Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Effect of Metacognition Awareness on the Critical Thinking Skills of Elementary School Prospective Teachers Chumdari Chumdari; Idam Ragil Widianto Atmojo; Roy Ardiansyah; Aisyah Shintawati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4527

Abstract

The ability to engage in critical thinking is crucial for students to effectively navigate the challenges of contemporary society. Metacognition awareness is a key indicator of an individual's critical thinking abilities. Metacognitive awareness can enhance one's cognitive control by incorporating critical thinking to regulate the thinking process. This study aimed to examine the impact of metacognitive awareness on the critical thinking abilities of PGSD (Primary School Teacher Education) students at Universitas Sebelas Maret during the 2022/2023 academic year. This study employed a quantitative methodology known as associative research. The study's population consisted of second-semester students who were selected using cluster random selection as the sampling technique. The study employed data analysis approaches that encompassed descriptive statistical analysis as well as inferential statistics, which involved doing preliminary analysis tests and hypothesis testing. The study's findings were determined by a significance test of the regression coefficient (T-test). The results indicated that the calculated t-value (2.049) was greater than the critical t-value (1.982), and the significance level (Sig.) of 0.042 was less than the threshold of 0.05. The multiple linear regression coefficient exhibited a positive value of 0.384, signifying a unidirectional link. The heightened awareness of metacognition led to a subsequent improvement in critical thinking abilities, with a determination coefficient of 20%. The findings demonstrated that the metacognitive awareness had an impact on the critical thinking abilities of PGSD students at Universitas Sebelas Maret during the 2022/2023 academic year.
Analysis of Elementary School Students’ Literacy Ability of Javanese Script Through the Use of Script Card Reviewed Based on Critical Thinking Skills Matsuri Matsuri; Idam Ragil Widianto Atmojo; Chumdari Chumdari; Fadhil Purnama Adi; Roy Ardiansyah; Dwi Yuniasih Saputri; Annisa Rahma Pradesiwi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4519

Abstract

Javanese script is very important for students to learn and understand, because Javanese script is a local wisdom culture that must be preserved in order to protect the nation's language culture so that it does not become extinct through the use of regional languages such as the use of Javanese script as a means for carrying out verbal and written communication and as a cultural expression.The aims of this study were: (1) to analyze the increase in Javanese script literacy skills and (2) to describe the increase in Javanese script literacy in terms of critical thinking skills. This is mixed methods research with a sequential explanatory strategy. The research sample consisted of fifth-grade students from Tegalsari Public Elementary School and Mangkuyudan Public Elementary School. Data gathering was conducted through the utilisation of tests, interviews, and documentation. From the findings and deliberation, the researchers are able to deduce the subsequent conclusions: (1) The proficiency in Javanese script among fifth-grade students in elementary schools improves following the implementation of script media by teachers. (2) Proficiency in critical thinking is closely correlated with the ability to read and write in Javanese script. The amount of critical thinking skills accounts for 39.3% of the variation in students' literacy skills in Javanese script, leaving 60.7% to be attributed to other factors. Students who possess advanced proficiency in Javanese script literacy exhibit a pronounced inclination towards critical thinking. Students who possess a moderate level of proficiency in Javanese script literacy demonstrate either high or medium levels of critical thinking abilities. Students who possess limited proficiency in Javanese script exhibit either moderate or poor levels of critical thinking abilities. According to the findings of this study, the researchers suggest that teachers in primary schools utilise script cards in order to facilitate effective learning activities and enhance students' proficiency in Javanese script as well as their critical thinking abilities.
Analysis of Science Misconceptions for Class VI Elementary School Using The Certainty of Response Index Method Nahar Nur Rahman; Gunarhadi Gunarhadi; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98880

