Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STRESS LEVELS FOR PEOPLE WITH DIABETES MELLITUS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Dwi Uswatun Khasanah; Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v1i1.8065

Abstract

Since December 2019, Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) which first appeared in Wuhan, China has seen a rapid increase in cases and deaths worldwide, including Indonesia. Several studies have shown that diabetes is one of the most commonly reported co-morbidities in severe COVID-19 patients. This fact causes psychological problems for people with Diabetes Mellitus, one of which is stress. Prolonged stress can lead to poor glycemic control. Therefore, it is necessary to identify stress in people with Diabetes Mellitus. The purpose of the study was to obtain an overview of the stress level of people with Diabetes Mellitus. The design of this study was a quantitative research with a descriptive approach. The number of samples as many as 33 respondents with purposive sampling technique. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS)-10 questionnaire. The results of the study showed that most of the respondents had moderate stress levels (42.42%). The results of this study can be a reference for nurses in preventing and overcoming stress in people with Diabetes Mellitus.
RESPON TIME PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KARDINAH KOTA TEGAL Nurcholis Nurcholis; Hudinoto Eko Yudharto; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v2i2.9439

Abstract

Latar Belakang Perawat paling sering berhubungan dengan pasien, sehingga dari semua petugas kesehatan perawatlah yang paling berisiko terpapar infeksi berbagai penyakit..Tujuan : Mengidentifikasi Gambaran Response Time  Perawat Dalam Penanganan  Pasien Di ..Instalasi Gawat Darurat  RSUD Kardinah Kota Tegal.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling ber jumlah 38Hasil: Analisa data menunjukan bahwa Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu <10 menit adalah sebanyak 93%. Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 10 – 20 menit adalah 5%. Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 20 – 30 menit adalah 2%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan total responden perawat IGD di RSUD Kardinah  melakukan tindakan yang baikKesimpulan dan Saran : Response Time tenaga kesehatan di IGD Rumah Sakit Rumah Sakit Umum selama 30 hari diperoleh rata-rata 64.56 waktu 1 menit 4 detik, yang mana Response Time         tenaga kesehatan di IGD Rumah Sakit Rumah Sakit Umum sudah sesuai Standart. Kata Kunci: Response Time , IGD, Perawat
PENGARUH EDUKASI SENAM CUCI TANGAN TERHADAP KEBIASAAN CUCI TANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIARE Hendara Hendra; Gayuh Siska Laksananno; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10252

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan, jari-jemari menggunakan sabun dan air mengalir, bertujuan untuk memutus mata rantai kuman. Edukasi Senam CTPS adalah suatu senam atau gerakan didalamnya yang terdiri dari 6 langkah cuci tangan secara berurutan guna mempermudah pembelajaran cuci tangan dalam upaya pencegahan kasus diare pada anak sekolah dasar. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain pre-experimental yaitu memberikan intervensi atau perlakuan pada subjek penelitian, kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis, dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu one group pretest and posttest dimana fokus pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol dengan jumlah responden sebanyak 85 siswa kelas IV, V dan VI. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan penskalaan dan metode observasi. Pada analisa data menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil analisa univariat didapatkan sebelum dilakukan edukasi cuci tangan dari 85 responden terdapat 29 responden atau 34% memiliki kebiasaan buruk. Setelah dilakukan edukasi senam cuci tangan semua responden memiliki kategori kebiasaan baik yaitu 85 responden atau 100%. Hasil analisa bivariat didapatkan p value 0,000 atau (<0,05) yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan edukasi senam cuci tangan terhadap kebiasaan cuci tangan. Sebelum dilakukan edukasi senam cuci tangan kebiasaan respondel dalam menerapkan cuci tangan kategori buruk, sesudah dilakukan edukasi senam cuci tangan kebiasan cuci tangan responden kategori baik dan terdapat pengaruh edukasi senam cuci tangan terhadap kebiasaan cuci tangan dalam upaya pencegahan diare siswa SD Negeri Poncomulyo.
PENGARUH DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTESI DI WILAYAH PUSKESMAS BANDUNG Suparjo Suparjo; Fatchurrozak Himawan; Nurcholis Nurcholis
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i2.10395

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan penyakit hipertensi dari tahun 2013 sebesar 25,8% menjadi 34.1% pada tahun 2018. Penderita hipertensi mengalami tekanan darah yang tinggi, bila tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama tidak dideteksi secara dini dan tidak mendapat pengobatan yang memadai hal tersebut bisa memicu kerusakan pada ginjal, jantung dan otak. selain mendapatkan terapi farmakologi, juga harus mendapatkan terapi nonfarmakologi. Karena mengingat manusia itu sendiri tidak bisa lepas dari konsep bio, psiko, sosio, dan spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritualnya dengan pendekatan diri kepada Allah SWT melalui berdzikir mampu memberi ketenangan, menghilangkan kesedihan dan stress, serta mampu menurunankan tekanan darah. Tujuan Mengetahui pengaruh dzikir terhadap penurunan tekanan darah di Wilayah Puskesmas Bandung Kota Tegal. Desain penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode pre test dan post test control group design. Instrumen penelitian menggunakan Spigmomanometer. Jumlah sampel sebanyak 40 orang terdiri atas  20 orang pada kelompok intervensi yang mendapatkan intervensi dzikir dan 20 orang pada kelompok kontrol. Hasil diperoleh sebagian besar responden pada kelompok intervensi adalah berjenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang (80%), pada kelompok kontrol berjenis kelamin perempuan sebanyak 11 orang (55%), pada kelompok intervensi usia terbanyak adalah 50-60 tahun sebanyak 11 orang (55%), sedangkan kelompok kontrol terbanyak adalah usia 30-49 tahun sebanyak 12 orang (60%). Pekerjaan pada kelompok intervensi terbanyak adalah bekerja sebanyak 11 (55%) sedangkan pada kelompok kontrol terbanyak adalah bekerja terbanyak 13 orang (65%).
EFEKTIFITAS INTERVENSI AKUPRESURE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Suparjo Suparjo; Agus Mulyadi; Supriyo Supriyo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12491

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bandung Kota Tegal. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 orang, dengan 20 orang pada kelompok intervensi yang menerima terapi akupresur dan 20 orang pada kelompok kontrol. Hasil menunjukkan mayoritas responden pada kelompok intervensi berjenis kelamin perempuan (80%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Usia terbanyak pada kelompok intervensi adalah 50-60 tahun (55%), dan pada kelompok kontrol 30-49 tahun (60%). Tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi menurun dari 152 ± 11,0 mmHg menjadi 145 ± 11,5 mmHg (p=0,001), dan tekanan darah diastolik menurun dari 96 ± 9,0 mmHg menjadi 91 ± 8,5 mmHg (p=0,002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupresur efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG THALASSEMIA PADA GENERASI MUDA: STUDI PADA SISWA SMA DAN MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AWAL Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12492

Abstract

Thalassemia merupakan kelainan genetik autosomal resesif yang berdampak pada produksi hemoglobin. Pengetahuan tentang thalassemia pada generasi muda menjadi penting dalam upaya pencegahan kelahiran anak dengan thalassemia mayor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan thalassemia pada siswa SMA kelas 3 dan mahasiswa keperawatan tingkat awal. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, terdiri dari 70 siswa SMA dan 30 mahasiswa keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dengan kontribusi masing-masing 30% dari mahasiswa keperawatan dan 37% dari siswa SMA. Sebanyak 17% memiliki pengetahuan sedang, dan 16% memiliki pengetahuan kurang. Hasil ini menggarisbawahi perlunya edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai thalassemia.Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong perilaku self-care, seperti skrining pranikah, sebagai upaya memutus rantai kelahiran generasi dengan thalassemia. Studi ini merekomendasikan program edukasi terstruktur dan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan layanan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pencegahan thalassemia.
PENGARUH EDUKASI MANAJEMEN PENYAKIT KRONIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENYAKIT GINJAL KRONIS Suparjo Suparjo; Agus Mulyadi; Dwi Uswatun Khasanah
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i1.13038

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius terhadap kualitas hidup. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap komplikasi PGK. Edukasi manajemen penyakit kronis menjadi intervensi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah komplikasi PGK. Tujuan penelitia ini adalah untuk Mengetahui pengaruh edukasi manajemen penyakit kronis terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pencegahan komplikasi PGK. Metode Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel adalah warga Kelurahan Debong Kulon sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukan Terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap masyarakat setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Didapat Kesimpulan bahwa Edukasi manajemen penyakit kronis efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam mencegah komplikasi PGK.
PENILAIAN LOWER URINARY TRACT SYMPTOMS (LUTS) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KOTA TEGAL Dwi Uswatun Khasanah; Suparjo Suparjo; Anny Fauziyah
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i2.13644

