Claim Missing Document
Check
Articles

Meraih Kesuksesan Pendidikan: Membangun Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Iklim Sekolah di SMK Negeri Bisnis Kota Padang Alfin Dwi Payulan; Sulastri Sulastri
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i2.20640

Abstract

The purpose of this study is to describe the perceived school climate by teachers, the pedagogical competence of teachers, and the influence of school climate on teachers' pedagogical competence in the State Vocational High School Bisnis Kota Padang. This research is of a quantitative descriptive nature and involves 77 teachers as a sample from a population of 240 individuals. The research instrument used a questionnaire with a Likert Scale model that has been tested for validity and reliability. The results of the study indicate that the pedagogical competence of teachers in the school reaches 86.8%, while the school climate is considered conducive with an achievement level of 83.6%. Hypothesis testing shows a positive relationship between school climate and teachers' pedagogical competence. After a simple linear regression test, the equation Y = 83.25 + 0.433 X was found with a coefficient of determination of 39.8%. This indicates that 39.8% of the variability in teachers' pedagogical competence is influenced by the school climate, while other factors contribute to 60.2%.
Pelatihan pengelolaan media digital website untuk membangun branding sekolah pada SMA Bukit Barisan Kota Padang Sari Febrianti; Hendri Budi Utama; Nikmah Hayati; Merika Setiawati; Nelfia Adi; Sulastri Sulastri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29179

Abstract

AbstrakSMA Bukit Barisan merupakan sekolah swasta di kota Padang yang masih kurang dalam pemanfaatan media digital website untuk mempromosikan citra positif kepada masyarakat luas. Pemanfaatan media digital website sebagai alat komunikasi dan informasi menjadi penting dalam konteks administrasi sekolah. Website bukanlah hanya sebagai alat administrasi tetapi juga sebagai platform komunikasi yang sangat efektif antara sekolah, orang tua, siswa dan masyarakat. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan 1) Memberikan pelatihan bagi Tenaga Administrasi Sekolah dan guru agar dapat meningkatkan softskill digitalisasi sehingga mampu mengelola website sekolah dengan menyediakan berbagai informasi terkini terkait keunggulan sekolah dan dikemas dengan tampilan yang menarik. 2) Meningkatkan kemampuan guru dalam menulis artikel berita yang akan di publikasikan pada website sekolah. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru dan staf yang berjumlah 20 orang. Pelatihan ini terdiri dari beberapa sesi yaitu, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan terdapat perubahan dalam peningkatan kemampuan guru dan staf dalam peningkatan skill mengelola website dan menulis artikel berita yang diperoleh dari hasil posttest dan kuesioner yang telah dikerjakan. Disimpulkan bahwa 70% guru dan staf sekolah telah meningkat kompetensinya dalam pengelolaan website yang diukur melalui post-test yang diberikan kepada mereka terkait penulisan artikel dan pengungagahan yang dilakukan masing-masing individu ke dalam website sekolah. Kata kunci: pengelolaan; media digital website; branding sekolah AbstractSMA Bukit Barisan is a private school in Padang that still lacks the utilization of digital media websites to promote a positive image to the wider community. The use of digital media websites as a tool for communication and information has become important in the context of school administration. The website is not just an administrative tool but also a highly effective communication platform between the school, parents, students, and the community. This Community Service Program aims to 1) Provide training for School Administration Staff and teachers to enhance their digitalization soft skills, enabling them to manage the school website by providing various up-to-date information related to the school's strengths, presented in an attractive format. 2) Improving teachers' ability to write news articles that will be published on the school website. This training was attended by all 20 teachers and staffs. The training consisted of several sessions, namely observation, materials, and evaluation. The training results show changes in the improvement of teachers' and staff's abilities in enhancing skills to manage websites and write news articles, as obtained from the posttest results and questionnaires that have been completed. It was concluded that 70% of teachers and school staff have improved their competence in website management as measured by the post-test given to them regarding article writing and uploading by each individual to the school website. Keywords: media digital; website; school branding
The Influence of Work–Life Balance and Person–Organization Fit onIntention to Leave: The Mediating Role of Job Satisfaction among Boarding School Mentors in Padang, Indonesia Rani Iqasari; Sulastri Sulastri
CAKRAWALA : Management Science Journal Vol. 2 No. 3 (2026): Cakrawala: Management Science Journal - January
Publisher : Yayasan Edukasi Cakrawala Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63541/2wk5dh75

