Claim Missing Document
Check
Articles

Produksi Cairan Penyanitasi Tangan Herbal untuk Mengatasi Kelangkaan Produk Komersial di Kota Salatiga Dhanang Puspita; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Kukuh Pambuka Putra; Fiane de Fretes
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v3i1.59811

Abstract

The beginning of the Covid-19 pandemic in Salatiga began in March 2020 which caused a shortage of commercial hand sanitizer supplies. The production of herbal hand sanitizer is a solution for commercial products. This community service activity aims to produce herbal hand sanitizer to overcome the scarcity of hand sanitizer in Salatiga City. The method used is a laboratory experiment with stages; plant inventory, production of hand sanitizer, and antimicrobial testing. Inventory is done by collecting library-journal information, then conducting a field survey. The production of sanitizing liquid is carried out by laboratory experiments to get a good formulation. Antimicrobial test was carried out by diffusion technique. Herbal hand sanitizing liquid made from green betel, red betel, citronella, and star anise and the results of antimicrobial analysis have medium inhibition. A total of 1041.5 l of herbal hand sanitizer that have been distributed to the public free of charge. Testimonials from people who use herbal hand sanitizer are that they are not dry on the hands, not sticky, and have a fragrant aroma. The resulting product is still below commercial products on the market, but still has effectiveness in killing microorganisms.
Analisis fisik serta sensori kue kering dengan campuran tepung mocaf, oats, dan bekatul Monika Rahardjo; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Greis Saibele

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v12i2.2357

Abstract

This research aims to analyze the physical and sensory characteristics of cookies’ formulations using mocaf-oats-rice bran’s flour mixture. Five formulations used in this research consist of mocaf-oats-rice bran’s flour mixture namely F1 (100%-0%-0%), F2 (70%-15%-15%), F3 (50%-25%-25%), F4 (30%-35%-35%), and F5 (0%-50%-50%). The result showed that all cookies formulation included in the category of “high fiber” except for cookies Formulation 4. The highest value of hardness was cookies Formulation 1 and significantly different from the other formulations. Decreasing mocaf flour composition in the mixture and increasing additional oats and rice bran composition have a significant correlation on cookies’ hardness. Based on sensory evaluation using rating preference, it was found that the highest rating for color, texture, and overall parameters obtained by cookies Formulation 4, while the highest rating for taste parameter obtained by cookies Formulation 5. Cookies’ formulation that recommended to use as utilization of mocaf flour was Formulation 4 because it had the highest rating for overall parameter, as well as highest rating for color and texture.
IMPLEMENTASI AKTIVITAS PROGRAM PENINGKATAN GIZI DI POSYANDU DUSUN GONDANG, DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Yesstia Pulung Sari; Treesia Sujana; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.619 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.227

