Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERAN PEREMPUAN PADA USAHA PERSUTERAAN ALAM DI DESA PISING KECAMATAN DONRI-DONRI KABUPATEN SOPPENG A.Malsari Kharisma Alam; A Amidah Amrawaty; Sitti Nurani Sirajuddin
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 2 No 3 (2016): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.776 KB) | DOI: 10.24252/jiip.v2i3.3914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa peran perempuan dalam ranah peran domestik dan peran produktif dalam usaha persuteraan alam yang ada di Desa Pising di Kecamatan Donri-Donri Kabupaten soppeng. Jenis penelitian yang digunankan yaitu deskriptif dalam menganalisa data yang diperoleh dari wawancara dan observasi yang dimulai sejak Januari-Maret 2016 di Desa Pising Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian yang dipeoleh yaitu peran perempuan dalam ranah domestic menghabiskan total waktu sebanyak 2,6 jam perhari. Dalam ranah produktif, total waktu perempuan peternak dalam aspek produktif sebanyak 3,55 jam perhari. Dengan total curahan waktu yang dihabiskan perharinya sebesar 6,15 jam perhari. Jumlah ini didapat dari total jam domestik dan produktif perhari. Hal ini menunjukkan peran perempuan sangat berarti dalam menjalankan peran domestik dan peran produktif.  
Risk Behavior of Onion Farmers in the District Enrekang Nurhapsa Nurhapsa; Arham Arham; Sitti Nurani Sirajuddin
Sebelas Maret Business Review Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smbr.v3i1.16480

Abstract

This study aimed to analyze the risk behavior of onion farmers in District Enrekang. A random sample of 75 onion farmers was selected for interviews. The model used to analyze the behavior of risk is a model developed by Kumbhakar (2002). The analysis showed that the average behavior of onion farmers are risk averse to the use of various inputs. In order for farmers to take risks and enhance productivity, strengthening institutions such as farmers' groups or unions as well as enhancing the role of the agricultural extension will be required.
Biosecurity Adoption of Beef Cattle Farmers Veronica Sri Lestari; Sitti Nurani Sirajuddin; Agustina Abdullah
Sebelas Maret Business Review Vol 2, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smbr.v2i2.16478

Abstract

The main objective of this research is to find the level of biosecurity adoption by beef cattle farmers. This research is conducted in Luwu regency, South Sulawesi, Indonesia. The data are collected from observation and interview using questionnaire. The sample is 31 beef cattle farmers who are selected using random sampling. There are 35 questions in the questionnaire that consist of management practice, sanitation, equipment, disease and disease prevention, and calf management. The data are analyzed descriptively using frequency distribution. The results revealed that the level of biosecurity adoption is 69.3%, and it is categorized as “high adopters”. 
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hambatan Usaha Peternak Sapi Potong dalam Adopsi Teknologi Pupuk Organik Padat (POP) Daeva Mubarika Raisa; Putra Astaman; Sitti Nurani Sirajuddin; Agustina Abdullah; Fadilah Nurdin
Peternakan Lokal Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v4i1.1213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi hambatan usaha peternak sapi potong dalam adopsi teknologi pupuk organik padat pada aspek keterampilan, pengetahuan, faktor ekonomi, kepedulian sosial, sistem pemeliharaan, penyuluhan, dan bantuan pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian yaitu seluruh peternak sapi potong di Desa Patampanua sebanyak 78 peternak yang dijadikan sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi hambatan adopsi teknologi pupuk orgnik padat pada aspek pengetahuan merupakan hambatan tertinggi karena pengetahuan peternak mengenai jenis dan bahan serta pengolahan pupuk organik kurang diketahui oleh peternak. Dalam keterampilan pemanfaatan pupuk organik belum adanya teknologi dan intensitas penyuluhan mengenai pengolahan limbah kotoran ternak, serta peternak masih menggunakan sistem pemeliharaan ekstensif sehingga sulit dalam pengumpulan limbah kotoran ternak.
Proses Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dan Limbah Sapi di Kelompok Tani Sipakainge,Kecamatan Barru,Kab.Barru: The Process of Making Organic Fertilizer from Agricultural Waste and Cattle Waste in the Sipakainge Farmer Group, Barru District, Barru Regency, South Sulawesi Province Sitti Nurani Sirajuddin; Siti Nurlaelah; Ilham Rasyid; Jamilah Mustabi; Rosmawaty Rosmawaty
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i1.150