Abstract

This study aims to analyze the effect of Work-Life Balance (WLB) and Person-Organization Fit (PO-Fit) on Intention to Leave (ITL) with Job Satisfaction (JS) as a mediator among dormitory counselors at boarding schools in Padang City. A quantitative approach was used with a population of all active counselors at Ar Risalah and Sabbihisma (n=77) and purposive sampling. Data analysis was conducted using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that WLB and PO-Fit negatively affected ITL, meaning that the better the work-life balance and fit of the individual with the organization, the lower the counselor's intention to leave. Job Satisfaction also negatively affected ITL and acted as a significant mediator in the relationship between PO-Fit and ITL, but was not significant in the relationship between WLB and ITL. These findings emphasize the importance of the fit between individual values, culture, and goals with the organization in increasing Job Satisfaction and reducing turnover intention. This research provides strategic implications for boarding school management in increasing job satisfaction, retaining mentors, and ensuring the continuity of the student character development process.
Peningkatan kemampuan instructional leadership guru berbasis action learning di sekolah dasar Sulastri Sulastri; Syahril Syahril; Nelfia Adi
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2021): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003990000

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilatar  belakangi oleh kurang maksimalnya instructional leadership guru di lapangan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk; 1) meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru tentang instructional leadership berbasis Action Learning , 2) mempersiapkan guru-guru agar mampu menghadapi setiap permasalahan yang terjadi di lapangan, 3) memberikan keterampilan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dimasa pandemi COVID 19, 4) melatih guru-guru dalam menyelesaikan permasalahan yang berbasis action learning (menganalisis situasi dan kondisi nyata, melibatkan tim, melakukan deep interview dan refleksi, merumuskan action, dan melaksanakan action), 5) melatih dan meningkatkan kemampuan guru-guru dalam berpikir kritis (critical thinking). Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan di peroleh respon positif, hal ini terlihat dari tingginya antusias guru-guru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Langkah pertama yang dilakukan ialah guru diminta untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di lapangan sehubungan dengan instructional leadership. Kemudian guru diberikan pemahaman tentang materi-materi dan permasalahan yang dihadapinya. Sebagai umpan balik dari pihak Koordinator Pendidikan dan guru sekolah dasar, bahwa mereka bersedia menjadi sekolah binaan untuk berbagai kegiatan peningkatan kualitas pendidikan. Harapan dari pihak Koordinator Pendidikan Kecamatan Tilatang Kamang dan guru-guru yang ada di Sekolah Dasar, prestasi sekolah terus mengalami peningkatan seiring dengan adanya kerjasama dengan Universitas Negeri Padang.
Penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila bagi guru di sekolah dasar Sulastri Sulastri; Syahril Syahril; Nelfia Adi; Ermita Ermita
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 7 No. 3 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30032075000

