Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EDUKASI DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DENGAN DZIKIR DAN HERBAL DI KELURAHAN DEBONG KULON TEGAL Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Hudinoto Hudinoto
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.245

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Covid-19 menyebabakn sebagian besar masyarakat panik, tidak ingin terkena atau terjangkit oleh virus ini. Masyarakat mulai tersadar untuk menjaga dan meningkatkan daya tubuh agar tidak terpapar oleh covid 19. Meningkatkan daya tahan tubuh adalah upaya untuk tidak mudah terserang penyakit termasuk Covid-19. Tujuan : Pendekatan spiritual dan minuman herbal/tradisional yang dapat membantu peningkatan imunitas tubuh merupakan bagian pendekatan secara hoistik yang diharapkan mampu mencegah penyebaran covid-19. Metode : Pengabdian masyakat ini dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi tentang aplikasi dzikir/doa dan pembuatan minuman lemon madu/teh yang dapat meningkatan imunitas. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dengan pre-post test serta kunjungan ke masyarakat untuk pendampingan aplikasi dzikir/doa serta pembuatan minuman lemon atau teh. Evaluasi akhir menggunakan google form untuk mengetahui respon masyrakat terhadap penerapan dzikir dan kosumsi lemon madu/teh. Hasil : 70-80 persen masyarakat yang mengaplikasikan dzikir dan konsumsi lemon/ teh secara rutin selama satu bulan merasakan ketenangan hati dan perasaan fisik yang lebih bugar. Kesimpulan : Penerapan dzikir dalam kehidupan sehari-hari dan konsumsi lemon teh memberikan rasa ketenangan diri dan perasaan fisik yang lebih bugar. Kata Kunci: Imunitas,Dzikir,Lemon,Teh
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA SADAR BEBAS THALASEMIA (SABET) Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Gayuh Siska Laksanano
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.434

Abstract

ABSTRACT Until now, thalassemia can not be cured and some of them require blood transfusions for life. However, we can prevent the occurrence of Thalassemia Major by preventing the occurrence of marriages between fellow carriers of Thalassemia trait. One way to support these efforts is to increase public knowledge and awareness followed by early detection efforts. Problems with thalassemia minor and intermediate sufferers are carriers or carriers of genes that are not realized by the public that can trigger an increase in thalassemia, public ignorance about this non-communicable disease of thalassemia needs to be done with education to increase awareness of the importance of early detection of thalassemia. The method used is education and mentoring of adolescents as role models and change agents in the community to increase awareness through education, evaluation is carried out by using a questionnaire to see the knowledge and attitudes of adolescents towards thalassemia. Results A volunteer team was formed from the students and youth of the standby village, Debong Kulon sub-district as SABET (Thalassemia-Free Awareness) educators. Conclusion: the delivery of information and education by students and youth in the village of standby, debong kulon village, shows that more than 80 percent of the knowledge and community have knowledge and attitudes that support the prevention of thalassemia. ABSTRAK Sampai saat ini penyakit Talasemia belum bisa disembuhkan dan beberapa jenis diantaranya memerlukan transfusi darah seumur hidup. Namun demikian, kita dapat mencegah terjadinya Talasemia Mayor dengan cara mencegah terjadinya pernikahan antar sesama pembawa sifat Talasemia. Sebagai salah satu cara mendukung upaya tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang diikuti dengan upaya deteksi dini. Permasalahan penderita thalassemia minor dan intermediate merupakan carier atau pembawa sifat gen yang tidak disadari oleh masyarakat dapat memicu peningkatan thalasemia, ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular thalassemia ini perlu dilakukan dengan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini thalassemia. Metode yang digunakan adalah Edukasi dan pendampingan remaja sebagai role model dan change agent di masyarakat untuk meningkatkatkan kesadaran melalui edukasi, evalasi dilakukan dengan sebaan kuesioner untuk melihat pengetahuan dan sikap remaja terhadap thalsemia. Hasil Terbentuk tim relawan dari mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon sebagai educator SABET (Sadar Bebas Thalassemia). Kesimpulan: Penyampain informasi dan edukasi oleh mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon menunnjukkan pengetahuan dan masyrakat lebih dari 80 persen memiliki pengetahuan dan sikap yang mendukung terhadap pencagahan thalsemia. Kata Kunci : Edukasi, Remaja, Thalasemia
Efektivitas Intervensi Akupresur dan Aromaterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Agus Mulyadi; Suparjo Suparjo
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1139

