Ninik Christiani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “N” Usia 17 Tahun dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Agustin, Neli; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition of pregnant women who experience long-term (chronic) malnutrition and is characterized by a pregnant woman's upper arm circumference <23.5 cm. CED can interfere with fetal growth and development, namely physical growth (stunting), brain and metabolism which causes infectious diseases in adulthood. Efforts to overcome CED in pregnant women can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. N in a comprehensive and continuous manner starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted from December 2024 to March 2025. From the results of pregnancy care, the mother said she had back pain, Lila 22.5 cm, was given nutritional education, PMT and prenatal yoga. The delivery process was normal with APN and complementary care. Postpartum care Mrs. N complained of low breast milk production and was given oxytocin massage care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given 1 mg vitamin K care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. N used the 3-month injection family planning method.   Abstrak Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan  keadaan ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama (menahun) dan ditandai dengan ukuranlingkar lengan atas ibu hamil <23,5 cm  KEK dapat mengganggu tumbuh kembang janin yaitu pertumbuhan fisik (stunting), otak dan metabolisme yang menyebabkanpenyakit menular di usia dewasa. Kegiatan upaya untuk mengatasi KEK pada ibu hamil dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. N secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 sampai Maret 2025 . Dari hasil pemberian asuhan kehamilan, ibu mengatakan mengalami nyeri punggung, Lila 22,5 cm, diberikan asuhan edukasi pola nutrisi, PMT dan yoga prenatal. Proses persalinan secara normal dengan asuhan APN dan komplementer. Asuhan nifas Ny. N mengeluh produksi asi sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny.N menggunakan metode KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan pada Ny. D Usia 30 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 20 Minggu di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Tarmi; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain essential indicators of a nation’s health status. In Indonesia, the MMR in 2022 was recorded at 207 per 100,000 live births, still above the Strategic Plan target of 190 per 100,000 live births. The leading causes of maternal death include hemorrhage, preeclampsia/eclampsia, infection, prolonged labor, and postpartum complications, while infant mortality is primarily caused by prematurity, asphyxia, infection, and congenital abnormalities. Efforts to reduce MMR and IMR are carried out through the Safe Motherhood program and the implementation of Continuity of Care (CoC), which provides comprehensive and continuous midwifery services from pregnancy, childbirth, postpartum care, newborn care, and family planning. This comprehensive care aims to detect risks early, prevent complications, and improve maternal and neonatal health outcomes. This study used a descriptive case study approach involving Mrs. D, a 30-year-old woman, G3P2A0, who received comprehensive midwifery care at Kaliwungu Health Center. The care provided included antenatal care during the second and third trimesters, labor monitoring using the 60 essential steps of APN, postpartum care, newborn care, and family planning services. Complementary care such as prenatal yoga education and oxytocin massage was also provided according to the client's needs. The pregnancy, labor, postpartum period, newborn care, and family planning services all proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated a good understanding of pregnancy danger signs, childbirth preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. The oxytocin massage contributed to increased breast milk production, and the newborn showed good adaptation. The mother successfully chose an appropriate postpartum contraceptive method after counseling. Conclusion: The implementation of comprehensive Continuity of Care (CoC) midwifery services was effective in early risk identification, enhancing maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health outcomes. Complementary care, such as oxytocin massage, provided additional benefits by improving breastfeeding outcomes and maternal comfort. The implementation of CoC should continue as a key strategy in reducing MMR and IMR, and improving the quality of midwifery services in Indonesia.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama dalam menilai kualitas kesehatan suatu negara. Di Indonesia, AKI pada tahun 2022 tercatat sebesar 207 per 100.000 kelahiran hidup, yang masih melebihi target Renstra sebesar 190 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu meliputi perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, partus lama, dan komplikasi nifas, sedangkan kematian bayi umumnya disebabkan oleh prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood dan penerapan Continuity of Care (CoC), yang menyediakan pelayanan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk mendeteksi risiko dini, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif yang melibatkan Ny. D, seorang ibu berusia 30 tahun, G3P2A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Kaliwungu. Asuhan yang diberikan mencakup pemeriksaan antenatal pada trimester II dan III, pemantauan persalinan menggunakan 60 langkah APN, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, serta pelayanan keluarga berencana. Selain itu, asuhan komplementer seperti edukasi prenatal yoga dan pijat oksitosin juga diberikan untuk meningkatkan kenyamanan dan hasil kesehatan ibu dan bayi. Hasil: Seluruh proses kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memiliki pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan perawatan bayi. Pijat oksitosin yang diberikan terbukti meningkatkan produksi ASI ibu, dan bayi menunjukkan adaptasi yang baik. Ibu juga berhasil memilih metode kontrasepsi KB suntik setelah mendapatkan konseling yang memadai. Penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care (CoC) secara komprehensif efektif dalam mendeteksi risiko dini, meningkatkan pengetahuan ibu, dan mendukung kesehatan maternal serta neonatal. Asuhan komplementer seperti pijat oksitosin memberikan manfaat tambahan dengan meningkatkan kenyamanan ibu dan produksi ASI. Oleh karena itu, implementasi CoC harus terus diperkuat untuk mencapai penurunan AKI dan AKB, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di Indonesia. 
