Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dapat menurunkan konsentrasi belajar dan produktivitas. Upaya deteksi dini melalui pengamatan tanda klinis penting dilakukan, khususnya pada lingkungan dengan keterbatasan fasilitas pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tanda klinis anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Sebanyak 53% responden teridentifikasi memiliki tanda klinis anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,000), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,000), dan tingkat pengetahuan (p = 0,017) memiliki hubungan yang signifikan dengan tanda klinis anemia. Sementara itu, pendapatan keluarga (p = 0,117), status gizi (p = 0,706), riwayat menstruasi (p = 0,903), dan riwayat penyakit (p = 1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,001; OR = 5,945), konsumsi tablet tambah darah (p = 0,004; OR = 4,951), dan pengetahuan (p = 0,033; OR = 3,239) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan. Pola makan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi munculnya tanda klinis anemia pada remaja putri.