Ninik Christiani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi Komplementer Akupresur pada Titik Perikardium 6 Dalam Mengatasi Mual dan Muntah Pada Kehamilan Di Poliklinik Kesehatan Desa Bekonang Anisya Nur Maheswara; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The early period of pregnancy is a period of pregnancy that is prone to miscarriage. Various complaints can occur during pregnancy, one of which is nausea and vomiting. Nearly 50- 90% of pregnant women experience nausea in the first trimester. The causes of nausea and vomiting vary, including the release of the human chorionic gonodothropine (hCG) hormone. This complaint is a physiological thing but if it is not treated immediately it will become a pathological thing that will cause disturbances in pregnancy. So it is necessary to have an early treatment for nausea and vomiting, one of which is by non-pharmacological treatment, namely pericardial acupressure 6. The purpose of this study was to determine the description of giving Acupressure therapy at the Percardium 6 point for nausea and vomiting in pregnancy at the Health Polyclinic, Bekonang Village, Sukoharjo Regency. Methods: This research is a Quasy Experimental type of research with One Group Pretest Posttest design. The samples taken were all first trimester pregnant women at the Health Polyclinic of Bekonang Village. The sampling technique used total sampling with the number of respondents as many as 15 respondents. The data was obtained using an observation format, then analyzed with the Wilcoxon Signed Test. With the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showing that the p value = 0.001 (p value <0.05), then Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that giving acupressure therapy at the pericardium point 6 is effective in reducing the frequency of nausea and vomiting. in the first pregnancy.The results showed that after applying acupressure for 8 days, there was a decrease in the incidence of nausea and vomiting in first trimester pregnant women. First trimester pregnant women and their families should be able to apply acupressure in an effort to reduce nausea and vomiting AbstrakMasa awal kehamilan merupakan masa kehamilan yang rentan akan keguguran. Berbagai keluhan dapat terjadi pada masa kehamilan, salah satunya adalah mual dan muntah. Hampir 50-90% wanita hamil mengalami mual pada trimester pertama. Penyebab, mual muntah bermacam- macam antara lain dikeluarkannya hormon human chorionic gonodothropine (hCG) Keluhan ini merupakan hal yang fisiologis akan tetapi bila tidak segerah diatasi akan menjadi hal yang patologis sehingga akan menimbulkan gangguan pada kehamilan. Sehingga perlu adanya upaya penanganan awal mual muntah salah satunya dengan pengobatan nonfarmakologi yaitu akupresur perikardium 6. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian terapi Akupresur pada titik Perkardium 6 terhadap mual dan muntah pada kehamilan di Poliklinik Kesehatan, Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan desain One Group Pretest Posttest. Sampel yang diambil adalah seluruh ibu hamil trimester pertama di Poliklinik Kesehatan Desa Bekonang. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 15 responden. Data diperoleh dengan menggunakan format observasi, kemudian dianalisis dengan Wilcoxon Signed Test. Dengan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai p value = 0,001 (p value < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi akupresur pada titik perikardium 6 efektif dalam menurunkan frekuensi mual dan muntah pada kehamilan pertama. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan akupresur selama 8 hari, terjadi penurunan kejadian mual dan muntah pada ibu hamil trimester satu. Bagi ibu hamil trimester satu dan keluarga hendaknya dapat melakukan penerapan akupresur dalam upaya menurunkan mual dan muntah.
Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid di PMB Ramah Restiani dan PMB Ratna Komala Sari Sutirah Warnoto; Ninik Christiani; Oktaviani Lilis
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a period marked by rapid growth and development of the physical, emotional, cognitive, and psychological as a sign of female reproductive maturity, namely the arrival of menstruation. Dysmenorrhea is a condition of pain in the abdomen, cramps and back pain and can interfere with daily activities. Dysmenorrhea can be divided into 2, namely primary dysmenorrhea and secondary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea occurs due to greater prostaglandin production causing uterine contractions, uterine ischemia and pelvic pain (Kusmiran,2011)One of the actions that must be taken to reduce pain during menstruation is yoga. besides that yoga is also useful for increasing body flexibility, blood circulation, building strength, improving posture and body mechanics, increasing lung capacity, controlling emotions, preventing stress, depression and antistress, healthy heart, improving body systems, anti-aging, and increase the power of concentration, acceptance of yourself.The implementation method for this complementary community service program is systematically arranged with the aim of providing yoga counseling to adolescents and increasing knowledge that menstrual pain can be treated with yoga. This activity is carried out on December 1, 2022 at 19:00 – finish. Abstrak Masa remaja merupakan periode yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dari fisik , emosi, kognitif, maupun psikologis sebagai tanda kematangan reproduksi perempuan yaitu datangnya menstruasi. Disminore adalah keadaan nyeri di bagian abdomen, kram, dansakit pinggang serta dapat menganggu aktivitas sehari-hari. disminore dapat dibedakan menjadi 2 yaitu disminore primer dan disminore sekunder. disminore primer terjadi karena produksi prostaglandin yang lebih besar sehingga menyebabkan kontraksi uterus , iskemia uterus dan nyeri pelvic (Kusmiran, 2011)Salah satu tindakan yang harus dilakukan untuk mengurnagi rasa nyeri pada saat menstruasi yaitu dengan yoga. selain itu yoga juga bermanfaat untuk menambahkan kelenturan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, membangun kekuatan, memperbaiki postur dan mekanisme tubuh, meningkatkan kapasitas paru – paru, mengendalikan emosi, mencegah stress, depresi dan antistress, jantung yang sehat, perbaiki sistem tubuh, anti penuan, dan meningkatkan daya konsentrasi, penerimaan terhadap diri sendiri. Metode pelaksanaan pada program pengabdian komplementer kepada masyarakat ini disusun secara sistematis dengan tujuan memberikan penyuluhan yoga pada remaja dan menambah pengetahuan bahwa nyeri saat menstruasi bisa dilakukan dengan yoga. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Desembae 2022 pada pukul 19:00 – selesai
Tingkat Pengetahuan Pendidikan Akupresure untuk Meningkatkan Kesehatan di Desa Sawit Jaya RT 009 Kecamatan Long Ikis Sari, Islami Rantika; Husnul Hotimah; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ordinary acupressure with full-blooded therapy or needling is a form of physiotherapy by providing massage and stimulation at certain points on the body. Acupressure therapy is a development of the science of acupuncture, so that in principle the method of acupressure therapy is the same as acupuncture, the difference is that acupressure therapy does not use needles in the treatment process. Acupressure is useful for various ailments and relieves tension, fatigue and pain. method using a questionnaire as well as analysis to determine the significance value of the pre test and post test after education about acupressure. After educating the residents of the Kelapa Jaya village, a pro-test was carried out to find out the level of knowledge about acupressure. Weaknesses in writing and dedication are still found in this article. Suggestions are needed in the contents of this article for the future in determining future programs and activities to be better.   Abstrak Akupresur biasa dengan terapi totok atau tusuk jarum adalah salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Terapi akupresur merupakan pengembangan dari ilmu akupunktur, sehingga pada prinsipnya metode terapi akupresur sama dengan akupunktur yang membedakannya terapi akupresur tidak menggunakan jarum dalam proses pengobatannya. Akupresur berguna untuk berbagai penyakit dan mengurangi ketegangan, kelelahan serta nyeri. method menggunakan kuisioner pada pre test dan post test setelah dilakukan pendidikan tentang akupresure. Setelah dilakukan edukasi kepada warga desa sawit jaya kemudian dilakukan pro test guna mengetahui tingkat pengetahuan tentang akupresure setelah dilakukan edukasi kepada warga desa sawit jaya dari hasil post test didapatkan peningkatan dari segi nilai post test yang berati ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi, yang arti nya didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi kepada warga desa sawit jaya, Dari hasil pengabdian post dan pre test di dapatkan ada nilai signifikasi atau peningkatan setelah dilakukan perilaku terhadap kelompok sampel, pengabdian masih terdapat dalam artikel ini, Saran sangat dibutuhkan dalam isi artikel ini guna kedepanya dalam menentukan program dan kegiatan kedepanya menjadi baik.