Abstract

ABSTRACT This activity is aimed to determine the process of making organic fertilizer from agricultural and cattle waste in Seppee Village, Barru District, Barru Regency, South Sulawesi Province. This activity was carried out in July with a demonstration method for the Sipakainge group totaling 25 people. The results showed that the members of the Sipakainge group were very active in making organic fertilizers by utilizing agricultural and cattle waste, therefore, it is necessary to evaluate the activities’ process. Keywords: Manufacturing process; agricultural waste; cow waste; organic fertilizer ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk membuat proses pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan limbah sapi di Desa Seppee, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli dengan metode demonstrasi pada anggota kelompok Sipakainge berjumlah 25 orang. Bagian metode perlu ditambahkan penjelasan singkat pembuatan pupuk organic. Hasil kegiatan menunjukkan anggota kelompok Sipakainge sangat aktif mengikuti pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pertanian dan limbah sapi sehingga perlu dilakukan evaluasi kegiatan pembuatan pupuk organik. Kata kunci: Proses pembuatan; Limbah pertanian; Limbah sapi; Pupuk organik
BUDIDAYA SAWI DI LAHAN PEKARANGAN RUMAH MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DAN BATANG PISANG PADA KEGIATAN KKN UNHAS DI ERA PANDEMI COVID 19 DI KOTA MAKASSAR, PROVINSI SULAWESI SELATAN: Palm Cultivatioan in Household Land using Liquid Organic Fertilizer (POC) from Waste Water Washing Rice and Banana Stem in UNHAS Community Service Activities in the COVID-19 Pandemic Era in Makassar City, South Sulawesi Province Muh R. P. Maricar; Sitti Nurani Sirajuddin; Ilham Rasyid; Muhammad Kurnia
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v3i1.272

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan penggunaan pupuk organic cair (POC) dari limbah air cucian beras dan limbah batang pisang oleh masyarakat di Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan yaitu pada bulan Juli hingga bulan September 2020 di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat merespon cukup tinggi melalui media massa dan masyarakat memanfaatkan pupuk organic untuk tanaman sawi.
Pola Bagihasil (Teseng) pada Usaha Penggemukan Sapi di Kabupaten Bone: Profit Sharing Pattern (Teseng) in Cattle Fattening Business in Bone Regency Sitti Nurani Sirajuddin; Ilham Rasyid; Ikrar M. Saleh; Agustina Agustina
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v12i1.122

