Ninik Christiani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Umur 27 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Mekar Sari Neni Sri Rahayu; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate is the main indicator for viewing the level of women's health and is one of the components of the development index and quality of life. One of the effort that can be made is Continuity of Care start from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning services that connect health needs, especially for women, and the personal circumstances of each individual. The purpose of this case study is give comprehensive midwifery care from pregnancy to family planning for Mrs. S 27 years old G2P1A0 at Mekar Sari Public Health Center. The method used is case study, the sampling use is pregnant woman in third trimester which is followed from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum, neonatus, and familly planing. Instruments used for data collection using the midwifery care format for pregnant women and SOAP method for progress data. Data collection techniques is interview, observation and checkup. Results of care for Mrs. S 27 years old G2P1A0 start from pregnancy for 2 times, childbirth period 1 to 4, newborn, postpartum, neonatus and the mother choose to used pil contraception especially breastfeeding mothers. The conclusion is comprehensive midwifery care for Mrs. S 27 years old start from pregnancy, childbith, newborn, postpartum neonatus and familly planing was normal without any complication.   Abstrak Angka Kematian Ibu menjadi indikator utama untuk melihat derajat kesehatan perempuan dan menjadi salah satu komponen indeks pembangunan dan kualitas hidup. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu yaitu asuhan kebidanan komprehensif  mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan khususnya pada perempuan dan keadaan pribadi setiap individu. Tujuan dari studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif dari masa kehamilan hingga keluarga berencana pada Ny. S umur 27 tahun G2P1A0 di Puskesmas Mekar Sari. Metode yg digunakan adalah studi kasus, sampel yg digunakan adalah ibu hamil trimester III yang diikuti dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dan metode SOAP untuk data perkembangan. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan pemeriksaan. Hasil asuhan yang diberikan pada Ny. S umur 27 tahun G2P1A0 mulai asuhan kehamilan sebanyak 2 kali kunjungan, persalinan kala I-1V, bayi baru lahir, nifas, neonatus dan ibu memilih untuk menggunakan kontrasepsi pil khusus ibu menyusui. Kesimpulan dalam asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan pada Ny. S umur 27 tahun G2P1A0 dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus dan keluarga berencana berlangsung normal tanpa ada komplikasi.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Tentang Akupresure untuk Mengurangi Disminore di RT 36 Kelurahan Klandasan Ilir Kota Balikpapan Kalimantan Timur Maria Arisphina Dewi; Meilina Novi Anita; Muhdia; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupressure is a traditional complementary therapy originating from China that can be used to minimize dysmenorrhea pain using the fingers by pressing on certain meridian points (acupuncture points). Dysmenorrhea (menstrual pain) is abdominal pain that comes from uterine cramps that occur during menstruation. The purpose of this community service is to teach acupressure therapy for dysmenorrhea pain that occurs in adolescent girls. The population in this study was 15 teenagers. Acupressure therapy is performed on the SP6 point massage (san yin jao) as many as 30 times of pressure, clockwise, performed on both sides of the body. The san yin jao point is located 3 cun above the malleolus internus, on the posterior edge of the tibia, the activity carried out is acupressure therapy assistance to overcome dysmenorrhea pain in adolescents. Before the counseling was held through the preparation stage process which was carried out by coordinating the midwife, coordinating with the head of the adolescent study group in RT 36, Klandasan Ilir Village. The implementation will be carried out in RT 36 on November 2, 2024 with a total of 15 adolescents.   