Abstract

Latar belakang penelitian adalah permasalahan status gizi pada balita. Pada tahun 2013, kasus gizi di Kabupaten Semarang tercatat sebanyak 1,05% balita dengan gizi buruk dan 6,63% balita dengan gizi kurang. Selain itu, berdasarkan data Kohort tahun 2016 di Dusun Gondang terdapat sebanyak 21,4% balita dengan gizi kurang dan 14,3% balita tidak secara rutin mengikuti program Posyandu. Meskipun Posyandu telah dilaksanakan secara rutin, terdata pada tahun 2014 Posyandu sebanyak 289.685 tersebar di wilayah Indonesia. Padahal adanya program Posyandu memiliki 5 kegiatan utama, salah satunya yaitu mengenai gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang mendasari program Posyandu, aktivitas Posyandu dilaksanakan, dan status gizi balita di Dusun Gondang, Desa Getasan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan pembelajaran terhadap dokumentasi. Data penelitian dideskripsikan, dilanjutkan mentranskrip dan reduksi data. Penelitian dilakukan selama 1 bulan pada Februari 2017 di Dusun Gondang, Desa Getasan. Simpulan penelitian adalah bahwa Program Posyandu di Desa Getasan telah mengikuti kebijakan pemerintah pusat dimana aktivitas Posyandu sudah cukup sesuai dengan ketetuan yang ada dan kondisi balita dengan gizi kurang sebanyak 4 balita di Dusun Gondang. Nutritional problem on children’s age has long become a concern. In 2013, Semarang recorded 1.05% of under-fives children with poor nutritional status and 6.63% of under-fives with malnutrition status. In addition, based on the cohort data in 2016 there were 21.4% of under-fives children who had poor nutrition and 14.3% of children did not regularly come to the Posyandu program, eventhough it had been carried out regularly in Dusun Gondang. It is identifiied that in 2014, there are 289,685 Posyandu which had been carried out nation-wide. Posyandu has 5 main activities, and one of them focused on nutritional problem. The purpose of this study is to understand the underlying policy of Posyandu program, activities which implemented in each program, and nutritional status of under five children in Dusun Gondang, Getasan Village. This study used case study method, which utilizied several data collection techniques, which were: observation, interview and documentation study. This study was held for 1 month started from February, 2017. The collected data then described and reduced. The conclusion which emerged from this study especially describes the Posyandu program in Getasan village which had been carried out according to the central government policy. The implementation of programs in Posyandu has been done according to the current policy, however there were still 4 under five children identified with poor nutritional status.
PENGETAHUAN KELUARGA TERKAIT FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PENDERITA TB MDR DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Agus Fitrianto; Harni Seyla Anugerahni
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.314 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.257

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, insidensi TB paru di Salatiga menduduki peringkat ke 4. Pengobatan TB paru selama sekitar 8 bulan membuat penderita terkadang tidak mengkonsumsi obat secara teratur, sehingga timbul masalah baru yaitu resistensi terhadap obat anti Tuberculosis. Selama tahun 2011, kasus Multy Drugs Resistant (MDR) di Indonesia mencapai 260 kasus. Masih banyaknya keluarga yang hidup dengan penderita tuberculosis tidak mengetahui bahaya dari penyakit tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengetahuan keluarga dari penderita TB MDR terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekambuhan pada pasien TB MDR. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan berjumlah 8 orang yang terbagi dalam 3 kelompok dan semua partisipan merupakan keluarga dari pasien yang pernah dirawat atau sedang berobat di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan, Salatiga. Data diperoleh melalui wawancara dan data dianalisis secara content analysis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kekambuhan penderita TB MDR menurut partisipan adalah akibat iklim buruk, nutrisi kurang, beban psikologis, putus berobat dan kelelahan. Kesimpulan penelitian pengetahuan keluarga terkait penyebab kekambuhan pada penderita TB MDR masih kurang. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Based on data from the Health Profile of Central Java in 2015, incidence of pulmonary tuberculosis in Salatiga ranks at 4th. The treatment occurs for about 6 – 8 months makes patient sometimes do not take the medicine regularly, which raised new problem that resistance to antituberculosis drugs during 2011, cases of Multy Drugs Resistant (MDR) in Indonesia reached 260 cases. Many families living with tuberculosis patient are unaware of the dangers of this disease. The purpose of this study is to knowing about family knowledge of people with TB MDR about the factors that have affect to recurrence of TB MDR patients. The method this study uses qualitative method with case study approach. Participants were 8 people divided into 3 groups and all participants were families of patients who had been treated or were being treated at Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan. Data obtained through depth interviews with family or the closest people who directly involved the patient during treatment period. The data were analyzed by content analysis. Based on the results of the research that the recurrence of patients with TB MDR according to participants are affect of climate, nutrition, psychological ,drop out and fatigue. Conclusion family knowledge related to the cause of recurrence in patients with TB MDR is still lacking.
DUKUNGAN PERAWAT DAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN ASUPAN NUTRISI CAIRAN PADA PASIEN PENDERITA DEMAM BERDARAH DI RUMAH SAKIT PARU DR. ARIO WIRAWAN, SALATIGA Dhanang Puspita; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Ni Komang K Sari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.861 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.258