Abstract

Penting bagi pendidik menanamkan konsep yang benar pada siswa, sebab konsep yang diajarkan di Sekolah Dasar akan menjadi dasar pemikiran bagi siswa dan itu akan mendasari pemikiran siswa pada jenjang selanjutnya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang dialami peserta didik kelas VI di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik kelas VI di Kecamatan Pilangkenceng, dengan sampel sebanyak 100 peserta didik yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan non-tes. Tes dilakukan menggunakan instrumen diagnostik yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index) untuk mengidentifikasi miskonsepsi, sedangkan non-tes menggunakan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa 45% peserta didik mengalami miskonsepsi mengenai konsep adaptasi makhluk hidup. Persentase miskonsepsi tertinggi terdapat pada subkonsep adaptasi tumbuhan xerofi sebesar 65%, sedangkan persentase terendah pada subkonsep adaptasi kantong semar sebesar 10%. Faktor utama penyebab miskonsepsi ini berasal dari pemikiran peserta didikĀ  dan berbagai macam sumber belajar. Peran pendidik dalam memberikan pemahaman konsep yang benar sejak dini untuk mencegah terjadinya miskonsepsi yang dapat berlanjut ke jenjang pendidikan berikutnya. Upaya perbaikan dalam strategi pembelajaran dan penyediaan sumber belajar yang valid sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat miskonsepsi di kalangan peserta didik.
Implementation of Learning Modules to Improve the Oral Communication Skills of Class IV Elementary School Students Tya Maulia Latif; Sudiyanto Sudiyanto; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98964

Abstract

Keterampilan komunikasi lisan peserta didik di sekolah dasar belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: 1) modul pembelajaran yang dibutuhkan pendidik untuk meningatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar, 2) modul pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas IV sekolah dasar yang mengalami kesulitan komunikasi lisan dan objek penelitian ini adalah modul pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sangat tertarik dengan modul pembelajaran ini. modul pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan peserta didik sekolah dasar selain itu, validasi materi dan media pembelajaran juga menyatakan bahwa modul ini sangat sesuai dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran peserta didik. oleh karena itu, modul pembelajaran ini dianggap sangat menarik dan efektif untuk digunakan. penelitian ini diharapkan dapat diteruskan dengan penambahan materi pada modul pembelajaran dan implementasnya dalam proses pemebelajaran lebih lanjut.
Literature Review: Potential and Challenges of Learning Using Smart Apps Creator (SAC) for Students Tri Kurniasih; Kartika Chrysti Suryandari; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98838

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dan literasi peserta didik perlu ditingkatkan karena keduanya merupakan keterampilan abad 21 yang penting untuk menghadapi tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi, namun saat ini kemampuan tersebut belum sesuai tujuan, sehingga media digital diperlukan untuk menunjang proses belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui potensi dan tantangan implementasi pembelajaran menggunakan Smart Apps Creator (SAC) bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan literatur review. Artikel yang dipilih untuk ditinjau berjumlah 15 yang dipublikasikan pada tahun 2019-2024. Artikel tersebut diperoleh dari Eric Journal dan Google Scholar. Kriteria artikel yang ditinjau antara lain merupakan research article, memiliki struktur yang lengkap, open access, menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi Smart Apps Creator (SAC) dapat meningkatkan kemampuan literasi sains dan hasil belajar peserta didik. Selain itu, aplikasi tersebut juga dapat mengembangkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Pengembangan aplikasi SAC juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan problem solving peserta didik. Tantangan yang dihadapi dalam implementasi SAC antara lain keterampilan dan persiapan guru dalam mengembangkan aplikasi SAC dengan unsur lain agar lebih menarik dan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Secara keseluruhan, Smart Apps Creator (SAC) dapat menjadi solusi untuk guru dalam menggunakan media pembelajaran sehingga hasil belajar dan literasi peserta didik meningkat.
Study on the Effectiveness of the SAVI Model in Improving Problem-Solving Skills in Mathematics for Sixth Grade Students: A Focus on Independent Learning Aspects Evi Retnowati; Budi Usodo; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98967

Abstract

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan mutu pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran matematika. Pendidikan matematika memiliki peranan penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu keterampilan kunci yang harus dikuasai oleh siswa, terutama di tingkat dasar. Model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) menawarkan pendekatan yang inovatif dan interaktif dalam pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas 6, dengan fokus pada aspek mandiri belajar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain penelitian yakni One Group Pre-test-Post-test Design. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas 6, dengan peningkatan rata-rata skor sebesar 10 poin dari Pre-test ke Post-test. Rata-rata N-Gain sebesar 0,38 menunjukkan kemajuan dalam kategori sedang, menandakan potensi untuk pengembangan lebih lanjut. Setiap elemen SAVI berkontribusi signifikan terhadap keterlibatan siswa dan kemandirian dalam belajar. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi penting, seperti evaluasi berkala, penilaian capaian akademik, dan modifikasi penerapan model ini, diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih optimal dalam peningkatan kemampuan matematika siswa.
The Impact of the Use of Interactive Learning Media on Understanding the Concept of the Food Chain Mulyono Mulyono; St. Y. Slamet; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98889

