Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi Gerilya Raden Intan II Melawan Belanda di Lampung 1850-1856 Itsna Rohmatillah; Rahman Hamid, Abd; Agus Mahfudin Setiawan; Rohmatillah, Itsna; Hamid, Abd Rahman; Setiawan, Agus Mahfudin
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.24775

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisa tentang strategi gerilya yang diterapkan oleh Raden Intan II dalam melawan kuasa Belanda di Lampung pada 1850-1856 dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini didorongoleh tiga faktor utama: pemanfaatan kondisi geografis Lampung (Gunung Rajabasa), keunggulan persenjataan Belanda, dan pembelajaran dari pengalaman para pendahulunya. Perlawanan ini berpusat di Gunung Rajabasa dengan benteng-benteng yang kokoh seperti Katimbang, Bendulu, Hawi Berak, dan Galah Sintok. Perlawanan ini berakhir akibat pengkhianatan Raden Ngarapat yang menjebak Raden Intan II untuk keluar dari daerah gerilyanya hingga kemudian dibunuh. Perlawanan Raden Intan II memberikan dampak signifikan terhadap kekuasaan Belanda di Lampung. Selama masa perlawanan Belanda tidak mampu sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. Namun, setelah perlawanan Belanda dapat memperkokoh kekuasannya di Lampung. Bagi masyarakat Lampung kekalahan ini menandai runtuhnya kekuasaan marga dan hilangnya para pemimpin perjuangan.
Rekonstruksi Historis Kepercayaan Hindu di Sumatera Bagian Selatan melalui Arca dan Akulturasi Arsitektual Agus Mahfudin Setiawan; Itsna Rahmatillah; Siti Muntamah
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 2 (2025): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i2.222

Abstract

This research discusses the entry and development of Hindu beliefs in Southern Sumatra through the study of cultural heritage in the form of statues and architectural elements of buildings. Although the influence of Buddhism was more dominant in this region, mainly due to the hegemony of the Srivijaya Kingdom, Hindu influence is still present and can be traced through artifacts that are still preserved today. Some of the important relics analyzed in this study include the statue of Lord Vishnu, the statue of Dewi Sri, and the architectural elements of the Sultan Mahmud Badaruddin II Mosque which show acculturation with Hindu symbols. This research uses historical methods with heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography, and is equipped with iconographic analysis to reveal the symbolic meaning in these artifacts. The purpose of this research is to reconstruct the Hindu belief system that has developed in Southern Sumatra based on the traces of existing material culture. The results show that although Hinduism is not the main faith, the religious and symbolic values of Hinduism remain influential in the local cultural heritage, thus enriching the historical treasures and cultural identity of the region. Abstrak: Penelitian ini membahas masuk dan berkembangnya kepercayaan Hindu di Sumatera Bagian Selatan melalui kajian terhadap peninggalan budaya berupa arca dan unsur arsitektur bangunan. Meskipun pengaruh agama Buddha lebih dominan di wilayah ini, terutama karena hegemoni kekuasaan Kerajaan Sriwijaya, namun pengaruh Hindu tetap hadir dan dapat ditelusuri melalui artefak yang masih lestari hingga saat ini. Beberapa peninggalan penting yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi arca Dewa Wisnu, arca Dewi Sri, serta unsur arsitektural pada Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II yang menunjukkan akulturasi dengan simbol-simbol Hindu. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, serta dilengkapi dengan analisis ikonografis untuk mengungkap makna simbolik dalam artefak-artefak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi sistem kepercayaan Hindu yang pernah berkembang di Sumatera Bagian Selatan berdasarkan jejak budaya material yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Hindu tidak menjadi kepercayaan utama, namun nilai-nilai religius dan simbolik dari kepercayaan Hindu tetap berpengaruh dalam warisan budaya lokal, sehingga memperkaya khazanah sejarah dan identitas kebudayaan di wilayah ini. Kata kunci: Hindu, Sumatera Bagian Selatan, Arkeologi, Sejarah, Ikonografi, Arca, Akulturasi Budaya