Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Intuisi

PERBEDAAN MOTIF AFILIASI PADA REMAJA PENGGUNA FACEBOOK DITINJ AU DARI JENIS KELAMIN Isadora, Stiveni; Pratiwi, Shinta; Tjondronegoro, Probowatie
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13348

Abstract

Abstrak. Penelitian ini beitujuan untuk menguji secara empiris perbedaan motif afiliasi pada remaja pengguna facebook ditinjau dari jenis kelamin. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan motif afiliasi antara laki-laki dan perempuan pengguna facebook. Motif afiliasi remaja perempuan pengguna facebook lebih kuat dari pada remaja laki-laki. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa Universitas Semarang, yang terbagi atas 50 mahasiswa perempuan dan 50 mahasiswa laki-laki. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tekmk incidental sampling.Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Skala Motif Affiliasi pada Remaja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan motif afiliasi antara remaja laki-laki dan remaja perempuan pengguna facebook. Motif afiliasi remaja perempuan pengguna facebook lebih kuat dari pada laki-Iaki, yang ditunjukkan dengan nilai Uji-t = 5,073 p = 0,000 (p < 0, 01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kata kunci : jenis kelamin, motif afiliasi pada remaja
PENYESUAIAN DIRI REMAJA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH OTORITER ORANG TUA Ardiyanto, Dody; Pratiwi, Shinta
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13332

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dan penyesuaian diri remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri pada remaja. Semakin baik penyesuaian diri pada remaja, dan sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 89 siswa-siswi SMP Negeri 1 Pati. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknikk cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan dua skala yaitu Skala Penyesuaian Diri Remaja dan Skala Persepsi terhadap Pola Asuh Otoriter Orangtua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik kolerasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri remaja yang ditunjukkan hasil rxy = 0,448 dan p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.Kata Kunci: Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dan penyesuaian diri remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri pada remaja. Semakin baik penyesuaian diri pada remaja, dan sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 89 siswa-siswi SMP Negeri 1 Pati. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknikk cluster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan dua skala yaitu Skala Penyesuaian Diri Remaja dan Skala Persepsi terhadap Pola Asuh Otoriter Orangtua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik kolerasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara persepsi terhadap pola asuh otoriter orangtua dengan penyesuaian diri remaja yang ditunjukkan hasil rxy = 0,448 dan p = 0,000 (p < 0,01), sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Faktor Eksternal dari Orangtua atau Faktor Internal Diri Sendiri yang Memprediksi Emosi Moral Remaja? Pratiwi, Margaretha Maria Shinta; Subandi, Subandi; Adiyanti, Maria Goretti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 12, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v12i1.24080

Abstract

Emosi moral memegang peran penting yang berfungsi sebagai motif munculnya kecenderungan tindakan moral dan mengantisipasi pelanggaran moral remaja, dan mampu memikirkan kesejahteraan orang lain. Namun, belum ada penelitian yang mengkaji model yang memprediksi emosi moral remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan: 1) Menguji model prediktif sosialisasi emosi orang tua yang dipersepsi oleh remaja dan perspective-taking terhadap emosi moral remaja; 2) Menguji peran perspective- taking mediator terhadap emosi moral remaja. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pemilihan partisipan menggunakan teknik multistage sampling, partisipan berjumlah 936 remaja usia 12-18 tahun di Semarang yang diambil menggunakan Teknik analisis data menggunakan SEM PLS (Partial Least Square ). Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Model prediktif sosialisasi emosi orang tua yang dipersepsi oleh remaja dan perspective-taking terhadap emosi moral remaja mampu membuktikan kesesuaian teoretis dan teruji berdasarkan data empiris. Berdasarkan pengujian model struktural, diperoleh data bahwa: a)Terdapat pengaruh signifikan sosialisasi emosi orangtua yang dipersepsi oleh remaja terhadap perspective-taking ( =0,353,T-Stat >1,96); b) Terdapat pengaruh signifikan perspective- taking terhadap emosi moral( =0,188,T-Stat>1,96);c)Terdapatpengaruhsosialisasiemosiorangtuayangdipersepsiolehremaja emosi moral( =0,132,T-Stat >1,96); 2) Peran perspective-taking terbukti sebagai variabel mediator. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa sosialisasi emosi orangtua yang dipersepsi oleh remaja dapat memengaruhi emosi moral secara langsung maupun secara tidak langsung melalui perspective-taking. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan teori terkait moral serta memberikan informasi pada masyarakat secara luas, remaja dan orangtua secara khusus berkaitan dengan faktor yang dapat memengaruhi perkembangan emosi moral dan fungsi dari emosi moral.  Moral emotions hold an important role that functions as a motive for the emergence of moral acts and anticipates the moral violations of adolescents, and be able to think about the interests and welfare of other people. However, there has no studies that examine models that predict moral emotions in adolescents. Therefore, this study aims to: 1) Test the predictive model of parental emotions socialization perceived by adolescents and perspective-taking on adolescent moral emotions; 2) Test the role of perspective-taking as mediators mediator between parental emotion socialization and adolescent moral emotion. The research method used is quantitative. Partisipant selection was conducted through multi-stage sampling, 936 teenagers aged 12-18 years in Semarang. The statistical data analysis used is SEM PLS (Partial Least Square). The research results indicate: 1) The predictive model of parental emotions socialization perceived by adolescents and perspective-taking on adolescent moral emotions can prove theoretical and tested suitability based on empirical data. Based on structural testing of the model, the data obtained that: a) There was a significant influence on parental socialization perceived by adolescents on perspective-taking(γ = 0.353, T-Stat> 1.96); b) There was a significant influence of perspective-taking on moral emotions (β = 0.188, T-Stat> 1.96); c) There was an influence of parental socialization of emotions perceived by adolescents moral emotions (γ = 0.132, T-Stat> 1.96) s; 2) The role of perspective-taking is proven as a mediator variable. Based on data analysis, it can be concluded that the parental emotions socialization perceived by adolescents can influence moral emotions directly or indirectly through perspective-taking. Therefore, this study can provide benefits for the development of moral theory, and provide information to the wider community, adolescents and parents specifically related to factors that can influence the development of moral emotions and the function of moral emotions.