Abstrak Akupresur adalah terapi komplementer tradisional yang berasal dari Tiongkok yang dapat digunakan untuk meminimalisir nyeri dismenore menggunakan jari tangan dengan cara penekanan pada titik meridian tertentu (titik akupunktur). Disminore (nyeri haid) adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang terjadi selama haid. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengajarkan terapi akupresur terhadap nyeri disminore yang terjadi pada remaja putri. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja sebanyak 15 orang. Terapi akupresur dilakukan pada pijat titik SP6 (san yin jao) sebanyak 30 kali penekanan, searah jarum jam, dilakukan di kedua sisi tubuh. Titik san yin jao terletak 3 cun di atas malleolus internus, di tepi posterior tibia, kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan terapi akupresur untuk mengatasi nyeri disminore pada remaja. Sebelum di adakan penyuluhan melalui proses Tahap persiapan yang dilakukan dengan mengkoordinasi bidan, koordinasi dengan ketua pengajian remaja di RT 36 Kelurahan Klandasan Ilir. Pelaksanaan yang akan dilakukan di RT 36  pada tanggal 2 November 2024 dengan jumlah remaja sebanyak 15 remaja.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja di RT 09 Desa Sumi Kecematan Lambu Kabupaten Bima Suryani, Lilis; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupressure is one of the medical therapies or a healthy way with the act of massaging or pressing the fingers on the surface of the skin, where the massage or pressure will reduce tension, improve blood circulation and stimulate the body's energy strength to heal or nourish (Anisa, et al, 2022). Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is not based on the pathological condition of certain diseases (Patricia, 2021).  Community midwifery basic care includes prevention, early detection for referrals, emergency, maternal and neonatal care, first aid to diseases, mild treatment, care for chronic conditions, and health education. This community service activity aims to teach acupressure techniques in overcoming dysmenorrhea pain in adolescent girls. In this study, the population involved consisted of 20 adolescents. Acupressure therapy is performed by pressing the SP6 point (san yin jao) 30 times in a clockwise direction, performed on both sides of the body. The point of san yin jao is located 3 cun above the malleolus internus, on the posterior edge of the tibia. This activity includes acupressure therapy assistance to help reduce dysmenorrhea pain in adolescents. Before the counseling was carried out, the preparation stage was carried out by coordinating with the midwife and the head of the youth recitation in RT 09, Sumi Village, Lambu District. The implementation of the activity is scheduled at the Sumi Village office on October 19, 2024, with the participation of 20 teenagers.   Abstrak Akupresur merupakan salah satu terapi pengobatan atau cara sehat dengan tindakan pemijatan atau penekanan jari di permukaan kulit, di mana pemijatan atau penekanan tersebut akan mengurangi ketegangan, meningkatkan peredaran darah dan merangsang kekuatan energi tubuh untuk menyembuhkan atau menyehatkan (Anisa, dkk, 2022). Dismenore primer merupakan nyeri haid yang tidak didasari kondisi patologis penyakit tertentu (Patricia, 2021). Asuhan mendasar kebidanan komunitas mencakup pencegahan, deteksi dini untuk rujukan, asuhan kegawatdaruratan, maternal dan neonatal, pertolongan pertama pada penyakit, pengobatan ringan, asuhan pada kondisi kronik, dan pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan teknik akupresur dalam mengatasi nyeri dismenore pada remaja putri. Dalam penelitian ini, populasi yang terlibat terdiri dari 20 remaja. Terapi akupresur dilakukan dengan menekan titik SP6 (san yin jao) sebanyak 30 kali dengan arah searah jarum jam, dilakukan di kedua sisi tubuh. Titik san yin jao terletak 3 cun di atas malleolus internus, di tepi belakang tibia. Kegiatan ini meliputi pendampingan terapi akupresur untuk membantu mengurangi nyeri dismenore pada remaja. Sebelum penyuluhan dilaksanakan, tahap persiapan dilakukan dengan mengkoordinasikan dengan bidan dan ketua pengajian remaja di RT 09, Desa Sumi, kecematan Lambu. Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan di kantor Desa Sumi pada tanggal 19 Oktober 2024, dengan partisipasi sebanyak 20 remaja.
