Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif Ben V. Tarigan; Rima Nindia Selan; Matheus M. Dwinanto; Yeremias M. Pell; Napsiyana Asti Weo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26745

Abstract

Abstrak Pemeliharaan ternak babi oleh sebagian masyarakat Kota Kupang adalah kegiatan usaha petemakan yang merupakan bentuk kegiatan komplementer dalam rumah tangga. Banyak warga yang memilih memelihara ternak, khususnya ternak babi ditengah pemukiman masyarakat, yang membuat warga sekitar mengeluh soal bau kotoran ternak. Kotoran ternak babi yang tidak ditangani merupakan masalah yang mengganggu  masyarakat karena pencemaran lingkungan yang ditimbulkannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kotoran ternak babi yang ada bisa diolah dalam sebuah unit digester untuk menghasilkan biogas. Selain itu, kotoran ternak babi yang telah diolah tidak akan menimbulkan bau yang mengganggu, dan menjadi pupuk dengan kualitas tinggi. Program pengabdian kali ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi mitra yaitu penanganan kotoran ternak babi. Disisi lain dengan membuat biogas dari kotoran ternak, juga dapat membantu perekonomian masyarakat. Gas yang dihasilkan dapat dijadikan bahan bakar pengganti minyak tanah maupun gas elpiji yang semakin langka dan mahal di pasaran, sehingga masyarakat akan lebih berhemat. Kata kunci: kotoran ternak; biogas; energialternatif. Abstract The rearing of pigs by some residents of Kupang City is a livestock business activity which is a form of complementary activity in the household. Many residents choose to keep livestock, especially pigs in the middle of residential areas, which causes local residents to complain about the smell of livestock manure. Untreated pig waste is a problem that disrupts people's lives because of the environmental pollution. The solution of this problem, existing pig manure can be processed in a digester unit to produce biogas. Apart from that, processed pig manure will not cause odorspolution and becomes high quality fertilizer. This service program is expected to be able to solve the problems faced by partners, namely handling pig manure. On the other hand, making biogas from livestock manure can also help the community's economy. The gas produced can be used as fuel to replace kerosene or LPG gas which are increasingly rare and expensive on the market, so that people will save more. Keywords: animal manure; biogas; alternative energy.
Pemberdayaan ibu - ibu PKK melalui pelatihan pembuatan aksesoris dari kain tenun Arienncy K. A. Manu; Rima Nindia Selan; Napsiyana Asti Weo; Sarlince O. Manu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27246

Abstract

Abstrak Kain tenun ikat adalahkain yang dibuat dengan cara memasukan benang pakan secara horizontal pada benang-benanglungsin yang bias anya telah diwarnai dan diikat terlebih dahulu. Kain tenun ikat termasuk kekayaan NTT yang teknik pembuatannya telah diwariskan turun – temurun . Jika dulu Tenun Ikat NTT hanya digunakan untuk acara adat dengan cara dililitkan kepinggang, kini Tenun Ikat NTT sudah dibuat menjadi berbagai macam produk. Kelompok PKK Desa Ledeke terdiri dari ibu – ibu rumah tangga yang setiap harinya hanya mengurus rumah tangga. Dari hasil wawancara serta pengamatan, kelompok ibu – ibu rumah tangga PKK Desa Ledeke berkeinginan untuk memiliki mata pencaharian untuk mendapat tambahan penghasilan sehingga bias membantu suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga dan   setidaknya mempunyai kegiatan   yang   positif tetapi menguntungkan. Sebagai bentuk jawaban dari permasalahan tersebut, tim pelaksana melaksanakan kegiatan pengabdian yaitu memberi pelatihan kepada ibu – ibu PKK Desa Ledeke untuk membuat aksesoris dari kain tenun yang akan menjadi peluang kerja baru  dan bisa membuka lapangan usaha bagi ibu – ibu yang belum mempunyai pekerjaan. Kegiatan PKM berlangsung di Kantor Desa Ledeke pada tanggal 3 September 2024, diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari ibu – ibu kelompok PKK, aparat desa dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini ibu – ibu kelompok PKK Desa Ledeke dapat membuat aksesoris dari kain tenun berupa anting – anting, kalung, bandana dan jepit rambut. Kata kunci: pemberdayaan; kain tenun ikat; aksesoris tenun Abstract Ikat woven fabric is a fabric made by inserting weft threads horizontally into the warp threads which are usually dyed and tied first. Ikat woven fabric is one of NTT's treasures whose manufacturing techniques have been passed down from generation to generation. In the past, NTT Ikat Weaving was only used for traditional events by wrapping it around the waist, now NTT Ikat Weaving has been made into various kinds of products. The Ledeke Village PKK group consists of housewives who only take care of the household every day. From the results of interviews and observations, the group of PKK housewives in Ledeke Village want to have a livelihood to earn additional income so that they can help their husbands in meeting household needs and at least have positive but profitable activities. As a form of answer to this problem, the implementation team carried out community service activities, namely providing training to the PKK women of Ledeke Village to make accessories from woven cloth which will be a new job opportunity and can open up business opportunities for mothers who do not yet have jobs. The PKM activity took place at the Ledeke Village Office on September 3 2024, attended by 40 participants consisting of women from the PKK group, village officials and students. As a result of this activity, women from the Ledeke Village PKK group were able to make accessories from woven cloth in the form of earrings, necklaces, bandanas and hair clips. Keywords: empowerment; woven fabrics; woven accessories
Pengembangan dan penerapan sistem keamanan berbasis Internet of Things (IoT) dan monitoring berbasis website bagi kinerja Atmospheric Water Generator (AWG) untuk sistem pertanian lahan kering di Desa Tesiayofanu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan Jefri S. Bale; Renold Modok; Rima Nindia Selan; Ben V. Tarigan; Louis Ferdinand Boesday; Jusuf R. Manilapai
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29959

