Claim Missing Document
Check
Articles

Child Cohabitation in the Grip of Patriarchy: Between Cultural Normalization and Legal Void Sri Nanang Meiske Kamba; Nur Mohamad Kasim; Waode Mustika
Damhil Law Journal Volume 5 Issue 2 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56591/dlj.v1i1.2774

Abstract

This study aims to examine the positive legal void in responding to the practice of child cohabitation in Indonesia and analyze the role of the patriarchal system in worsening the weak protection of children, especially girls. Using a juridical-normative method with a qualitative approach, this study examines national laws and regulations, international conventions, and critical legal literature to uncover structural inequalities in regulations. The results of the analysis show that child cohabitation is a form of covert sexual exploitation that has been allowed to take place in the social space without legal certainty due to legal-formalistic views and the dominance of patriarchal cultural norms. The state has failed to carry out its constitutional mandate in guaranteeing children's rights to protection, health, education, and self-development. Therefore, progressive legal reform, based on gender justice and based on the principles  of the best interest of the child and maqasid al-shariah is needed as an urgent step to ensure comprehensive and transformative legal protection for Indonesian children.
Faktor Penghambat Pembagian Harta Bersama Yang Menjadi Jaminan Hutang Rahmawati Dai; Weny Almoravid Dungga; Sri Nanang Meiske Kamba
Policies On Regulatory Reform Law Journal Vol. 2 No. 3 (2026): Policies On Regulatory Reform Law Journal (PRLJ)
Publisher : CV Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/prlj.v2i3.1677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menghambat pembagian harta bersama yang menjadi jaminan hutang. Penelitian ini merupakan penelitian empiris karena menempatkan data primer yang ada di lingkungan masyarakat sebagai data utama yang akan dianalisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang menghambat pembagian harta bersama yang menjadi jaminan hutang yaitu masalah internal berupa masalah Ekonomi yaitu ketidakmampuan suami untuk menafkahi istri menyebabkan utang menumpuk, yang berdampak pada pembagian harta. Kurangnya kesadaran hukum masyarakat, sehingga sering kali merasa kesulitan dalam menghadapi masalah yang terjadi. Selain itu, ketidaksepahaman para pihak dimana terjadi perbedaan pendapat antara suami dan istri memperlambat proses pembagian dan kurangnya bukti dari para pihak untuk mendukung klaim mereka mengenai harta bersama. Adapun faktor eksternal adalah dinamika keluarga dimana hubungan keluarga besar dapat mempengaruhi keputusan pembagian harta. Ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban serta ketidakadilan dalam penguasaan harta bersama dapat memicu perselisihan. Harta bersama sering kali terikat sebagai jaminan utang, sehingga pembagiannya tidak dapat dilakukan secara langsung. Hutang yang diambil pasangan dapat mempengaruhi pembagian harta, apabila barang yang diagunkan disita oleh kreditur. Hakim dapat memutuskan pembagian harta berdasarkan bukti dan pertimbangan yang adil, termasuk kontribusi finansial masing-masing pasangan dan kepentingan anak. Setelah keputusan pengadilan, pasangan kemudian melaksanakan pembagian harta dan melaksanakan tanggung jawab utang sesuai putusan dimaksud.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KONFLIK KEPEMILIKAN LAHAN DALAM KAWASAN KONSERVASI Nur Azmi Kurnia Amili; Nur Mohamad Kasim; Sri Nanang Meiske Kamba
LAWYER: Jurnal Hukum Vol. 3 No. 2 (2025): LAWYER: Jurnal Hukum, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/lawyer.v3i2.810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis terhadap konflik kepemilikan lahan dalam kawasan konservasi, khususnya status kepemilikan lahan tambak di Cagar Alam Tanjung Panjang yang terletak di Kabupaten Pohuwato, Kecamatan Randangan, Desa Siduwonge. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, yang mengkaji keterkaitan antara norma hukum positif dengan kondisi sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tambak di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang secara yuridis menimbulkan permasalahan hukum karena bertentangan dengan beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2015 tentang Pemanfaatan Kawasan Suaka Alam. Penyelesaian sengketa terhadap status kepemilikan lahan tambak lebih dominan menggunakan pendekatan non-litigation melalui jalur mediation, negotiation, serta langkah administratif berupa usulan penghapusan pajak. Solusi compromise yang ditempuh memperbolehkan masyarakat mempertahankan tambak yang sudah ada, dengan catatan tidak membuka tambak baru dan tidak menghalangi program rehabilitasi mangrove. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan non-litigation mampu menghasilkan penyelesaian yang mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan hukum. Namun demikian, efektivitas dari pendekatan ini sangat bergantung pada ketegasan penegakan hukum dan konsistensi implementasi kebijakan di tingkat lokal.
From Protection to Justification: Distorting Maqāṣid al-Sharīʿah in Child Marriage Kamba, Sri Nanang Meiske; Thalib, Mutia Cherawaty; Mustika, Waode; Sarson, Moh. Taufiq Zulfikar
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v8i1.9607

