Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

INVENTARISASI KETERDAPATAN MINERAL DAN BATUAN UNTUK BAHAN BAKU BATU PERMATA Akkas, Andi Muhammad; Nurhakim, Nurhakim; Riswan, Riswan; Kurniawan, Heru Budi
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4214

Abstract

Kecamatan Karang Intan merupakan salah satu kecamatan yang menjadi daerah terdapatnya mineral dan batuan yang bisa menjadi bahan baku batu permata. Kecamatan Karang Intan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Banjar dengan luas wilayah mencapai 215,35 Km2 atau 4,61 persen dari luas wilayah Kabupaten Banjar.Keanekaragaman bahan baku batu permata yang terdapat di daerah Kecamatan Karang Intan terdiri dari chalcedony, agate, jasper, rhodonite, hematite dan serpentinite. Sebaran bahan baku batu permata jenis chalcedony, agate, dan jasper diperkirakan sebesar 12.806,54 Ha. Sedangkan batu permata kelompok rhodonite, hematite dan serpentinite diperkirakan sebesar 8.436,55 Ha yang secara umum keterdapatannya di pengaruhi oleh 3 (tiga) jenis endapan, yaitu endapan placer, endapan sedimenter dan endapan metamorfik.Kecamatan Karang Intan memiliki daerah yang potensi menghasilkan bahan baku batu permata yang terdiri dari: Bahan baku batu permata jenis chalcedony, agate, dan jasper diperkirakan memiliki daerah yang berpotensi seluas 1200 Ha yang terdapat pada satuan endapan placer di aliran Sungai Riam Kanan. Chalcedony pada endapan sedimenter diperkirakan memiliki daerah berpotensi seluas 200 Ha di Desa Mandikapu Timur. Rhodonite diperkirakan memiliki daerah potensi seluas 900 Ha di Desa Kiram. Hematite diperkirakan memiliki daerah potensi seluas 100 Ha di Desa Kiram. Serpentinite diperkirakan memiliki wilayah potensi seluas 400 Ha di Desa Kiram. Kata-kata kunci: Batu permata, rhodonite, endapan.
ANALISIS MODEL VARIOGRAM PADA PENAKSIRAN KUALITAS ENDAPAN BATUBARA DENGAN METODE ORDINARY KRIGING Reza, Muhammad; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska
Geosapta Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i1.12758

Abstract

Hasil yang baik pada penentuan estimasi sangat berpengaruh pada model variogram yang terbentuk, sehingga perlu dilakukan analisis variografi guna pemilihan model yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi Ordinary Kriging dengan model variogram yang berbeda, yaitu model variogram spherical dan model variogram exponential. Estimasi dilakukan pada parameter kualitas batubara yaitu Ash Content, Calorific Value dan Total Sulphur. Perbandingan estimasi Ordinary Kriging menggunakan model variogram spherical dan model variogram exponential menghasilkan kesimpulan bahwa dari pengolahan model variogram dengan penggunaan arah N 190o E pada model variogram spherical dan exponential menghasilkan bentuk yang relatif mirip namum pada model variogram exponential menunjukan nilai range yang lebih besar dibandingkan dengan model variogram spherical. Jumlah nilai % error pada kasus ini menunjukan bahwa pada parameter ash content , total sulphur dan calorific value model variogram exponential yang lebih baik digunakan untuk estimasi dibandingkan menggunakan model variogram spherical.
Inventarisasi Titik-Titik Gerakan Tanah Pasca Bencana Longsor di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Arifin, Yulian Firmana; Nurhakim, Nurhakim; Hidayat, Taufik; Saputra, Adi; Akram, Muh.; Mikhael, Peredrik F.
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14011

Abstract

Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Propinsi Kalimantan Selatan selama bulan Januari 2021 memicu terjadinya banjir dan longsor di berbagai kabupaten. Salah satu kabupaten yang terdampak adalah Kabupaten Tanah Laut. Dari data BNPB, bencana banjir dan longsor di Kabupaten ini menimbulkan 7 jiwa meninggal dunia, 27024 jiwa mengungsi dan lebih dari 42 ribu jiwa terdampak. Identifikasi gerakan tanah dilakukan dengan menganalisis citra satelit dan foto udara dari pesawat tak berawak (drone). Foto-foto ini diolah dengan bantuan aplikasi Orthophoto. Data ini kemudian dibandingkan dengan data citra satelit sebelum  terjadi bencana dengan bantuan Sistem Informasi Geografis ArcGIS. Hasilnya digunakan untuk inventarisasi potensi longsor dibeberapa titik-titik di Tanah Laut. Hasil studi memperlihatkan daerah-daerah yang rentan terjadi gerakan tanah susulan pada 47 lokasi di Gunung Keramaian, 14 titik di Guntung Besar, dan 3 titik di Bukit Tamiyang. Hasil studi tanah ini dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah daerah setempat dalam pelaksanakan kebijakan mitigasi bencana. Hal ini disebabkan ketiga lokasi merupakan daerah perkebunan (Gunung Keramaian dan Guntung Besar) dan destinasi wisata (Bukit Tamiyang).
Variasi Blok Model pada Pemodelan Seam Batubara Fikri, Hafidz Noor; Nurhakim, Nurhakim; Fauzi, Resti; Novianti, Yuniar Siska; Santoso, Eko; Putri, Karina Shella
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.19321

Abstract

Penerapan model blok dengan geostatistika terapan pada pertambangan batubara semakin banyak digunakan karena mampu merespon perhitungan sumberdaya batubara secara detail. Ukuran model blok yang sesuai sangat penting pada saat SMU diproses. Selain itu, ukuran model blok berpengaruh terhadap hasil estimasi. Penelitian ini mengevaluasi tiga variasi ukuran model blok endapan batubara dengan menggunakan nilai kemiringan regresi dan efisiensi kriging. Variasi ukuran blok ini ditentukan sebesar ¼, ½, ¾, dan 1 kali dari jarak rata-rata lubang bor. Data yang digunakan adalah dua lapisan batubara yang berbeda di Kalimantan Tengah dengan jumlah lubang bor sebanyak 12 dan 15 lubang bor. Nilai kemiringan bias bersyarat dan efisiensi kriging pada setiap ukuran blok model yang diolah, mampu memberikan jawaban mengenai penentuan ukuran blok model yang ideal berdasarkan data yang ada.
Kebutuhan Energi Listrik Guna Menggerakkan Sektor Ekonomi Strategis di Provinsi Kalimantan Selatan Putri, Karina Shella; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska; Safitri, Nurma
Geosapta Vol 8, No 2 (2022): JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i2.14358

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik di Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan tumbuh pesat, dengan adanya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, sehingga diperlukan suplai energi listrik yang cukup besar. Kajian akan dihadapkan pada dua kondisi ekonomi, yaitu Business as Usual, dimana Provinsi Kalimantan Selatan masih mengalami pemulihan kondisi perekonomian yang merupakan dampak pandemi Covid-19, dan pertumbuhan ekonomi optimis, dimana Provinsi Kalimanatan Selatan mengalami percepatan ekonomi yang ditandai dengan terlaksananya rencana investasi proyek-proyek dalam kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan energi listrik adalah permodelan ekonometrika dengan pendekatan Ordinary Least Square (OLS). Model konsumsi energi listrik menggunakan variabel independent PDRB, jumlah penduduk, tarif rata-rata listrik, dan rasio elektrifikasi. PDRB dimodelkan menggunakan variabel independent jumlah tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan investasi. Seluruh variabel menggunakan data historis dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2021. Skenario 1 menghasilkan forecast PDRB dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,72%. Kebutuhan energi listrik dari tahun 2022 sampai dengan 2025 untuk skenario 1 berturut-turut dalam satuan GWh antara lain 3.159,42; 3.228,31; 3.251,60; dan 3.250,94. Skenario 2 menggunakan pertumbuhan ekonomi optimis sebesar 4,3% sebagai acuan forecast kebutuhan energi listrik dengan hasil berturut-turut dari tahun 2022 sampai dengan 2025 dalam satuan GWh antara lain 3.164,90; 3.251,73; 3.319,55; dan 3.374,17. Skenario 1 dengan asumsi perekonomian masih dalam masa pemulihan menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 1,61%. Sedangkan skenario 2 dengan asumsi terealisasinya proyek kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menghasilkan rata-rata pertumbuhan permintaan energi listrik sebesar 2,55%. 
Estimasi Sumberdaya Batubara menggunakan Metode Ordinary Kriging dan Metode Elemen Hingga, Studi Kasus: Endapan Batubara di Desa Pualamsari, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Fikri, Hafidz Noor; Musthofa, Arief Al; Nurhakim, Nurhakim; Novianti, Yuniar Siska
Geosapta Vol 9, No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i2.7743

Abstract

Estimasi sumberdaya batubara merupakan proses kuantifikasi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologi dan data yang dimiliki. Perkembangan teknologi membuat proses estimasi menjadi semakin cepat. Metode elemen hingga (MEH) yang merupakan proses diskritisasi model dan proses geostatistik estimasi ordinary kriging (OK) menggunakan model blok dilakukan pada parameter ketebalan untuk mengetahui sumberdaya batubara. Menggunakan 24 data bor touch coring dan cropline, kontur struktur roof dan floor batubara terolah sebagai batasan dalam model batubara. Estimasi sumberdaya batubara dengan metode OK menghasilkan kuantitas sebesar 1.8 juta ton. Perhitungan menggunakan MEH menghasilkan nilai sumberdaya sebesar dua juta ton. Selain itu, penggunaan metode OK dengan perangkat lunak SGeMS menghasilkan sumberdaya terukur yang lebih kecil karena area pengaruh (range = 216 m), yang lebih kecil daripada nilai jarak titik infformasi sesuai SNI 5015-2011 untuk kondisi geologi moderat (250 m). Cross validation dilakukan agar memberikan pertimbangan hasil estimasi OK. Perhitungan MEH menggunakan skema continous dalam melakukan diskritisasi. Perbedaan nilai sebesar 200 ribu ton memperlihatkan penggunaan metode yang berbeda pada batubara secara signifikan menghasilkan nilai yang berbeda.