Claim Missing Document
Check
Articles

The Optimization of Pudding Formulation Using Noni (Morinda citrifolia L.) Seen from Antioxidant Content and Sensory Characteristics Nugroho, Kristiawan Prasetyo Agung; Rahardjo, Monika; Jovitatera, Apfia
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 1 No. 3 (2018): InJAR, Vol. 1, No. 3, November 2018
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.523 KB) | DOI: 10.32734/injar.v1i3.568

Abstract

Noni (Morinda citrifolia L.) is a fruit that known to be effective against many diseases. Its phenol and flavonoid contentacted as antioxidant, anticancer, antiinflamation and to fluent the blood vessel. Because of its content that rich in antioxidant, this research aim to utilized it as a food product. Pudding is one of food product that categorized as a dessert, which in the production does not require heat treatment, so the antioxidant can be maintained. The purpose of this experiment is to find the optimum formulation of Noni pudding seen from antioxidant content and sensory characteristics. The method of this research is total phenolic assay, total flavonoid assay and sensory evaluation from 50 random panelis age between 18-25 years old. The result showed that Noni fruit has total phenolic 0,13423 mg GAE/ml and the total flavonoid 0,11819 mg GAE/mL. The best formulation of pudding resulted from sensory evaluation was found with the addition 10% concentration of Noni extract 10%.
Upaya Keluarga dalam Perawatan Klien TB Paru dengan Komorbid Diabetes Melitus Di Kota Salatiga Jean Clamentyn Tetrapoik; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Fiane De Fretes
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.159

Abstract

Abstrak Tuberkulosis Paru dalah penyakit infeksius yang ditakuti oleh masyarakat karena sumber penularan yang cepat dari bakteri tahan asam (BTA). BTA adalah suatu basil aerobic tahan asam yang merupakan bakteri yang terdiri dari lapisan lilin dan asam lemak mikolat, lipid yang ada bisa mencapai 60% dari berat dinding sel. Kelompok BTA terdiri dari: Mycobacterium Tuberculosis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium bovis dan Mycobacterium Leprae. Keluarga sangat penting untuk dilibatkan secara aktif untuk melakukan pencegahan penularan dalam rumah.Tugas dari keluarga adalah melakukan perawatan bagi anggota keluarga yang sakit dengan mencegah penularan. Penyakit Tb Paru akan semakin lama pengobatannya bila disertai dengan komorbid DM. Keluarga harus membuat pencegahan/ pengobatan lain untuk dapat membuat penderita sembuh dari kedua penyakit tersebut, sehingga tidak memperburuk kondisi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk upaya penanganan dan pencegahan pada klien tuberkulosis paru dengan komorbid DM yang sedang menjalani proses pengobatan di Kota Salatiga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan bagaimana upaya penanganan dan pencegahan dan penanganan Tb Paru yang disertai dengan komorbid DM dapat dilakukan oleh anggota keluarga klien. Abstract Pulmonary tuberculosis is infectious disease of being shunned by the community for its rapid transmission of bacteria is acid resistant ( smear ).Smear is a basil aerobic hold acid which is a bacterium that consists of layers of candles and fatty acids mikolat, lipids that there can be reached 60 % from heavy. cell wallThe group smear consisting of: , mycobacterium tuberculosis mycobacterium africanum, mycobacterium bovis and mycobacterium leprae.Family is very important to actively involved in preventing the contagion in rumah.tugas of the family is being treated for a sick family members by preventing the transmission of.A disease pulmonary tuberculosis will be the longer the treatment if accompanied by komorbid dm. Family had to make prevention / other treatments to make patients recovered from both of these diseases, so as not worsen the condition. sufferersThis study attempts to describe the form of efforts to handle and prevention on the client pulmonary tuberculosis with komorbid dm who is undergoing the process of treatment in the city salatiga.The research uses a qualitative methodology with described how efforts to handle and prevention and handling of pulmonary tuberculosis are accompanied by komorbid dm can be done by family members. clients.
Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga: Overview of Pre-Elderly Eating Patterns Related to the Inflammatory Risk of Type 2 Diabetes Mellitus During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City Kasila Anis; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Catherine Natawirarindry
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.463

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar SQ-FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik.
Gambaran Pola Asuh Anak Obesitas Usia 5–12 Tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat: Description of Parenting Childhood Obesity Age 5-12 Years at SD Negeri 09 Rangkang, Bengkayang Regency, West Kalimantan Celine Angely; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Venti Agustina
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.679

