Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN MEMANFAATKAN PERMAINAN BAHASA SUSUN KATA UNTUK MENINGKAKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 2 SD NO.6 BELOK TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Ni Kadek Wina Artini; Ni Wayan Sri Darmayanti; I Wayan Numertayasa
Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pendidkan Dasar Rare Pustaka
Publisher : ITP Markandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/rarepustaka.v7i1.353

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa kelas 2 SD No.6 Belok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui penerapan model pembelajaran TGT dengan media permainan Bahasa susun kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dalam bentuk penelitian PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Pada siklus I digunakan media kartu huruf berwarna, sedangkan pada siklus II digunakan teka -teki silang yang dirancang untuk membantu siswa mengenal, menyusun, dan memahami kata dalam bacaan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca siswa, dari rata-rata nilai 56,6 pada pra-tindakan menjadi 63,3 di siklus I, dan meningkat lagi menjadi 82,7 di siklus II. Sebanyak 8 dari 9 siswa berasil mencapai kriteria yang ditentukan. Dengan demikian, model TGT terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.
PENGGUNAAN MEDIA AUGMENTED REALITY DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS Vl BANGUN RUANG DI SDTK PELITA HATI Renya Rosari Anggun; I Wayan Numertayasa; Ni Wayan Sri Darmayanti
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : ITP Marakandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/deiksis.v8i1.376

Abstract

Abstrak seorang guru harus berinovasi agar pembelajaran lebih efektif dan juga menyenangkan sehingga tujun pembelajaran dapat tercapa. Untuk mengingginkan pembelajaran yang lancer sesuai target kurikulun nerdeka dibutuhkan persiapan yang matang oleh seorang pendidik, seperti materi yang disusun secara baik dan didikung oleh media yang mudah dipahami dan juga menarik di era teknologi yang semakin maju ini salah satu media yang ditemui adalah hanphone android yang hamper setiap orang memilikinya. Tujuan penulis menerapkan media augmented reality (AR) adalah agar perserta didik dapat memahami pembelajaran matematika materi bangun ruang lebih menignkat yang selama ini sering dikatakan bahwa pembelajaran matematika itu sulit dipahami . augmented reality akan membuat pembelajaran matematika mudah dipahami sehingga peserta didik memiliki minat untuk belajar dan memiliki hasil belajar yang meningkat. pada penelitian ini dengan metode PTK hasi penelitian menunjukan dengan mengunakan media augmented reality bangun ruang mampu meningkatkan pemahaman sisiwa dilihat dari hasil belajar dari siklus 1 dan siklus 2.
ANALISIS KEBUTUHAN GURU TERHADAP LKPD IPA DI SD NEGERI 1 SUSUT Ni Wayan Sri Darmayanti; Rini Yanti, Ni Kadek
Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidkan Dasar Rare Pustaka
Publisher : ITP Markandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/rarepustaka.v7i2.242

Abstract

This research aims to examine teachers' needs regarding the development of Science StudentWorksheets (LKPD) at SDN 1 Susut. From the results of interviews with class IV teachers, it wasrevealed that the dominant learning methods used were group discussions and experiments. Thisapproach is considered effective in increasing student understanding, although teachers facechallenges in adapting learning strategies for students with diverse abilities. The teaching materialsused include textbooks, modules and digital media, but teachers state the need for additional teachingmaterials that are simpler and more focused. LKPD is currently used routinely twice a week, especiallyduring experimental activities. The use of LKPD is considered effective in helping students understandscience concepts, but its development is needed to better improve students' science process skills, suchas observation skills, recording data, and using experimental tools. This research emphasizes theimportance of developing more inclusive and adaptive LKPD, which not only supports conceptualunderstanding, but also deepens students' scientific skills at various ability levels. Thus, it is hoped thatbetter LKPD can be an alternative to improve the quality of learning. science, especially in improvingscience skills.
STUDI KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VI DI SD N MANDUANG Prianja Resti, Ni Komang Ria; Ni Wayan Sri Darmayanti
Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidkan Dasar Rare Pustaka
Publisher : ITP Markandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/rarepustaka.v7i2.243

Abstract

This research aims to describe the level of science process skills of class VI students at SDN Manduang. The research subjects consisted of 17 students and one teacher. The instruments used include questionnaires, interview guides, and documentation. Data analysis was carried out descriptively quantitatively using a Likert scale. As a result, in general students are quite good at carrying out scientific activities. As many as 45% of students were rated very good, 35% good, and the rest quite good. The findings from this research can be important input for developing better ways of teaching science in elementary schools. This research wants to see how well grade 6 students at Manduang Elementary School use scientific thinking skills in science learning.
Pendampingan dan pelatihan calistung (baca tulis dan behitung) di SDN 1 Cempaga yang mengalami kesulitan dalam membaca menulis dan berhitung Ni Wayan Sri Darmayanti; Ni Komang Ayu Ulan Dari; Ni Ketut Sri Partini; Kadek Yuni Wulandari; Ni Wayan Epi Ani; Ni Wayan Widiani; I Nyoman Sudirman; Komang Gede Trisna Purwantara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23584

