baik domestik maupun luar negeri yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Komunitas vegetasi pada area pertanaman budidaya jeruk tidak hanya ditumbuhi tanaman yang hidupnya dikehendaki. Namun dalam suatu lahan  budidaya  jeruk  ditumbuhi  pula berbagai tanaman lainnya. Sifat dan fungsi dari setiap tanaman dalam lahan budidaya jeruk berbeda-beda. Beberapa tumbuhan berfungsi membantu keberlangsungan tumbuh kembang tanaman jeruk, dan ada pula beberapa tumbuhan dalam tanaman jeruk memiliki fungsi yang mengganggu dan berkompetisi atau bersaing dengan tanaman jeruk  (Efendi, 2009). Jadi keberadaan gulma pada pertanaman jeruk dapat dikendalikan. Karena selain itu gulma merupakan jenis tumbuhan yang berasal dari spesies tanaman liar memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut diatas, diperlukan studi Analisis vegetasi gulma pada suatu wilayah dengan memperhatikan karakteristik pertanian di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh keberadaan gulma yang dominan terhadap Pertumbuhan produksi jeruk, menentukan cara pengendaliannya yang tepat sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengendalian gulma. Pelaksanaan penelitian dengan metode survei yang digunakan dalam identifikasi gulma serta analisa vegetasi mengunakan metode kuadrat. Sedangkan paremeter pengamatan Kerapatan Mutlak, Kerapatan Nishi, Frekuensi Mutlak, Frequensi Nishi, Dominansi Mutlak dan Dominasi Nishi serta SDR. Jadi pertumbuhan gulma dan luas penyebaranya di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tempat dimana gulma tersebut tumbuh. Cara bercocok tanam dan juga jenis tanaman pokoknya yang ada.
PENERAPAN INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI DI DESA PATIANROWO KAB. NGANJUK Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.021 KB)

Abstract

Desa Patianrowo masuk wilayah kabupaten Nganjuk yang merupakan bagian lumbung Pertanian di Kabupaten Nganjuk.  Produktivitas tanaman padi di desa Patianrowo pada saat musim kemarau mengalami penurunan.  Rata-rata produksi budidaya tanaman padi yang diperoleh petani di desa Patianrowo saat musim kemarau masih rendah berkisar 2,8 – 3,2 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil  tanaman padi nasional yaitu 6,0 – 8,0 ton/ha. Rendahnya hasil padi saat musim kemarau dikarenakan oleh keterbatasan jumlah air yang tersedia selama penanaman.  Teknik budidaya yang dapat diterapkan saat musim kemarau yaitu dengan penerapan intensifikasi padi aerob terkendali.  Teknik budidaya intensifikasi padi aerob terkendali merupakan teknik budidaya tanaman padi  dimana pengaturan air selama budidaya tanaman padi, kondisi air tidak selalu tergenang selama pertumbuhan tanaman. Metode  yang dilakukan pada program pengabdian kepada masyarakat  yaitu  penyuluhan dan pelatihan budidaya intensifikasi padi aerob terkendali, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.  Hasil yang diperoleh pada kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman petani pada sistem budidaya intensifikasi padi aerob terkendali.  Pelaksanaan pelatihan mencapai keberhasilan 100 %, dimana semua peserta mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan di petak demplot. Penerapan sistem intensifikasi padi aerob terkendali dapat menghemat kebutuhan air 40 % dan meningkatkan hasil panen padi saat musim kemarau sebesar 90 % (6,1 ton/ha).
KAJIAN PEMILIHAN SALAK SEBAGAI KOMODITAS UTAMA PETANI MUDA DESA SIDORENGGO KECAMATAN AMPELGADING Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtyas Ningsih
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan variabel utama dalam sistem usahatani.  Setiap pengambilan keputusan selalu berdasarkan kriteria tertentu yang dianggap menguntungkan. Daerah sentra pertanian memiliki satu komoditas utama yang di usahakan. Melihat keseragaman komoditas yang dibudidayakan sehingga penelitian memiliki tujuan: 1) Mengungkap dan memberikan justifikasi ilmiah atas pemilihan komoditas utama; 2) Memberikan keyakinan dan tambahan refrensi terhadap petani dan pengembang industri hilir. Penelitian dilaksanakan di desa Sidorenggo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang merupakan daerah sentra salak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi kepada petani dengan  tanya jawab dan mengisi kuesioner. Data yang dikumpulkan meliputi: pengalaman, pendapatan dari komoditas utama, tingkat budidaya komoditas utama, frekuensi panen komoditas utama dalam setahun. Analisa data menggunakan AHP Analitycal Hierarchy Process (AHP) yaitu   metode pengambilan keputusan bertingkat yang digunakan untuk membuat suatu set alternatif, menentukan prioritas dan menentukan sebuah kebijakan.    Kriteria  yang digunakan meliputi aspek Sosial Ekonomi dan Teknologi, yaitu: Tingkat Budidaya, Pengalaman, Frekuensi Panen dan Pendapatan.  Alternatif    yang diajukan adalah Salak, Kopi, Tebu, Pisang. Hasil AHP menunjukkan bahwa  Kriteria  yang menjadi prioritas petani muda dalam memilih komoditas utama adalah  Penghasilan kemudian Tingkat Budidaya,  Frekuensi Panen dan yang terakhir  Pengalaman. Alternatif  prioritas utama yang dipilih adalah Salak kemudian Kopi, Tebu dan  Pisang sebagai pilihan terakhir.
