Ninik Christiani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Pijat Batuk Pilek pada Balita di Desa Morangan Kecamatan Suruh Pertiwi, Saskia Inggar; Dewi Setiyani; Ninik Christiani; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children and toddlers are a group of people who are more susceptible to coughs and colds. This is caused by the weak immune system of children and toddlers. A typical toddler in Indonesia is estimated to have cough and cold symptoms 3 to 6 times per year, which on average consists of 3 to 6 episodes. Children are more susceptible to coughs and colds that develop into pneumonia, which is promoted by unclean environmental conditions and excessive air pollution. (Purnama, 2018). additional therapy that can relieve coughs and colds. Infant and toddler massage can increase a child's weight, accelerate neuromotor development, improve emotional relationships, and reduce the rate of nosocomial infections (Kulkarni et al., 2010). The target in this activity is mothers who have toddlers, a sample of 21 toddlers. The media used in this community service are power point and video. The results of the experimental group analysis using the T test with the results of knowledge based on age being 0.754 and knowledge based on education being 0.003, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and mother's age and there is a relationship between knowledge based on education level. The results of the experimental group analysis using the T test with the results of knowledge based on age being 0.754 and knowledge based on education being 0.003, it can be concluded that there is no relationship between knowledge and mother's age and there is a relationship between knowledge based on education level. there is a significant difference after the pre-test and post-test, namely there is an increase in the mother's knowledge and skills regarding the benefits of massage for coughs and colds.   Abstrak Anak-anak dan balita adalah sekelompok orang yang lebih rentan terhadap batuk pilek. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh anak-anak dan balita yang masih lemah. Balita tipikal di Indonesia diperkirakan memiliki gejala batuk pilek 3 hingga 6 kali per tahun, yang rata-rata terdiri dari 3 hingga 6 episode. Anak-anak lebih rentan terhadap batuk pilek yang berkembang menjadi pneumonia, yang dipromosikan oleh kondisi lingkungan yang tidak bersih dan polusi udara yang berlebihan. (Purnama, 2018). Terapi tambahan yang dapat meringankan batuk pilek. Pijat bayi dan balita dapat meningkatkan berat badan anak, mempercepat perkembangan neuromotorik, meningkatkan hubungan emosional, dan mengurangi tingkat infeksi nosocomial (Kulkarni et al., 2010). Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita, sampel 21 balita, Media  yang  digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah power point dan video. Hasil analisis kelompok eksperimen dengan uji T dengan hasil pengetahuan berdasarkan umur 0.754 dan pengetahuan berdasarkan pendidikan 0.003 , maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan umur ibu dan ada hubungan pengetahuan berdasarkan tingkat Pendidikan terdapat perbedaan yang signifikan setelah dilakukan pre test dan postest yaitu terdapat peningkatan pegetahuan dan keterampilan ibu mengenai manfaat pemijatan batuk pilek
Pengaruh Yoga Prenatal terhadap Ketidaknyamanan pada Ibu Hamil Trimester II Isni Anggraeni Hidayah; Putri Puspita Sari; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves various physiological changes, including physical changes, changes in the digestive system, respiratory system, urinary tract system, musculoskeletal system, and circulation. Physiological changes and psychological adaptations cause discomfort to pregnant women in each trimester. Several preventive measures can be taken during pregnancy so that the mother and fetus remain healthy, and a normal birth process will occur, such as light exercise, morning walks, aerobics, pregnancy exercises, static cycling, dancing, and yoga. Prenatal yoga is a physical activity specifically designed for pregnant women, focusing on yoga principles adapted to the physical and psychological needs of pregnant women. Prenatal yoga can provide benefits for the mental and physical health of pregnant women. The aim of this activity is to increase pregnant women's knowledge about the benefits of prenatal yoga in overcoming discomfort in the second trimester of pregnancy. Community service will be carried out in three stages: the first stage involves making preparations by collaborating with community service partners and obtaining permits from the Ibnusina Balikpapan Clinic. The second stage involves conducting outreach and prenatal yoga training to reduce discomfort in the second trimester by providing pretest questionnaires, delivering materials, and practicing prenatal yoga. The third stage involves evaluating pregnant women by administering several posttest questionnaires and conducting direct question-and-answer sessions. From the results of community service, which was attended by 10 pregnant women, it was found that the average level of knowledge of pregnant women before the education was 50, and after the education, it was 93. This shows an increase in knowledge among pregnant women after receiving health education. It is hoped that health workers will carry out prenatal yoga on an ongoing basis to improve the well-being of pregnant women. Abstrak Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius,muskuloskeletal dan sirkulasi. Perubahan fisiologis dan adaptasi psikologis menyebabkan ketidaknyamanan pada pada ibu hamil di setiap trimester. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan selama kehamilan agar ibu dan janin berada dalam kondisi sehat serta nantinya terjadi proses persalinan normal yaitu olahraga ringan jalan pagi, aerobic, senam hamil, bersepeda statis, menari, dan yoga. Prenatal yoga adalah kegiatan fisik yang dirancang khusus untuk ibu hamil, yang berfokus pada prinsip-prinsip yoga yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisik dan psikis ibu hamiL. Prenatal yoga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat prenatal yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan kehamilan trimester II. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 Metode yaitu Metode Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama mitra pengabdian masyarakat dengan cara melakukan perizinan kepada Pihak Klinik Ibnusina Balikpapan. Metode Kedua Melakukan sosialisasi dan pelatihan Yoga prenatal untuk mengurangi ketidaknyamanan pada trimester II dengan cara memberikan kuesioner pretest, pemberian materi dan praktek yoga prenatal. Metode Ketiga Melakukan evaluasi kepada ibu hamil dengan memberikan beberapa kuesioner posttest dan tanya jawab secara langsung. Dari hasil pengabdian Masyarakat yang diikuti oleh 10 ibu hamil didapatkan Rata-rata Tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dilakukan edukasi adalah 50 dan setelah dilakukan edukasi adalah 93. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan prenatal yoga secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan ibu hamil.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. M Umur 27 Tahun di Puskesmas Kota Atambua Kabupaten Belu NTT Abuk, Etilia; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to accelerate the achievement of the target of reducing maternal mortality and infant mortality, Indonesia has a program that focuses on continuous midwifery services (Continuity of Care). The benefits of continuity of care are being able to determine the need for immediate action for consultation, collaborating with other health workers based on the client's condition, being able to carry out direct care efficiently and safely and being able to evaluate the effectiveness of the results of the midwifery care that has been provided (Trisnawati, 2012). Midwives are health workers whose role is to improve services close to the community. One of them supports COC (continuity of care) and is a place where students provide ongoing care for pregnant, maternity, postpartum and BBL mothers. The aim of COC is to provide midwifery care for pregnant, maternity, postpartum, BBL and KB women at the Atambua City Health Center. The type of method used in Contuinity of Care care is a case study. The method used by the author is to use a case study by taking the case of a pregnant woman. The care provided is comprehensive care starting from pregnancy, maternity, postpartum, newborns, neonates and family planning. The results of Midwifery Care show that Mrs. M, 27 years old, G1P0A0 was assessed twice starting from 37 weeks - 40 weeks 2 days of gestation, in a normal vaginal delivery the baby was born spontaneously at 08.25 WITA, the baby immediately cried, moved actively, the skin was reddish, the gender was female, at 4 weeks postpartum it was given counseling about various contraceptive methods including advantages, disadvantages, side effects and effectiveness and mothers choosing to use injectable birth control to space out pregnancies, this midwifery care recommendation can help in overcoming problems in a complete and sustainable manner for both patients, families and midwives.   Abstrak Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Manfaat dari continuity of care yakni dapat menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk konsultasi, kolaborasi dengn tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien, dapat melakukan pelaksanaan asuhan langsung dengan efisien dan aman serta dapat mengevaluasi keefektifan hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan (Trisnawati, 2012). Bidan sebagai tenaga kesehatan yang berperan meningkatkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Salah satunya yang mendukung COC (continuity of care) dan sebagai tempat mahasiswa melakukan Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan BBL. Tujuan COC adalah Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB di Puskesmas Kota Atambua. Jenis metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study penelaahan kasus (Case Study).Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan  KB. Hasil Asuhan Kebidanan menunjukan data Ny. M umur 27 tahun G1P0A0 dilakukan pengkajian 2 kali mulai dari umur kehamilan 37 minggu -40 minggu 2 hari, pada persalinan normal pervaginam bayi lahir spontan jam 08.25 WITA bayi langsung menangis, bergerak aktif, kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan, Pada 4 minggu postpartum diberikan konseling tentang macam-macam metode alat kontrasepsi meliputi kelebihan, kekurangan, efek samping dan efektivitasnya dan ibu memilih menggunkan KB Suntik untuk menjarakkan kehamilan, rekomendasi asuhan kebidanan ini dapat membantu dalam mengatasi permasalahan secara utuh dan berkesinambungan baik bagi pasien, keluarga dan bidan.
