Claim Missing Document
Check
Articles

Stroke frequency and decisiveness in elite competitive badminton (2020–2026): a systematic review of match analysis studies Melky Pangemanan; Fredrik Alfrets Makadada; Fadli Ihsan
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036860000

Abstract

In accordance with the PRISMA 2020 guidelines, a systematic search was conducted in the Scopus database, and in the first phase, 639 documents were identified that were published from 2020 to 2026. When 15 duplicates were removed, 624 records left were screened by title and abstract. Records that did not fall under English-language peer-reviewed articles or reviews deal explicitly with badminton stroke or match analysis were discarded, so in the end, 158 full-text articles were obtained for the eligibility check. The final thematic screening found 55 papers that were synthesized to prepare this review. The four main findings of the analysis are: (1) the smash stroke was recognized as the shot most used for attacking and also the shot most responsible for playing the winning points in elite singles and doubles; regardless of the level, (2) net shots, along with net-kills, were also the second most frequently used weapon, mainly in short-rally scenarios enabled by the rally-point scoring system; (3) gender and format-based differences are so marked that in male singles, more rear-court to front-court transitions occur than in female players; (4) there is a growing use of artificial intelligence and machine learning techniques to accurately quantify stroke patterns instead of mere notational analysis. In terms of numbers, the smash and net shot combined made up just about 73% of the winning shots in elite singles as per the gathered research, whereas net-kills represented more than 40% of the points won in elite women's doubles. These results lead directly to areas of coaching pedagogy, talent identification, and the design of training programs. The aim of future research should be to longitudinally monitor changes in stroke distribution as scoring systems change and to utilize wearable sensor technology for real-time stroke classification in natural match conditions.
Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Siswa SD GMIM Kasuratan Kecamatan Remboken Tifanny Cherly Muaya; Fredrik Alfrets Makadada; Rakhmawati Agustina; Richard Pailingan; Merdekawati Weken; Mieke Mumekh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.801

Abstract

Status gizi yang baik pada anak usia sekolah dasar sangat penting untuk mendukung pertumbuhanfisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan belajar. Pola makan merupakan salah satu faktor utamayang memengaruhi status gizi anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran polamakan dan status gizi siswa SD GMIM Kasuratan Kecamatan Remboken. Jenis penelitian yangdigunakan adalah deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD GMIM KasuratanTahun Akademik 2025/2026 yang berjumlah 53 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik totalsampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SD GMIM Kasuratan memilikipola makan dalam kategori baik, yaitu sebanyak 28 siswa (52,8%), yang didominasi oleh siswa laki-laki dan kelompok usia 5-9 tahun. Sementara itu, gambaran status gizi siswa sebagian besar beradapada kategori gizi baik, yaitu sebanyak 42 siswa (79,2%). Namun demikian, ditemukan pula siswadengan gizi lebih sebanyak 7 siswa (13,2%) dan obesitas sebanyak 3 siswa (5,7%). Kesimpulan daripenelitian ini adalah pola makan siswa SD GMIM Kasuratan tergolong baik (52,8%) dan status gizisiswa sebagian besar berada pada kategori gizi baik (79,2%).
A quasi-experimental study of augmented reality athletics learning on motor skills and motivation in elementary students Yan Indra Siregar; Fredrik Alfrets Makadada; Fadli Ihsan
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992640

