Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia Terhadap Kesejahteraan Rakyat di Era Tantangan Digital Rohman Hakim, Arif
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 4 (2023): Special Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i4.467

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa tantangan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di era modern. Konsep manajemen SDM telah menjadi fokus utama organisasi dalam menghadapi perubahan. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana konsep manajemen SDM dapat mempengaruhi kesejahteraan rakyat di tengah tantangan digital. Studi ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mempelajari literatur terkait dan menggali pemahaman mendalam tentang konsep manajemen SDM. Temuan utama menunjukkan bahwa peran manajemen SDM sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di era tantangan digital. Manajemen SDM yang efektif melibatkan pengembangan keterampilan digital, pemilihan, dan penempatan tenaga kerja yang tepat, serta pengelolaan kinerja yang efisien. Dukungan yang tepat dari manajemen dan penggunaan teknologi yang cerdas dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. organisasi untuk mengadopsi kebijakan fleksibilitas kerja yang memungkinkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Penggunaan alat digital yang tepat, sistem manajemen kinerja berbasis teknologi, dapat membantu memonitor dan meningkatkan kesejahteraan. Hasil penelitian Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan, pemerintah juga harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan SDM. Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan pendidikan yang memperkuat keterampilan digital, regulasi yang mendukung inovasi teknologi, dan pembangunan infrastruktur digital yang memadai. konsep manajemen SDM memiliki peran krusial dalam mempengaruhi kesejahteraan rakyat di era tantangan digital. Dalam menghadapi perubahan ini, organisasi perlu mengadopsi strategi yang adaptif dan inovatif, serta mengutamakan kesejahteraan. pemerintah dapat menciptakan kondisi mendukung pengembangan SDM dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Innovative Teaching Strategies in Madrasahs: Integrating Traditional and Digital Pedagogies for Enhanced Student Engagement Arif Rohman Hakim
Islamic Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 1 (2025): Islamic Journal of Teaching and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKuningan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/jtlm.v1i1.4

Abstract

The development of digital technology has encouraged transformation in the education system, including in madrasas based on religious values. However, the process of integrating traditional and digital teaching methods still faces various challenges. This study aims to analyze the effectiveness of innovative teaching strategies that combine traditional and digital pedagogy to increase student engagement in madrasas. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation in several madrasas. Thematic analysis was conducted to identify patterns of student engagement and the impact of implementing hybrid teaching methods. The results show that hybrid teaching strategies not only improve student engagement and learning outcomes, but also help students understand the material more deeply through digital media that is interactive and relevant to modern learning contexts. However, challenges include limited access to technology and infrastructure readiness, which requires policy support and ongoing teacher training. This study provides practical recommendations for madrasas to adopt an adaptive, relevant, and balanced learning model between religious values and modern technology.
EDUKASI GAYA HIDUP AKTIF MELALUI SENAM AEROBIK DALAM MENINGKATKAN KEBUGARAN FISIK MASYARAKAT DI DESA JERUK KABUPATEN SAGEN Yudi Karisma Sari; Kuncoro, Bagus; Rohman Hakim, Arif; Dwi Muryadi, Agustanico; Agung Wibowo, Rendra; Hidayat, Taufik
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5907

Abstract

Program edukasi mengenai gaya hidup aktif yang diwujudkan melalui senam aerobik ini diinisiasi dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan mendorong pembiasaan hidup sehat di Desa Jeruk. Kegiatan ini memiliki dua komponen, yakni sesi sosialisasi mengenai pola hidup sehat dan praktik rutin senam aerobik untuk meningkatkan kebugaran fisik. Metode yang diterapkan adalah pemberian edukasi yang dilanjutkan dengan pelaksanaan senam aerobik secara berkala. Hasil evaluasi pasca rogram menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat terkait pentingnya kesehatan. Survei komparatif (pra dan pasca) mengonfirmasi kenaikan pemahaman mengenai gaya hidup sehat, kesadaran berolahraga, dan pola makan seimbang yang tergolong baik. Tingkat partisipasi dalam senam aerobik juga sangat tinggi, mencapai lebih dari 90%. Senam aerobik terbukti efektif dalam meningkatkan kebugaran, memperbaiki sirkulasi darah, serta mereduksi stres dan kecemasan. Selain itu, program ini turut memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental, terlihat dari peningkatan kepercayaan diri dan kesegaran peserta. Meskipun demikian, ditemukan adanya tantangan dalam mempertahankan kebiasaan sehat setelah program selesai, yang mengindikasikan perlunya tindak lanjut. Secara garis besar, program ini dinilai sukses mendorong adopsi gaya hidup aktif yang bermanfaat bagi kesejahteraan fisik dan psikologis masyarakat. Kata Kunci: Gaya hidup sehat, senam aerobik, masyarakat, kebugaran fisik.
Pemikiran Ekonomi Islam Masa Kontemporer Fase Pemikiran Yusuf Al-Qardhawi Ekonomi Islam Anwar, Saeful; Hakim, Arif Rohman
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 6 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/0169mc94