Abstract

Abstract  This study aimed to determine the pattern of profit sharing (Teseng) in cattle fattening business in Bone Regency. The study was conducted from December to January 2020. Data collection took place in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency. The selection of this location as the research location was because at that location the beef cattle breeder community applies a traditional pattern commonly called Teseng. The type of research used was descriptive quantitative research. The types of data are qualitative data and quantitative data. Sources of research data are primary data and secondary data. The population in the study were all 25 farmers who carried out the Teseng profit-sharing system in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency. The sampling technique in this study was purposive with the number of cattle ownership as many as 10 and 15 farmers. The data collection methods are field observation and literature study. The data analysis was quantitative descriptive using income analysis. The results show a pattern of profit sharing system in beef cattle fattening business in Masago Village, Patimpeng District, Bone Regency, namely 60% for livestock owners and: 40% for farmers. Key words: Cattle; Farmers; Sharing profit; System   Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran/persentase bagihasil (Teseng) pada usaha penggemukan sapi di Kabupaten Bone. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai Januari 2020. Pengambilan data bertempat di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Adapun pemilihan lokasi ini sebagai lokasi penelitian yaitu karena di lokasi tersebut masyarakat peternak sapi potong menerapkan pola tradisional yang biasa disebut Teseng. Jenis penelitian yang digunakan adalah yaitu penelitian kuantitatif deskriptif. Jenis data adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Populasi pada penelitian adalah seluruh peternak yang berjumlah 25 orang yang melakukan sistem bagi hasil Teseng di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive yaitu dengan jumlah kepemilikan sapi sebanyak 10 ekor dan 15 ekor. Metode pengumpulan data yaitu observasi lapangan dan studi pustaka. Analisis data yaitu kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan pola sistem bagi hasil pada usaha penggemukan sapi potong di Desa Masago, Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone yaitu 60% untuk pemilik ternak dan 40% untuk peternak.  Kata kunci: Bagihasil; Peternak; Sapi; Sistem
Faktor- Faktor Eksternal pada Peternak Sapi Potong yang Mengikuti Program AUTS di Kabupaten Sinjai,Propinsi Sulawesi Selatan: External Factors of Beef Cattle Farmers Who participated inthe Cattle Farming Business Insurance Program in Tellulimpoe District, Sinjai Regency, South Sulawesi Province Syamsinar Syukur; Musdalipah Musdalipah; Sitti Nurani Sirajuddin; Nur Fitriani
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i1.123

Abstract

Abstract This study aimed to determine the external factors of beef cattle farmers who participated in the Cattle Livestock Business Insurance (AUTS) program in Tellulimpoe District, Sinjai Regency. This research was conducted in Tellulimpoe District, Sinjai Regency from November to December 2018. The population was all of the beef cattle farmers who participated in the AUTS program, namely 582 people. Slovin formula was used to determine the samples and 41 beef cattle farmers were taken as a result. Primary and secondary data were used as data sources. The data were analyzed descriptively with the assistance of tabulation. The results showed that the external factors of beef cattle farmers who participated in the cattle business insurance program were the market for livestock business, the ever-advancing technology in the field of animal husbandry, the availability of production-supporting facilities along with the availability of equipment, production-stimulants for farmers, and lastly, freight and transportation. Key words: characteristics; beef cattle farmers; insurance; cattle; external factors Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor eksternal pada peternak yang mengikuti program Asuransi Usaha Ternak Sapi di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai pada Bulan November sampai Desember 2018. Populasi adalah semua peternak sapi potong yang mengikuti program AUTS yaitu 582 orang. Responden yang diambil sebagai sampel dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh 41 orang peternak. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan tabulasi.Hasil penelitian menujunkkan factor eksternal peternak yang mengikuti program asuransi usaha ternak sapi yaitu pasaran untuk hasil usahaternak, teknologi yang senantiasa maju di bidang peternakan, tersedianya sarana dan peralatan produksi pendukung yang tersedia di tempat, perangsang produksi bagi peternak, pengangkutan dan transportasi. Kata kunci: karakteristik; peternak; asuransi; sapi; faktor eksternal
Differences in Characteristics of Farmers who Adopt and Who Do not Adopt a Cattle Business Insurance Program Ica Azisah Riana; Syahdar Baba; Sitti Nurani Sirajuddin
Hasanuddin Journal of Animal Science (HAJAS) Vol. 1, No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science, Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/hajas.v1i2.7208