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypthy. Penyakit ini dapat menyerang semua orang, tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Kondisi tersebut menyebabkan demam terus-menerus selama 2–7 hari, manifestasi perdarahan berupa: tanda kebocoran plasma darah serta dapat timbul syok hipovolemik dari penderita DBD. Perawat dan keluarga memiliki faktor dalam proses penyembuhan pasien, utamanya adalah kecukupan kebutuhan cairan saat masa perawatan selama di rumah sakit. Bentuk dukungan yang diberikan oleh perawat dan keluarga ini guna mendukung perawatan pasien selama di rumah sakit dilihat dari upaya pemenuhan kecukupan cairan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran bentuk dukungan perawat dan keluarga dalam upaya pemenuhan kecukupan pemberian asupan cairan pada pasien DBD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Dengan kriteria penelitian ini adalah keluarga atau pasien DBD yang di rawat inap di rumah sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga minimal selama 2 hari. Kegiatan penelitian dilaksanakan dari bulan Februari - Maret 2017. Hasil penelitian didapatkan penderita DBD mengalami gangguan pada asupan nutrisi dan cairan sehingga asupan tersebut kehilangan cairan yang berlebihan. Penanganan pada pasien demam berdarah dengue (DBD) mempunyai tujuan yaitu untuk memberikan asupan nutrisi dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan pasien melalui dukungan perawat dan keluarga. Upaya yang telah dilakukan dalam pemenuhan keseimbangan asupan nutrisi dan cairan dengan menyiapkan asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan kepada pasien seperti menyuapi dan menyediakan makanan yang disukainya. Sehingga dukungan perawat dan keluarga berperan dalam penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) terkait pemenuhan kebutuhan asupan nutrisi dan cairan untuk metabolisme tubuh guna mendukung prose pemulihan pasien. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by dengue virus that is transmitted through Aedes Aegypthy mosquito bites. This disease can affect everyone, not knowing age or gender. The condition cause a continuous fever for 2-7 days, Bleeding in the form of manifestation: plasma a sign of a leak, can arise shock, as well as marked with tachycardia and perfusi tissue that decline. Nurses and family has a factor in the healing process patients, thing is sufficiency needs a liquid during the care of patients during at hospital. The formulation problems research is what was the support provided by nurses and family to bolster care of patients during at hospital in terms of efforts to achieve sufficiency bodily fluids. The purpose of this research to give a form of support from nurses and family in an effort to achieve the adequacy liquid intake among respondents dengue hemorrhagic fever(DHF). The subjects of the study were family or dengue hemorrhagic patients who were hospital Paru Dr.Ario Wirawan Salatiga for a minimum of 2 days. The research was conducted from February to March 2017. The results reveal that DHF sufferers would experience lack of nutrients and fluids needed due to excessive body fluid loss. Treatment to patients with dengue haemorrhagic fever (DHF) by nurses or family members aimed atproviding nutritional intake and fluid that suited the needs of patients. Efforts had been made to meet the balance of nutritional and fluid intake such as the provision of necessary nutritional intake (in the foods they like) and the direct support for or feeding the patients. So that support nurses and family had a role in the handling of dengue haemorrhagic fever (DHF) related meeting the needs of nutritional intake and a liquid to metabolism of the body to support prose recovery respondents.
GAMBARAN STATUS GIZI KURANG DAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Bagus P. S. Adi; Ria Angelina
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.452 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.285

