Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN STRATEGI DIGITAL MARKETING TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN DI ZALFA SABLON PLASTIK RAPPANG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Muhammad Rafli Syukri; Adam Latif; Muhammad Rusdi; Sofyan B
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v18i2.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi digital marketing terhadap peningkatan penjualan pada UMKM Zalfa Sablon Plastik di Kabupaten Sidenreng Rappang. Strategi digital marketing yang ditinjau meliputi enam indikator utama: accessibility, interactivity, entertainment, credibility, irritation, dan informativeness. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dan penyebaran kuesioner kepada 51 responden, yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator accessibility memiliki skor tertinggi, menandakan kemudahan akses digital sudah terpenuhi. Namun, indikator seperti interactivity, credibility, dan informativeness masih tergolong rendah. Uji regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,026, yang berarti hanya 2,6% peningkatan penjualan dapat dijelaskan oleh strategi digital marketing, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Meskipun uji t menunjukkan adanya pengaruh signifikan secara statistik, dampak praktis strategi digital marketing masih terbatas. Penelitian ini menegaskan bahwa kehadiran di media sosial seperti Instagram belum cukup untuk mendorong peningkatan penjualan secara signifikan tanpa strategi konten yang konsisten, interaktif, dan terpercaya. Oleh karena itu, UMKM perlu melakukan optimalisasi strategi digital secara kontekstual dan adaptif agar mampu menghasilkan konversi yang lebih maksimal dalam pemasaran digital.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN USAHA BURAQ TELUR DI SIDRAP Nur Aisyah; Muhammad Rusdi; Haslindah; Bahtiar Herman
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v18i2.3069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan pada Usaha Buraq Telur di Terminal Pangkajenne, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat persaingan antar pelaku usaha telur di pasar lokal yang menuntut strategi pemasaran yang lebih adaptif, khususnya melalui pemanfaatan media digital sederhana seperti WhatsApp dan Facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk mengorganisasi dan mengidentifikasi tema-tema strategis dalam praktik komunikasi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital terbukti efektif dalam mendukung peningkatan penjualan. Personal selling menjadi strategi dominan dengan proporsi 29,38%, diikuti oleh promosi penjualan (25,28%) dan pemasaran langsung (20,94%). Aspek ini menunjukkan bahwa interaksi personal, penawaran khusus, dan komunikasi digital sederhana mampu membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus meningkatkan loyalitas. Dari perspektif bauran pemasaran, indikator harga menempati posisi tertinggi sebesar 27,86%, disusul produk (26,24%) dan tempat (25,30%), sedangkan promosi berada di posisi terendah yaitu 20,60%. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penetapan harga yang kompetitif, kualitas produk yang terjaga, serta distribusi yang tepat memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan, meskipun promosi digital masih sederhana. Kesimpulannya, keberhasilan strategi komunikasi pemasaran digital pada Usaha Buraq Telur dipengaruhi oleh kombinasi antara komunikasi interpersonal, bauran pemasaran yang seimbang, serta pemanfaatan media digital yang konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM dalam mengoptimalkan strategi digital untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal.
Implementasi Business Model Canvas Terhadap Pengembangan Usaha Pada Deodoran Tadeo Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Andi Ariani; Muhammad Rusdi; Andi Riska Andreani Syafaruddin; Rahman Yakub
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 3 No. 2 (2025): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v3i2.1217

