Claim Missing Document
Check
Articles

Terminology, Policy Foundations, Purpose And Position Of Pai In The National Education System Jajat Darojat; Hafidin Nurhadi; Arif Rohman Hakim
International Journal of Social Research Vol. 4 No. 2 (2026): Insight : International Journal of Social Research
Publisher : Worldwide Research Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/insight.v4i2.93

Abstract

Human beings are pedagogical creatures who have the potential intellect, heart, and body to be educated and educated. It takes an understanding of education to be in accordance with the spirit of humanity and human needs. This article is a discussion of collaborative thinking from various points regarding the terminology, purpose and position of Islamic education. As an Islamic education figure, the author will present the views of Syed Muhammad Naquib Al Attas, Imam Al Ghazali, and other Islamic education experts. The research method in this article is qualitative with a library research approach. A study based on research on documents or texts derived from literature. From the results of the study, various Islamic educational technologies were found, namely Al Tarbiyah, al Tansyi'ah, al Ishlah, al Ta'dib or al Adab, al Tahzib, al Tazkiyyah, al Ta'lim, al Siyasah, al Nash wa al Irsyad, al Mau'idzah, and al Akhlak. This article outlines three terms of education in Islam, namely al Tarbiyah, Ta'lim and Ta'dib. Of the three terminologies, according to Naquib Al Attas, for education in Islam, it is more appropriate to use the term Ta'dib. This term is more humanistic and relevant to the subject of education, namely humans. Because basically education is for moral purposes. Even if it refers to the purpose for which man was created, which is to become a servant (abdullah) and a representative of God on earth (khalifatullah). Thus, according to Imam Al Ghazali, the purpose of education is divided into two, namely the special goal as the achievement of happiness in the hereafter (ukhrawi), and the general goal is the substance of human beings as noble beings on earth (worldly), therefore it must achieve benefits in human life in the world. The conclusion is that Islamic education is a means for students to form morals and piety in the context of happiness in this world and the hereafter. As part of National education, Islamic Religious Education is the most important part because of its role in filling the spiritual void of students, this is affirmed in Pancasila and the Indonesian State Law.
Konsep Filsafat Klasik dan Modern Perkembangan Ilmu Pendidikan Abad 21 Arif Rohman Hakim; Siti Hasanah; Siti Nuraeni; Jubaedah Jubaedah; Aah Sujaah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8794

Abstract

Perkembangan filsafat klasik dan modern membentuk paradigma pemikiran pendidikan. Hal ini akan memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap pendidikan. Paradigma yang digunakan masyarakat akan menentukan arah dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar paradigma pemikiran pendidikan yang berkembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan. Kegiatan penelitian dilakukan dengan menelusuri literatur seperti buku, jurnal, artikel, atau teks lain yang terkait dengan permasalahan penelitian. Hasil kegiatan penelusuran data kepustakaan kemudian ditelaah, diinventarisasi sesuai kebutuhan penelitian, dan kemudian diolah. Dari hasil pembahasan, perkembangan filsafat klasik dan modern di abad ke-21 memengaruhi paradigma pemikiran pendidikan. Paradigma pemikiran pendidikan yang awalnya didominasi oleh pemikiran konservatif, kini bergeser ke paradigma humanis. Filsafat modern memberikan sentuhan pemikiran yang kritis dan humanis. Hal ini tentu saja memengaruhi cara pandang dan praktik pendidikan di Indonesia. Dari hasil pembahasan, perkembangan filsafat klasik dan modern di abad ke-21 memengaruhi paradigma pemikiran pendidikan. Paradigma pemikiran pendidikan yang awalnya didominasi oleh pemikiran konservatif, kini bergeser ke paradigma humanis. Filsafat modern memberikan sentuhan pemikiran yang kritis dan humanis. Hal ini tentu saja memengaruhi perspektif dan praktik pendidikan di Indonesia. Suka atau tidak, perkembangan filsafat dalam pendidikan menentukan arah dan tujuan pendidikan yang tepat. Meskipun berada pada tataran pemikiran atau paradigma, filsafat klasik dan modern merupakan tolok ukur perkembangan pendidikan di abad ke-21
Efektifitas Penggunaan Metode Demonstrasi pada Pembelajaran Fiqih di MA Kapetakan Arif Rohman Hakim; Luthfiah Luthfiah
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 2 No. 2 (2020): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v2i2.2