Abstract

Fundamental movement skills (FMS) and learning motivation are essential for children’s physical development and participation in physical activity. However, many elementary school students demonstrate low motor competence and limited engagement in physical education due to conventional instructional approaches that are often repetitive and less interactive. Augmented Reality (AR) technology has emerged as a promising tool to enhance learning experiences and increase student motivation. Therefore, this study aimed to examine the effects of AR-based athletics learning on FMS and learning motivation among elementary school students. A quasi-experimental pretest–posttest control group design was employed involving 60 students aged 9–11 years. Participants were assigned to either an experimental group receiving AR-based athletics instruction or a control group receiving conventional instruction. The intervention was conducted over eight weeks. FMS were assessed using the Test of Gross Motor Development-3 (TGMD-3), while learning motivation was measured using a validated questionnaire. Data were analyzed using paired-sample and independent-sample t-tests and Cohen’s d effect size analysis. The results showed significant improvements in both FMS and motivation among students in the experimental group. FMS scores increased from 61.47 ± 6.28 to 78.53 ± 5.91, while motivation scores increased from 63.84 ± 5.74 to 82.15 ± 5.38 (p < 0.001). Large effect sizes were observed for FMS (d = 1.42) and motivation (d = 1.58). These findings indicate that AR-based athletics learning is an effective and innovative strategy for improving motor skills and learning motivation in physical education.
Faktor Risiko Anemia Klinis pada Siswi SMA: Temuan dari Daerah Pedesaan Sulawesi Utara Nadine Chyntiawa Dewi Tambunan; Deviana Pratiwi Munthe; Richard Andreas Palilingan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Fredrik Alfrets Makadada; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.840

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas. Upaya deteksi dini melalui pengamatan tanda klinis penting dilakukan, khususnya pada lingkungan dengan keterbatasan fasilitas pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tanda klinis anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Sebanyak 53% responden teridentifikasi memiliki tanda klinis anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,000), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,000), dan tingkat pengetahuan (p = 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan tanda klinis anemia. Sementara itu, pendapatan keluarga (p = 0,117), status gizi (p = 0,706), riwayat menstruasi (p = 0,903), dan riwayat penyakit (p = 1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,001; OR = 5,945), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,004; OR = 4,951), dan pengetahuan (p = 0,033; OR = 3,239) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi munculnya tanda klinis anemia pada remaja putri.
Co-Authors Abdul Badu Achmad Paturusi Adi Yeremia Mamahit Agusteivie Albert Jefta Telew Anuardin Mokoagow Arlius Sabami Beatrix Jetje Podung Bokau, Jopie Jantje Buarnirum, Agnes Lusiana Christian N. Ruata Christianti Anggraini Motto Christmas Maramis Christy Puspitasari Paputungan Deviana Pratiwi Munthe Dilapanga, Fitra Arayan Dj. Rumondor Djhoni Rumondor Dortje Tamunu Dortje Tamunu E. Ogi E. Ogi Edwin Komaling Edy Dharma Putra Duhe Ellen Bernadet Lomboan Engellika Pangkerego Estephanus Pali Ewendi Wenik Mangolo Fadli Ihsan Fentje Welliam Langitan Frans Supit Fredrik Djoiske Sumarauw Gilling, Ester Megi Apriaty Kartika Glady Sukma Perdana Henli Mamonto Indra Ngenget Jahabi, Syawaludin Darmawan Jonesius Eden Manopo Jud Berhimpong Julien Lasut Kamasaan, Mika Satra Kolintama, Tahsya V. S. Lige, Risardi Lolowang, Djajaty Mariana Lucyana Leonita Pongoh Lumape, Rafael Israel Makkau, Bukroanah A. MARIA BINTANG Maxi Moleong Melky Pangemanan Melkyr Rumengan Melsy Tangkuman Merdekawati Weken Millitya Ch. Salansehe Mumekh, Mieke Nadine Chyntiawa Dewi Tambunan Nancy Sylvia Bawiling Nicky Tendean Nolfie Piri Novrie Sondakh Ompi , Serli Onibala, Injili V. Palilingan, Richard Andreas Pangkerego, Engellika Panjaitan, Bintang S.R. Paulus W Berotabui Piri Devid Swars Prianggi Garra Prycilia Pingkan Mamuaja R. Pratama, Angga Rakhmawati Agustina Restianti Richard Pailingan Risardi Lige Rivaldo Chandra Lapian Rivaldo Emor Ruddy Supit S. Ompi Serli Ompi Siregar, Yan Indra stembri Kumakauw Stenly Aiba Sudirham, Sudirham Sukadana , Bacilius Sukadana, Bacilius Sukendro Supriyanto Pandawa Swars, Piri Devid Syutrika E. Terok Tamunu, Doortje Fransye Tangkuman, Pricilia Telew, Agusteivie A.J. Tengker, Anita C. C. Theo Welly Everd Mautang Tifanny Cherly Muaya Yordan Ngodu