Abstract

Kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah status gizi adalah kelompok anak usia 1–5 tahun. Status gizi pada balita berkaitan langsung dengan pola konsumsi dan penyakit infeksi. Penyakit infeksi terkait lingkungan dapat meliputi diare, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA),dan pneumonia. Rendahnya status gizibalita dapat meningkatkan kejadian sakit pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gizi terhadap kejadian penyakit pada balita usia 12-60 bulan Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian yaitu seluruh balita di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang mengikuti penimbangan Posyandu Balita yang tersebar di 19 dusun. Teknik pengambilan sampel secara random sampling dengan responden penelitian adalah ibu yang memiliki balita berusia 12 – 60 bulan dengan status gizi kurang. Data didapat dari sumber sampel sebanyak 35 balita dengan status gizi kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi diantaranya umur ibu, pendidikan, pekerjaan, kebiasaan makan balita, dan lingkungan fisik rumah. Permasalahan Gizi kurang erat kaitannya dengan kejadian penyakit pada balita, namun kondisi badan panas (demam), batuk, dan pilek kerap dialami oleh balita yang menandai gejala ISPA. Kasus status gizi kurang pada balita di Desa Batur dikategorikan masih tinggi dilihat dari hasil penimbangan bulan september 2017 sebesar 10,29%. The age groups that are particularly vulnerable to nutritional status are groups of children aged 1 - 5 years. The nutritional status of children under five is directly related to consumption pattern and infectious diseases. Illnesses related to environmental condition may include diarrhea, upper respiratory tract infections (ISPA), and pneumonia. The low nutritional status of children under five can increase the incidence of illness in toddlers. The purpose of this study was to determine the relationship of nutrition to disease incidence in children aged 12 - 60 months. The method used is descriptive approach with cross sectional study design. The research population is all children under five in Batur Village, Getasan Subdistrict, Semarang Regency which follow Balita Posyandu weighing spread in 19 hamlets.Sampling was done by random sampling with the respondents of the researchwere mothers who have children aged 12 - 60 months with less nutritional status. Data obtained from the sample source as many as 35 children under-five with less nutritional status. Factors that affect nutritional status include maternal age, education, occupation, toddler eating habits, and the physical environment of the house. Problems Nutrition is less closely related to the incidence of disease in toddlers, but the condition of fever, coughs, and colds are often experienced by toddlers that indicate symptoms of upper respiratory tract infections. Cases of underweight status of children under five in Batur village are still considered high in terms of weighing in September 2017 of 10.29%.
GAMBARAN POLA MAKAN SEBAGAI PENYEBAB KEJADIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS, OBESITAS, DAN HIPERTENSI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEBONGAN, KOTA SALATIGA Kristiawan P. A. Nugroho; R. Rr Maria Dyah Kurniasari; Tabita Noviani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.146 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.324