Pemberdayaan Remaja, Ibu Hamil dan Balita Melalui Asuhan Kebidanan Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Status Kesehatan Masyarakat Farida Fatimatuz Zahro; Zulika Lukita Sari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community midwifery is one of the efforts undertaken to solve health problems in the scope of mothers, infants, children and adolescents within the family and community. Community midwifery care is a series of midwifery services provided to individuals, families, and groups in the community to improve the health of mothers and children (newborns, toddlers and adolescents), prevent disease, and provide comprehensive care from pregnancy to family planning. Meanwhile, community midwifery practice is an effort undertaken to solve health problems of mothers and toddlers by involving families as partners in the planning, implementation and evaluation of midwifery services, and ensuring the affordability of health services needed by families in the community. In its implementation, community midwifery practice activities can stimulate community participation, so that the community can address their health problems and find alternative solutions together with students. The implementation method used in this community service is health counseling provided to three target groups: adolescents, toddlers and pregnant women. However, the priority issues at the Warasari 3 Integrated Health Post (Posyandu) in Leyangan Village, Semarang Regency, are a lack of knowledge about healthy lifestyles, anemia in adolescents, and non-pharmacological management to reduce dysmenorrhea. The outreach program was held on November 1, 2025, and was attended by 12 adolescents. After this community activity was carried out, there was an increase in knowledge and skills in the community, especially teenagers, regarding healthy lifestyles, anemia in teenagers, yoga and acupressure to reduce dysmenorrhea..   Abstrak Kebidanan komunitas adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap suatu masalah kesehatan di ruang lingkup ibu, bayi, anak dan remaja di dalam keluarga dan masyarakat. Asuhan kebidanan komunitas merupakan serangkaian pelayanan kebidanan yang diberikan kepada individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (bayi baru lahir, balita dan remaja), mencegah penyakit, serta memberikan perawatan komprehensif mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Sedangkan praktik kebidanan komunitas adalah upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan balita dengan melibatkan keluarga sebagai mitra perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kebidanan, serta menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dalam keluarga di masyarakat. Pada pelaksanaannya, kegiatan praktik kebidanan komunitas dapat membangkitkan peran serta masyarakat, sehingga masyarakat dapat menangani masalah kesehatannya dan mencari alternatif pemecahan masalah bersama mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan yang diberikan pada 3 kelompok sasaran yaitu remaja, balita dan ibu hamil. Namun prioritas masalah di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan Kabupaten Semarang yakni kurangnya pengetahuan tentang pola hidup sehat, anemia pada remaja dan tatalaksana non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi (dismenore). Pelaksanaan pada 1 November 2025. Peserta kegiatan penyuluhan ini berjumlah 12 remaja. Setelah kegiatan komunitas ini dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan di masyarakat, khususnya remaja, mengenai pola hidup sehat, anemia pada remaja, yoga dan akupresur untuk mengurangi dismenore.