Abstract

Obesitas merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan lemak secara berlebihan di dalam tubuh. Banyak masyarakat dan orang tua beranggapan bahwa seorang anak yang memiliki postur tubuh gemuk kelihatan sehat dan menggemaskan. Sehingga hal ini yang membuat banyak orang tua merasa bangga jika memiliki anak dengan postur tubuh gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola asuh anak obesitas usia 5–12 tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sehingga pada akhirnya akan menjadi masukkan kepada orang tua dan dengan demikian upaya pencegahan dapat dilakukan agar prevalensi terjadinya obesitas di kalangan anak usia Sekolah Dasar bisa dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in depth interview). Pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anak yaitu pola asuh demokratis. Ketika anak meminta sesuatu kepada orangtua tidak langsung diberikan, namun harus ada syarat atau hal tertentu yang dikerjakan oleh anak. Kesimpulan dari penelitian ini, pola asuh makan yang diterapkan yaitu emotional feeding dan control over eating.
Pelatihan Dapur Sehat Atasi Stunting di Lokasi Fokus (Lokus) Penanganan Stunting Kabupaten Boyolali Monikasari Monikasari; Sarah Melati Davidson; Gelora Mangalik; Kristiani Desimina Tauho; Ayu Afriani Panyuwa; Dary Dary; Brigitte Sarah Renyoet; Rifatolistia Tampubolon; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 5, No 2 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v5i2.522

Abstract

Stunting is a condition in which a child's height is shorter than that of other children of the same age. Children experiencing stunting can be caused by several factors such as poor nutrition experienced by pregnant women and toddlers, lack of knowledge of mothers about health and nutrition that occurs before pregnancy and after childbirth, limited health services, lack of access to nutritious food and lack of access clean water and sanitation. In addition, the practice of giving food to toddlers is something that must be considered, is one way to meet the nutritional needs of toddlers. A good feeding pattern for toddlers will have an impact not only on physical growth but also on their cognitive-mental development. The mother as caregiver has all the decisions regarding healthy feeding practices, including breastfeeding. Giving food to toddlers is closely related to the role of the mother. Mother's education is an important factor that indirectly affects nutritional status, because mother's education will affect parenting patterns for children. The form of community service activities is in the form of delivering material on balanced nutrition, stunting and cooking training. A pre test was carried out before the extension activities with the results of the mother's knowledge level regarding stunting and healthy food, food safety with results of 77.12-80.66, for the post test results given after the delivery of the material and after cooking training, there was an increase in the mother's knowledge about stunting and good food processing and correct at 83.32-86.85. The conclusion is that there is an increase in mother's knowledge regarding stunting and proper and proper food processing which has a direct effect on mother's awareness regarding family nutrition and family health.
Gambaran Konsumsi Gula, Garam dan Lemak (Minyak) pada Anak Sekolah Tesalonika Gisela Rembet; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Gelora Mangalik
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i04.877

Abstract

Anak usia sekolah (6-12 tahun) merupakan kelompok usia dengan tumbuh kembang pesat kedua setelah masa Balita. Perhatian orangtua dan keluarga penting dalam pemilihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi garam, gula, dan lemak (minyak) siswa di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Data dianalisa secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2020. Responden penelitian sebanyak 60 siswa kelas I-IV dari SD GMIM Wulauan, SD GMIM Tonsea Lama, dan SD Inpres Marawas. Pengambilan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan responden, SQ-FFQ (data kebiasaan makan), Food Recall 2x24 jam (data asupan makan), serta pengukuran antropometri. Hasil Food Recall 2x24 jam didapatkan bahwa gambaran konsumsi asupan garam sebanyak 432,02 mg, asupan gula sebanyak 0,02 g, dan asupan minyak (lemak) 32,23 g, berada pada kategori kurang. Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (minyak) (GGL) responden termasuk kurang. Asupan GGL tetap perlu dijaga agar tidak melebihi batas konsumsinya dengan membatasi jajanan yang manis, gurih, dan berlemak serta memberikan pendidikan gizi kepada anak tentang makanan dan jajanan yang sehat.
Survei Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja di SMA Negeri 5 Jayapura Stuard Aldo Woisiri; Gelora Mangalik; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1423

