Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Manajemen Nyeri terhadap Pengetahuan Siswi yang Mengalami Dismenore di Madrasah Tsanawiyah Bustanul Ulum Pekanbaru Cindy Nur Fadilah; Fitra Mayenti; Ahmad Redho; Suci Amin
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1045

Abstract

Dysmenorrhea is the most common menstrual disorder experienced by adolescent girls and is characterized by pain in the lower abdomen that can interfere with learning activities, concentration, and quality of life. This study aimed to determine the effect of pain management counseling on the level of knowledge among female students experiencing dysmenorrhea at MTs Bustanul Ulum Pekanbaru.This study employed a quantitative method with a quasi experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 102 female students, selected using cluster sampling technique. The instrument used was a menstrual pain management knowledge questionnaire administered before and after the counseling. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test.The results showed that the majority of respondents were 14 years old, totaling 50 respondents (49.0%). Before the counseling, 71 respondents (69.6%) had a good level of knowledge, while after the counseling, 96 respondents (94.1%) had a good level of knowledge. The statistical test results indicated a p-value of 0.000 < 0.05, which means that there is a significant effect of pain management counseling on the knowledge level of female students experiencing dysmenorrhea at MTs Bustanul Ulum Pekanbaru
Peran Napping dalam Mengatasi Kelelahan Kerja pada Perawat Shift Malam di Ruangan Intensive Rumah Sakit Petala Bumi Pekanbaru Nur Pani Alfiatul Wahida; Dilgu Meri; Ika Permanasari; Ahmad Redho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9707

Abstract

Kelelahan kerja merupakan permasalahan serius yang sering dialami perawat shift malam, khususnya di ruang intensif dengan beban kerja tinggi dan tuntutan kewaspadaan terus-menerus. Tidur singkat terencana (napping) diyakini mampu memulihkan kewaspadaan dan menurunkan kelelahan, namun bukti empiris mengenai hubungan keduanya di rumah sakit Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi napping dengan tingkat kelelahan kerja pada perawat shift malam di ruang intensif RSUD Petala Bumi Pekanbaru. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 30 perawat yang berdinas malam di ICU, HCU, dan NICU. Napping diukur melalui pencatatan durasi mingguan dan dikategorikan cukup apabila totalnya ≥90 menit. Kelelahan kerja dinilai menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) 30 item yang telah diadaptasi dan memiliki reliabilitas Cronbach's alpha 0,87. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil menunjukkan 93,3% perawat memiliki napping cukup, rerata total durasi 1.360 menit per minggu, dan mayoritas mengalami kelelahan rendah (66,7%). Meskipun demikian, 26,7% mengalami kelelahan sedang dan 6,7% kelelahan tinggi. Seluruh perawat dengan napping kurang mengalami kelelahan tinggi. Diperoleh hubungan yang sangat signifikan antara napping dan kelelahan kerja (p=0,000). Faktor lain seperti beban kerja, jenis kelamin, dan kebisingan ruang intensif turut berkontribusi terhadap kelelahan. Diperlukan kebijakan tertulis mengenai napping dan manajemen kelelahan komprehensif untuk meningkatkan keselamatan pasien serta kesehatan kerja perawat.