Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Materi Bangun Ruang Pada Muatan Pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Ni Putu Wika Yunanda Pradiani; Muhammad Turmuzi; Asri Fauzi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1503

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan media Pop-Up Book matematika materi bangun ruang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media pembelajaran Pop-Up Book matematika materi bangun ruang kelas V di SDN 45 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan yaitu R&D (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis/Analisis, Design/Desain, Development/Pengembangan, Implementation/Implementasi, dan Evaluation/Evaluasi). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 45 Mataram sebanyak 29 peserta didik. Sedangkan, objek penelitian ini adalah media pembelajaran Pop-Up Book matematika materi bangun ruang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar angket ahli materi dan ahli media untuk mengetahui kevalidan media Pop-Up Book, angket respon peserta didik untuk mengetahui kepraktisan media Pop-Up Book, tes untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar peserta didik dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan skor penilaian 1-5 meliputi analisis data kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran Pop-Up Book matematika materi bangun ruang yang telah dikembangkan memperoleh persentase 90,66% dengan kriteria “sangat valid” dari dosen ahli materi, dari guru ahli materi memperoleh persentase 100% dengan kriterian “sangat valid”, dari ahli media memperoleh persentase 90,66% dengan kriteria “sangat valid”, respon peserta didik dalam uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 94,4% dengan kriteria “sangat praktis”, respon peserta didik dalam uji coba lapangan memperoleh persentase 97,1% dengan kriteria “sangat praktis” dan persentase 93,10% dengan kriteria “sangat efektif” dari hasil belajar peserta didik yang dihitung dengan ketuntasan belajar klaksikal. Hasil belajar peserta didik diperoleh dengan menggunakan N-gain yaitu dengan membandingkan nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pop-Up Book matematika materi bangun ruang sudah sangat layak dari aspek valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas V SDN 45 Mataram.
Efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa Asri Fauzi; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana efektivitas model pembelajaran numbered heads together (NHT) berbasis assessment for learning ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one-gorup pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 32 siswa. Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik non tes. Instrument pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar matematika berupa angket skala likert rentang 1 sampai 5. Teknik analisis menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji statistik paired samples test untuk melihat perbedaan rata-rata hasil angket kemandirian belajar awal dengan rata-rata akhir angket kemandirian belajar, dan uji N-gain score untuk mendeskripsikan tingkat keefektifan model pembelajaran NHT berbasis assessment for learning. Hasil penelitian ini yaitu: 1) hasil uji normalitas memperoleh skor signifikansi angket awal dan akhir secara berturut-turut sebesar 0,90 dan 0,2. Hal ini menunjukkan bahwa skor signifikansi lebih besar dari 0,05 yang artinya bahwa kedua data berdistribusi normal; 2) Kemudian hasil uji statistik paired samples test diperoleh  dan , sehingga   , yang artinya bahwa rata-rata skor kemandirian belajar akhir lebih besar dari rata-rata skor kemandirian belajar awal; 3) dan terakhir dari hasil uji N-Gain diperoleh skor sebesar 0,364 yang artinya bahwa tingkat keefektifan masih tergolong rendah. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun model pembelajara NHT berbasis assessment for learning memiliki tingkat keefektifan yang rendah namun model ini efektif untuk mengukur kemandirian belajar matematika siswa dikarenakan dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru secara mandiri.
Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sekolah Dasar Eka Apriyanti; Asrin Asrin; Asri Fauzi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5940

Abstract

Pentingnya pemahaman konsep matematika dalam pendidikan dasar mendorong penelitian ini untuk menguji efektivitas Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas III di Mataram. Studi ini menggunakan metode eksperimen dengan kelompok eksperimen (yang menerima pembelajaran RME) dan kelompok kontrol (yang mengikuti pembelajaran konvensional). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep matematika dibandingkan dengan kelompok kontrol.Hasil pre-test dan post-test pemahaman konsep matematika menunjukkan bahwa siswa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dari 75,21 ke 73,16, sementara siswa kelompok kontrol hanya meningkat dari 69,21 ke 66,90. Uji statistik mengkonfirmasi perbedaan signifikan ini dan menegaskan bahwa penerapan RME berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Selain itu, pengamatan terhadap proses pembelajaran menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan RME. Pembelajaran yang berbasis pada kehidupan nyata ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah matematika mereka. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi positif terhadap pendekatan pembelajaran matematika di sekolah dasar. Model pembelajaran RME membantu siswa memahami konsep matematika dengan mendalam dan menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka.
E-LKPD Berbasis HOTS Materi Pecahan Berbantu Liveworksheets Berorientasi Pada Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas V Devitha Octaviana Wirawan; Ida Ermiana; Asri Fauzi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5998

