Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT AREN PADA KELOMPOK TANI DI KELURAHAN PENYENGAT RENDAH KOTA JAMBI Yernisa Yernisa; Ade Yulia; Lisani Lisani; Fera Oktaria; Rudi Prihantoro
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.263-267.2020

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinata) merupakan salah satu tanaman yang diusahakan oleh masyarakat Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura Jambi. Terdapat sekitar 100 pohon aren tersebar di kawasan wilayah ini. Selama ini, nira aren dijual petani ke tempat usaha pembuatan tuak dan sebagian lagi olah menjadi gula aren cetak. Gula semut merupakan salah satu produk olahan nira aren yang berbentuk kristal yang memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan gula aren cetak. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah agar kelompok tani di Penyengat Rendah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan mengolah nira aren menjadi gula semut. Sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani Cherry dan Kelompok Tani Galusia di daerah Penyengat Rendah. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan demonstrasi pembuatan gula semut. Kegiatan berjalan dengan lancar dan kelompok tani telah membuat gula semut secara mandiri dan menjual produknya ke konsumen.
Development of Yam-Starch-Based Bioplastics with the Addition of Chitosan and Clove Oil Ulyarti, Ulyarti; Lavlinesia, Lavlinesia; Surhaini, Surhaini; Siregar, Nurainun; Tomara, Anggel; Lisani, Lisani; Nazarudin, Nazarudin
Makara Journal of Science Vol. 25, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potency of yam starch (Dioscorea alata) as film-forming material together with the potency of chitosan and clove oil as antibacterial materials has led the authors to produce active bioplastics based on these materials. This research was performed to determine the effect of chitosan and clove oil on the physical, mechanical, and barrier properties of yam starch’s active bioplastics. The best bioplastics produced were further tested for their antimicrobiological properties. This study used a completely randomized design with five levels of chitosan concentration (1%, 1.2%, 1.4%, 1.6%, and 1.8%) and five levels of clove oil concentration (0.3%, 0.6%, 0.9%, 1.2%, and 1.5%). Each treatment was repeated four times. The results showed that the concentrations of chitosan and clove oil had a significant effect on the thickness and water vapor transmission rate of film but did not affect its solubility and compressive strength much. The use of 1% chitosan or 1.5% clove oil produced biofilms with the lowest water vapor transmission rate. Both plastics also exhibited strong antibacterial activity against Staphylococcus aureus with chitosan bioplastics having a larger inhibition zone than that of clove oil bioplastics.
Analisis kelayakan teknis dan finansial pendirian usaha pengolahan sabut dan tempurung kelapa di Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Ade Yulia; Lisani Lisani
AGROINTEK Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i1.11874

Abstract

The productivity of coconuts produced by Pengabuan sub-district is 14,481 tons of coconuts/year. Coconut processing only focuses on the fruit meat which is processed into copra. Copra processing produces by-products namely coconut husks and shells that have not been used optimally. Coconut husk and shells can be processed into bio briquettes. This study aims to analyze the technical and financial  feasibility of the plan to establish coconut husks and shells processing business into bio briquettes in Pengabuan Subdistrict, West Tanjung Jabung District, Jambi Province. The research method used is quantitative and qualitative study. The results showed that this business plan required 1,197 tons of coconut husk per year and 1,064 tons of coconut shell per year. One production time requires 997.5 kg of coconut husk charcoal and 665 kg of coconut shell charcoal and 87.5 kg of tapioca flour. The characteristics of the bio briquettes produced were water content of 5.73 %, yield of 73 % by weight of charcoal flour, flame duration test of 284.3 seconds, burning time of 96 minutes and burning rate of 0.1598 grams / minute. The location chosen to set up this business is Parit Pudin Village. The type of layout used is the product type with the material flow pattern is the U type. The feasibility of the financial aspect includes an NPV of 2,169,282,959, an IRR of 59.42 %, a payback period of 4.66 years, net B/C of 1.18. Overall technical and financial feasibility criteria found that the biobriquette business from husk and coconut shells is feasible to establish
Pengenalan Teknologi Pengolahan Biobriket Ade Yulia; Yernisa Yernisa; Lisani Lisani; Fera Oktaria; Rudi Prihantoro
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.12533

Abstract

Anggota kelompok tani KMPG Rumpun Mas Desa Teluk Kulbi Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi adalah petani dengan komoditas yang diusahakan yaitu tanaman pinang dan kelapa. Tanaman pinang diolah oleh menjadi biji pinang kering sedangkan kelapa diolah menjadi kopra. Pengolahan kedua komoditi ini menghasilkan produk samping yaitu kulit buah pinang, sabut dan tempurung kelapa. Kelompok tani KMPG Rumpun Mas belum memiliki pengetahuan tentang manfaat kulit buah pinang, sabut dan tempurung kelapa yang dapat menambah pendapatan petani. Produk yang ditawarkan yaitu biobriket. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan teknologi pengolahan biobriket kepada kelompok tani. Metode kegiatan yang ditawarkan adalah sosialisasi, demonstrasi, pelatihan pengolahan dan pembuatan rencana usaha biobriket. Pengabdian dilakukan dalam 3 tahap kegiatan. Kegiatan pertama melakukan sosialisasi pemanfaatan kulit buah pinang, sabut dan tempurung kelapa. Kegiatan kedua yaitu melakukan demonstrasi dan pelatihan pengolahan biobriket. Dan kegiatan ketiga adalah pelatihan pembuatan rencana usaha biobriket serta evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan dihadiri oleh anggota kelompok tani dan BUMDES Teluk Kulbi. Pada kegiatan ini dilakukan penyerahan paket teknologi berupa modul kegiatan pengabdian dan peralatan pengolahan biobriket. Respon anggota kelompok tani selama kegiatan berlangsung sangat baik. Peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap tahap kegiatan pengabdian.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA (COFFEA ARABIKA L.) MENJADI BIOBRIKET lisani, Lisani
Jurnal Agroindustri Pangan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Agroindustri Pangan
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.533 KB) | DOI: 10.47767/agroindustri.v2i1.508

Abstract

The amount of plantation waste materials, one of which is coffee husk waste by 35% which has the potential to be used as biobriquettes as an alternative fuel is coffee skins. The cellulose content of coffee skin is quite high. This study aims to determine the quality of biobriquettes from tapioca flour adhesive in the process of making Arabica Coffee Skin Waste Biobriquettes and to determine the most appropriate tapioca starch adhesive for Arabica coffee skin waste biobriquettes. The tapioca starch adhesive composition used is 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. Analysis of this coffee husk waste Biobriquette with reference to the Indonesian National Standard (SNI). The analysis was carried out on the calorific value analysis test, the moisture content test analysis, the ash content analysis test, and the combustion rate. The values that meet the Indonesian National Standard are the Analysis of Moisture Content of 5.69% and the Analysis of Ash Content with a value of 7.86%, while the Analysis of Calorific Value of 3224 cal/g, and the Burning Rate of 0.351 g/minute do not meet the Indonesian National Standard.
The The Utilizing Fruit and Vegetable Peels as a Way to Maintain a Healthy Environment Aina, Mia; Lisani, Lisani; Farni, Yulfita; Suseno, Rahayu; Susanti, Nova
Salus Publica: Journal of Community Service Vol. 2 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/saluspublica.v2i3.343

Abstract

Fruit and vegetable peels are a common type of organic waste generated in households. Due to their high water content, they decompose naturally. However, if left unattended, these peels undergo anaerobic bacterial decomposition, leading to unpleasant odors and detrimental environmental impacts. Fruit and vegetable peels have the potential to be transformed into valuable resources. One such method is by converting them into eco-enzyme. Eco-enzyme is a complex organic solution produced through the fermentation of fresh fruit and vegetable peels, brown sugar, and water. The resulting liquid is typically dark brown with a characteristically fresh, sour aroma. In RT 24, Simpang Rimbo, Jambi City, many housewives were unaware of the benefits of processing fruit and vegetable peels and lacked understanding of the distinction between organic and inorganic waste. This community service project aimed to reduce organic waste and its associated air pollution by promoting the production of eco-enzyme from fruit and vegetable peels. The project involved several stages: preparation, pretest, socialization, training, and posttest. The results indicated a high level of enthusiasm among participants and a significant improvement in their knowledge of organic waste management after the training
Analisis Aspek Pasar Dan Finansial Pengolahan Air Kelapa Di Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi Yulia, Ade; Lisani, Lisani
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.069 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i1.9782

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kelayakan Pengolahan Air Kelapa dilihat dari Aspek Pasar dan finansial. Penelitian ini menggunakan Metode analisis data meliputi Analisis kualitatif secara deskriptif, yaitu mengkaji kelayakan rencana usaha pengolahan nata de coco didaerah penelitian yang dilihat dari aspek pasar dan Analisis kuantitatif untuk menganalisa aspek finansial di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku air kelapa 2.160 ton pertahun dengan satu kali produksi memerlukan sekitar 180 ton air kelapa yang akan menghasilkan 120 ton Nata de coco. Target pasar untuk Nata de coco ini adalah industri minuman kemasan. Kelayakan aspek finansial meliputi nilai NPV yang lebih besar dari nol yaitu 40.211,677.541, nilai IRR lebih besar dari MARR 7% yaitu 89,52 %, payback periode selama 1,10 tahun, net B/C lebih besar dari 1 yaitu 1.77. Keseluruhan kriteria kelayakan secara Aspek pasar dan finansial didapatkan bahwa Nata de coco dari pengolahan air kelapa layak untuk didirikan.
Penanganan Pascapanen dan Pengolahan Komoditi Hidroponik Pada Kelompok Wanita Tani Kelurahan Penyengat Rendah Kota Jambi Yernisa, Yernisa; Emanauli, Emanauli; Sahrial, Sahrial; Lisani, Lisani; Yulia, Ade
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.176 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i1.7016