Pijat Commond Cold untuk Mengurangi Batuk Pilek pada Bayi dan Balita di Desa Lebak bellatika, sitasalsha; putri, yulinda yasa; khayati, yulia nur; christiani, ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cold cough in babies is a common health problem that affects the quality of life of babies and their families. Massage therapy has been widely used to reduce symptoms of cough and cold in children, but not many mothers or health cadres in Lebak Village know about common cold massage and handling their babies/toddlers when they suffer from common cold is to take them to a health facility to get medicine. This community service activity is carried out through direct counseling in Lebak village carried out in several stages, namely licensing to the village midwife and then carrying out activities for common cold toddlers. Participants in this activity totaled 9 toddlers who met the inclusion criteria. Massage therapy performed on infants/toddlers can increase the child's weight, increase neuromotor development, better emotional bonds, reduce the rate of nosocomial infections (including the common cold) (Kulkarni et al, 2010). It is hoped that this community service can provide a better understanding of the effectiveness of Common Cold Massage Therapy in reducing cold coughs in infants in Lebak Village.   Abstrak Batuk pilek pada bayi merupakan masalah kesehatan umum yang memengaruhi kualitas hidup bayi dan keluarga mereka. Terapi pijat telah digunakan secara luas untuk mengurangi gejala batuk pilek pada anak-anak, namun tidak banyak ibu maupun kader Kesehatan di Desa Lebak yang mengetahui mengenai pijat Common cold dan penanganan bayi/balita mereka ketika menderita commond cold adalah membawa ke tempat fasilitas kesehatan untuk mendapatkan obat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di desa Lebak dilaksanakan beberapa tahapan yaitu perizinan kepada bidan desa kemudian pelaksanaan kegiatan pada balita commond cold. Perserta dalam kegiatan ini berjumlah 9 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Terapi pijat yang dilakukan pada bayi/balita dapat membuat berat badan anak naik, peningkatan perkembangan neuromotorik, ikatan emosional yang lebih baik, penurunan tingkat infeksi nosocomial (termasuk didalamnya Common cold) (Kulkarni et al, 2010). Diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang efektivitas terapi pijat Common Cold Massage Therapy dalam mengurangi batuk pilek pada bayi di Desa Lebak
Pijat Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid (Dismenore) pada Remaja putri di SMP Negeri 1 Long Ikis Hidayati, Anis; Christiani, Ninik; Sari, Herlina; Yuliarta, Marliana
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is discomfort in the form of pain during menstruation. Dysmenorrhea is defined as pain felt before, during and after menstruation (Kadija et al, 2022). Acupressure massage is one way to reduce dysmenorrhea pain by massaging or pressing on certain points that will increase endorphin levels, so as to reduce pain faster. According to Rifiana AJ et al (2023). Acupressure massage can reduce menstrual pain levels in adolescent girls, because by pressing on the meridian point L1 4 (Hegu) can stimulate the release of endorphins so that it reduces pain faster, the body becomes more relaxed and can respond to immunity. A preliminary study has been conducted on 47 adolescent girls consisting of grades VII and VIII at SMP Negeri 1 Long Ikis. This activity aims to provide complementary obstetric care to female students about acupressure massage to reduce dysmenorrhea pain. The method used in this activity uses several stages including: pre test, distribution of leatflet, Health Education about reducing Dysmenorrhea Pain With Acupressure Budget, Acupressure Practice, Post Test. The results of the Univariate Analysis before counseling were given from 47 respondents there were 7 respondents who had less understanding results, 27 respondents had sufficient understanding results and 13 respondents had good understanding and after counseling was obtained the results of 47 respondents there were 47 respondents who had good understanding results.from the results obtained after counseling there was an increase in respondents' understanding of the material provided. Of the 47 respondents, there were 47 respondents who had a good level of understanding and could practice on their own.   Abstrak Dismenore merupakan ketidaknyamanan berupa rasa nyeri pada saat menstruasi. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri yang dirasakan sebelum, saat dan setelah menstruasi (Kadija dkk, 2022). Pijat akupresur merupakan salah satu cara untuk mengurangi nyeri dismenore dengan cara pemijatan atau penekanan pada titik tertentu yang akan meningkatkan kadar endorphin, sehingga dapat menurunkan rasa nyeri lebih cepat. Menurut Rifiana AJ dkk (2023). pijat akupresur dapat menurunkan tingkat nyeri menstruasi pada remaja putri, karena dengan penekanan pada titik meridian L1 4 (Hegu) bisa menstimulasi pengeluaran hormon endorfin sehingga lebih cepat menurunkan rasa nyeri, tubuh menjadi lebih rileks dan dapat merespon kekebalan tubuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan karena masih banyak remaja putri yang mengalami dismenore, namun masih bingung bagaimana cara mengatasi atau mengurangi nyeri haid. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komplemeter kepada siswi tentang pijat akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan diantaranya : pre test, pembagian leatflet, pendidikan kesehatan tentang mengurangi nyeri dismenore dengan pijat akupresure, praktik akupresur dan post test. Hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan dari 47 responden terdapat 7 responden memiliki hasil pemahaman kurang, 27 responden memiliki hasil pemahaman cukup dan 13 responden memiliki pemahaman baik dan sesudah dilakukannya penyuluhan didapatkan hasil dari 47 responden, semua responden memiliki hasil kepahaman baik. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan kepahaman responden terhadap materi yang diberikan. Dari 47 responden, semua responden memiliki tingkat kepahaman baik dan dapat mempraktekkan pijat akupresur sendiri. Semoga hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat bermanfaat, terutama bagi para remaja putri dalam mengatasi nyeri haid dengan menggunakan pijat akupresur.
Pengaruh Pemberian Yoga terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid pada Remaja Putri SMP Negeri 6 Ungaran Kabupaten Semarang Wanawati, Ilya; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-pharmacologically, dysmenorrhea can be done by means of yoga, which is one of the recommended relaxation techniques to relieve pain. The purpose of this study was to determine the effect of yoga on reducing pain intensity dysmenorhea. Methods: The type of research used was a quasi-experimental (quasi-experimental) design with Nonequivalent control group design pre and post, with a sample of 32 people for each of the intervention and control groups. Sampling by purposive sampling method. The research instrument used the Numeric Twig Scale (NRS) observation sheet. Data analysis used the Wilcoxon test. Results: After giving yoga to the intervention group, it was found that 16 respondents experienced a decrease in the intensity of menstrual pain, while for the control group 16 respondents did not experience a decrease in the intensity of menstrual pain. The results of statistical analysis using the Wilcoxon test showed that there were significant changes in the intervention group before and after doing yoga with p-value = 0.001 <0.05. Meanwhile, the control group did not show any significant changes with a p-value of 0.317 > 0.05. It was concluded: that there is an effect of yoga on changes in the intensity of menstrual pain (dysmenorrhea). From the results of this study it is hoped that yoga can be used as a non-pharmacological measure to reduce the scale of dysmenorrhea and help young women reduce their consumption of anti-pain drugs.   Abstrak Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi pada saat menstruasi. Secara non farmakologi  dismenorea dapat dilakukan dengan cara yoga yaitu salah satu teknik relaksasi yang dianjurkan untuk menghilangkan nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian yoga terhadap penurunan intensitas nyeri/  dismenorea. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy ekperimen (eksperimen semu) dengan desain  Nonequivalent kontrol group design  pre dan post, dengan sampel 32 orang untuk masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol.  Pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling. Instrumen menggunakan observasi untuk mengetahui tingkat nyeri haid menggunakan Skala Intensitas Nyeri Numerik  (0-10) pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi.  Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Setelah dilakukan pemberian yoga pada kelompok intervensi di dapatkan sejumlah 16 responden mengalami penurunan intensitas nyeri haid, sedangkan untuk kelompok kontrol 16 responden tidak mengalami penurunan intensitas nyeri haid. Hasil Analisis statistik menggunaka Uji Wilcoxon menunjukkan ada perubahan yang signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah dilakukan yoga dengan p-value = 0.001 < 0.05. Sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan ada perubahan yang signifikan dengan p-value 0.317 > 0.05.  Disimpulkan: bahwa ada pengaruh yoga terhadap perubahan intensitas nyeri haid (dismenorea). Dari hasil penelitian ini diharapkan yoga dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan non farmakologi untuk mengurang skala dismenorea dan membantu remaja putri untuk mengurangi mengkonsumsi obat-obatan anti nyeri.