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemikiran ekonomi Yusuf dan bertujuan untuk memahami pemikiran ekonomi Yusuf, khususnya pemikiran ekonomi Islam. Hal ini karena pemikiran dan gagasan al-Qaradhawi banyak terkandung dalam buku-buku yang ditulisnya, terutama ketika berfokus pada pembahasan ekonomi kontemporer. Bahkan karya al-Qaradhawi dalam pemikiran ekonomi termasuk dalam penelitian yang berfokus pada zakat. Selain itu, karya-karyanya tentang bunga bank, ekonomi, dan etika bisnis menjadi karya monumentalnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berdasarkan studi kepustakaan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan realitas yang ada atau apa yang sedang terjadi atau realitas yang sebenarnya dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qaradhawi khususnya ilmu ekonomi kontemporer sangat penting saat ini. Pada prinsipnya, segala aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh manusia, khususnya umat Islam, selalu mengacu pada Al-Qur'an dan hadits Nabi. Kepemilikan harta tidak hanya untuk kekayaan, tetapi juga perlu dibarengi dengan akhlak atau akhlak, dan tujuan yang dimaksudkan adalah untuk menciptakan kesejahteraan umum (maslahat ummah).
Revisiting Legal Policy Effectiveness: Governance Mechanisms and Persistent Social Inequality Mukhlisin, Mukhlisin; Hakim, Arif Rohman; Hidayat, Agus Rohmat
Journal of Law and Social Politics Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v2i2.75

Abstract

Background: This study explores the relationship between legal policy frameworks, governance mechanisms, and social inequality across socio-economic contexts. Despite significant policy reforms aimed at reducing inequality in the past two decades, many societies still face substantial disparities. Objective: The study aims to explore the gaps between policy formulation and its impact on reducing inequality, focusing on governance quality and contextual influences. Methods: A mixed-methods approach was employed, combining quantitative analysis of policy effectiveness indices from 124 countries (2015-2025) and qualitative assessments of governance structures in 12 case studies. The quantitative component examined the relationship between governance quality and policy effectiveness, while qualitative case studies assessed governance dynamics and contextual factors. Results: The findings reveal that governance quality significantly influences policy effectiveness. Countries with higher governance quality scores (above 7.0) reduced inequality by 45% more effectively than those with lower scores (below 5.0). Contextual factors, including political stability, socio-cultural dynamics, and resource availability, were found to significantly influence the effectiveness of governance in reducing inequality. Regulatory compliance mechanisms (impact score: 7.8/10) and policy coherence (7.5/10) were most effective, while resource allocation (5.9/10) was the weakest link. Conclusion: The study introduces an analytical framework linking legal policy, governance, and context. It highlights that effective inequality reduction requires well-designed policies and adaptive governance systems responsive to local contexts. Policymakers should prioritize strengthening institutional capacity, monitoring systems, and inclusive stakeholder participation.
Implementation of Play-Based Learning in Developing Social-Emotional Skills of 5–6-Year-Old Children in Integrated Islamic Kindergarten Aisyah, Aisyah; Hakim, Arif Rohman
Generasi Vol. 3 No. 2 (2025): Generasi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/generasi.v3i2.317