Abstract

Media pembelajaran interaktif memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui presentasi materi multisensori yang menarik. Tinjauan pustaka sistematis ini mengkaji dampak media pembelajaran interaktif terhadap pemahaman siswa tentang konsep rantai makanan. Dengan menggunakan pendekatan PRISMA, kami menganalisis data dari artikel terindeks Elsevier (Science Direct) (Q1-Q4). Analisis dari delapan studi terpilih mengungkapkan bahwa media pembelajaran interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep rantai makanan melalui beberapa mekanisme: peningkatan pengetahuan konten melalui model rantai makanan yang dinamis, peningkatan hasil pembelajaran melalui lingkungan cerdas yang memberikan umpan balik kognitif-afektif, pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas jaring makanan, dan peningkatan keterlibatan melalui laboratorium virtual dan platform multimedia. Tantangan implementasi diidentifikasi, termasuk persyaratan infrastruktur teknologi dan kebutuhan pelatihan guru. Dua hambatan utama muncul: infrastruktur teknologi yang tidak memadai dan persiapan guru yang tidak memadai untuk integrasi media yang efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif secara efektif meningkatkan pemahaman konsep rantai makanan sambil mengidentifikasi area penting untuk perbaikan dalam implementasi. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa integrasi strategis media pembelajaran interaktif dalam pengajaran rantai makanan dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konseptual sambil menyoroti pentingnya menangani kebutuhan infrastruktur dan pelatihan untuk implementasi yang sukses.
Implementation of the Batik Movement to Foster Creativity in Elementary School Students Darmaji Darmaji; Triyanto Chumdari; Chumdari Chumdari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98895

Abstract

Pendidikan seni di sekolah dasar sering kali kurang fokus dalam mengembangkan kreativitas siswa secara mendalam dan mengikuti pendekatan yang lebih konvensional. Idealnya, pendidikan seni di sekolah dasar perlu melibatkan metode yang memfasilitasi kreativitas siswa, misalnya melalui kegiatan membatik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kelancaran siswa dalam membatik, 2) mengidentifikasi keluwesan siswa dalam menemukan ide baru, 3) mengukur orisinalitas siswa dalam membuat pola, 4) menganalisis keterperincian siswa dalam menambahkan detail pada motif, dan 5) mengevaluasi imajinasi siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Pule, dengan melibatkan 40 partisipan, termasuk guru dan siswa kelas 4 dan 5 SD. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, dan validitasnya diperkuat dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membatik di sekolah dasar meningkatkan kreativitas siswa dalam menghasilkan berbagai ide saat membuat motif batik. Siswa menunjukkan kemampuan beradaptasi dan mencoba teknik-teknik baru ketika menghadapi tantangan dalam proses membatik. Banyak siswa yang berhasil menciptakan motif batik yang unik dan berani berinovasi dengan pola-pola yang tidak biasa. Selain itu, siswa juga mampu menambahkan detail-detail kecil dan memberi makna pada motif batik yang mereka buat. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan kegiatan membatik ke dalam kurikulum sekolah dasar dapat secara efektif menumbuhkan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempromosikan apresiasi budaya pada saat yang bersamaan.
Integrating Local Culture into Creativity Development: A Case Study of the Geti Asem Batik Program in Indonesian Primary Education Darmaji Darmaji; Triyanto Triyanto; Chumdari Chumdari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7563

Abstract

Local culture holds significant potential to enhance students' creativity, identity, and innovation. However, it remains underutilized in primary education. This study explores the implementation of the Geti Asem (Gerakan Membatik Akhir Semester) program as a means to integrate cultural values into learning and foster creativity among elementary students. This qualitative case study was conducted at SDN 3 Pule, Selogiri District, Wonogiri Regency. Data were collected through observations, interviews, and document analysis involving the principal, two teachers, and 14 fifth-grade students. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, employing triangulation techniques for validation. The Geti Asem program is implemented through a participatory approach that engages students directly in the batik-making process. This approach cultivates critical thinking, self-expression, and originality. Teachers serve as facilitators, offering technical guidance while fostering a creative and supportive learning environment. The program is supported by strong moral encouragement from parents, educators, school leaders, and the local community. However, it faces challenges such as limited facilities and tools, which hinder optimal time management and student access during practice. This study demonstrates that local culture-based learning, exemplified by the Geti Asem program, can significantly enrich creativity and character education in primary students. It supports the effective implementation of the Pancasila Student Profile (P5) through a contextual and participatory model, contributing to the broader discourse on cultural pedagogy in Indonesian education.