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Pada Ny. R umur 29 Tahun G2P1A0 di Praktik Mandiri Bidan Ernawati Kalongan Ungaran Timur Maselkossu, Kharista Welhelmina; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. AKI describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that care is provided comprehensive to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). The aim of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. R at PMB Ernawati kalongan Ungaran Timur with a descriptive approach by taking anamnesis and observing patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and when selecting contraceptives and documenting the use of SOAP. Meanwhile, health services for children are carried out when new babies are born, neonate visits and counseling on how to care for the umbilical cord and exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of units. single. The results obtained from comprehensive assistance using Continuity of Care (COC) for Mrs. R is from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn until the mother uses contraception, that is, it occurs physiologically and there are no complications. The conclusions obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. R is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018). Tujuan dari  asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. R di PMB Ernawati kalongan Ungaran Timur dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP . Sedangkan pelayanan kesehan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal.Hasil yang diperoleh dari pendampingan  komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. R adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas,  bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. R adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Ny.A Umur 30 Tahun di Klinik Pmb Ambarawati Ashari, Ayu; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is continuous care, continuous midwife care can be expressed in the midwife being recognized as a responsible and accountable professional who works in partnership with women during pregnancy, childbirth and the postpartum period. Midwives are required to provide midwifery services with continuity of care starting from ANC, INC, BBL care, postpartum care, neonatal care and quality family planning services. Maternal Mortality Rate in Indonesia from 2021 Indonesia Profile data The number of maternal deaths collected from family health program records at the Ministry of Health increases every year. In 2021 there were 7,389 deaths in Indonesia. This number shows an increase compared to 2020 of 4,627 deaths. Based on causes, the majority of maternal deaths in 2021 were related to COVID-19 with 2,982 cases, bleeding with 1,330 cases, and hypertension in pregnancy with 1,077 cases (Indonesian Health Profile, 2021). In this study, the author uses descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on certain goals to be achieved. This research starts from September 16 2023 to November 11 2023. Comprehensive midwifery care for Mrs. The results of the case during pregnancy did not reveal any abnormal complaints that occurred in the patient, delivery was carried out in hospital due to bleeding that occurred in the patient and to prevent complications in the mother and baby, care for the newborn and postpartum was carried out on the 7th day after delivery where the condition of the mother and baby are healthy, there are complaints during the postpartum period but they can be resolved well so that no complications occur for the mother. In family planning care, the mother chooses to use contraceptive implants with the aim that the patient does not want her breast milk production to be disrupted if she uses contraception and wants to postpone having children because she already has enough children.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan perawatan yang berkesinambungan, perawatan bidan yang berkesinambungan dapat dinyatakan dalam bidan diakui sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab dan ankuntabel yang bekerja dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan dan periode postpartum. Bidan diharuskan memberikan pelayanan kebidanan yang continuity of care mulai dari ANC, INC, Asuhan BBL, asuhan postpartum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas. Angka Kematian Ibu di Indonesia dari data Profil Indonesia Tahun 2021 Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun. Pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebesar 4.627 kematian. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19 sebanyak 2.982 kasus, perdarahan sebanyak 1.330 kasus, dan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.077 kasus (Profil Kesehatan Indonesia, 2021). Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive yag artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 16 September 2023 sampai dengan 11 November 2023. Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny.A umur 30 tahun di PMB Ambarawati meliputi kehamilan dimulai dari usia kehamilan 32 minggu, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan Keluarga Berencana dengan pendekatan manajemen kebidanan menurut pendokumentasian menggunakan metode SOAP. Hasil dari kasus selama masa kehamilan tidak ditemukan keluhan yang abnormal yang terjadi pada pasien, persalinan yang dilakukan di rumah sakit disebabkan perdarahan yang terjadi pada pasien serta untuk mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi, asuhan bayi baru lahir dan nifas dilakukan pada hari ke-7 setelah persalinan dimana kondisi ibu dan bayi dalam keadaan yang sehat, terdapat keluhan pada masa nifas tetapi dapat teratasi dengan baik sehingga tidak terjadi komplikasi pada ibu. Asuhan keluarga berencana ibu memilih menggunakan kontrasepsi implant dengan tujuan pasien tidak mau jika menggunakan kontrasepsi produksi ASI nya terganggu dan ingin menunda punya anak karena anaknya sudah cukup.