Abstract

Lembar kerja peserta didik merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang seharusnya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan teknologi. Berdasarkaan hasil observasi, lembar kerja yang terdapat di sekolah dasar masih berbentuk cetak dan belum sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan E-LKP berbasis HOTS materi pecahan berbantuan Liveworksheets berorientasi pada pemahamn konsep matematika siswa kelas V yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Reasearch and Development) menggunakan model 4D. Subjek dalam penelitian ini yaitu 12 siswa kelas V di SDN 40 Mataram. Instrumen penelitian berupa lembar validasi materi dan media, respon guru dan siswa, serta tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan E-LKPD ini “Sangat Layak” dengan nilai yang diberikan oleh ahli desain 92% dengan kriteria “sangat valid”. Hasil presentase validasi ahli media memperoleh presentase sebesar 95% dengan kriteria “sangat valid”. Hasil penilaian guru memperoleh presentase sebesar 94% dengan kriteria “sangat praktis”. Hasil respon siswa memperoleh presentase sebesar 91,5% dengan kriteria “sangat praktis”. Hasil presentase tes kemampuan pemahaman konsep siswa memperoleh presentase sebesar 83% dengan kriteria “efektif”. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh LKPD yang layak digunakan dan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Analisis Implementasi Program Sabtu Budaya Di Sekolah Dasar Kota Mataram Terhadap Literasi Budaya Peserta Didik Muhammad Tahir; muhammad Sobri; Setiani Novitasari; Asri Fauzi
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5433

Abstract

This research aims to examine and analyze the extent to which the implementation of the Cultural Saturday Program in Mataram City Elementary Schools has affected students' cultural literacy. This research includes qualitative research with descriptive research type. Data collection in this research used observation, questionnaires and documentation. The data that has been collected is analyzed through three stages, including: reduction, data presentation/data display, and conclusion verification. The research results concluded that; 1) there are several activities that have been implemented by elementary schools in Mataram City in the Cultural Saturday program, namely: a) conversations using regional languages; b) get to know traditional foods and snacks; c) Sasak language fairy tales; d) Wearing traditional Sasak clothes; e) introduce traditional games; f) performing traditional dances; g) begibung (eating together). 2) The cultural literacy of students in Mataram city elementary schools is in the good category. Based on the results of data analysis, it can be seen that on average from 13 elementary schools in the city of Mataram, an average score of 33 was obtained with a percentage of 75%.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SD Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Asri Fauzi; Radiusman Radiusman; Aisa Nikmah Rahmatih; Ni Komang Restini
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 1 (2020): Edisi Vol. 6 No. 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i1.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan komunikasi matematis siswa SD kelas V dan menelaah kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 26 siswa. Instrument dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu instrument utama dan instrument pendukung. Instrument utama adalah peneliti sendiri dan instrument pendukung adalah tes soal kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian sebanyak 4 soal dimana setiap soal mengandung satu indikator. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi matematis siswa yang berada pada klasifikasi sangat baik sebesar 4%, klasifikasi baik sebesar 42%, klasifikasi cukup sebesar 35% , dan klasifikasi kurang dan sangat kurang secara berturut-turut sebesar 12% dan 8%. Kemampuan komunikasi matematis siswa secara kumulatif setelah dirata-ratakan berada pada klasifikasi cukup. Dari hasil analisis, siswa sudah mampu merepresentasikan permasalahan matematika ke dalam bentuk gambar untuk mempermudah penyelesaian masalah, serta sudah menuliskan proses penyelesaian masalah dengan benar dan sistematis.
Development and initial feasibility of the MALIKA Flannel-QR Board for career awareness in 4th grade of elementary school Heri Setiawan; Agus Kichi Hermansyah; Asri Fauzi; Ida Ermiana; Heri Hadi Saputra
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i11.921

Abstract

This study aims to present research results related to the development of the MALIKA Board media to foster career awareness in 4th grade elementary school students. The media development model used is the ADDIE (analyze, design, develop, implement, and evaluate) model. The subjects of this study were nine fourth-grade elementary school students in the city of Mataram. The instruments in this study are validation questionnaires of media experts, material experts, and user responses. Validation was carried out by two 2 media experts, one material expert, and 1 grade fourth teacher. Limited and small group trials involved nine students, while large-scale trials (effectiveness tests) involved 31 4th grade elementary school students as research subjects. The data collected is the feasibility value of experts and users (quantitative) as well as criticism (qualitative) as input for the MALIKA media. The results of media expert validation showed a score of 83.75 (adequate). The validation results of the material experts and practitioners showed a score of 78.5 (feasible). Effectiveness data collection using pretest and posttest with 15 multiple choice and short answer questions. The results of the media effectiveness test on a limited group showed a score of 80 (sufficient), and for a small group, a score of 80.4 (sufficient). The large-scale test showed that Malika media was effective based on the Wilcoxson test (Zcount 4.011> Z able 1.96).The results of the validation and field test show that the MALIKA board is suitable for introducing career concepts to fourth-grade elementary school students.
Parental involvement in children's education: Case studi in SDN 1 Wates, Slahung, Ponorogo Heri Setiawan; A. Hari Witono; Styo Mahendra Wasito Aji; Asri Fauzi; Heri Hadi Saputra
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i11.950