Abstract

Penelitian ini berfokus pada implementasi Business Model Canvas (BMC) sebagai alat untuk mengembangkan usaha Deodoran Tadeo, sebuah produk perawatan diri di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Dengan menganalisis sembilan elemen BMC, penelitian ini bertujuan untuk memahami model bisnis ini dan dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh usaha tersebut, seperti penetrasi pasar yang terbatas dan pengenalan merek yang masih rendah. Adanya pendekatan metode kualitatif, akan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Deodoran Tadeo terletak pada nilai unik produk berbahan dasar alami dan dukungan komunitas lokal, namun masih terdapat kelemahan dalam hal saluran distribusi dan strategi promosi. Segmentasi pelanggan belum dimanfaatkan secara optimal, dan aktivitas kunci seperti pemasaran digital masih minim. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi promosi melalui media sosial, peningkatan hubungan pelanggan, serta diversifikasi saluran distribusi. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi Deodoran Tadeo untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan UMKM di wilayah tersebut.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT UNTUK TRANSFORMASI PELAYANAN DESA MELALUI SISTEM INFORMASI BERBASIS APLIKASI SIBERAS DI DESA KALOSI ALAU Muh. Wildan Mauludy; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Hartati Hartati; Damis Damis; Muhammad Takdir; Bahtiar Herman; Muhammad Rusdi; Inna Mutmainna Cahyani Thahir; Erwin Irnandi AS; Kamal Kamal; Jusrianto Jala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Transformasi digital pada tingkat desa tidak serta-merta meningkatkan kualitas pelayanan publik apabila masyarakat belum memahami sistem informasi yang tersedia. Di Desa Kalosi Alau, aplikasi SIBERAS telah digunakan sebagai media informasi resmi desa, tetapi pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas karena sebagian warga belum memahami fungsi, cara mengakses, dan manfaat praktisnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendukung transformasi pelayanan desa melalui pengenalan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi SIBERAS. Program menggunakan metode pendekatan edukatif-partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi pelayanan publik digital, demonstrasi aplikasi, praktik terbimbing menggunakan telepon genggam peserta, diskusi, observasi, dokumentasi, serta evaluasi kualitatif berdasarkan umpan balik dan kemampuan peserta mengikuti langkah akses. Hasil, Peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pelayanan desa berbasis digital, mengenali SIBERAS sebagai kanal informasi resmi, dan mampu mengikuti tahapan mengakses informasi desa melalui perangkat seluler. Format partisipatif mendorong peserta mengajukan pertanyaan dan menyelesaikan kendala secara langsung. Kegiatan juga menemukan adanya variasi kemampuan digital, keterbatasan kebiasaan menggunakan layanan berbasis website, dan ketidakstabilan jaringan internet yang memerlukan pendampingan bertahap. Penguatan literasi digital melalui sosialisasi kontekstual dan praktik terbimbing menjadi fondasi sosial penting bagi transformasi pelayanan desa. Keberlanjutan program memerlukan pembaruan informasi secara berkala, pendampingan lanjutan, responsivitas aparatur desa, serta dukungan infrastruktur digital yang memadai. 
PENDAMPINGAN KOLABORATIF MASYARAKAT DAN MAHASISWA DALAM TRANSFORMASI LAHAN TIDAK PRODUKTIF MENJADI KEBUN EDUKASI KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI DESA SIPODECENG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG kamaruddin Sellang; Jamaluddin Ahmad; Ahmad Mustanir; Damis Damis; Herman Dema; Irwan Irwan; Bahtiar Herman; Muhammad Rusdi; Erwin Irnandi AS; Inna Mutmainnah Cahyani Tahir; Kamal Kamal; Jusrianto Jala
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.3620-3630

Abstract

Pemanfaatan lahan tidak produktif di organisasi lingkungan merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung ketersediaan pangan lokal sekaligus menyediakan ruang pembelajaran bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi masyarakat Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam mentransformasikan lahan yang belum produktif menjadi kebun edukasi hortikultura melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN UMS Rappang Angkatan VIII Tahun 2026. Pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang mengadaptasi prinsip Penelitian Aksi Partisipatif dan Sekolah Lapang Petani. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, perencanaan partisipatif, pembersihan dan penggemburan lahan, pembuatan bedengan, pemberian pupuk kompos, penyemaian dan penanaman, pemeliharaan, serta evaluasi izin. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan fisik berupa terbentuknya bedengan dan jalur perawatan yang tertata, tersedianya rumah semai, serta tumbuhnya beragam komoditas, yaitu kangkung, sawi, tomat, cabai rawit, cabai besar, dan kemangi. Pendampingan juga menghasilkan pembelajaran praktis, pembagian peran, dan kerja kolaboratif antara masyarakat dan pelajar sejak mengolah lahan hingga pemanenan. Kebun yang terbentuk berpotensi mendukung ketersediaan pangan lokal dan menjadi media edukasi pemanfaatan pekarangan. Program yang diperlukan memerlukan kelompok pengelola, jadwal pemeliharaan, penyediaan benih dan kompos, pencatatan pertumbuhan serta hasil panen, dan praktik replikasi pada pekarangan warga.
PENGUATAN UMKM DESA BILA MELALUI SEMINAR BRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL Muhammad Rusdi; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Haslinda Haslinda; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Mardatillah Mardatillah; Andi Nurwida; Afrilia Cahyani; Muh. Tamrin; Suleha Suleha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas dasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dalam membangun identitas produk dan memanfaatkan media digital untuk promosi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif dan praktik terbimbing dengan tema “Penguatan UMKM Desa melalui Branding dan Pemasaran Digital”. Pendekatan edukatif-partisipatif diterapkan melalui tahapan persiapan dan orientasi kebutuhan, penyampaian konsep branding, demonstrasi promosi digital sederhana, praktik menggunakan telepon pintar, diskusi, dan evaluasi kualitatif. Materi meliputi identitas merek, diferensiasi produk, konsistensi visual, kemasan, konten promosi, komunikasi pelanggan, dan pemanfaatan media sosial sebagai kanal pemasaran. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta selama sesi pemaparan dan praktik. Sejumlah peserta mampu menampilkan konten digital melalui telepon pintar sebagai indikasi kesiapan awal dalam menerapkan materi. Kegiatan juga mempertemukan unsur pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam forum belajar kolaboratif. Karena evaluasi dilakukan secara deskriptif dan belum tersedia data pre-test serta post-test terstandar, hasil kegiatan dimaknai sebagai capaian awal penguatan kapasitas, bukan dampak bisnis yang telah terukur. Pendampingan lanjutan diperlukan agar identitas merek, produksi konten, dan pengelolaan akun digital dapat diterapkan secara konsisten dan mandiri.