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh  dengan keadaan di SD N 1 Cempaga yang masih terdapat beberapa siswa dari kelas 1 sampai kelas 4 yang mengalami kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung. Sehingga perlu dilakukannya pendampingan bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca, menulis dan berhitung (calistung) di SD 1 Cempaga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD N 1 Cempaga, yang dilakukan mulai dari awal bulan Oktober sampai akhir bulan November 2023. Dalam pelaksanaanya, pengabdian ini dibantu oleh mahasiswa PPL ITP Markandeya Bali yang berjumlah 5 orang mahasiswa. Kegiatan pendampingan ini dilaksanaan selama 120 menit. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pengabdian ini kurang lebih berjumlah 15 orang dari beberapa kelas. Proses pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan menggunakan metode pendampingan belajar secara langsung di sekolah yang dilakukan di luar jam pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilaksankan di SD N 1 Cempaga dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dalam kegiatan pendampingan ini, siswa dibantu dalam mengenal huruf dan merangkai huruf menjadi suku kata dan lanjut hingga siswa dapat merangkai huruf secara mandiri dan lancar dalam membaca,  siswa juga di ajarkan untuk mengenal angka dari angka 1 sampai 20 kemudian membantu menjumlahkan 2 angka dan mengurangi angka-angka Kata kunci: pendampingan; calistung; kesulitan Abstract This research was motivated by the situation at SDN 1 Cempaga where there were still several students from grade 1 to grade 4 who had difficulty in reading, writing and arithmetic. So it is necessary to provide assistance for students who have difficulty reading, writing and counting (calistung) at SD 1 Cempaga. This service activity was carried out at SD N 1 Cempaga, which was carried out from the beginning of October to the end of November. In its implementation, this service was assisted by PPL ITP Markandeya Bali students totaling 5 students. This mentoring activity was carried out for 120 minutes. The number of students who participated in this service activity was approximately 15 people from several classes. The process of implementing this service is carried out using the method of direct learning assistance at school which is carried out outside of learning hours. Based on the results of the implementation of service activities carried out at SD N 1 Cempaga, it can improve the reading, writing and numeracy skills (calistung) of students who have learning difficulties. In this mentoring activity, students are assisted in recognizing letters and stringing letters into syllables and continue until students can string letters independently and fluently in reading, students are also taught to recognize numbers from numbers 1 to 20 then help add 2 numbers and reduce numbersKeywords: mentoring; calistung; difficulty
Pengembangan dan pemberdayaan e-book aplikatif untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa di SD Desak Putu Anom Janawati; Ni Made Ayu Purnami; Ketut Dedi Agung Susanto Putra; Ni Wayan Sri Darmayanti; I Nyoman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30751

Abstract

Abstrak Pengembangan literasi digital di sekolah dasar menjadi hal yang sangat penting seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Namun, keterbatasan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran menjadi tantangan utama. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi digital guru di SD N 4 Nongan melalui pelatihan pembuatan e-book aplikatif menggunakan aplikasi Gravity Write dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 10 guru dari SD N 4 Nongan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dasar pembuatan e-book. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) peningkatan pemahaman guru tentang e-book aplikatif melalui pelatihan lanjutan, (2) pendampingan pembuatan e-book berbasis kurikulum, dan (3) pemberdayaan e-book dalam proses pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki peningkatan signifikan dalam kemampuan membuat e-book yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Sebanyak 90% peserta berhasil mengembangkan e-book aplikatif yang digunakan dalam materi ajar. Pemberdayaan e-book ini juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dengan 80% siswa mengungkapkan bahwa e-book membuat mereka lebih tertarik dan memahami materi lebih baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan guru dalam pembuatan dan penggunaan e-book aplikatif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta literasi digital di sekolah dasar. Kata kunci: literasi digital; e-book aplikatif; pembelajaran berbasis teknologi; pelatihan guru; pemberdayaan media pembelajaran. Abstract The development of digital literacy in elementary schools is becoming increasingly important in line with the rapid growth of information and communication technology (ICT). However, the limited ability of teachers to utilize technology to support learning remains a major challenge. The purpose of this community service activity is to enhance the digital literacy skills of teachers at SD N 4 Nongan through training on creating interactive e-books using the Gravity Write application and their utilization in teaching. This activity involved 10 teachers from SD N 4 Nongan who had previously received basic e-book creation training. The implementation method of this community service consisted of three stages: (1) improving teachers' understanding of interactive e-books through advanced training, (2) assisting in the creation of curriculum-based e-books, and (3) empowering the use of e-books in the classroom learning process. The results of the activity show a significant improvement in teachers' ability to create e-books that align with learning needs. 90% of the participants successfully developed interactive e-books used in teaching materials. The use of these e-books also increased student engagement in the learning process, with 80% of students stating that e-books made them more interested and helped them understand the material better. This activity demonstrates that empowering teachers in the creation and use of interactive e-books can improve the quality of teaching and digital literacy in elementary schools. Keywords: digital literacy; interactive e-books; technology-based learning; teacher training; empowerment of learning media.
Pengembangan Keterampilan Berpikir Inventif Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) I Komang Wisnu Budi Wijaya; I Made Wiguna Yasa; Ni Wayan Sri Darmayanti
Jurnal Simki Pedagogia Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v7i1.607

Abstract

The aim of this research is to analyze efforts to develop inventive thinking skills through science learning in elementary school students. This research is classified as library research. Data comes from literature related to inventive thinking abilities, science learning and elementary school students. After the data is collected and sorted, analysis techniques are carried out using content analysis techniques. The results of the research state that inventive thinking abilities can be developed in science learning by applying varied learning, open questions, applying independent learning and contextual and student-centered science learning. The teacher's role is as a learning designer, motivator and evaluator.