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat melalui kemitraan masyarakat dilaksanakan  dalam rangka mendukung program nasional dalam peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan kejuruan. Mitra merupakan Desa yang berada di Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan PkM berlangsung selama 10 (enam) bulan dengan keterlibatan 3 (tiga) dosen dan 5 (lima) mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki ketrampilan untuk dapat menggunakan sistem kontrol keamana AWG dan sistem monitoring berasis IoT. Kegiatan ini disampaing meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam berbagai sistem kontrol di industri. Metode yang akan dilaksanakan pada PKM ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan. Persiapan yang akan dilakukan meliputi  observasi,  survey  lokasi,  dan  penyampaian  masalah  serta  solusi  yang  akan ditempuh dalam pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan berupa perancangan alat, ujicoba alat, peningkatan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pelatihan penggunaan alat, pendampingan dalam pemeliharaan alat, tahap monitoring oleh tim pelaksana dan evaluasi pelaksanaan program.   Kata kunci: sistem keamanan; IoT; AWG, Website. Abstract The Community Service Program through community partnerships is carried out in order to support the national program in improving human resources through vocational education. Mitra is a village located in TTS Regency, East Nusa Tenggara Province. PkM activities lasted for 10 (six) months with the involvement of 3 (three) lecturers and 5 (five) students. Through this activity, it is hoped that the community will have the skills to be able to use the AWG safety control system and the IoT-based monitoring system. This activity is aimed at improving skills and knowledge in various control systems in the industry. The methods that will be implemented in this PKM include the preparation stage, the implementation of activities, monitoring and evaluation, and the preparation of reports. The preparations that will be carried out include observation, location surveys, and submission of problems and solutions that will be taken in the implementation of activities. The implementation is in the form of tool design, tool testing, partner capacity building through training and training in the use of tools, assistance in tool maintenance, monitoring stages by the implementation team and evaluation of program implementation. The outputs of this PKM activity include the achievement of program target outputs, and output achievement targets in the form of publication of activity results in national journals and scientific meetings, and publications in newspapers and social media. Keywords: security system; IoT; AWG; Website.
Pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah di kelurahan sikumana Gusnawati Gusnawati; Jefri Semuel Bale; Jahirwan Ut Jasron; Kristomus Boimau; Defmit B.N. Riwu; Muhamad Jafri; Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23280