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui kefektifan penggunaan model demonstrasi pada pembelajaran fiqih di MA Kapetakan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Cara mengatasi kendala dalam solusi Hal tersebut antara lain: memotivasi siswa, memberikan arahan pelaksanaan pembelajaran Fiqih, meningkatkan infrastruktur untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, memberikan evaluasi dan supervisi kegiatan siswa di sekolah, serta menambah jam sekolah. Hasil belajar berbasis data dalam pembelajaran siswa Diperoleh melalui angket yang disebarkan ke banyak subjek survei dari MA Kapetakan, kemudian dikumpulkan dan dianalisis melalui rumus distribusi frekuensi, terlihat bahwa di MA Kapetakan Cirebon, metode demonstrasi digunakan dalam pembelajaran Fiqih sangat efektif dalam kursus berikutnya. Hal ini berdasarkan jawaban dari narasumber pada tabel diskusi, dan terlihat dari kemampuan siswa yang sama-sama dapat memahami pelajaran dan praktik. Kesalahan saat mencoba menulis ulang. Periksa jumlah karakter atau karakter khusus.
Urgensi Premarital Check Up sebagai Syarat Pra Pernikahan Arif Rohman Hakim
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 3 No. 1 (2021): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v3i1.31

Abstract

Masalah seks bebas kian mengkhawatirkan, karena semakin banyak jumlah bayi yang baru dilahirkan lalu dibuang di jalanan. Sedangkan menurut ajaran agama islam dengan tegas melarang seks diluar pernikahan, maka bagi seorang muslim yang hendak berhubungan seksual maka wajib diikat dengan hubungan pernikahan terlebih dahulu. Sejalan dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan sekarang ini. Bahwa, salah satu dari persyaratan administrasi dalam perkawinan yang harus dilengkapi adalah surat keterangan sehat dari kedokteran atau puskesmas, surat keterangan kesehatan dikeluarkan setelah dilakukan tes kesehatan. Tetapi dalam pelaksanaan kesehatan pranikah penulis menjumpai masih banyak pasangan yang mengabaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang urgensi Premarital Check Up sebagai syarat pra pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field research (studi lapangan) yang dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cirebon. Hasil penelitian ini menyimpulkan pelaksanaan premarital check di KUA kecamatan Cirebon telah terlaksana sesuai dengan: Instruksi Bersama Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Departemen Agama dan Direktur Jendral Pemberantasan penyakit menular dan Penyehatan lingkungan pemukiman Departemen Kesehatan No: 02 tahun 1989 Tentang Imunisasi Toksoid (TT) Calon Pengantin, dan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yaitu Pergub Nomor 185 tahun 2017 tentang konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pasangan pengantin.
Co-Authors Aah Sujaah Abi Surya Wijaya Abi Surya Wijaya Abi Surya Wijaya Agung Wibowo, Rendra Agus Rohmat Hidayat Agustanico Dwi Muryadi Ai Nunung Aisyah Aisyah Akhmad Syafii Akhmad Syafi`'i Akhmad Syafi’i Akhmad Syafi’i Aldo Faisal Umam Alifiatun Asyifah Amelia Amelia Andri Brawijaya Ayi Handayani Bagus Kuncoro Baihaqi, Yamika Brahma Fahrezi, Rendi Cut Nenden Putri Pratiwi Donny muda priyangan Falah, Zidnal FAUZIA, EVA Ginna Novarianti Dpp Hafidin Nurhadi Hanif Surya Putra, Ilyasa Hendri Sukma Hidayatul Faridah Ian Harum Prasasti Ian Harum Prasasti Ian Harum Prasasti Indah Purnamasari Iyam Siti Maryam Jajat Darojat Jajat Darojat Jubaedah Jubaedah Kadarisman Kadarisman Kholil Baehaqi Luthfiah Luthfiah Maman Syahman Mar’atus Salamah Mar’atus Solikhah Masrukhan, M. Maulina Nabila Maulina Nabila Ma’mun Ma’mun Mohamad Erihadiana, Mohamad Muhammad Saied Muhibbin Syah Mukhlisin Mukhlisin Nafisah Ifatun Nazah Nasihin Arjadisastra Neneng Ratnasari Novarianti Dpp, Ginna Nugroho Adhi Santoso Nuri Wardani, Revina Prasasti, Ian Harum Rani, Prieska Rendi Brahma Fahrezi Revi Nur Fitriani Rita Rita Rudi Ferdiansah Saeful Anwar, Saeful Saied, Muhammad Siti Hasanah Siti Helmyati Siti Nuraeni Slamet Santoso Solehudin Solehudin Solehudin, Solehudin Sukma Hendrian Sulaeman Sulaeman Surya Wijaya, Abi Suryadi Budiutomo Syafi’i, Akhmad Tatang Ruspandi Taufik Hidayat Taufik Ridwan, Taufik Upit Elya Rohimi Uum Siti Ningrum Wulandari Wulandari Yoyoh Yoyoh Yudi Karisma Sari Zuldhan Ibnu Pangestu