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berumur ≥ 10 Tahun mempunyai kecenderungan kurang mengkonsumsi sayur dan buah sesuai standart pedoman gizi seimbang yaitu kurang dari 400 gr/orang/hari yang terdiri dari 250 gr sayur dan 150 gr buah dalam sehari mencapai 95,5. Di Provinsi Papua, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa penduduk tidak mengkonsumsi buah dan sayur mencapai 95%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat konsumsi buah dan sayur dan tingkat asupan zat makro dan mikro pada anak remaja di SMA Negeri 5 Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Jayapura pada bulan Januari-Maret 2021. Sampel target dalam penelitian ini adalah 50 siswa-siswi kelas 10-11 dengan usia 15-18 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak sistematis (sistematic random sampling). Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner yaitu Semi Quantitave Food Frequency Questioner (SQ-FFQ) dan recall 2x24 jam. Data yang telah dikumpulkan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata konsumsi sayur dan buah siswa sangat rendah yaitu sayur frekuensi konsumsi sayur 0,09 kali/hari dengan rata-rata berat 4,41 gram/hari dan buah 0,16 kali/hari dengan rata-rata berat 38,59 gram/hari. Tingkat asupan zat gizi makro defisit yaitu energi (29 siswa),protein (36 siswa), lemak (33 siswa) dan karbohidrat (47 siswa) dan asupan zat gizi mikro yang kurang yaitu 50 siswa kurang mengonsumsi serat dan kalsium, 32 siswa kurang mengonsumsi magnesium dan 47 siswa kurang mengonsumsi zat besi.
Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Klinik Mata Madiun Nugroho, Kristiawan; Irawan, Sandy; Rahadiyanto, Cahyono; Fitrianto, Lindu; Suprapto, Yossy
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i2.12259

Abstract

Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari klinik pratama dan klinik utama, masing-masing menyediakan pelayanan non-spesialis dan spesialis. Klinik Mata di Madiun berlokasi di Jawa Timur, menyediakan berbagai layanan kesehatan mata seperti LASIK, operasi glaukoma, dan katarak. Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, klinik membutuhkan sistem informasi yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan melalui platform Satu Sehat. Sistem informasi klinik ini, dikenal sebagai Simklinik, dirancang untuk mengelola data pendaftaran pasien, rekam medis, dan pengiriman data pasien secara terkomputerisasi. Hal ini dapat mencegah duplikasi data pasien dan mempercepat proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem informasi pendaftaran rawat jalan di Klinik Mata Madiun. Metode yang digunakan adalah Waterfall, sebuah model pengembangan sistem informasi yang terdiri dari beberapa tahapan dalam System Development Life Cycle (SDLC). Data yang digunakan berdasarkan rekam medis dari Klinik Mata Madiun. Hasil pengujian sistem menggunakan metode black box menunjukkan keberhasilan dengan tingkat kesesuaian 100%, menandakan bahwa sistem ini dapat memenuhi kebutuhan klinik secara optimal dan efisien. 
The Relationship of Nutritional Status with Cholesterol Levels in Junior High School Students in Malang Monikasari, Monikasari; Nugroho, Kristiawan Prasetyo Agung; Natawirarindy, Chaterine; Esperansa, Priskila Eka Setia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2604

Abstract

Overweight and obesity are the result of excess food intake compared to energy expenditure. Overweight and obesity are health problems associated with dyslipidemia and risk factors for cardiovascular disease. Knowledge about being overweight and knowledge about nutrition are related to the practice of choosing the food consumed. The aim of this research was to determine the relationship between nutritional status and cholesterol levels in junor hidgh school students in Malang. The method used in this research uses a quantitative descriptive research design with a cross sectional approach. The research location was carried out at Pelita Kasih Lawang Christian Middle School, Malang Regency in February - April 2021. The method used in this research was the total population, with the population in this study being 76 respondents. Respondent characteristics data was obtained based on the population at Pelita Kasih Lawang Christian Middle School, Malang Regency, aged 12-15 years who had more nutritional status and were willing to be respondents when the research was conducted. Nutritional status data was obtained using a weight measuring device using a Camry brand digital scale. Height measuring tool using a micrometer with an accuracy of 0.1 cm. Cholesterol test tool with Easy Touch brand cholesterol strips, non-powdered rubber gloves, 5L biohazard safety box, lancet needle and alcohol swabs. Conclusion: based on the research that has been conducted, it can be concluded that the nutritional status is normal for 36 respondents, the nutritional status is overweight for 11 respondents and the nutritional status for obesity is 7 respondents. There was no relationship between nutritional status and respondents' cholesterol levels. Suggestion: This research still requires further research related to nutritional status and hypercholesterolemia factors.
MANUCU: A Case Study of Pain Experience Among Elderly as Gout Arthritis Sufferer in Tomohon City Nusawakan, Arwyn Weynand; Nugroho, Kristiawan Prasetyo Agung; Rottie, Marselina Ireine
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3702