Abstract

Gaya hidup manusia akibat adanya urbanisasi, modernisasi, dan globalisasi menjadi salah satu penyebab terjadinya peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Secara umum PTM seperti obesitas, Diabetes Mellitus (DM) dan hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global. Berdasarkan data kegiatan Posyandu di Puskesmas Cebongan, Kota Salatiga pada bulan Maret-April 2018, terdapat sebanyak 75 responden lansia dengan kasus non komplikasi (hipertensi dan DM), serta kasus komplikasi (hipertensi dan DM, hipertensi dan obesitas, DM dan obesitas, serta hipertensi, DM, dan obesitas). Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian PTM dari sudut pandang gaya hidup, terutama pola makan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan instrumen pengambilan data berupa Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kecenderungan konsumsi karbohidrat yang tinggi mencapai 13,81 kali per minggu berpeluang menimbulkan penyakit hipertensi. Serta tingkat asupan gizi defisit berat pada asupan energi dan karbohidrat ada kaitannya dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Kejadian hipertensi dan DM dipengaruhi oleh pola makan, sedangkan obesitas dikarenakan proses fisiologis lansia yaitu kehilangan massa otot sehingga menyebabkan berkurangnya pemakaian energi dan menumpuknya jaringan lemak. Human lifestyle due to urbanization, modernization, and globalization to be one cause of the increase of Non-communicable diseases (PTM). In general, PTM such as obesity, Diabetes Mellitus (DM) and hypertension become one of the main causes of death globally. Based on data of Posyandu activity at Puskesmas Cebongan, Salatiga City, March-April 2018, there were 75 elderly respondents with non complicated cases (hypertension and DM), and complication cases (hypertension and DM, hypertension and obesity, DM and obesity, and hypertension , DM, and obesity). This study aims to determine the description of the causes of the incidence of PTM from the point of view of lifestyle, especially diet. The method used is descriptive quantitative, with data collection instrument in the form of Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Food Recall. The results showed that, the tendency of high carbohydrate consumption reached 13.81 times per week potentially cause hypertension disease. As well as the level 16 Jurnal Kesehatan Kusuma Husada - Januari 2019 of intake of heavy nutritional deÞ cit in energy and carbohydrate intake is related to uncontrolled bloodsugar levels. The incidence of hypertension and DM is inß uenced by diet, while obesity is due to the elderly physiological process of losing muscle mass resulting in reduced energy consumption and fat tissue accumulation.
FAKTOR RISIKO PENYEBAB KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOREJO LOR KOTA SALATIGA Kristiawan P.A. Nugroho; Theresia P.E. Sanubari; Jein Mayasari Rumondor
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.356 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.326

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Data ProÞ l Kesehatan Kota Salatiga 2014 menyatakan bahwa PTM yang banyak ditemukan di Kota Salatiga adalah hipertensi yaitu sebanyak 62%. Data penderita hipertensi di Puskesmas Sidorejo Lor selama 2 tahun terakhir tercatat sebanyak 319 kasus (2016) dan sebanyak 256 kasus sampa i dengan pertengahan tahun 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor. Metode penelitian menggunakan metode survei observasional dengan pengambilan data yang berupa kuisioner dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat atau uji korelasi. Hypertension is a non-communicable disease (PTM) which is a major problem in public health in Indonesia and the world. Data health proÞ le of the city of Salatiga in 2014 states that non-communicable disease are commonly found in the city of Salatiga is hypertension as much as 62 percent. Data of hypertension patients at Puskesmas Sidorejo Lor during the last 2 years were recorded as many as 319 cases in 2016 dan as many as 256 cases until mid 2017. The purpose of this study was to determine the description of factors that inß uence feeding behavior of hypertension patients in the work area of Puskesmas Sidorejo Lor. This research method using observational survey method with taking data in the form of interviews and questionnaires using quantitative deskriptive research type. The data obtained were analyzed using univariate and bivariate analysis or correlation test.
GAMBARAN TINGKAT ASUPAN GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 06 SALATIGA Kristiawan P.A. Nugroho; Theresia P.E. Sanubari; Stephanie Rosalina
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.06 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.335