Soft Prenatal Yoga untuk Mengatasi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Suruh Reni Setiawati; Laeli Fauziyah; Lia Indah Fil Mina; Nurida Dyah Andarini; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back pain is a common discomfort experienced by pregnant women, especially during the third trimester of pregnancy. This condition arises due to significant physical changes, such as uterine enlargement and shifts in the body’s center of gravity, which can affect daily activities and overall quality of life. Non-pharmacological interventions, such as prenatal yoga, offer an effective approach to managing back pain during pregnancy. This community service program aims to educate and train third-trimester pregnant women on prenatal yoga as a method to alleviate back pain. The program was conducted in Medayu Village, under the supervision of Puskesmas Suruh, Semarang Regency, involving 20 participants from a pregnancy class. The methods included lectures, discussions, and demonstrations of yoga movements. Participants learned simple yoga techniques focusing on strengthening pelvic muscles, breathing exercises, and relaxation methods. The program results showed increased participant understanding of the benefits of yoga, with most pregnant women successfully practicing the movements independently. Reported benefits included reduced back pain intensity, improved sleep quality, and enhanced confidence in facing childbirth. This program highlights prenatal yoga as an effective and practical intervention to improve maternal well-being during pregnancy. It is hoped that this initiative can serve as a model for similar programs in other regions. Future recommendations include expanding the program’s reach and involving families and healthcare professionals to ensure sustainable yoga practices during pregnancy.   Abstrak Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan fisik yang signifikan, seperti pembesaran uterus dan pergeseran pusat gravitasi tubuh, yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup ibu hamil. Penanganan nyeri punggung dapat dilakukan dengan pendekatan non-farmakologis, salah satunya melalui senam prenatal yoga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu hamil trimester ketiga tentang senam yoga sebagai upaya mengurangi nyeri punggung. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Medayu, wilayah kerja Puskesmas Suruh, Kabupaten Semarang, melibatkan 20 peserta yang tergabung dalam kelas ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi gerakan yoga. Peserta diajarkan teknik-teknik yoga sederhana yang menekankan pada penguatan otot panggul, pelatihan pernapasan, dan relaksasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat yoga, dengan sebagian besar ibu hamil mampu melakukan gerakan yoga secara mandiri. Manfaat yang dirasakan meliputi penurunan intensitas nyeri punggung, peningkatan kualitas tidur, serta peningkatan rasa percaya diri menjelang persalinan. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi sederhana yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil. Ke depannya, perlu dilakukan pengembangan program yang lebih luas dengan pelibatan keluarga dan tenaga kesehatan untuk mendukung keberlanjutan aktivitas yoga pada masa kehamilan.
Pengaruh Inhalasi Pepermint terhadap ISPA pada Balita: The Effect of Peppermint Inhalation on ISPA in Toddlers Pratiwi, Wilda; Christiani, Ninik
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.586

Abstract

ARI (Acute Respiratory Tract Infection) is an acute infectious disease that can attack one or more of the respiratory tract. ARI that are commonly felt in children are coughing, shortness of breath, flu, decreased appetite or fever. One alternative treatment to of ARI is simple peppermint inhalation therapy. The results of a preliminary study conducted in the work area of the Tengaran Community Health Center, Semarang Regency, in 2021 there were 187 people with a prevalence aged 1-5 years, 11 people were found, in 2022 there were 173 people with a prevalence of 1-5 years old, 15 people were found, whereas in 2023 There were 126 with a prevalence of 1-5 years old, 14 people were found. This research is quantitative using a quasi- experiment with a one group pretest-posttest design. The population in this study were toddlers experiencing ISPA in December-January 2024 there were 24 ISPA toddlers with research instruments using checklist sheets. Used univariate and bivariate analysis and the Wilcoxon Rank test statistical test. That there was a significant effect between before and after being given simple peppermint steam inhalation therapy in patients with ARI disorders with a p-value of 0.000 or less than 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. There is an effect between peppermint inhalation and ARI in toddlers in the working area of the Tengaran Public Health Center, Semarang Regency.   ABSTRAK ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang salah satu atau lebih dari saluran pernapasan. Tanda dan gejala ISPA adalah batuk, sesak napas, flu, nafsu makan menurun ataupun demam. Salah satu pengobatan alternatif ISPA yaitu terapi inhalasi sederhana peppermint. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang, pada tahun 2021 didapatkan sebanyak 187 orang prevelensi usia 1-5 tahun didapatkan 11 orang, pada tahun 2022 terdapat 173 orang dengan prevalensi usia 1-5 tahun didapatkan 15 orang, sedangkan pada tahun 2023 penderita ISPA sebanyak 126 orang dengan prevalensi usia 1-5 tahun didapatkan 14 orang.  Penelitian ini adalah kuantitatif Quasi eksperimen dengan desain one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah balita mengalami ISPA dan yang datang pada bulan Desember-Januari 2024 berjumlah 24 balita. Instrument penelitian menggunakan lembar Cheklist. Analisis data mengunakan analisis univariat dan bivariat dan uji statistik Wilcoxon Rank test. Ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi inhalasi uap sederhana peppermint pada pasien dengan gangguan ISPA dengan p-value 0.000 atau kurang dari 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada pengaruh antara inhalasi peppermint dengan ISPA pada balita diwilayah kerja puskesmas Tengaran, Kabupaten Semarang.
Edukasi Pijat Oksitosin Sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Postpartum di RSU Puri Asih Salatiga Ana Zully Astuti; Ryan Nabela Maharani; Vistra Veftisia; Ninik Christiani; Rinda Murtiningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxytocin massage is one of the non-pharmacological methods that has been proven effective in stimulating breast milk production through stimulation of oxytocin and prolactin hormones. This study aims to determine the level of knowledge of breastfeeding mothers about oxytocin massage before and after education. The research design used was community service with a one group pretest-posttest approach. A total of 15 respondents of breastfeeding mothers were involved in this study. The results showed that before education, most respondents did not understand the concept, duration, frequency, and technique of oxytocin massage correctly, with a low percentage of correct answers, especially in technical aspects. After education was provided, there was a significant increase in knowledge on all aspects of the question. The conclusion of this study is that education has an important role in improving breastfeeding mothers' knowledge about oxytocin massage. It is recommended that this education is conducted routinely and involves the role of family and health workers to support successful breastfeeding.   Abstrak Pijat oksitosin merupakan salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dalam merangsang produksi air susu ibu (ASI) melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 15 responden ibu menyusui dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar responden belum memahami secara tepat konsep, durasi, frekuensi, serta teknik pijat oksitosin, dengan persentase jawaban benar masih rendah, terutama pada aspek teknis. Setelah edukasi diberikan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek pertanyaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin. Disarankan agar edukasi ini dilakukan secara rutin dan melibatkan peran keluarga serta tenaga kesehatan guna mendukung keberhasilan menyusui.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.S Usia 19 Tahun G3P2A0 di PKM Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Windu Lestari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During pregnancy, childbirth, newborns, postpartum period to the use of contraception, women will experience various health problems. In order for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum period and the use of contraception to run normally, good health services are needed through continuous care (continuity of care). The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with documentation using the SOAP method. The case study was conducted on Mrs. S G3P2A0 in December 2024 to March 2025, the data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnancy was given counseling on pregnancy danger signs, the mother gave birth by Caesarean Section at 37 weeks of pregnancy at Kariadi Hospital. Neonatal visits were conducted 1 time with normal results. Postpartum visits 2 times with normal results. The mother chose to use Implant KB. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of the mother and fetus.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas hingga penggunaan kontrasepsi, wanita akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Supaya kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas serta penggunaan KB berjalan normal diperlukan pelayanan kesehatan yang baik melalui Asuhan yang berkesinambungan (continuity of care). Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Pendokumentasian dengan metode SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny.S G3P2A0 pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025 metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif kehamilan diberikan konseling tanda bahaya kehamilan, Ibu bersalin secara Seksio Sesarea pada umur kehamilan 37 minggu di RS Kariadi. Kunjungan neonatal dilakukan 1 kali hasil normal. Nifas 2 kali kunjungan hasil normal. Ibu memilih untuk ber KB Implant. Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Continuity of Care (COC) pada Ny L Umur 35 Tahun G2P1A0 di PMB Isnaningsih Ryan Nabela Maha Rani; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care) is the provision of midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate until deciding to use family planning. This aims to help monitor and detect the possibility of complications that accompany each mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. The method of midwifery care at PMB Isnaningsih and through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care provided to Mrs. "L" lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 1 delivery, 2 postpartum, 2 neonates, and 1 family planning. In Mrs. "L" the pregnancy process went physiologically without any problems or complications although in TM II the mother experienced back pain. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications and management had been carried out according to the 60 APN steps. In midwifery care during the postpartum period, it was normal and smooth. In providing midwifery care for family planning, the mother has been given counseling and decided to use Injectable Family Planning. Continuous midwifery care (continuity of care) that has been carried out on Mrs. "L" during pregnancy, childbirth, postpartum period, newborns, and family planning, the examination results were within normal limits and there were no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan mendeteksi adanya Kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertaisetiap ibu dan bayi dari masa kemamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di PMB Isnaningsih dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”L” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali,serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”L” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami nyeri punggung. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “L” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan. 
Meningkatkan Fleksibilitas Anak Melalui Yoga Kids di PAUD X Iga Rosi Retnawati; Nita Aprilia Devantiyogi; Della Imianuel Resnia Pappang; Nurul Deviana; Nurul Indah Sari; Risma Asmarani; Ida Sofiyanti; Ninik Christiani; Eti Salafas; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During this period, children can develop their curiosity and be able to speak well.( Sue C. Ladner, 2011) This service activity is carried out in several stages, namely stage 1 Permission to the school to hold yoga activities for children and determining the implementation time. Phase 2 is the implementation of yoga activities on children using leaflets and also an orange fruit for meditation media which is carried out on Monday, June 2, 2025 at 08.00 - with the completion in the Paud classroom, this activity was attended by 15 children. Stage 3 is a testimonial from the teacher and the child after doing the child's yoga activities together. This community service activity can bring a good effect for students in paud ngudi rahayu Bergas lor Village in the eastern krajan neighborhood of Semarang Regency, seen from the testimonies that have been done, the children feel happy and full of enthusiasm to do yoga. Yoga that has been done is an early stage yoga that concentrates on physical and mental processing so that it can be useful in increasing learning concentration. Yoga practice is expected to be carried out 1-2 times a week taught in the school by the teacher so that the child's concentration increases. Through yoga, children can be more creative, active and skilled so that they can increase their intelligence.   Abstrak Anak usia prasekolah merupakan anak yang berumur 3-6 tahun dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik yang menjadi lambat dan pertumbuhan psikososial dan kognitif akan mengalami kenaikan. Periode ini anak dapat mengembangkan rasa ingin tahunya serta mampu berbicara dengan baik. (Sofiyanti & Setyowati, 2023) Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap 1 Perizinan kepada pihak sekolah untuk diadakan kegiatan yoga pada anak dan penentuan waktu pelaksanaan. Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan yoga pada anak dengan menggunakan leaflet dan juga sebuah buah jeruk untuk media meditasi yang dilakukan pada hari Senin 2 Juni 2025 jam 08.00 sampai dengan selesai di ruang kelas Paud, kegiatan ini diikuti 15 anak. Tahap 3 yaitu testimoni dari guru dan anak setelah melakukan kegiatan yoga anak secara bersama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membawa efek yang baik bagi siswa di Paud Ngudi Rahayu desa bergas lor lingkungan krajan timur Kabupaten Semarang dilihat dari testimoni yang telah dilakukan anak- anak merasa senang dan penuh semangat melaksanakan yoga. Yoga yang telah dilakukan merupakan yoga tahapan awal yang berkonsentrasi pada olah fisik dan pikiran sehingga dapat berguna dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Praktik yoga diharapkan di harapkan dapat dilaksanakan 1-2 kali seminggu diajarkan di Paud X oleh guru agar konsentrasi anak meningkat. Melalui yoga anak dapat lebih  kreatif,  aktif  dan  terampil  sehingga  dapat meningkatkan kecerdasan anak.           