Abstract

Kelurahan Penyengat Rendah memiliki beberapa kelompok wanita tani dengan mengusahakan pertanian hidroponik sesuai dengan arahan Bapak Walikota Jambi yang ingin mengembangkan Kelurahan Penyengat Rendah sebagai sentra hidroponik di Kota Jambi. Selama ini sayur-sayuran dijual langsung untuk memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat daerah sekitar dan dijual kepada pengumpul yang memasok sayuran ke swalayan di Kota Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi. Penyuluhan dan demonstrasi yang dilakukan adalah mengenai tata cara penanganan pascapanen sayur-sayuran yang baik untuk mengurangi kehilangan (losses) setelah panen dan memberikan keterampilan mengenai pengolahan sayur-sayuran menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah seperti salad sayur, mie sayur dan es krim sayur. Kegiatan ini menambah pengetahuan anggota KWT dan keterampilan baru dalam penanganan dan pengolahan komoditi hidroponik berupa sayur-sayuran sehingga akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan nilai ekonomi komoditi hidroponik.
Pelatihan Good Manufakturing Practice (GMP) bagi UMKM Di Kecamatan Telanaipura Yulia, Ade; Yernisa, Yernisa; Lisani, Lisani; Oktaria, Fera; Prihantoro, Rudi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.828 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9810

Abstract

Kaum wanita di Kecamatan Telani Pura turut berperan serta dalam usaha untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga dengan membentuk komunitas, yaitu kelompok wanita tani. Kecamatan ini memiliki beberapa kelompok wanita tani dengan mengusahakan beberapa komoditi pertanian menjadi usaha industri rumah tangga seperti kripik pisang, kue pilin dan lain-lain. Tetapi para pelaku usaha ini belum menerapkan GMP (Good Manufacturing Practices), yaitu suatu pedoman bagi industri pangan, bagaimana cara berproduksi pangan yang baik. Adapun tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan meningkatkan pengetahuan tentang Good Manufacturing Practices pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Sasaran kegiatan ini adalah UMKM yang ada di Kelompok Wanita Tani Tanjung Terap dan Kelompok Wanita Tani Galusia dan UMKM lain yang ada di Kecamatan Telanai Pura. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan (ceramah) dan pelatihan GMP. Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan paket teknologi berupa modul kegiatan pengabdian, paket peralatan dan bahan kebersihan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah : 1). Respon peserta selama kegiatan berlangsung sangat baik. 2). Peserta sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan dan pelatihan 3) Meningkatnya pengetahuan peserta tentang GMP dilihat dari hasil evaluasi terhadap kegiatan dengan memberikan pertanyaan berkaitan dengan materi pelatihan dan sebanyak 90% peserta pelatihan menjawab pertanyaan dengan benar.
Pelatihan Hidroponik sebagai Upaya Pemberdayaan Generasi Z dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Rohman, Fatkhul; Saputra, Rido; Rasinta, Igef; Viyona, Melvi; Pebriani Daulay, Diana; Aini, Latifa; Indriyani, Indriyani; Zulni Pratama, Yogie; Fortuna, Dewi; Lisani, Lisani; Tafzi, Fitry
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1438

Abstract

− Sektor pertanian yang memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional tengah menghadapi menghadapi tantangan serius yakni minimnya partisipasi Generasi Z. Minat generasi ini terhadap dunia pertanian masih tergolong rendah akibat pandangan bahwa profesi di bidang pertanian bersifat konvensional dan kurang menguntungkan secara ekonomi. Dalam upaya mengubah perspektif ini maka dibutuhkan pengenalan pertanian modern yang memiliki prospek cerah, salah satunya melalui pelatihan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: persiapan, pelaksanaan (sesi materi dan praktik), evaluasi (pre-test, post-test, dan observasi praktik), dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap materi pelatihan hidroponik. Secara praktik peserta mampu merancang instalasi hidroponik sederhana dan melakukan penyemaian. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan mencerminkan bahwa hidroponik merupakan salah satu metode pertanian yang sesuai untuk dikembangkan di kalangan Generasi Z. Selain menjadi solusi atas keterbatasan lahan, hidroponik juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan wirausaha yang ramah lingkungan dan dapat menunjang ketahanan pangan yang berkelanjutan.