Optimalisasi Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Efendi, Arifatun; Sapitri, Dewi; Christiani, Ninik; Susanti, Rini
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.979 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1654

Abstract

Maternal and child health as part of the MDGs goal is due to the high rate of maternal mortality and morbidity as well as infant mortality which is an indicator of maternal health and community welfare. The birth planning and complication prevention program launched by the government aims to monitor pregnancy leading to delivery safe and secure and the target is all pregnant women. Indicator P4K is the installation of P4K stickers consisting of birth attendants, delivery places, birth attendants, transportation, and prospective blood donors. In the Pringsari  area, knowledge of pregnant women about P4K is still lacking, this is due to various factors. The purpose of this community service is to provide information or knowledge about the Maternity Planning and Complications Prevention (P4K) Program in Pringsari Village, Pringapus District to pregnant women through a class for pregnant women in Pringapus Village which was attended by 10 pregnant women. The result is a change in knowledge, attitudes and skills of pregnant women regarding the implementation of P4K. It is hoped that pregnant women will be more independent and confident with the pregnancy process and labor consolidation.ABSTRAKKesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari tujuan MDGs dikarenakan masih tingginya angka kematian dan kesakitan ibu serta angka kematian bayi yang merupakan indikator kesehatan ibu dan kesejahteraan masyarakat. Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi yang dicanangkan pemerintah bertujuan memantau kehamilan menuju persalinanyang aman dan selamat dan sasarannya adalah seluruh ibu hamil. Indikator P4K adalah dengan pemasangan stiker P4K yang terdiri dari penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, transportasi, dan calon pendonor darah. Di desa Pringsari pengetahuan ibu hamil tentang P4K masih kurang, hal ini dikarenakan berbagai faktor. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi atau pengetahuan tentang Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus kepada ibu hamil melalui kelas ibu hamil di Desa Pringapus yang diikuti oleh 10 ibu hamil. Hasilnya ada perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ibu hamil tentang pelaksanaan P4K. Diharapkan ibu hamil semakin mandiri dan percaya diri dengan proses kehamilan dan pemantapan persalinan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny “N” 27 Tahun dengan Gastroenteritis Akut dan Anemia Sedang di UPTD Puskesmas Ungaran Hastuti, Septyana Wachyu; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are an important indicator of the level of public health. To reduce the MMR and IMR, this is done with Continuity of Care (CoC) program, namely continuous assistance from pregnancy to 42 days of the postpartum period. This research aims to provide Continuity of Care (CoC) midwifery care for Mrs N aged 27 years with acute gastroenteritis and moderate anemia at the Ungaran Health Center. The data collection method is using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research began in June – August 2024. Based on the results of a comprehensive case study on Mrs N, 27 years old, 35 weeks 4 days pregnant, problems were acute gastroenteritis and moderate anemia. Mrs. N received 2 PRC tranfussion to threat the moderate anemia. During labor, obstructed labor occurred, so a Sectio Caesarea (SC) was performed. Postpartum visit (KF) were carried out 4 times and thepostpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, and the surgical wound was dry. In newborn, anthropometric examination is normal. Neonatal visits (KN) were carried out 3 times and the baby was healthy. Mrs “N” decided to use condom for birth control. After being given comprehensive midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonates, care was found to run smoothly and the mother and baby were in good condition. It is hoped that patient can apply the counseling that has been provided so that it provides health benefits for the mother and baby and increases the mother’s knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonates. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan dengan Continuity of Care (CoC) yaitu pendampingan berkelanjutan dari hamil hingga 42 hari masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny N umur 27 tahun dengan gastroenteritis akut dan anemia sedang di UPTD Puskesmas Ungaran. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Juni-Agustus 2024. Pendokumentasian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif pada Ny N dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus didapatkan Ny N umur 27 tahun hamil 35 minggu 4 hari ditemukan masalah yaitu gastroenteritis akut dan anemia sedang. Ny. N mendapatkan tranfusi 2 PRC untuk penanganan anemia sedang. Saat persalinan terjadi partus macet sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Kunjungan nifas (KF) dilakukan 4 kali dan masa nifas berlangsung normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, dan luka operasi kering. Pada bayi baru lahir pemeriksaan antopometri normal. Kunjungan neonatal (KN) dilakukan 3 kali dan bayi dalam keadaan sehat. Ny N memutuskan untuk menggunakan KB kondom. Setelah diberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus didapatkan asuhan berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam kondisi baik. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi serta menambah pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny P Umur 25 Tahun di PMB Jumiyati Jumiyati; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care in midwifery is a series of continuous and comprehensive services starting from pregnancy, childbirth, postpartum, Newborn care (BBL), and Family Planning (KB) services that connect the health needs of women and the personal circumstances of each individual (Ningsih, 2017). The purpose of Continuity of Care is to monitor the progress of pregnancy, ensure maternal health and the development of the baby, identify any abnormalities or complications that may occur during pregnancy at an early stage, reduce the use of interventions during childbirth including Cesarean Section (C-Section), and increase the number of normal deliveries compared to women who plan for interventions (Ningsih, 2017). The midwife plays an important role in improving healthcare services for maternal and neonatal care to reduce maternal and infant mortality rates and enhance the health status of mothers and babies. One way to improve healthcare services is through comprehensive care during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and Family Planning services. In this care, the researcher used a descriptive research method with data collection techniques including interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature reviews. The research started on May 10, 2024, during the first visit of the mother and ended on August 1, 2024, during a Family Planning service with the implant method at PMB Jumiyati. The midwifery care provided was comprehensive, covering pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum, and Family Planning services. In providing midwifery care, the mother was counseled and decided to use the injectable contraceptive method at PMB Jumiyati. Continuity of care continues to apply midwifery management, maintaining and improving competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Continuity of  Care  dalam  kebidanan  adalah  serangkaian kegiatan  pelayanan  yang  berkelanjutan  dan  menyeluruh mulai  dari  kehamilan,  persalinan,  nifas,  pelayanan  Bayi Baru  Lahir  (BBL)  serta  pelayanan  Keluarga  Berencana (KB)    yang    menghubungkan    kebutuhan    kesehatan perempuan dan keadaan pribadi setiap individu (Ningsih, 2017). Tujuan Continuity of Care yaitu untuk memantau kemajuan   kehamilan,   memastikan   kesehatan   ibu   dan tumbuh  kembang  bayi,  mengenal  secara  dini  adanya ketidaknormalan  atau  komplikasi  yang  mungkin  terjadi selama  hamil,  mengurangi  penggunaan  intervensi  pada saat   persalinan   termasuk   SC,   meningkatkan   jumlah persalinan normal dibandingkan dengan perempuan yang merencanakan   persalinan   dengan   tindakan   (Ningsih, 2017). Upaya   Bidan   memiliki   tugas   penting   untuk meningkatkan  pelayanan  kesehatan  bagi  maternal  dan neonatal agar dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi  serta  meningkatkan  derajat  kesehatan  ibu  dan  bayi. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan kesehatan adalah  dengan  asuhan  komperehensif  dari  kehamilan, persalinan, nifas serta bayi baru lahir danpelayanan KB. Dalam    asuhan    ini    penulis    menggunakan    metode penelitian   deskriptif   teknik   pengumpulan   data   yaitu melalui    wawancara,    observasi,    pemeriksaan    fisik, pemeriksaan  penunjang,  studi  dokumentasi  dan  studi daftar  Pustaka.  Penelitian  di  mulai  pada   tanggal  10 Mei 2024 pada saat kunjungan 1 ibu dan berakhir pada  tanggal  1  Agustus  2024  saat  pelayanan  KB  metode implant  di  PMB Jumiyati.  Asuhan  kebidana yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas dan pelayanan KB.  Dalam  memberikan  asuhan  kebidanan  KB ibu  telah  diberikan  konseling  dan  memutuskan  untuk menggunakan KB  metode  suntik di PMB Jumiyati.  Asuhan  kebidanan  berkelanjutan  (continuity  of care)     selanjutnya     selalu     menerapkan     manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi  dalam  memberikan  asuhan  sesuai  standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. P Umur 37 Tahun dengan Warm Compess di Wilayah Kerja Puskesmas Jimbaran Wahyuni, Sri; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The MMR in Semarang Regency in 2021 experienced a significant increase compared to 2020, if in 2020 it was 75.8 per 100,000 KH (7 cases), then in 2021 it will increase to 95.32 per 100,000 KH (10 cases). The greatest number of maternal deaths occurred in mothers aged > 35 years (5 cases), mothers aged 20-35 years (1 case) and mothers aged < 20 years (1 case). The highest mortality occurred during the delivery period (4 cases) and the postpartum period (3 cases). The method in this research is the case study method. Where researchers get information directly from patients based on Continuity of Care for pregnant women, giving birth, newborns, postpartum and family planning. Through the Varney and SOAP approaches. Results: Based on the results of a case study based on Continuity of Care from pregnancy to family planning counseling, it was found that midwifery care for Mrs. P during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and there were no gaps. Comprehensive midwifery care has been carried out on Mrs. P aged 37 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. The results show that the management is in accordance with theory and facts.   Abstrak AKI di Kabupaten Semarang 2021 mengalami peningkatan yang signifikan bila dibandingkan tahun 2020, bila di tahun 2020 yaitu sebanyak 75,8 per 100.000 KH (7 kasus) maka pada tahun 2021 naik menajdi 95,32 per100.000 KH (10 kasus). Kematian ibu terbesar terjadi pada ibu pada usia > 35 tahun (5 kasus), usia ibu 20-35 tahun (1 kasus) dan usia ibu < 20 tahun (1 kasus). Kematian tertinggi terjadi pada masa bersalin (4 kasus) dan masa nifas (3 kasus). Metode dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Dimana peneliti mendapatkan informasi langsung dari pasien dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin,, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan Varney dan SOAP.Berdasarkan hasil studi kasus berbasis Continuity of Care mulai dari kehamilan hingga konseling KB di dapatkan hasil bahwa asuhan kebidanan pada Ny.P selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Telah di lakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.P  umur 37 tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan fakta.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N dengan Massage Akupresure di PMB Kusbiyanti Brongkol Jambu Kusbiyanti; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the key focuses of the 2030 Agenda, particularly in SDG Goal 3, which targets a reduction in the Maternal Mortality Ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births. However, the MMR in Indonesia remains high, with many deaths caused by pregnancy and childbirth complications. In 2021, Indonesia recorded 7,389 maternal deaths, a 56.69% increase compared to the previous year. The majority of maternal deaths in 2021 were related to COVID-19, hemorrhage, hypertension, and other complications. Data shows that most maternal deaths occurred during the postpartum period (62.27%), followed by pregnancy (24.80%) and childbirth (12.93%). Efforts to reduce MMR and Neonatal Mortality Rate (NMR) in Indonesia include providing comprehensive and high-quality maternal care, starting from prenatal visits, skilled birth attendance, to postpartum and newborn care. One of the main programs is Continuity of Care (COC), which ensures that maternal and neonatal health services are continuous from preconception to postpartum, with ongoing involvement of healthcare professionals. In Central Java, the highest maternal mortality rate was recorded in Brebes, while the lowest was in Magelang. In Semarang Regency, in 2022, the MMR was recorded at 87.60 per 100,000 live births, with the leading causes of maternal deaths being hemorrhage and hypertension. The implementation of COC at PMB Kusbiyanti, through continuous home visits and monitoring, meets the standards for improving the quality of maternal care. Overall, the implementation of Continuity of Care is expected to be an effective solution in reducing MMR and NMR in Indonesia. The method used in this study is a case study, which collects direct information from patients based on Continuity of Care for pregnant women, childbirth, newborns, postpartum, and family planning. The approach uses both varney and SOAP methods. Based on the study results conducted from pregnancy through family planning, it was found that the maternal care provided to Ms. N during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning aligned with the theoretical framework and there were no gaps identified between theory and practice. Comprehensive care was provided to Ms. N, aged 32, throughout her pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum, and family planning, with management in accordance with both theory and actual practice.   