Prenatal Yoga untuk Mengurangi Nyeri Pinggang pada Ibu Hamil Trimester III Febriana Dewi, Riski; Shofia Luthfiyati Annisa, Siti; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy in the third trimester is characterized by significant physiological and anatomical changes that may lead to musculoskeletal discomfort, particularly lower back pain. This condition is commonly experienced by pregnant women due to postural changes, increased body weight, and hormonal influences such as relaxin, which affects joint and ligament stability. Lower back pain during pregnancy can reduce mobility, disrupt sleep, increase stress levels, and negatively impact the overall quality of life of pregnant women. Therefore, effective and safe non-pharmacological interventions are needed to address this issue. This community service program aimed to reduce lower back pain and improve knowledge among third-trimester pregnant women through the implementation of prenatal yoga at Klinik Sehat Sidamukti, Sidamukti Village, Patimuan District. The intervention consisted of health education regarding the causes and impacts of lower back pain during pregnancy, followed by guided prenatal yoga sessions focusing on stretching, breathing techniques, and relaxation. The activity involved ten third-trimester pregnant women and was conducted through several stages, including preparation, implementation, evaluation, and follow-up. Pain intensity was measured using a pain scale before and after the intervention, while participants’ knowledge was assessed through pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant decrease in lower back pain intensity after the intervention. Prior to prenatal yoga, all participants experienced moderate to severe pain. Following the intervention, all participants reported mild pain levels. Additionally, participants’ knowledge regarding prenatal yoga improved from 89.5% in the pre-test to 100% in the post-test. These findings indicate that prenatal yoga is an effective non-pharmacological intervention to reduce lower back pain and enhance knowledge among pregnant women in their third trimester. Integrating prenatal yoga into routine antenatal care is recommended to promote maternal comfort and well-being.   Abstrak Kehamilan trimester ketiga merupakan periode yang ditandai dengan peningkatan pertumbuhan janin dan perubahan fisiologis yang signifikan pada tubuh ibu. Perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, serta pengaruh hormon relaksin sering menimbulkan keluhan muskuloskeletal, terutama nyeri pinggang bawah. Nyeri pinggang merupakan salah satu keluhan paling umum pada ibu hamil trimester III dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, gangguan tidur, keterbatasan aktivitas, serta meningkatnya stres dan kecemasan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan untuk mengurangi keluhan tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah prenatal yoga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pinggang serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III melalui penerapan prenatal yoga di Klinik Sehat Sidamukti, Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan mengenai nyeri pinggang pada kehamilan, praktik prenatal yoga yang dipandu oleh tenaga kesehatan, serta evaluasi menggunakan pengukuran skala nyeri dan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Peserta kegiatan berjumlah 10 ibu hamil trimester III. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pinggang yang signifikan. Sebelum intervensi, seluruh peserta berada pada kategori nyeri sedang hingga berat, sedangkan setelah intervensi, seluruh peserta mengalami nyeri ringan. Selain itu, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat dan penerapan prenatal yoga juga mengalami peningkatan, dari 89,5% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Kesimpulannya, prenatal yoga efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri pinggang sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Kegiatan ini diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. PSB G1P0A0 dengan Ketuban Pecah Dini di RSU Banyumanik 2 Semarang Zulika Lukita Sari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) in midwifery is a continuous and integrated health service, particularly in midwifery care, which ensures patients receive comprehensive and integrated care from early pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning programs. Providing continuous midwifery care (CoC) aims to build a trusting relationship between patients and healthcare professionals, allowing optimal monitoring of patients' conditions, early detection of problems and complications, improving well-being, and reducing maternal and infant mortality rates. This study used a case study method