Abstract

Gout Arthritis is a degenerative disease caused by the deposit of monosodium urate crystals in joints and triggered acute inflammation. One of the most dramatic events occurring to GA sufferers is a flare, a severe condition that rises quickly and lasts for one or two weeks. The pain's intensity and subjective experience vary between individuals and could be among groups. Therefore, identifying how the sufferer expresses pain is essential to understanding the phenomenon. Objective: This study aimed to explore the pain experience of GA Sufferers. Methods: A single case study was applied to conduct this qualitative research. This research was located in Tomohon City and occurred in September 2024. In-dept interviews were done with three adults who are GA sufferers. A narrative analysis of each participant was used to describe the result. Results: Participants are polyarticular tophaceous gout sufferers. Participant 1 (P1) expresses his pain as "ba’-nyut-nyut" or "manucu" (the pain was excruciating, like being stabbed with a needle), burns, and even makes him cannot wake up from bed due to the painful feeling and the foot tophi. Meanwhile, P2 says the Manucu experience usually happens during cold temperatures and makes him totofore (trembling). Last, the third participant says it feels like being stabbed, "ba-cucuk," and very painful. Conclusions: Pain is a subjective experience of the sufferer and has impact in his/her quality of life however, pain is also expressed in a commonality based on the sufferer cultural background like the word "manucu" exists as a characteristic of the pain in the community.
Co-Authors Adi, Bagus P. S. Adijoyo, Yohanes Suryo Agus Fitrianto Agus Fitrianto, Agus Angelina Bramantyas Sekar Arum Angelina, Ria Anggi Dwi Yulinar Anggraheni, Septiana Dian Angkit Kinasih Arwyn Weynand Nusawakan Ayu Afriani Panyuwa Bagus P. S. Adi Brigitte Sarah Renyoet Catherine Natawirarindry Celine Angely Daniel Tri Angga Dary Dhanang Puspita Esperansa, Priskila Eka Setia Fajar Dwi Pangestu Fiane de Fretes Fitrianto, Lindu Fransiska M. Santoso Putri Gelora Mangalik Greis Saibele Haika, Shara Minantri Harni Seyla Anugerahni Harni Seyla Anugerahni, Harni Seyla Hirkanus Fransiskus Humune Ike Listiyowati Irawan, Sandy Jean Clamentyn Tetrapoik Jein Mayasari Rumondor Jovitatera, Apfia Julia Mariyani Hekakaya Julia Mariyani Hekakaya, Julia Mariyani Junet Franzisca da Costa Kasila Anis Kristiani Desimina Tauho Kukuh Pambuka Putra Kurniasari, R. Rr Maria Dyah Marwa, Shendy Lusynthia Monika Rahardjo Monikasari Monikasari Monikasari, Monikasari Monikasari, Monikasari - Natawirarindy, Chaterine Nathania Liantari Pratamaningtyas Ni Komang K Sari Ni Komang K Sari, Ni Komang K Noviani, Tabita Nur Sugiharso Pratama, Rizal Putra Puji Astuti Pulung Nugroho R. Rr Maria Dyah Kurniasari Rahadiyanto, Cahyono Rambu L.N.K. Retno Triandhini Ria Angelina Ridho Pamungkas Rifatolistia Tampubolon Rosalina, Stephanie Rosiana Eva Rayanti Rottie, Marselina Ireine Rumondor, Jein Mayasari Sarah Melati Davidson Sarlina Palimbong Stefani Ratna Indriati Stefany Maria Angelica Yuwono Stephanie Rosalina Stuard Aldo Woisiri Suprapto, Yossy Tabita Noviani Tesalonika Gisela Rembet Theresia Pratiwi Elingstyo Sanubari Treesia Sujana Utomo, Handoko Tejo Venti Agustina Vilia Herani Noky Widita, Desia Siwi Windu Merdekawati Windu Merdekawati Wirandari, Retno Esti Respati Yesstia Pulung Sari Yesstia Pulung Sari, Yesstia Pulung Yuni Sofia Ranty