Abstract

Backround: Social-emotional competencies developed during early childhood significantly influence lifelong learning and well-being. Play-based learning offers developmentally appropriate approaches for fostering these competencies, yet implementation in integrated Islamic kindergartens remains underexplored, particularly regarding values integration within child-centered pedagogy.Objective: This research examined the implementation of play-based learning for developing social-emotional competencies among 5–6-year-old children in integrated Islamic kindergartens, including forms and strategies employed, effectiveness across competency domains, Islamic values integration, and facilitating factors and obstacles.Method: Employing a qualitative descriptive-analytical design, the study conducted participant observations, in-depth interviews with eight teachers and two principals, focus group discussions, and documentation analysis across two purposively selected integrated Islamic kindergartens over twelve weeks. Data analysis followed Miles, Huberman, and Saldaña's interactive model. Three play forms—free play, guided play, and structured play—were systematically implemented, with guided play predominating (62% of observed activities).Findings and Implications: All five social-emotional competency domains showed substantial development: self-awareness (78% improvement in emotional vocabulary use), self-management (85% increase in conflict resolution without teacher intervention), social awareness (92% demonstrated perspective-taking behaviors), relationship skills (88% engaged in sustained cooperative play), and responsible decision-making (73% applied problem-solving strategies independently).Conclusion: Islamic values were successfully integrated through environmental design, activity content, and teacher-child interactions without compromising developmental appropriateness. Teacher competency and administrative support emerged as critical facilitating factors, while time constraints and parent misconceptions presented persistent challenges. Play-based learning effectively develops social-emotional competencies in young children when implemented with intentionality, adequate support, and cultural responsiveness, demonstrating compatibility between faith-based character education and child-centered pedagogy.
Dark Matter of Learning: A Virtual Ethnography of Digital Underground Communities and the Socio-Emotional Infrastructure of Student Learning Ian Harum Prasasti; Donny muda priyangan; Arif Rohman Hakim; Alifiatun Asyifah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v7i1.9172

Abstract

A Digital learning does not take place exclusively within formal platforms such as Learning Management Systems (LMS), but also emerges in informal and often invisible digital spaces beyond institutional control. This study examines how informal student WhatsApp communities function as a socio-emotional infrastructure that supports learning processes outside formal educational systems. Employing a qualitative virtual ethnography approach, data were collected through passive observation, digital documentation, and analysis of naturally occurring conversations and shared learning artefacts over one academic semester. Thematic analysis following Braun and Clarke’s framework identified four interconnected themes: collaborative learning management, access and distribution of academic knowledge, emotional support and peer solidarity, and safe spaces for academic courage. The findings reveal that these informal digital communities operate as an alternative learning ecosystem that sustains students’ academic engagement, emotional well-being, and willingness to participate intellectually. This study conceptualizes such communities as the “dark matter of learning” an invisible yet critical socio-emotional structure that underpins student learning beyond institutional LMS environments. The findings highlight the importance of recognizing and integrating informal digital learning spaces into a more holistic digital learning ecosystem.
Dampak Pembelajaran Berbasis Internet Terhadap Kemampuan Bersosial Siswa Kelas X SMK Ibnu Khaldun Arif Rohman Hakim; Wulandari Wulandari; Ayi Handayani; Indah Purnamasari; Uum Siti Ningrum
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.6281

Abstract

Studying the impact of internet-based learning on students' social skills is important because humans are actually social creatures who need other people no matter what their circumstances. Unfortunately, the impact of internet-based learning on the social skills of students in class The aim of this research is to determine the impact of internet-based learning on the social skills of class X students at Ibnu Khaldun Vocational School for the 2023/2024 academic year. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews with 7 students, 3 teachers and the school principal as well as documentation. The research subjects were class X students at Ibnu Khaldun Vocational School, Cirebon. The research was carried out for 1 month, namely February 2024. The data collected was then analyzed in depth to determine the research results. The results of the research show that internet-based learning implemented in class able to overcome problems that occur with friends, and direct communication skills worsen, so that students' social interactions can be carried out optimally
Urgensi Pendidikan Karakter Berbaris Kearifan Lokal dalam Membentuk Generasi Unggu di SMK Yasfika di Provinsi Lampung Ian Harum Prasasti; Arif Rohman Hakim
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8546