Abstract

One government program through the Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia is insurance for cattle business as a manifestation of the government's partisanship in an effort to protect cattle farmers from the risk of death and loss of cattle.  To support the program, Gowa Regency has implemented a cattle business insurance program.  Farmers are a very influential factor in the adoption of cattle business insurance programs that have different characteristics to adopt so as to minimize the risk of their livestock business.This study aims to determine the differences in characteristics of farmers who adopt and who do not adopt a cattle business insurance program.  This research was conducted in Bungaya District, Gowa Regency from February to March 2019. The method used is descriptive research using 98 farmers as a sample consisting of 63 people who adopted and 35 people who did not adopt, data collected through interviews and analyzed descriptively statistically.  The results showed that differences in the characteristics of farmers who adopted and did not adopt a cattle business insurance program consisting of:(a) the age of farmers is mostly 38 to 54 years with those adopting 35 people and those who do not adopt 16 people; (b) most of them are male, where 51 farmers adopt and 28 farmers who do not adopt; (c) the last level of education of the farmer is mostly elementary school/equivalent who adopted as many as 25 people and those who did not adopt 14 people; (d) the total number of family members of farmers is 4 to 6 in which 29 people adopt and 22 people do not adopt; (e) the scale of the business of most 1 to 7 cattle owned by farmers as many as 54 people who adopted and 32 people who did not adopt; and (f) the experience of raising is mostly in the range of 10 to 23 years where those who adopt as many as 40 people and those who do not adopt 24 people. 
Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong yang Bermitra dengan Perguruan Tinggi Mirnatul Qinayah; Fadilah Nurdin; Ahfandi Ahmad; Sitti Nurani Sirajuddin; Aslina Asnawi
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 1 No. 01 (2021): VOLUME 1, NOMOR 01, JUNI 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.775 KB) | DOI: 10.47030/agribisnis.v1i01.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan peternak yang bermitra dengan Universitas Hasanuddin di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dalam pengembangan sapi potong untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya yang ada. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut merupakan lokasi sentra perbibitan sapi potong yang dikelola oleh Universitas Hasanuddin bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Barru. Penentuan peternak sebagai responden secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 33 orang peternak mitra. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan survey dengan menggunakan teknik pengumpulan yaitu wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pendapatan peternak yang bermitra dengan perguruan tinggi yaitu Rp 1.151.085,-/ekor/periode.
Co-Authors - Palmarudi, - A Amidah Amrawaty A.Malsari Kharisma Alam Adelia, Dian Agustina Abdullah Agustina Abdullah Agustina Agustina Ahfandi Ahmad Ahmad Ramadhan Siregar Ali, Najmah Amran, Farizah D. Andi Dagong, Muhammad Ihsan Andi Sadapotto Arham Arham Ashar, Nurul Magfirah Aslina Asnawi Asnawi, Aslina Demmalinno, Eymal B. Djoni Prawira Rahardja Dwy Imas Saputra Effendi, Zulfiani Fadilah Nurdin Fadilah Nurdin Halide, Lutfi Hasan, Hastang Hastang, Hastang Hikmawaty, Hikmawaty Ica Azisah Riana Ikrar M. Saleh Ilham Rasyid Ilham Rasyid Ilham Rasyid Irma Susanti S Izzah, A. Nurul Jamila jamila Jamila Jamilah Mustabi Jasmal A Syamsu Jumriani Dambe Jusni, Jusni Kasmiyati Kasim Martha B. Rombe Mirnatul Qinayah Muh R. P. Maricar Muhammad Aminawar Muhammad Irfan Said Muhammad Kurnia Muhammad Zain Mide Mukhlis Mukhlis Mukhlis Musdalipah Musdalipah Musdalipah Musdalipah, Musdalipah Mustabi, Jamilah Nasution, Annio Indah Lestari Nur Fitriani NUR FITRIANI Nurhapsa Nurhapsa Nurhapsa Nurlaelah, Siti Nurliani Nurliani Nurliani Nursyam A Syarifuddin Putra Astaman Raden Mohamad Herdian Bhakti Raisa, Daeva Mubarika Rasyid, Ilham Rasyid, Rasmeidah Resky Yudha Prawira Rosada, Ida Rosmawaty Rosmawaty Siti Nurlaelah St. Rohani Suherah, Suherah Sutomo Syawal Syah, Setiawan Putra Syahdar Baba Syahdar Baba Syamsinar Syukur Syarif, Ilham Syastiawan, Andi Syukur, Syamsinar Utama, A. Della Riski V. S. Lestari Veronica Sri Lestari, Veronica Sri Wahyu Darsono Wirawan, Indra Wiwik Handayani Yulia Irwina Bonewati