PENGARUH IMPERATA CYLINDRICA DAN CHROMOLAENA ODORATA TERHADAP TINGGI TANAMAN KAYU PUTIH (MELALEUCA CAJUPUTI) YANG BERUMUR 3 TAHUN DI KPH JOMBANG PERUM PERHUTANI Syela Ransy Tonapa; Tri Wardhani; Suslam Pratamaningtyas; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu dari penelitian yakni adanya gulma Imperata cylindrical dan Chromolaena odorata terhadap tinggi tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Imperata cylindrical dan Chromolaena odorata terhadap tinggi tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) di Perum Perhutani KPH Jombang Divisi Regional Jawa Timur. Metode dari penelitian yakni, pengambilan populasi data dilakukan dengan 7 larikan yang mana 1 larikan berisikan 21 tanaman dengan pengukuran tanaman kayu putih yaitu 3 x 1 meter dari tanaman satu ke tanaman lainnya, sedangkan sampel yang digunakan yakni jumlah pohon dalam setiap petak ukur adalah 147 pohon, yang mana dalam 1 Ha mewakili 1 petak ukur (PU), bersama dengan sampel tumbuhan yang digunakan terdiri atas 12 sampel Imperata cylindrical dan 29 sampel Chromolaena odorata. Analisa data dalam penelitian ini yaitu menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil pada penelitian ini diketahui bahwa analisis uji T yakni P>0.05, sehingga menegaskan bahwa pertumbuhan dari gulma Chromolaena odorata (70,7%) dan Imperata cylindrical (29,2%) tidak mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman kayu putih secara signifikan karna kayu putih ditanam di area yang memiliki curah hujan 400-2.700 mm dengan tipe iklim C (iklim sedang) sampai D (iklim dingin), yang mana hal demikian akan menjamin kesediaan unsur hara yang melimpah.
RESPON PETANI TERHADAP TEKNIK BUDIDAYA PADI SISTEM JAJAR LEGOWO DI KELOMPOKTANI DESA SUKOREJO KECAMATAN POHJENTREK KABUPATEN PASURUAN Milla Yuni Hastuti; Tri Wardhani; Toto Suharjanto; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu komponen pengelolaan tanaman terpadu (PTT) pada padi sawah yang memiliki beberapa keuntungan. Penerapan adopsi inovasi kepada petani memerlukan penyuluhan dan evaluasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan perilaku petani, hambatan yang dihadapi petani, efektivitas pelaksanaan penyuluhan pertanian dan pemahaman masalah serta penyempurnaan kegiatan. Kelompok tani Duyo Makmur yang berlokasi di Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan ditentukan sebagai sampel penelitian karena merupakan kelompok tani yang menerima penyuluhan dan mengimplementasikan teknik budidaya padi jajar legowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan petani sebanyak 15 responden mengenai teknik budidaya padi sistem jajar legowo melalui penyuluhan dengan nilai signifikansi (Sig.) adalah 0,001 < 0,05. Sedangkan untuk respon petani terdapat respon yang sangat baik dari petani mengenai teknik budidaya padi sistem jajar legowo dengan nilai 66,67%-100%.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH LABU KUNING (Cucurbita pepo, L.) DENGAN INVIGORASI AIR KELAPA FERMENTASI Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman labu kuning (Cucurbita pepo, L.)  sebagai bahan olahan makanan.  Budidaya tanaman labu kuning dipengaruhi oleh mutu benih..  Pemakaian benih bermutu menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Benih tanaman sangat rentan terhadap kemunduran sifat benih disebabkan oleh periode waktu dari produksi dan pemakaian benih.  Perlu dilakukan tindakan untuk memacu pertumbuhan benih labu kuning dengan invigorasi. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan viabilitas benih dengan invigorasi menggunakan air kelapa fermentasi.  Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Macam perlakuan yaitu Z0 = tanpa perendaman dalam air kelapa fermentasi, Z1 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 15 %, Z2 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 20 %, Z3 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 25 %, Z4 = Perendaman dalam air kelapa fermentasi 30 %.  Analisa data menggunkan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ.  Hasil invigorasi benih labu kuning dengan air kelapa fermentasi berpengaruh terhadap jumlah kecambah, persentase perkecambahan, panjang hipokotil dan panjang akar kecambah labu kuning.  Invigorasi benih labu kuning dengan air kelapa fermentasi berpengaruh terhadap berat basah dan berat kering kecambah labu kuning.  Invigorasi benih labu kuning dengan air kelapa fermentasi  konsentrasi 20 %, 25 % dann 35 % menghasilkan berat kering kecambah  tidak berbeda nyata.
