Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Kombinasi Daun Sirih (Piper betle L.) dan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Menurunkan Angka Kuman Udara di Ruang Kelas: Effectiveness of Combination of Betel Leaves (Piper betle L.) and Lime Juice (Citrus aurantifolia) in Reducing Airborne Germ Counts in Classrooms Megaputri Cahya; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7517

Abstract

Kebersihan udara di ruang kelas sangat penting untuk menjaga kesehatan siswa, terutama di sekolah dasar. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah mikroorganisme di udara adalah dengan menggunakan bahan alami seperti daun sirih (Piper betle L.) dan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Daun sirih dikenal memiliki sifat antimikroba, sedangkan jeruk nipis mengandung asam sitrat dan senyawa lain yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi daun sirih dan air perasan jeruk nipis dalam menurunkan angka kuman udara di ruang kelas. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Konsentrasi yang digunakan adalah kombinasi daun sirih dan air perasan keruk nipis 15%, 20%, dan 25%. Sampel penelitian terdiri dari ruang kelas 2, 4, dan 6 di SDN 1 Dungaliyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas 2, angka kuman udara menurun dari 752 CFU/m³ menjadi 231,3 CFU/m³ setelah perlakuan dengan konsentrasi 20% (penurunan 69,2%, p-value 0.031). Pada kelas 4, angka kuman udara dari 842 CFU/m³ berkurang menjadi 65 CFU/m³ setelah perlakuan dengan konsentrasi 15% (penurunan 92,2%, p-value 0.041). Sementara itu, kelas 6 mengalami penurunan dari 786,7 CFU/m³ menjadi 126 CFU/m³ setelah perlakuan dengan konsentrasi 25% (penurunan 83,9%, p-value 0.050). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi daun sirih dan air perasan jeruk nipis efektif dalam menurunkan angka kuman udara di ruang kelas. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi konsentrasi yang lebih bervariasi untuk hasil yang lebih optimal.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango: Factors Affecting the Nutritional Status of Toddlers in the Working Area of the Tilongkabila Community Health Center, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency Tiara Septiana Mohamad; Sunarto Kadir; Ayu Rofia Nurfadillah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9185

Abstract

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi gizi balita. Ada beberapa tahapan timbulnya kurang gizi pada anak balita yang dibagi menjadi penyebab langsung dan tidak langsung, penyebab pokok, dan akar masalah. Penyebab langsung adalah penyakit infeksi, Sedangkan untuk penyebab tidak langsung adalah ketahanan pangan, pola pengasuhan, serta pelayanan kesehatan lingkungan. Ketiga faktor tidak langsung ini berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan keterampilan keluarga. Ada pengaruh pengetahuan ibu dan pla asupan makanan terhadap status gizi balita, tidak ada pengaruh ketahanan pangan rumah tangga terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan analisis. Populasi sebanyak 260 balita dan sampel sebanyak 158 balita dengan tekhnik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penegtahuan ibu terhadap status gizi balita dengan nilai p 0,00 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pola asupan makanan terhadap status gizi balita dengan nilai p 0,00 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh ketahanan pangan rumah tangga terhadap status gizi balita dengan nilai p 0,08 (p<0,05) di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Diharapkan untuk Puskesmas Tilongkabila agar lebih meningkatkan lagi berbagai macam program tentang gizi dan untuk pembaca dapat menambah pengetahuan tentang berbagai hal tentang keseehatan dan gizi.
Nitrogen dioxide (NO2) levels and health problems in street sellers around Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Ayu Rofia Nurfadillah; Ariani Hutuba; Siti Melisawati Djafar
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 3 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i3.550

Abstract

Air is the most critical factor for human survival, which must and must always be maintained for quality. If the air quality changes from normal, the air has been polluted. Transportation activities are one of the contributing factors to air pollution. UNG is one of the largest campuses in Gorontalo Province, which involves students in increasing the number of residents outside the area who have an impact on campus activities and an increase in the number of vehicles. In the UNG area, street vendors sell from 6 in the morning to midnight. This makes street vendors a group at risk of experiencing health problems due to exposure to NO2 from vehicle exhaust emissions. This type of research is observational with a descriptive study design. This research was conducted on Jalan Jendral Sudirman, around the UNG campus. The population in this study were all street vendors selling around the UNG campus, totaling 58 traders. The sampling technique uses the Total Sampling technique; the entire population is used as a sample. The results showed that the average concentration of NO2 around the UNG campus did not exceed the quality standards set by Government Regulation No. 22 of 2021, namely 0.2 mg/m3, and the most common health complaints experienced by respondents were coughing 43 people (74.1%), body aches and headaches 36 people (62.1%), runny nose 32 people (55.2%), sore throat 12 people (20.7%). Moreover, the least experienced was eye irritation in 2 people (3.4%). It is suggested that there should be monitoring of pollutant concentrations, and it is hoped that street vendors will use masks when selling and reduce selling time.