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang mengalami proses tumbuh kembang secara pesat, sehingga diperlukan asupan gizi yang adekuat dan sesuai untuk mendukung proses tersebut. Apabila anak tidak mendapatkan asupan gizi yang adekuat dan sesuai kebutuhan, maka dapat memicu masalah gangguan gizi dan risiko penyakit lainnya yang dapat berpengaruh buruk secara berkelanjutan pada pertumbuhan dan perkembangan anak hingga dewasa kelak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan asupan gizi anak usia sekolah di SD Negeri 06 Salatiga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data observasional, pengukuran IMT, dan food record. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4 – 5 yang dipilih secara acak (random sampling) dan mengisi kuesioner food record 3 hari berurutan secara lengkap. Aplikasi nutrisurvey dan WHO Anthro Plus digunakan untuk menganalisis data asupan gizi dan IMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi responden tergolong kurang dari AKG (Angka Kecukupan Gizi), yakni <80% , meskipun sebagian besar responden berstatus gizi normal. Makanan yang kerap dikonsumsi oleh responden adalah makanan dengan tinggi kalori dan tinggi gula. School-age children are an age group that is experiencing a rapid growth and development, so the adequate and appropriate nutritional intake is needed to support that process. If the child does not get the nutritional intake as they needed, it can trigger nutritional problems and the risk of the other diseases that can adversely affect the growth and development of children to adulthood later. The purpose of this study is to describe school-age children’s nutritional intake in 06 States Elementary School Salatiga. The method that used in this research was decriptive quantitative research method with observational data collection, BMI measurements and food record questionnaire. The subjects studied were elementary school students in grades 4-5 who were randomly selected and have Þ lled in a complete 3-day food record questionnaire. Nutrisurvey and WHO Anthro Plus software are used to analyzed nutritional intake data and BMI. This study shows that respondents’ nutritional intake was less than the supposed Recommended Dietary Allowances (RDA), which is <80%, even though their nutritional status were normal. Food that is frequently consumed by respondents is high-calorie and high-sugar food.
Prevalensi dan determinan diabetes mellitus tipe 2 dan pra diabetes mellitus pada pria di dusun Getasan, kecamatan Getasan, kabupaten Semarang Rambu Lawu N. K. Retno Triandhini; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Stefany Maria Angelica Yuwono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.359 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44985

Abstract

Co-Authors Adi, Bagus P. S. Adijoyo, Yohanes Suryo Agus Fitrianto Agus Fitrianto, Agus Angelina Bramantyas Sekar Arum Angelina, Ria Anggi Dwi Yulinar Anggraheni, Septiana Dian Angkit Kinasih Arwyn Weynand Nusawakan Ayu Afriani Panyuwa Bagus P. S. Adi Brigitte Sarah Renyoet Catherine Natawirarindry Celine Angely Daniel Tri Angga Dary Dhanang Puspita Esperansa, Priskila Eka Setia Fajar Dwi Pangestu Fiane de Fretes Fitrianto, Lindu Fransiska M. Santoso Putri Gelora Mangalik Greis Saibele Haika, Shara Minantri Harni Seyla Anugerahni Harni Seyla Anugerahni, Harni Seyla Hirkanus Fransiskus Humune Ike Listiyowati Irawan, Sandy Jean Clamentyn Tetrapoik Jein Mayasari Rumondor Jovitatera, Apfia Julia Mariyani Hekakaya Julia Mariyani Hekakaya, Julia Mariyani Junet Franzisca da Costa Kasila Anis Kristiani Desimina Tauho Kukuh Pambuka Putra Kurniasari, R. Rr Maria Dyah Marwa, Shendy Lusynthia Monika Rahardjo Monikasari Monikasari Monikasari, Monikasari Monikasari, Monikasari - Natawirarindy, Chaterine Nathania Liantari Pratamaningtyas Ni Komang K Sari Ni Komang K Sari, Ni Komang K Noviani, Tabita Nur Sugiharso Pratama, Rizal Putra Puji Astuti Pulung Nugroho R. Rr Maria Dyah Kurniasari Rahadiyanto, Cahyono Rambu L.N.K. Retno Triandhini Ria Angelina Ridho Pamungkas Rifatolistia Tampubolon Rosalina, Stephanie Rosiana Eva Rayanti Rottie, Marselina Ireine Rumondor, Jein Mayasari Sarah Melati Davidson Sarlina Palimbong Stefani Ratna Indriati Stefany Maria Angelica Yuwono Stephanie Rosalina Stuard Aldo Woisiri Suprapto, Yossy Tabita Noviani Tesalonika Gisela Rembet Theresia Pratiwi Elingstyo Sanubari Treesia Sujana Utomo, Handoko Tejo Venti Agustina Vilia Herani Noky Widita, Desia Siwi Windu Merdekawati Windu Merdekawati Wirandari, Retno Esti Respati Yesstia Pulung Sari Yesstia Pulung Sari, Yesstia Pulung