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) was associated with urological complications, particularly Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS). LUTS included nocturia, urgency, frequency, decreased urine flow, incomplete bladder emptying, and incontinence, which could cause physical and psychological distress and reduce quality of life.  Early identification of LUTS in patients with DM was essential to prevent progression and improve symptom management. This descriptive study aimed to identify LUTS in DM patients in Tegal City. A total of 106  respondents with DM were selected through purposive sampling from the service areas of Tegal Timur, Bandung, Debong Lor, and Margadana public health centers. Data were collected through interviews using the LURN Symptom Index-29 (LURN SI-29). Descriptive statistics were applied to analyze mean, standard deviation, minimum, and maximum values. The findings revealed that the highest mean score was in Section E (Nocturia) with 65.89 (SD = 22.16), followed by Section D (Urgency) with 22.42 (SD = 22.66). The lowest  score was in Section B (Bladder Pain), with 7.02 (SD = 14.19). The total LURN SI-29 score had a mean of 19.15 (SD = 9.98), ranging from 5.70 to 53.30. In conclusion, nocturia was the most dominant symptom  experienced by DM patientsin Tegal City, followed by urgency. Meanwhile, bladder pain was relatively rarely reported. Overall, the total LUTS score indicated that most DM patients experienced lower urinary tract symptoms with varying levels of severity. Early detection of LUTS was recommended to help DM patients  recognize symptoms earlier and receive appropriate interventions.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Larasia Gloria Ayu; Dwi Yati; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i2.14226

Abstract

The accumulation of prostaglandins during menstruation results in uterine hypercontraction and pain. The prevalence of primary dysmenorrhea in Indonesia is around 54.89%. The impact of primary dysmenorrhea if not treated immediately is the disruption of learning activities. Fast food plays a role as a risk factor for primary dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between fast food consumption and primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMK. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The population in this study were 63 adolescent girls of SMK Koperasi Yogyakarta. The sample was determined by stratified random sampling technique with a total of 54 adolescent girls. Data collection was carried out in June 2024. The instruments used were FFQ questionnaire and dysmenorrhea questionnaire. Data analysis was performed using Spearman Rank statistical test. The results showed that the majority of fast food consumption was in the frequent category, namely 29 respondents (53.7%), the majority of dysmenorrhea was in the severe category, namely 28 respondents (51.9%). Statistical test results obtained p-value 0.001 (<0.05) with a very strong relationship (0.833). The direction of the correlation is positive, meaning that the more frequent the consumption of fast food, the more severe the dysmenorrhea experienced. There is a relationship between fast food and primary dysmenorrhea in adolescent girls. It is recommended that adolescent girls avoid consuming fast food and switch to healthy foods so as to reduce primary dysmenorrhea during menstruation
Pengaruh Aroma Terapi Lemon Terhadap Kecemasan Remaja Pada Kejadian Dismenorea Di Pondok Pesantren Islamic Centre Bin Baz Dwi Yati; Latifah Susilowati; Ratih Kumorojati Kumorojati; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i2.15127

Abstract

Dysmenorrhea is commonly experienced by adolescents during menstruation and may increase anxiety levels. This study aimed to determine the effect of lemon (Citrus) aromatherapy on anxiety among adolescents with dysmenorrhea at the Islamic Centre Bin Baz Islamic Boarding School. A quantitative study with a one-group pretest–posttest design was conducted involving 39 female students selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Before the intervention, 71.8% of participants experienced mild anxiety, 20.5% moderate anxiety, and 7.7% severe anxiety. After receiving lemon (Citrus) aromatherapy, 92.3% reported no anxiety, 5.1% experienced mild anxiety, and 2.6% experienced moderate anxiety. The Wilcoxon signed-rank test showed a significant difference in anxiety levels before and after the intervention (p = 0.001). The findings indicate that lemon (Citrus) aromatherapy is effective in reducing anxiety levels among adolescents with dysmenorrhea.