Abstract

This study focuses on describing the forms of parental involvement in children's education at SDN 1 Wates, Slahung District, Ponorogo Regency. This study focuses on describing the forms of parental involvement in student learning activities, involvement in extracurricular activities, and various obstacles that accompany parental involvement. This study was conducted using a case study design. The selected research subjects were one principal, six class teachers, and four parents, consisting of two parents of lower grade students and two guardians of upper grade students. Data collection techniques were carried out through observations, in-depth interviews, and document analysis. The instruments used were observation, interview, and document analysis guidelines. The data analysis techniques used were data reduction models, data displays, and conclusive drawing/verification. Data validation was carried out by triangulation, namely, source triangulation. In general, parental involvement at SDN 1 Wates consists of two forms: involvement in children's education at home and involvement in children's education at school. In supporting children's education at home, parents do the following: (1) accompany and motivate children while studying; (2) communicate regarding the development of children's learning and fluency; (3) provide learning facilities; (4) communicate with teachers; (5) become volunteers; and (6) attend meetings at school. In addition to participating in children's education, parents are involved in extracurricular activities, such as scouts, TPA, gamelan, and traditional dance. Various factors that inhibit the implementation of partnerships and the involvement of students' parents based on the statements of the principal, teachers, and parents of students at SDN 1 Wates are: (1) economic factors and parents' busyness; (2) communication obstacles; (3) parents' educational background; and (4) parents' self-efficacy regarding their capacity to be involved in their children's education
Pengaruh Media Papan Pintar Perkalian Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik Kelas 2 di SDN 1 Denggen Nadya Rahmatul Izza; Siti Istiningsih; Asri Fauzi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media papan pintar perkalian terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik kelas 2 di SDN 1 Denggen. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 43 peserta didik yang terdiri dari kelas II A (21 orang) sebagai kelas kontrol dan kelas II B (22 orang) sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan non-tes (observasi). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman konsep perkalian dan lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran menggunakan media papan pintar perkalian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil uji prasyarat yaitu uji normalitas menggunakan uji shapiro-wilk menunjukkan data berdistribusi normal karena nilai sig. > 0,05, selanjutnya yaitu uji homogenitas memperoleh  hasil sig. > 0,05 yang artinya data bersifat homogen. Hasil pengujian hipotesis diproleh uji t independent sample dengan nilai sig.(2-tailed) adalah 0,00 < 0,05 dan nilai Thitung > Ttabel yaitu  4,226 > 1,682, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh media papan pintar perkalian terhadap pemahaman konsep matematika. Selanjutnya yaitu uji effect size untuk mengetahui besar pengaruh media diperoleh hasil d = 1,29, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan media papan pintar perkalian terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik kelas 2 di SDN 1 Denggen.
Pengembangan Media Permainan Ular Tangga Berbasis Kearifan Lokal Berorientasi Pada Kemampuan Berhitung Peserta Didik Kelas II SD Negeri 1 Krama Jaya Dian Pazira; Siti Istianingsih; Asri Fauzi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3921

Abstract

Media pembelajaran yang digunakan guru kurang efektif sehingga membuat peserta didik jenuh dan tidak fokus, hal tersebut membuat kemampuan berhitung peserta didik berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk permainan ular tangga berbasis kearifan lokal suku Sasak yang berorientasi pada kemampuan berhitung peserta didik kelas II SD Negeri 1 Krama Jaya. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik non-tes berupa angket dan teknik tes berupa soal kemampuan berhitung. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket respon guru, angket respon peserta didik, dan instrumen tes. Pengembangan media melibatkan validasi oleh ahli media, ahli materi, serta guru kelas. Hasil validasi menunjukkan media berada pada kategori sangat valid dengan persentase penilaian dari ahli media sebesar 93,3%, ahli materi dosen sebesar 87,14%, dan ahli materi guru sebesar 88,57%. Sesuai dengan pendapat Arikunto (2013), skor penilaian yang memenuhi syarat kevalidan dapat dikategorikan sangat valid jika mendapat persentase 81-100%. Kepraktisan media dinilai melalui uji coba kelompok kecil (9 siswa) dan uji coba kelompok besar (20 siswa), masing-masing memperoleh skor kepraktisan 95,78% dan 96,6%, sedangkan respon guru mencapai 100%, yang menandakan bahwa media ini sangat praktis. Sesuai dengan pendapat Arikunto (2013), skor penilaian yang memenuhi syarat kepraktisan untuk media dapat dikategorikan sangat praktis jika mendapat persentase 81-100%.  Efektivitas media ditunjukkan dari hasil tes kemampuan berhitung peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 100% pada kedua uji coba. Sesuai dengan kriteria keefektifan yang ditetapkan oleh Depdiknas (2006) yaitu persentase ketumtasan klasikal sebesar 80% dari jumlah peserta didik. Temuan ini membuktikan bahwa media permainan ular tangga berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual. Media ini diharapkan dapat dijadikan referensi oleh guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif serta melestarikan kearifan lokal.