Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Akun Instagram @Grosirshop_Stufff dalam Promosi Penjualan Afridatul Jannah; Masriadi; Deddy Satria; Dwi Fitri
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v1i4.44

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan penulis untuk mengetahui startegi komunikasi pemasaran pada akun @grosirshop_stufff. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis komunikasi pemasaran dan faktor penghambat yang terjadi dalam menjalankan komunikasi pemasaran pada akun instagram @grosirshop_stufff dalam promosi penjualannya. Peneliti menggunakan teori Bauran Pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari seorang key informan yakni pemilik toko @grosirshop_stufff, dan 4 informan pendukung yang merupakan pembeli pada toko tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan strategi komunikasi pemasaran yang mencakup produk yang menarik dan berkualitas, harga yang kompetitif, penggunaan platform Instagram dan toko offline sebagai tempat promosi, dan taktik promosi melalui fitur-fitur kreatif, akun Instagram @grosirshop_Stufff mengintegrasikan keempat elemen bauran pemasaran dengan baik untuk mencapai tujuan promosi penjualan dan menghadapi persaingan di pasar secara efektif. Meskipun terdapat beberapa hambatan dalam menjalankan strategi komunikasi pemasarannya, baik itu hambatan internal maupun eksternal
Komunikasi Interpersonal Pramusaji (Waiters) Dalam Pelayanan Di Station Cofee Premium Kota Lhokseumawe Fakhrurrazi; Masriadi
Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Cendekia : Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/cendekia.v1i4.47

Abstract

Coffee shop saat ini telah menjadi suatu bisnis yang berkembang dengan pesat. Dalam pelayanan di setiap Caffe di perlukan komunikasi antara pramusaji dengan pelanggan. Peran pelayanan yang menjadi petugas pelayanan merupakan ujung tombak Cafe jasa pelayanan yang akan berhadapan langsung dengan konsumen atau pelanggan Cafe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menekan bahwa penerapan komunikasi interpersonal pramusaji dalam memberika pelayanan di Station Coffee Premium Kota Lhokseumawe sangat baik komunikasi yang terjadi antara pengunjung dan pramusaji cukup baik Pengunjung merasa puas karena pramusaji dapat bersikap ramah, sopa dan mampu berbicara menggunakan bahasa Indonesia ataupun Bahasa Aceh. hal ini tentunya merupakan sebuah hal yang positif karena hal in akan berdampak baik bagi Station Coffee Premium Kota Lhokseumawe. Hambatan dalam penerapan komunikasi interpersonal dalam pelayanan di Station Coffee Premium Kota Lhokseumawe yaitu ada pengunjung yang kurang berinteraksi, ada pengunjung yang memiliki dialek yang berbeda, dan ada pengunjung yang cerewet.
Larangan Memainkan Talempong saat Padi Mulai Berbuah: Kearifan Lokal Masyarakat Unggan, Sumpur Kudus Purwantono Purwantono; Masriadi Masriadi; Rahmaida Putri; Thio Rivaldi; Syahyuli Indrata
Al-DYAS Vol 5 No 1 (2026): Al-DYAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v5i1.8558

Abstract

The tradition of prohibiting the playing of talempong when rice plants are bearing grain is a form of local wisdom that continues to be maintained by the community of Nagari Unggan, Sumpur Kudus Subdistrict, Sijunjung Regency, and is believed to be associated with belief in orang bunian, who are thought to cause the rice to become ampo (empty grain) if talempong is played during critical growth phases. This study aimed to describe this tradition and analyse the social, spiritual, and ecological meanings embedded within it. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation during the Kuliah Kerja Nyata (KKN) community service program conducted from 17 June to 17 July 2025 in Nagari Unggan. Data were analysed using the Miles and Huberman model to organise, reduce, and present the findings systematically. The results show that the prohibition on playing talempong functions as a mechanism of social control, a form of respect for nature and ancestors, and an effort to protect rice crops during critical growth stages. This tradition also contains educational value for younger generations and remains relevant to be preserved amidst modernisation as part of strengthening local cultural identity and the community’s ecological ethics.