Abstrak Kesehatan ibu adalah salah satu fokus utama dalam Agenda 2030, khususnya Tujuan 3 SDGs yang menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, AKI di Indonesia masih tinggi, dengan banyak kematian yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan. Pada 2021, AKI Indonesia tercatat 7.389 kematian, meningkat 56,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19, perdarahan, hipertensi, dan komplikasi lainnya. Data menunjukkan bahwa kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (62,27%), diikuti oleh masa kehamilan (24,80%) dan persalinan (12,93%). Upaya untuk menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencakup pemberian asuhan kebidanan komprehensif dan berkualitas, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan oleh tenaga terlatih, hingga perawatan pasca persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu program utama adalah Continuity of Care (COC), yang memastikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi berjalan berkesinambungan dari prakonsepsi hingga pasca persalinan, dengan keterlibatan tenaga kesehatan yang terus menerus. Di Jawa Tengah, angka kematian ibu tertinggi tercatat di Kabupaten Brebes, sedangkan angka terendah di Kota Magelang. Di Kabupaten Semarang, pada tahun 2022, AKI tercatat 87,60 per 100.000 kelahiran hidup, dengan penyebab kematian ibu yang dominan adalah perdarahan dan hipertensi. Pelaksanaan COC di PMB Kusbiyanti, dengan pemeriksaan dan kunjungan rumah secara berkelanjutan, sudah memenuhi standar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Secara keseluruhan, implementasi Continuity of Care diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Dimana mendapatkan informasi pasien secara langsung dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan secara varney dan SOAP. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan mulai dari kehamilan sampai fase KB. Didapatkan hasil bahwa asuhan keidanan pada Ny.N  selama hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB sesuai dengan teori dan didapatkan tidak ada kesenjangan dengan teori. Telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada Ny. N Umur 32 Tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan teori sesuai secara dan fakta.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A di Pustu Ngajaran Wilayah Puskesmas Tuntang Sugiarti, Lis; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the main focuses of the 2030 Agenda, particularly Sustainable Development Goal (SDG) 3, which aims to reduce the Maternal Mortality Ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births. However, Indonesia’s MMR remains high, with many deaths caused by pregnancy and childbirth complications. In 2021, Indonesia recorded 7,389 maternal deaths, a 56.69% increase compared to the previous year. The majority of these deaths were related to COVID-19, hemorrhage, hypertension, and other complications. Data shows that most maternal deaths occurred during the postpartum period (62.27%), followed by the pregnancy period (24.80%) and childbirth (12.93%). Efforts to reduce MMR and the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia include providing comprehensive and quality midwifery care, from pregnancy checkups and skilled birth attendance to postpartum and newborn care. One of the main programs is Continuity of Care (COC), which ensures the ongoing health services for mothers and babies from preconception to postpartum, with continuous involvement from healthcare workers. In Central Java, the highest maternal mortality rate was recorded in Brebes Regency, while the lowest was in Magelang City. In Semarang Regency, the MMR in 2022 was recorded at 87.60 per 100,000 live births, with the leading causes of maternal death being hemorrhage and hypertension. The implementation of COC at PMB Kusbiyanti, with continuous checkups and home visits, meets the standards to improve the quality of midwifery services. Overall, the implementation of Continuity of Care is expected to be an effective solution in reducing MMR and IMR in Indonesia. This study uses a case study design to evaluate comprehensive midwifery care for Mrs. A, a 30-year-old mother. The care provided covers pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, and family planning. Data was collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation using the Varney approach and SOAP method. The results of the study show that the midwifery care provided to Mrs. A was consistent with the theory, with no gaps found. Antenatal Care (ANC) visits were conducted 8 times, in line with the standards. The childbirth proceeded normally, with a healthy baby and management according to the 60-step APN. The postpartum period and newborn visits were smooth without complications. The patient plans to use the minipill for contraception after discussing it with her partner. Continuity of Care for Mrs. A has been optimally implemented. The provision of comprehensive midwifery care according to theory contributed to the prevention of complications and supported the health of both the mother and the baby.   