Pendidikan Kesehatan Pijat Bayi dan Balita pada Kader Posyandu di Gang Aman RT. 22 Kelurahan Baru Tengah Kota Balikpapan Tahun 2023 Nur Fadillah Mulidah; Ninik Christiani; Oktapianti, Retno Sari; Nabila Tiara Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baby are a golden age in growth and development, so the Babies are a golden period of growth and development, so that the optimal quality of baby growth and development will become the basic capital of a nation. Babies can grow and develop well if their basic needs are met, namely care, love and nurturing. Sharpening needs are the need for early stimulation. Providing appropriate early stimulation will allows the formation of ethics and personality good, intelligence, independence, good skills and productivity. Massage therapy is one of the stimulation suggestions for insiders that was developed to stimulate the growth and development of babies and toddlers (Ellyzabeth Sukmawati, 2020). Baby massage is very important to support a child's growth and development and is better done regularly by parents/caregivers/people who have special training. Baby massage is done with a loving touch, allowing for communication with the baby. Baby massage with a touch of love can provide visual, auditory, language and visual stimulation. The aim of this community service is to provide complementary therapy for healthy baby massage to cadres through booklets distributed during counseling which will then be put into practice by the cadres. The method used is counseling. The conclusion obtained after this community service was that the pre-test results of respondents in the good knowledge category were 83.33%, the sufficient category was 16.67% and the post-test results were 100% of cadres in the good knowledge category. Apart from that, the skills of the posyandu cadres are also in the good category indicated by evaluation results with a value of >80   Abstrak Bayi adalah masa keemasan dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kualitas tumbuh kembang bayi yang optimal akan menjadi modal dasar suatu bangsa. Bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya terpenuhi, yaitu asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah adalah kebutuhan akan stimulasi dini. Pemberian     stimulasi     dini     yang     sesuai memungkinkan terbentuknya etika, kepribadian yang baik, kecerdasan, kemandirian, keterampilan dan produktivitas yang baik. Terapi pijat adalah salah satu saran stimulasi bagi orang dalam yang dikembangkan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita (Sukmawati, 2020). Pijat bayi sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak dan lebih baik dilakukan secara rutin oleh orang tua/pengasuh/orang yang mendapatkan pelatihan khusus. Pijat bayi yang dilakukan dengan sentuhan cinta, memungkinkan adanya komunikasi dengan bayi. Pijat bayi dengan sentuhan cinta dapat menjadi stimulasi visual, pendengaran, bahasa dan visual.Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan terapi komplementer pijat bayi sehat pada kader melalui media leaflet yang dibagikan saat penyuluhan kemudian akan dipraktikan oleh para kader. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Kesimpulan yang didapatkan setelah pengabdian masyarakat ini adalah hasil pre-test responden dalam kategori pengetahuan baik 83,33%, kategori cukup 16,67% dan hasil post-test 100% kader dalam kategori pengetahuan baik. Selain itu, keterampilan para    kader    posyandu   juga    dalam   kategori    baik ditunjukkan dengan hasil evaluasi dengan nilai >80
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. W Umur 34 Tahun di Puskesmas Orong Telu Kabupaten Sumbawa NTB Hanis Permayanti; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Istika Pringapus Clinic, Semarang Regency, Central Java and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "R" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even though in TM III the mother experienced edema in her right leg. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use implant birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "R" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penulis melakukan asuhan kebidanan secara continuity of care pada Ny.”W” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”W” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III ibu mengalami nyeri pinggang. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas 2 jam sampai kunjungan ke 3 ibu mengatakan tidak ada keluhan. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “W” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.