Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Wirausaha Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Jambi (Acoffenang dan Surapatnol) Yulia, Ade; Yernisa, Yernisa; Lisani, Lisani; Oktaria, Fera; Sari, Fenny Permata
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.725

Abstract

Usaha Acoffenang (Aromatik Kopi Pinang) dan Surapatnol (Susoe Era 4.0) memiliki keterbatasan modal yang berproduksi menggunakan alat-alat yang masih manual. Untuk produk yang dihasilkan belum memiliki izin PIRT dan sertifikasi halal serta metode pemasaran yang belum maksimal. Kegiatan ini nertujuan untuk pengembangan usaha dan  memperbaiki produksi serta efesiensi distribusi, lebih lanjut agar bisa berkembang lebih luas terutama kepemilikan izin (P-IRT, Halal dan BPOM) membuat produk lebih memiliki aspek legalitas. Konsumen lebih menyukai produk yang memiliki legalitas dengan harga yang terjangkau serta jangkauan pemasaran yang lebih luas. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, demonstrasi dan evaluasi capaian pelaksanaan program yang telah dilakukan. hasil kegiatan telah diterbitkannya NIB untuk usaha tim Acoffenang, dan P-IRT untuk usaha kedua tim. 
Eco-Enzyme Innovation: Transforming Pineapple Waste into Sustainable Cleaning Liquids through Community Empowerment in Tangkit Baru Village Surhaini, Surhaini; Lisani, Lisani; Emanauli, Emanauli; Fiardilla, Fauziah; Suseno, Rahayu; Rinaldi, Rinaldi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v9i2.49074

Abstract

Tangkit Baru Village is a major pineapple production center in Jambi, yielding over 728,000 quintals annually. However, this massive production generates significant organic waste from local home industries, which remains largely unmanaged. This community service program aimed to address this environmental challenge by empowering the Women’s Farmers Group (locally known as Kelompok Wanita Tani or KWT) through eco-enzyme technology. The program was implemented in four stages: Survey, Socialization, Technical Training (using a 1:3:10 fermentation ratio), and a three-month Mentoring phase. The results demonstrated a significant impact, with participants' knowledge increasing by 41.1% (from 45.3% to 86.4%). Technical success was high, with 80% of participants successfully producing quality eco-enzymes (pH < 4.0). Furthermore, 90% of participants adopted the liquid for household cleaning, indicating a profound behavioral shift. This program proves that eco-enzyme technology is a feasible, low-cost solution for agro-industrial waste recovery while enhancing community resilience and sustainable waste management practices.
MAKNA SIMBOLIK TRADISI BA RANUP DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT ACEH DI DESA BLANG KECAMATAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE Lisani, Lisani; Fahrizal, Fahrizal; Saputri, Yuni
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Makna Simbolik Tradisi Ba Ranup dalam Adat Pernikahan Masyarakat Aceh di Desa Blang, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan tradisi Ba Ranup, mengidentifikasi dan menganalisis makna simbolik yang terkandung di dalamnya, serta memahami pandangan masyarakat terhadap keberlanjutan tradisi tersebut dalam pernikahan adat masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ba Ranup mengandung simbol-simbol adat yang kaya makna. Hantaran seperti ranup sirih, buah-buahan, pakaian, dan mahar mencerminkan niat baik, harapan kesejahteraan, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap perempuan. Setiap unsur memiliki nilai spiritual dan sosial yang memperkuat makna prosesi lamaran. Pelaksanaan tradisi ini berlangsung tertib dan penuh tata krama, mulai dari pembawaan hantaran hingga pembicaraan rencana pernikahan, yang dilakukan secara musyawarah serta melibatkan keluarga dan tokoh adat, mencerminkan nilai sopan santun dan keseriusan dalam membentuk ikatan. Masyarakat Desa Blang masih menjaga dan menghargai tradisi Ba Ranup, dengan dukungan dari tokoh adat dan aparat desa yang turut mendorong generasi muda untuk melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari pelestarian nilai budaya, etika, dan identitas lokal.Kata kunci: Ba Ranup; makna simbolik; adat pernikahan; masyarakat Aceh; pelestarian budaya