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembentukan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas moral. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam membentuk kepribadian yang seimbang, mencegah degradasi moral, serta mempersiapkan pemimpin masa depan yang beretika. Studi di laksanakan pada Sekolah Menengah Kejuruan Yasfika Provinsi Lampung menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 guru, 6 siswa, dan 5 orang tua, serta analisis dokumen kurikulum dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam pembelajaran kejuruan mampu meningkatkan kompetensi sosial siswa secara signifikan. Temuan utama penelitian mengungkap bahwa siswa mengalami peningkatan kemampuan kolaborasi setelah penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang mengangkat nilai-nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal tidak hanya memperkuat identitas budaya siswa, tetapi juga menyelaraskan kompetensi teknis dengan keterampilan sosial yang dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang terintegrasi dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu menciptakan generasi yang berdaya saing global dengan nilai-nilai positif. Kesimpulannya, pendidikan karakter harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan untuk mewujudkan generasi unggul yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Rekomendasi kebijakan mencakup pengembangan modul terpadu, peningkatan kapasitas guru, dan penyusunan sistem sertifikasi kompetensi yang mengintegrasikan aspek teknis dan karakter. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pendidikan karakter kontekstual di SMK, khususnya di daerah dengan kekayaan budaya yang khas.
Guru sebagai Fasilitator, Siswa sebagai Arsitek: Wujudkan Pendidikan Konstruktif melalui Paradigma, Teori, dan Assesmen yang Autentik Arif Rohman Hakim; Ian Harum Prasasti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i3.7602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai arsitek pengetahuan dalam kerangka pendidikan konstruktivis melalui kajian literatur sistematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti alur PRISMA untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis temuan terkait paradigma konstruktivisme, transformasi peran guru, dan implementasi asesmen autentik di berbagai konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme secara konsisten menempatkan siswa sebagai pembangun makna melalui aktivitas kolaboratif, penyelidikan, refleksi, dan pemecahan masalah, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan scaffolding, mengarahkan dialog, serta merancang pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual. Asesmen autentik menjadi instrumen evaluasi yang paling konsisten dengan paradigma konstruktivis karena menilai proses sekaligus produk belajar melalui portofolio, proyek, kinerja, studi kasus, dan tugas dunia nyata. Namun demikian, implementasi asesmen autentik menghadapi tantangan signifikan seperti kurangnya pelatihan guru, keterbatasan perangkat penilaian, variasi kualitas instrumen, serta resistensi terhadap pergeseran dari tes tradisional ke asesmen bermakna. Sintesis literatur juga menegaskan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat kompetensi guru dalam desain pembelajaran konstruktivis, integrasi asesmen autentik, dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas ruang pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan konstruktivis sangat ditentukan oleh kualitas peran guru sebagai fasilitator dan kemampuan sekolah menyediakan lingkungan belajar yang mendukung otonomi siswa, pengalaman autentik, dan evaluasi yang holistik. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, serta desain asesmen yang konsisten dengan paradigma pembelajaran abad-21.
Co-Authors Aah Sujaah Abi Surya Wijaya Abi Surya Wijaya Abi Surya Wijaya Agung Wibowo, Rendra Agus Rohmat Hidayat Agustanico Dwi Muryadi Ai Nunung Aisyah Aisyah Akhmad Syafii Akhmad Syafi`'i Akhmad Syafi’i Akhmad Syafi’i Aldo Faisal Umam Alifiatun Asyifah Amelia Amelia Andri Brawijaya Ayi Handayani Bagus Kuncoro Baihaqi, Yamika Brahma Fahrezi, Rendi Cut Nenden Putri Pratiwi Donny muda priyangan Falah, Zidnal FAUZIA, EVA Ginna Novarianti Dpp Hafidin Nurhadi Hanif Surya Putra, Ilyasa Hendri Sukma Hidayatul Faridah Ian Harum Prasasti Ian Harum Prasasti Ian Harum Prasasti Indah Purnamasari Iyam Siti Maryam Jajat Darojat Jajat Darojat Jubaedah Jubaedah Kadarisman Kadarisman Kholil Baehaqi Luthfiah Luthfiah Maman Syahman Mar’atus Salamah Mar’atus Solikhah Masrukhan, M. Maulina Nabila Maulina Nabila Ma’mun Ma’mun Mohamad Erihadiana, Mohamad Muhammad Saied Muhibbin Syah Mukhlisin Mukhlisin Nafisah Ifatun Nazah Nasihin Arjadisastra Neneng Ratnasari Novarianti Dpp, Ginna Nugroho Adhi Santoso Nuri Wardani, Revina Prasasti, Ian Harum Rani, Prieska Rendi Brahma Fahrezi Revi Nur Fitriani Rita Rita Rudi Ferdiansah Saeful Anwar, Saeful Saied, Muhammad Siti Hasanah Siti Helmyati Siti Nuraeni Slamet Santoso Solehudin Solehudin Solehudin, Solehudin Sukma Hendrian Sulaeman Sulaeman Surya Wijaya, Abi Suryadi Budiutomo Syafi’i, Akhmad Tatang Ruspandi Taufik Hidayat Taufik Ridwan, Taufik Upit Elya Rohimi Uum Siti Ningrum Wulandari Wulandari Yoyoh Yoyoh Yudi Karisma Sari Zuldhan Ibnu Pangestu