with a midwifery management approach and documented the care in the form of SOAP (Subjective, Objective, Analysis, Management). Data were collected through interviews, physical examinations, and observations in monitoring the development of the condition of the mother and baby. This study began from May 16, 2025 to November 19, 2025. Midwifery care provided to Mrs. PSB from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 10 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 3 neonatal visits. In the second trimester of pregnancy there were no complaints during ANC visits, while during the third trimester ANC visits complained of back pain. To address these complaints, acupressure therapy was administered. During labor, Mrs. PSB experienced premature rupture of membranes, uterine inertia, and labor pain, so she was given antibiotics, uterotonics, and complementary therapies (acupressure and counter pressure). After 7 hours of in-partum observation, the baby was born vaginally. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, vaginal discharge was within normal limits, there was a second-degree perineal tear, and breast milk was released. The newborn's anthropometric examination results were within normal limits. Mrs. PSB decided to use condoms and the lactational amenorrhea method as contraception. Abstrak Continuity of Care (CoC) dalam kebidanan adalah pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan terintegrasi, terutama dalam asuhan kebidanan, yang memastikan pasien menerima perawatan yang komprehensif dan terpadu mulai dari awal kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga program keluarga berencana. Pemberian asuhan kebidanan yang berkelanjutan (CoC) bertujuan untuk membangun hubungan yang terpercaya antara pasien dan tenaga kesehatan, sehingga dapat memantau kondisi pasien secara optimal, mendeteksi masalah dan komplikasi sedini mungkin, meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan mendokumentasikan asuhan tersebut dalam bentuk SOAP (Subjektif, Objektif, Analisis, Penatalaksanaan). Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi dalam memantau perkembangan kondisi ibu dan bayi. Penelitian ini dimulai sejak 16 Mei 2025 sampai dengan 19 November 2025. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. PSB sejak dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai dengan KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 10 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Pada kehamilan trimester II tidak ada keluhan saat kunjungan ANC, sedangkan pada kunjungan ANC trimester III mengeluh nyeri punggung. Untuk menangani keluhan tersebut, maka diberikan terapi akupresur. Pada proses persalinan Ny. PSB mengalami ketuban pecah dini, inersia uteri, dan nyeri persalinan sehingga diberikan antibiotik, uterotonika dan terapi komplementer (akupresur dan counter pressure). Setelah dilakukan observasi inpartu selama 7 jam, bayi lahir pervaginam. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, pengeluaran pervaginam dalam batas normal, robekan perineum derajat 2 dan ASI sudah keluar. Pada bayi baru lahir, hasil pemeriksaan antropometri dalam batas normal. Ny. PSB memutuskan menggunakan kontrasepsi kondom dan metode amenore laktasi.
Co-Authors Abuk, Etilia Agustin, Neli Ana Zully Astuti Anisya Nur Maheswara Ari Andayani Ari Andayani Ari Andayani Arifatun Efendi Ashari, Ayu Bela Putri Karisma bellatika, sitasalsha Cahyaningrum Chichik Nirmasari Clara Lawra Della Imianuel Resnia Pappang Dewi Sapitri Dewi Setiyani Dewi, Ratih Sukma efendi, arifatun Eti Salafas Eva Putrianingsihi Farida Fatimatuz Zahro Febriana Dewi, Riski Hanis Permayanti Hastuti, Septyana Wachyu Heni Setyowati Hidayati, Anis Husnul Hotimah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iga Rosi Retnawati Isni Anggraeni Hidayah Jumiyati Kusbiyanti Kusuma Intan Laeli Fauziyah Lia Indah Fil Mina Lilis Suryani Maria Arisphina Dewi Maselkossu, Kharista Welhelmina Meilina Novi Anita Milatul Amaniyah Moneca Diah Listiyaningsih Muhdia Munawaroh Nabila Tiara Putri Neni Sri Rahayu Nirmasari, Chichik Nita Aprilia Devantiyogi Nur Fadillah Mulidah Nurida Dyah Andarini Nurul Deviana Nurul Indah Sari Oktapianti, Retno Sari Oktaviani Lilis Pertiwi, Saskia Inggar PRATIWI, WILDA Putri Darwati Putri Puspita sari Putri, Shinta Dewi Kandilo putri, yulinda yasa Reni Setiawati Rinda Murtiningsih Rini Susanti Rini Susanti Risma Asmarani Ryan Nabela Maha Rani Ryan Nabela Maharani sapitri, dewi Sari, Herlina Sari, Islami Rantika Shinta Dewi Kandilo Putri Shofia Luthfiyati Annisa, Siti Sofiyanti, Ida Sri Wahyuni Sugiarti, Lis Sutirah Warnoto Tarmi Uswatun Hasanah Veftisia, Vistra Vera Septiani Wanawati, Ilya Windu Lestari Yola Sartika Yulia Nur Khayati Yuliarta, Marliana Zulika Lukita Sari