Abstract

AbstrakKelurahan Sikumana terletak di Kecamatan Maulafa, luas wilayahnya 336 Ha, berbatasan dengan kelurahan Belo (Sebelah Timur), kelurahan Batuplat (Sebelah Barat), kelurahan Naikolan dan kelurahan Oepura (Sebelah Utara) dan Kelurahan Fatukoa (Sebelah Selatan). Penduduknya heterogen dengan beragam suku dan mayoritas penduduk berasal dari Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Jawa dan suku-suku lainnya, berjumlah 21.073 jiwa dengan 4.172 KK. Dalam hal pengelolaan sampah, masyarakat Sikumana belum maksimal. Sampah rumah tangga hanya dikumpulkan dan dibuang di kontainer sampah yang disiapkan pemerintah di tepi jalan, kemudian diangkut truk sampah setiap hari. Masih terdapat masyarakat yang membakar sampah dikarenakan letak tempat sampah jauh dari pemukiman mereka, terdeteksi sebagian masyarakat yang membuang sampah di kali yang ada di kelurahan mereka. Kegiatan PKM ini bertujuan melakukan pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah, terkhusus sampah organik dan sampah plastik. Pelaksanaan pengabdian ini melalui tahapan penyajian hasil penerapan teknologi pengolahan sampah dan manajemen pengolahannya, dalam hal ini pembuatan Eco Enzyme untuk sampah organik dan pengenalan serta penerapan Bank Sampah kepada masyarakat Sikumana. Harapannya menjadikan sampah mereka bernilai ekonomis yang menambah pemasukan keluarga. Pengabdian ini menjadi wadah dalam membantu masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola sampah berbasis komunitas secara bijaksana dan mengurangi kuantitas sampah yang diangkut dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hasil pre test dan post test peserta kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan. Rerata nilai pre-test peserta yang dilakukan sebelum kegiatan pengabdian sebesar 65 dan rerata nilai post-test peserta yang dilakukan setelah pemberian materi dan praktik, meningkat menjadi 88,67. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta mencapai 23,67. Kata kunci: sampah; eco enzyme; manajemen bank sampah AbstractSikumana Village is located in Maulafa District with an area of 336 Ha, bordering Belo Village (East), Batuplat Village (West), Naikolan Village and Oepura Village (North) and Fatukoa Village (South). The population is heterogeneous, consisting of various ethnic groups and the majority of the population comes from the Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Javanese and other tribes, totaling 21,073 people with 4,172 families. In terms of waste management, the Sikumana community is not optimal. Waste from their households, it is only collected and thrown away in rubbish containers prepared by the government on the side of the road which are then picked up by rubbish trucks every morning. There are still people who burn rubbish because the rubbish bins are far from their residences, and there are even a handful of people who throw rubbish away. in the river in their sub-district. This PKM activity aims to provide training on waste processing technology and management, especially organic waste and plastic waste. organic waste and the introduction and application of the Waste Bank to the Sikumana community. With the hope of making their waste economically valuable and increasing family income. This service is a forum for helping the community and local government in managing community-based waste wisely and reducing the quantity of waste transported and piling up at the Final Disposal Site (TPA). The pre-test and post-test results of service activity participants showed a significant increase. The average pre-test score of participants carried out before service activities was 65 and the average post-test score of participants carried out after providing material and practice increased to 88.67. The increase in participants' understanding and knowledge reached 23.67. Keywords: waste; eco enzyme; waste bank management
Pelatihan pembuatan pupuk kompos berbasis eco enzyme Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell; Gusnawati Gusnawati; Demit B. N. Riwu; Jahirwan Ut Jasron
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22246

Abstract

Abstrak Masyarakat Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT selama ini mempunyai usaha ternak babi yang menghasilkan limbah cair dan padat. Selama inimasyarakatbelummemanfaatkanlimbah ternakbabi sebagaibahandasarpupukkompos.Tujuan kegiatan pengabdian kali ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada mitra baagaimana membuat pupuk kompos dari kotoran babi berbasis eco enzyme. Kegiatan Pengabdian diadakan pada bulan Agustus Tahun 2023, bertempat di pekarangan warga yang memiliki ternak babi. Metode pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengolahan limbah kotoran ternak, Hasil yang diperoleh yaitu mitra sudah dapat membuat pupuk kompos berbasis eco enzyme secara mandiri dan mengaplikasikan penggunaan pupuk tersebut di tanaman. Kata kunci: pupuk kompos; limah ternak; eco enzyme. Abstract The people of Oepura Village, Kupang City, NTT have had a pig farming business which produces liquid and solid waste. So far, people have not used pig waste as a basic ingredient for compost fertilizer. The aim of this service activity is to provide knowledge to partners on how to make eco enzyme-based compost fertilizer. The service activity will be held in August 2023, taking place in the yards of residents who have pigs. The service method is carried out through socialization, counseling, training and mentoring regarding livestock manure waste processing. The results obtained are that partners are able to make eco enzyme-based compost fertilizer independently and apply the fertilizer to plants. Keywords: compost fertilizer; livestock manure; eco enzyme