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnyapenguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila bagi guru di lapangan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk; 1) memperkuat karakter serta kompetensi, 2) berpartisipasi aktif dalam merencanakan pembelajaran aktif dan berkelanjutan, 3) mengembangkan keterampilam, sikap dan pengetahuan, 4) memecahkan permasalahan dalam berbagai situasi pembelajaran, 5) bertanggung jawab dan peduli terhadap situasi sekitar dan 6) menghargai pembelajaran sehingga mempu mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan di SDN  11 Gadut, kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang positif dari para guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasdari para guru pada saatmengikuti kegiatan pelatihan ini. Hal utama yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru yang menjadi peserta pelatihan diminta untuk mengidentifikasikansuatu permasalahaterkait pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila. Kemudian guru-guru diberikan pemahaman tentang materi-materi dan permasalahan yang berhungan dengan penguatan pendidikan karakter. Sebagai umpan balik dari kegiatan ini, pihak Koordinator Pendidikan dan guru sekolah dasar mengatakan bahwa mereka bersedia menjadi sekolah binaan untuk berbagai kegiatan demi peningkatan kualitas pendidikandi sekolah mereka. Harapannya dari pihak Koordinator Pendidikan Kecamatan Tilatang Kamang dan guru-guru yang ada di Sekolah Dasar, prestasi sekolah mereka dapat terus meningkat dengan adanya kerjasama yang dibangun dengan pihak Universitas Negeri Padang.
Penyusunan asesmen projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada kurikulum merdeka bagi guru sekolah dasar Kabupaten Tanah Datar Nelfia Adi; Sulastri Sulastri; Syahril Syahril; Ermita Ermita; Sari Febrianti
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 3 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033401000

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pendidik yang kurang memahami implementasi kurikulum merdeka.terutama dalam asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru dapat ; 1) menentukan tujuan pembelajaran, 2) merancang indikator, 3) menyusun strategi asesmen, sikap dan pengetahuan, 4) mengolah hasil asesmen dan bukti pencapaian peserta didik untuk membuat inferensi (kesimpulan), dan 5) menyusun rapor. Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, kegiatan pengabdian ini mendapatkan respon yang sangat baik dari para guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari tingginya antusias dari para guru pada saat mengikuti kegiatan pelatihan ini. Hal utama yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru yang menjadi peserta pelatihan diminta untuk menentukan tujuan pembelajaran, indikator dan Menyusun asesmen terkait dengan P5. Kemudian guru-guru diberikan penjelasan mengenai penyusunan asesmen projek penguatan profil pelajar Pancasila serta penyusunan rapor. Sebagai umpan balik dari kegiatan ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan guru sekolah dasar mengatakan bahwa mereka bersedia mendiseminasikan ilmu ini demi peningkatan kompetensi pendidik terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Harapannya dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar dan guru-guru yang ada di Sekolah Dasar, kemampuan pedagogik dan kreatifitas para guru dapat meningkat dengan adanya kerjasama yang dibangun dengan pihak Universitas Negeri Padang.
Workshop pembuatan media ajar berbasis multimedia pada projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Tanah Datar Syahril Syahril; Ermita Ermita; Ahmad Sabandi; Sulastri Sulastri; Sari Febrianti; Singgih Ginanjar
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 8 No. 3 (2023): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033403000

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh guru-guru yang kurang memanfaatkan teknologi dalam membuat media ajar pada Kurikulum Merdeka yang variatif, inovatif dan kreatif. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu guru dalam; 1) memahami hakikat media pembelajaran berbasis multimedia, 2) mendisain media pembelajaran yang cocok dengan P5, 3) memanfaatkan platform belajar.id, dan 4) meningkatkan kemampuan dalam pemanfaatan media Canva dan Quizziz dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian mengenai pembuatan media ajar ini mendapatkan reaksi yang sangat positif dari para pendidik Sekolah Dasar di Kabupaten Tanah Datar. Hal ini terlihat dari tingginya antusisme, responsif dan keaktifan yang diperlihatkan para guru pada saat mengikuti kegiatan pelatihan ini. Hal utama yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru yang menjadi peserta pelatihan diminta untuk membagikan pengalaman mereka dalam membuat media ajar untuk proses belajar di kelas selama ini dan mempraktikkan pembuatan media ajar dengan memanfaatkan teknologi. Kemudian guru-guru diberikan pemahaman tentang materi pembuatan media ajar pada Kurikulum Merdeka terkait dengan P5. Sebagai umpan balik dari kegiatan ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar dan guru sekolah dasar mengatakan bahwa mereka bersedia menjadi pelaku diseminasi untuk berbagi ilmu kepada rekan sejawat demi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah mereka. Harapannya dari pihak Koordinator Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar dan guru-guru yang ada di Sekolah Dasar, prestasi peserta didik sekolah mereka dapat terus meningkat dengan adanya kerjasama yang dibangun dengan pihak Universitas Negeri Padang.
Improving Classroom Climate of Islamic Junior Secondary Schools and Senior High Schools in West Sumatera Hadiyanto Hadiyanto; Syahrul Ramadhan; Sulastri Sulastri; Tia Ayuningrum; Singgih Ginanjar; Yeni Resisca; Rini Aprilianda; Pramudia Yordi Hermawan
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 10, No 2 (2022): Kolokium : Publishing October 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v10i2.1302