Asuhan Kebidanan Conitinuity of Care pada Ny. K Umur 35 Tahun G3P2A0 di Desa Watuagung Kecamatan Tuntang Kab.Semarang Munawaroh; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate in Central Java Province in 2019 was 76.6 per 100,000 live births. The K4 coverage achievement for Central Java Province in 2019 was 94.74%. The K4 coverage achievement in Semarang Regency covers 91.7% (Central Java Provincial Health Office, 2020). The infant mortality rate in Central Java Province in 2020 was 7.8 per 1,000 live births. 25.0% of infant deaths in Central Java Province in 2020 were due to LBW, 41.0% from other causes, 16.7% asphyxia, 9.4% congenital abnormalities, 3.3% pneumonia, 2.2% diarrhea, 1.6% sepsis, 0.5% gastrointestinal disorders and 0.3% neurological disorders (Central Java Provincial Health Office, 2020). In order to accelerate the achievement of the target of reducing maternal mortality and infant mortality, Indonesia has a program that focuses on continuous midwifery services (Continuity of Care). Continuity of care in Indonesian can be interpreted as continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonate care and quality family planning services which, if implemented completely, are proven to have high leverage in reducing mortality and morbidity rates as planned by the government (Diana, 2017) This research uses a case study design to comprehensively evaluate midwifery care for Mrs. K, a 35 year old mother. Implementation of care includes pregnancy, childbirth, newborns, postpartum period, and family planning. Data was collected through interviews, observation, physical examination and documentation using Varney and SOAP approaches. The study results showed that midwifery care for Mrs. K is in accordance with the theory without any gaps found. ANC visits were carried out 8 times according to standards. The delivery went normally, with the baby being born healthy and management according to the 60 steps of APN. The postpartum period and newborn visits went smoothly without complications. Patients use MOW contraception after discussing it with their partner. Continuity of Care for Mrs. K has been implemented optimally. Implementation of comprehensive midwifery care according to theory contributes to the prevention of complications and supports the health of mothers and babies.   Abstrak Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 adalah 76,6 per 100.000 kelahiran hidup. Capaian cakupan K4 Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 adalah 94,74 %. Capaian cakupan K4 di Kabupaten Semarang mencakup 91,7% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2020). Angka Kematian Bayi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 sebesar 7,8 per 1.000 kelahiran hidup. Sebesar 25,0 % kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 disebabkan karena BBLR, sebab lain 41,0%, asfiksia 16,7%, kelainan bawaan 9,4%, pneumonia 3,3%, diare 2,2%, sepsis 1,6%, kelainan saluran cerna 0,5%, dan kelainan syaraf 0,3% (Dinkes Provinsi Jateng, 2020). Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Continuity of care dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan postpartum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang sudah direncanakan oleh pemerintah (Diana, 2017). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus untuk mengevaluasi asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. K, seorang ibu berusia 35 tahun. Pelaksanaan asuhan meliputi kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan pendekatan secara varney dan SOAP. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan pada Ny. K sesuai dengan teori tanpa ditemukan kesenjangan. Kunjungan ANC dilakukan sebanyak 8 kali sesuai standar. Persalinan berjalan normal, dengan bayi lahir sehat dan penatalaksanaan sesuai 60 langkah APN. Masa nifas dan kunjungan bayi baru lahir berjalan lancar tanpa komplikasi. Pasien menggunaan kontrasepsi MOW setelah berdiskusi dengan pasangan. Continuity of Care pada Ny. K telah diterapkan secara optimal. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif sesuai teori berkontribusi pada pencegahan komplikasi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi.