Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI MANAJEMEN PENYAKIT KRONIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENYAKIT GINJAL KRONIS Suparjo, Suparjo; Mulyadi, Agus; Khasanah, Dwi Uswatun
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i1.13038

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius terhadap kualitas hidup. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap komplikasi PGK. Edukasi manajemen penyakit kronis menjadi intervensi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah komplikasi PGK. Tujuan penelitia ini adalah untuk Mengetahui pengaruh edukasi manajemen penyakit kronis terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pencegahan komplikasi PGK. Metode Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel adalah warga Kelurahan Debong Kulon sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukan Terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap masyarakat setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Didapat Kesimpulan bahwa Edukasi manajemen penyakit kronis efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam mencegah komplikasi PGK.
PENILAIAN LOWER URINARY TRACT SYMPTOMS (LUTS) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KOTA TEGAL Khasanah, Dwi Uswatun; Suparjo, Suparjo; Fauziyah, Anny
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i2.13644

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) was associated with urological complications, particularly Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS). LUTS included nocturia, urgency, frequency, decreased urine flow, incomplete bladder emptying, and incontinence, which could cause physical and psychological distress and reduce quality of life.  Early identification of LUTS in patients with DM was essential to prevent progression and improve symptom management. This descriptive study aimed to identify LUTS in DM patients in Tegal City. A total of 106  respondents with DM were selected through purposive sampling from the service areas of Tegal Timur, Bandung, Debong Lor, and Margadana public health centers. Data were collected through interviews using the LURN Symptom Index-29 (LURN SI-29). Descriptive statistics were applied to analyze mean, standard deviation, minimum, and maximum values. The findings revealed that the highest mean score was in Section E (Nocturia) with 65.89 (SD = 22.16), followed by Section D (Urgency) with 22.42 (SD = 22.66). The lowest  score was in Section B (Bladder Pain), with 7.02 (SD = 14.19). The total LURN SI-29 score had a mean of 19.15 (SD = 9.98), ranging from 5.70 to 53.30. In conclusion, nocturia was the most dominant symptom  experienced by DM patientsin Tegal City, followed by urgency. Meanwhile, bladder pain was relatively rarely reported. Overall, the total LUTS score indicated that most DM patients experienced lower urinary tract symptoms with varying levels of severity. Early detection of LUTS was recommended to help DM patients  recognize symptoms earlier and receive appropriate interventions.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Ayu, Larasia Gloria; Yati, Dwi; Suparjo, Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i2.14226

Abstract

The accumulation of prostaglandins during menstruation results in uterine hypercontraction and pain. The prevalence of primary dysmenorrhea in Indonesia is around 54.89%. The impact of primary dysmenorrhea if not treated immediately is the disruption of learning activities. Fast food plays a role as a risk factor for primary dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between fast food consumption and primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMK. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The population in this study were 63 adolescent girls of SMK Koperasi Yogyakarta. The sample was determined by stratified random sampling technique with a total of 54 adolescent girls. Data collection was carried out in June 2024. The instruments used were FFQ questionnaire and dysmenorrhea questionnaire. Data analysis was performed using Spearman Rank statistical test. The results showed that the majority of fast food consumption was in the frequent category, namely 29 respondents (53.7%), the majority of dysmenorrhea was in the severe category, namely 28 respondents (51.9%). Statistical test results obtained p-value 0.001 (<0.05) with a very strong relationship (0.833). The direction of the correlation is positive, meaning that the more frequent the consumption of fast food, the more severe the dysmenorrhea experienced. There is a relationship between fast food and primary dysmenorrhea in adolescent girls. It is recommended that adolescent girls avoid consuming fast food and switch to healthy foods so as to reduce primary dysmenorrhea during menstruation
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN TEKANAN DARAH TINGGI DENGAN SENAM DAN DIET HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA DI KELURAHAN BANYUURIP KOTA PEKALONGAN Supriyo .; Mardi Hartono; Rosmiati Saleh; Suparjo .; Sudirman .
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8582

Abstract

Latar Belakang : Tekanan Darah seseorang akan semakin bertambah dengan bertambahnya usia. Tekanan darah tinggi pada usia lanjut usia (lansia) berkaitan erat dengan timbulnya penyakit jantung, ginjal, stroke danpenyakitpembuluhdarah yang lainnya. Latihan fisik yang teratur dan diet hipertensi merupakan upaya untuk membantu menurunkan level tekanan darah pada lansia. Dengan demikian diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi akibat tekanan darah tinggi yang sering dialami oleh kelompok umur lanjut usia. Berkaitan dengan hal tersebut, selama ini belum diketahui gambaran tekanan darah pada kelompok senam lansia.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan tekanan darah tinggiyang dihadapi paralansia, mengetahui gambaran level tekanan darah kelompok senam lansia dan mengetahui efek senam lansia dan diet hipertensi terhadap tekanan darah kelompok senam lansia.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada lansia yang nantinya hasilnya dapat diimplementasikan pada Lansia Penderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi serta dilakukan monitoring evaluasi.Kesimpulan : Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Banyurip ini dapat meningkatkan pengetahuan manfaaat dan tujuan dari pengelolaan tekanan darah tinggi melalui senam dan diit hipertensi Saran : Perlu adanya monitoring dan pendampingan lebih lanjut secara berkala sehingga kelompok senam lansia senantiasa melaksanakan pengelolaan tekanan darah tinggi.Kata Kunci: Hipertensi, Senam, Diit
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Suparjo Suparjo; Fatchurrozak Himawan; Nurcholis -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11006

Abstract

One of the non-communicable diseases that many people suffer from is hypertension. Hypertension is a silent disease, because sufferers do not know that they suffer from this disease before having their blood pressure checked. There is a risk of more serious illnesses such as stroke, heart attack and heart failure if you do not receive immediate treatment. In the current era of the COVID 19 pandemic, hypertension sufferers are a group that is at high risk of experiencing severity and can even cause death. Health cadres and families have a very important role in monitoring the health status of hypertension sufferers, especially in managing hypertension. Hypertension sufferers' problems that occur over a long period of time and continuously can trigger strokes, heart attacks, heart failure and are the main cause of chronic kidney failure. Therefore, hypertension management is needed to prevent damage to target organs in the long term thereby reducing morbidity and mortality. The methods used are education, training and mentoring of health cadres and families as role models and change agents in the community to increase knowledge and abilities through education and management training. hypertension. The result of this community service is an increase in health cadres' knowledge of the management of hypertension.
PELATIHAN BHD BAGI REMAJA SMA DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Fatchurozak Himawan; Suparjo -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11016

Abstract

diantisipasi bukan hanya oleh tenaga kesehatan saja, Kematiandisebabkan henti jantung dan henti nafas terjadi kapan saja, dimanasaja dan bisa terjadi mendadak. Pengetahuan dan ketrampilan BHDakan lebih baik dimiliki oleh semua lapisan masyarkat karenasebagian besar orang akan berhadapan dengan situasi memerlukanpertolongan pertama atau melakukan pertolongan pertama. Salahsatu kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan pengetahuandan ketrampilan dalam memberikan BHD untuk masa yang akandatang adalah pelajar SMA. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikanBatuan Hidup Dasar BHD kepada mayarakat terutama remaja SMAdi kelurahan debong kulon Kota Tegal Metode yang digunakandalam kegiatan ini yang pertama adalah dengan bentuk pemberianpelatihan selama 2 hari yang didalamnya berisi tentang materi BHDdan yang kedua akan dilakukan monitoring evaluasi setelah kegiatanpelatihan serta pendampingan pada peserta. Hasil kegiatan iniefektif dan berhasil dimana seluruh peserta mampu memahami dandapat melakukan bantuan hidup dasar dengan baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN PENYAKIT KRONIS UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI PENYAKIT GINJAL KRONIK DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Suparjo Suparjo; Agus Muyadi; Fatchurrozak Himawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.13233

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak besar secara ekonomi dan sosial. Edukasi dan pendampingan tentang manajemen penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus diperlukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya komplikasi PGK. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola penyakit kronis secara mandiri. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, diskusi, serta evaluasi pre dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan PGK. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berkontribusi positif terhadap penanganan penyakit kronis
Pencegahan Sistokel Berbasis Komunitas: Edukasi dan Praktik Senam Kegel oleh Kader Kesehatan Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Nurcholis Nurcholis
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.13397

Abstract

Sistokel merupakan kondisi medis yang sering kali diabaikan, namun berdampak besar terhadap kualitas hidup perempuan, terutama yang berusia lanjut atau pasca melahirkan. Edukasi dan latihan otot dasar panggul melalui senam Kegel merupakan salah satu metode non-invasif yang terbukti efektif mencegah sistokel. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengenali serta melakukan pencegahan sistokel secara mandiri dan berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi pretest, edukasi teoritis dan praktis, serta pendampingan intensif selama dua bulan. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 40 menjadi 85. Selain itu, keterampilan kader dalam memfasilitasi dan mempraktikkan senam Kegel mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas melalui kader sebagai agen perubahan dalam pencegahan sistokel.