Abstract

This article investigates the distortion of maqāṣid al-sharīʿah within the practice of child marriage in Indonesia, where a normative framework intended to safeguard protection is increasingly reinterpreted as a mechanism for social legitimation. This research seeks to critically examine the selective deployment of maqāṣid al-sharīʿah in judicial decisions on marriage dispensation and to uncover internal tensions among the objectives of Islamic law concerning child welfare protection. We employ a normative legal research design using conceptual and case-based approaches drawing upon statutory regulations, court rulings, and both classical and contemporary maqāṣid literature. The findings reveal that judicial reasoning in dispensation cases tends to overemphasize the protection of honor (ḥifẓ al-‘ird) while marginalizing essential safeguards such as life (ḥifẓ al-nafs) and intellect (ḥifẓ al-‘aql). This pattern produces a pseudo-maqāṣid phenomenon and reflects underlying power relations in legal construction shaped by prevailing social pressures. This study concludes that a methodological reconstruction is required for the application of maqāṣid through a hierarchical and contextual framework that prioritizes child protection, ensuring that Islamic law operates as an instrument of substantive justice rather than mere normative legitimacy within the Indonesian judicial practice.
Co-Authors Abdullah, Mayanti H. Aditiya Aditya Sharul Ramadhan Andini Kariza Anggriani Ibrahim Apripari, Apripari Arsyad, Melinda Aulia Suleman, Sti Azzahra Audina Tangahu Budiyanto Hiola, Rahmat Cherawaty Thalib, Mutia Debi Sintia Dali Djasman, Shandy Dolot Alhasni Bakung Dwi Hasrianty Ruchban Dwi Kasih Maharani Taib Dwi Kasih Maharani Taib Fajrily S. M. Lihawa, Juniar FATIN FATIN Fence M Wantu Fenty U. puluhulawa Fikri, Nurul Fazri El Fitran Amrain Hadju, Zainal Abdul Aziz Hanira Hanafi Hasan, Rifal ikbal sulaiman IYAN KASIM Julius T. Mandjo Juniar Fajrily S. M. Lihawa Kupang, Frisca Melati Lahay, Nadela Ramadhanty Caesarani Laliyonu, Sri Ananda Lisnawaty W. Badu Lukum, Silvani Nur Rahmat Mamu, Karlin Mamu, Karlin Z Mantali, Avelia Rahmah Y Margaretha Husain MASIONU, ABDUL RAHMAN Mayanti Abdullah Miftahuljannah Sidik Miftahuljannah Sidik Moh. Yoenardi M. Basiman Mohamad Hidayat Muhtar Mohamad Taufiq Zulfikar Sarson Muhamad Khairun Kurniawan Kadir Muhammad Ferdy Fahriza Jusuf Muhammad Tahta A.R Mutia Ch. Thalib Mutia Cherawathy Thalib Mutia Cherawaty Thalib Nadela Ramadhanty Caesarani Lahay Nirwan Junus Nur Azmi Kurnia Amili Nur Insani Nur Moh Kasim Nur Moh. Kasim Nur Moh. Kasim Nur Mohamad Kasim Nur Mohammad Kasim Nurul Fazri Elfikri Nuvazria Achir Pakaya, Siti Nuraisyah Puluhulawa, Sitty Masitha Syeila Putri Anggraeni Maga Putri Pratama Rahmatia Hunowu Rahma Nuraulia A. Tabukali Rahmat Budiyanto Hiola Rahmawati Dai Ramadhani S, Sufina Anugerah Ramelan, Sukma Asmarandani Roslina Mantolongi Rostuti Gau Sarson, Moh Taufiq Zulfikar Semiaji, Trubus Shalaysa Rahmadani Amana Fatiha Siska Yulia Chandra Eyato Siti Nur Magfirah A. Hudodo Siti Nur Magfirah A. Hudodo Sofyan Piyo Sri Wanda Ismail Srirahma Srirahma Sukma Asmarandani Ramelan Syahir, Jumrah Tinto Maulana Rahim Triyanto Nuriman Idrus, Agung Trubus Semiaji Waode Mustika Weny A Dungga Weny Almoravid Dungga Yusuf, Asriwati I Yutika Fitriyani Tomoolango Zainal Abdul Aziz Hadju Zamroni Abdussamad Zulkarnain Saleh