Abstrak Kesehatan ibu adalah salah satu fokus utama dalam Agenda 2030, khususnya Tujuan 3 SDGs yang menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, AKI di Indonesia masih tinggi, dengan banyak kematian yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan. Pada 2021, AKI Indonesia tercatat 7.389 kematian, meningkat 56,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19, perdarahan, hipertensi, dan komplikasi lainnya. Data menunjukkan bahwa kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (62,27%), diikuti oleh masa kehamilan (24,80%) dan persalinan (12,93%). Upaya untuk menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencakup pemberian asuhan kebidanan komprehensif dan berkualitas, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan oleh tenaga terlatih, hingga perawatan pasca persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu program utama adalah Continuity of Care (COC), yang memastikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi berjalan berkesinambungan dari prakonsepsi hingga pasca persalinan, dengan keterlibatan tenaga kesehatan yang terus menerus. Di Jawa Tengah, angka kematian ibu tertinggi tercatat di Kabupaten Brebes, sedangkan angka terendah di Kota Magelang. Di Kabupaten Semarang, pada tahun 2022, AKI tercatat 87,60 per 100.000 kelahiran hidup, dengan penyebab kematian ibu yang dominan adalah perdarahan dan hipertensi. Pelaksanaan COC di PMB Kusbiyanti, dengan pemeriksaan dan kunjungan rumah secara berkelanjutan, sudah memenuhi standar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Secara keseluruhan, implementasi Continuity of Care diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus untuk mengevaluasi asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, seorang ibu berusia 30 tahun. Pelaksanaan asuhan meliputi kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan pendekatan secara varney dan SOAP. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan pada Ny. A sesuai dengan teori tanpa ditemukan kesenjangan. Kunjungan ANC dilakukan sebanyak 8 kali sesuai standar. Persalinan berjalan normal, dengan bayi lahir sehat dan penatalaksanaan sesuai 60 langkah APN. Masa nifas dan kunjungan bayi baru lahir berjalan lancar tanpa komplikasi. Pasien merencanakan penggunaan kontrasepsi minipil setelah berdiskusi dengan pasangan. Continuity of Care pada Ny. A telah diterapkan secara optimal. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif sesuai teori berkontribusi pada pencegahan komplikasi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. A Umur 25 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Sepinggan Dewi, Ratih Sukma; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from the World Health Organization (WHO) in 2020 showed an alarming figure, namely that around 287,000 women died during and after pregnancy and childbirth. The astonishing fact is that almost 95% of all maternal deaths occur in low- and lower-middle-income countries, and what is even more surprising is that most of these deaths are actually preventable (WHO, 2024). Data from the Maternal and Child Nutrition and Health program at the Ministry of Health shows a trend that needs attention. The number of maternal deaths tends to increase from 2019 to 2021, while from 2021 to 2023, the figure fluctuates. In 2023, 4,482 cases of maternal death were recorded. The main cause of maternal death that year was hypertension in pregnancy with 412 cases, followed by obstetric hemorrhage with 360 cases, and other obstetric complications with 204 cases (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2024). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in continuity of care (COC) for Mrs. A, 25 years old, G1P0A0 at the Sepinggan Health Center, Balikpapan City, with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum, and when choosing contraceptives and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord lead to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates, and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance in continuity of care (COC) to Mrs. A are from pregnancy, childbirth, postpartum, and newborns until the mother uses contraceptives, which occur physiologically and there are no complications. The conclusion obtained by the author from providing comprehensive midwifery care using continuity of care (COC) on Mrs. A is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 287.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Fakta yang mencengangkan adalah hampir 95% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah sebagian besar kematian ini sebenarnya dapat dicegah (WHO, 2024). Data dari program Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak di Kementerian Kesehatan menunjukkan tren yang perlu diperhatikan. Jumlah kematian ibu cenderung meningkat dari tahun 2019 hingga 2021, sedangkan dari tahun 2021 hingga 2023, angka tersebut berfluktuasi. Pada tahun 2023, tercatat 4.482 kasus kematian ibu. Penyebab utama kematian ibu pada tahun tersebut adalah hipertensi dalam kehamilan dengan 412 kasus, diikuti oleh perdarahan obstetrik dengan 360 kasus, dan komplikasi obstetrik lainnya dengan 204 kasus (Kemenkes RI, 2024). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 25 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Sepinggan Kota Balikpapan dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga ASI ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. A adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.