MEMBANGUN WIRAUSAHA MICROGREEN MAHASISWA AROTEKNOLOGI UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG Yuni Agung Nugroho; Elik Murni NN
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi menjadi salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran. Lulusan Perguruan Tinggi diharapkan menjadi job creator (pencipta lapangan kerja) daripada job seeker (pencari kerja). Namun kemampuan kewirausahaan mahasiswa masih sehingga perlu ditingkatkan kemampuannya  secarara lengkap mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sebuah usaha.  Universitas Widyagama Malang sudah mendeklarasikan sebagai Research and Entrepreneurship University namun masih perlu penguatan pada tataran ketrampilan dan sikap perilaku bertanggung jawab pada bidang kewirausahaan. Ketersedian lahan menjadi faktor pembatas pada budidaya pertanian secara konvensional.  Pada umumnya kos mahasiswa di sekitar Universitas Widyagama Malang tidak menyisakan ruang terbuka hijau yang cukup sehingga menjadi pembatas untuk dapat berwirausaha di bidang pertanian secara konvensional. Permasalahan Kewirausahaan mahasiswa Prodi Agroteknologi adalah rendahnya sikap perilaku bertanggungjawab kewirausahaan mahasiswa, rendahnya ketrampilan wirausaha mahasiswa Agroteknologi di bidang pertanian dan Keterbatasan lahan untuk usaha di bidang pertanian. Solusi yang diajukan adalah pelatihan penyusunan bisnis plan Microgreen, Pelatihan dan pendampingan budidaya wirausaha microgreen, dan membentuk wirausaha baru untuk mahasiswa Agroteknologi.  Hasil yang dicapai adalah terwujudnya pemahaman, ketrampilan dan sikap perilaku mahasiswa Agroteknologi dalam berwirausaha microgreen dengan keamampuan menyusun bisnis plan, mampu melakukan budidaya microgreen dan terbentuknya wirausaha microgreen.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN BERDASARKAN HASIL INTERPRETASI VISUAL CITRA SATELIT (Studi Kasus: Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang) Ramadhan, Dino; Nugroho, Yuni Agung; Suharjanto, Toto
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6924

Abstract

Fenomena peningkatan kebutuhan lahan untuk pemukiman dan aktivitas ekonomi terjadi di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Adanya kebutuhan lahan yang semakin tinggi juga berpengaruh terhadap Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis seberapa besar perubahan lahan pertanian di Desa Pandansari dan mengetahui besaran perubahan harga NJOP pada perubahan lahan pertanian tersebut. Metode analisis data yang digunakan adalah survei lapangan, interpretasi citra, tumpang susun peta, dan analisis deskriptif untuk penggunaan lahan pada rentang waktu 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan perubahan terhadap penggunaan lahan pertanian selama 5 tahun periode penelitian beralih fungsi menjadi permukiman, bangunan industri, dan bangunan komersial. Pada tahun 2023, terjadi perubahan terhadap luas lahan pertanian yang semula 416 Ha menjadi 395,6 Ha dan perubahan luas wilayah pemukiman sebesar 500,4 Ha dari semula 480,0 Ha. Hal tersebut juga berdampak terhadap NJOP, yang mana konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri mengalami kenaikan NJOP tertinggi dengan rata-rata sekitar 6,40%. Konversi lahan pertanian menjadi perumahan tidak terencana dan terencana rata-rata sebesar 6,26% dan 6,38%, serta konversi lahan pertanian menjadi kawasan komersial rata-rata sebesar 6,15%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penataan wilayah di Desa Pandansari, khususnya untuk melindungi lahan pertanian.