Abstract

This study aims to help teachers improve the quality of learning by improving the classroom climate, increasing their ability to carry out classroom action research and writing research articles. This article was written as a report of activities that have been carried out to improve classroom climate, including: 1) preliminary study to ensure the need for improvement in class climate, 2) initial assessment (assessment) to capture classroom climate, 3) Provide feedback to teachers and principals about the difference between the actual classroom climate and the preferred climate of the class (preferred climate) by students, 4) Proposing steps to improve the classroom climate as desired by students. The results showed that in general the actual climate of the class was lower than the preferred climate of the students. However, several scales such as competition, difficulty, and bullying in the preferred climate are generally lower than those experienced by students (actual climate). For this reason, treatment steps are needed to make these scales match what students want.
Desingning A School Climate Supervision Based on Organizational Culture and Leadership to Improve Professional Competence of Junior High School Teachers in District of Sawahlunto Hadiyanto Hadiyanto; Yanti Fitria; Sulastri Sulastri; Asril Asril; Velnika Elmanisar; Dinda Syahfitri; Rizki Yatul Hanifah
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2026): Kolokium: Publishing April 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i1.1277

Abstract

This study aims to develop a school supervision model based on organizational culture and leadership to enhance the professional competence of junior high school teachers in Sawahlunto. The study employed a developmental approach comprising literature review, initial condition mapping, model development, and limited trial implementation. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires from 31 teachers and 3 school principals. The findings indicate that current supervision practices are predominantly administrative and mechanistic, providing limited empowerment for teachers as learning agents. The developed supervision model integrates three core elements: Minangkabau-based organizational culture, inspirational and participatory leadership, and reflective-participatory supervision. Implementation of the model demonstrated a 15–20% improvement in teachers’ professional competencies, particularly in lesson planning, use of educational media and technology, and assessment practices. The study highlights that effective supervision must be contextual, empowering, and integrated with school culture and leadership. The proposed model offers a strategic alternative for strengthening teacher professionalism, improving school climate, and promoting participatory school management reform.
Enhancing quality Education in Gambian School’s through Digitalization of using Sustainable Technology Abdoulie Jonga; Sulastri Sulastri
Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 26 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pedagogi.v26i1.2967

Abstract

The integration of information and communication technology (ICT) in The Gambia’s education system has historically been limited, although recent developments have begun to transform teaching and learning practices. Effective use of ICT is essential for promoting innovative educational approaches that support Sustainable Development Goals (SDGs). This study aims to review and systematize research on innovative strategies that integrate ICT in online learning to promote sustainability in education. The study employs a mixed approach using questionnaire data as the primary source and a comprehensive literature review as the secondary source. The analysis is guided by research questions that examine theoretical and practical perspectives on the relationship between ICT-based educational innovation and sustainable development. The findings highlight key factors influencing the effective use of ICT in educational practice to support the SDGs. The study concludes that digital education plays a significant role in advancing sustainable and innovative learning systems.