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan global yang signifikan dan berbahaya, karena merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular dan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Salah satu pendekatan non-farmakologis untuk mengelola hipertensi adalah melalui akupresur dan aromaterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas intervensi akupresur dan aromaterapi dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan metode pre-test dan post-test dengan desain kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi sphygmomanometer dan lembar observasi. Sampel penelitian terdiri dari 40 orang, dengan 20 orang pada kelompok intervensi yang menerima akupresur dan aromaterapi, dan 20 orang pada kelompok kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dengan frekuensi dan secara bivariat menggunakan uji t dependen dan uji t independen. Terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi akupresur dan aromaterapi, dengan nilai p < 0,05. Perbandingan efektivitas antara kedua intervensi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antara kelompok akupresur dan kelompok aromaterapi. Baik intervensi akupresur maupun aromaterapi efektif dalam menurunkan tekanan darah dan disarankan untuk diterapkan sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk mengatasi hipertensi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN NYERI AKUT DENGAN TEKNIK NON FARMAKOLOGIS KOMPRES HANGAT PADA AN. F DAN AN. S DENGAN TYPHOID DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Hartono, Mardi; Nurjanah, Siti; Suparjo, Suparjo; Penyami, Yuniske; Utomo, Deddy; Hartati, Hartati; Angkasa, Moh Projo; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12882

Abstract

Latar Belakang :Gejala Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 –14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitianHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun.Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid.Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres HangatKataKunci: Kompres Hangat,  Nyeri Akut, Typhoid
Pengetahuan Perawat Tentang Australasian Triage Scale (ATS) dengan Pelaksanaan ATS di IGD RSU Kota Tegal Suparjo, Suparjo; Himawan, Fatchurrozak; Cuciati, Cuciati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i2.451

Abstract

Pendahuluan: Instalasi Gawat Darurat merupakan unit rumah sakit sebagai pintu pertama yang memberikan pelayanan tanggap dan cepat, untuk mencegah adanya kecacatan dan kematian maka dibutuhkan sebuah sistem triase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Australasian Triage Scale (ATS) dengan Pelaksanaan ATS di IGD RSU Kota Tegal. Metode: Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden dengan  teknik pengambilan data menggunakan random sampling dan menggunakan alat ukur kuesioner dan lembar observasi, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif  korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil: Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan tentang ATS Cukup (88,0%). Pada uji bivariat antara pengetahuan dengan pelaksanaan ATS menunjukan nilai signifikansi 0,707 (>0,05). Simpulan: Tidak ada Hubungan Signifikan antara  Pengetahuan dengan Pelaksanaan ATS di IGD RSU Kota Tegal
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN TEKANAN DARAH TINGGI DENGAN SENAM DAN DIET HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA DI KELURAHAN BANYUURIP KOTA PEKALONGAN Supriyo .; Mardi Hartono; Rosmiati Saleh; Suparjo .; Sudirman .
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8582

Abstract

Latar Belakang : Tekanan Darah seseorang akan semakin bertambah dengan bertambahnya usia. Tekanan darah tinggi pada usia lanjut usia (lansia) berkaitan erat dengan timbulnya penyakit jantung, ginjal, stroke danpenyakitpembuluhdarah yang lainnya. Latihan fisik yang teratur dan diet hipertensi merupakan upaya untuk membantu menurunkan level tekanan darah pada lansia. Dengan demikian diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi akibat tekanan darah tinggi yang sering dialami oleh kelompok umur lanjut usia. Berkaitan dengan hal tersebut, selama ini belum diketahui gambaran tekanan darah pada kelompok senam lansia.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan tekanan darah tinggiyang dihadapi paralansia, mengetahui gambaran level tekanan darah kelompok senam lansia dan mengetahui efek senam lansia dan diet hipertensi terhadap tekanan darah kelompok senam lansia.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada lansia yang nantinya hasilnya dapat diimplementasikan pada Lansia Penderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi serta dilakukan monitoring evaluasi.Kesimpulan : Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Banyurip ini dapat meningkatkan pengetahuan manfaaat dan tujuan dari pengelolaan tekanan darah tinggi melalui senam dan diit hipertensi Saran : Perlu adanya monitoring dan pendampingan lebih lanjut secara berkala sehingga kelompok senam lansia senantiasa melaksanakan pengelolaan tekanan darah tinggi.Kata Kunci: Hipertensi, Senam, Diit
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT HIPERTENSI DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Suparjo Suparjo; Fatchurrozak Himawan; Nurcholis -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11006

Abstract

One of the non-communicable diseases that many people suffer from is hypertension. Hypertension is a silent disease, because sufferers do not know that they suffer from this disease before having their blood pressure checked. There is a risk of more serious illnesses such as stroke, heart attack and heart failure if you do not receive immediate treatment. In the current era of the COVID 19 pandemic, hypertension sufferers are a group that is at high risk of experiencing severity and can even cause death. Health cadres and families have a very important role in monitoring the health status of hypertension sufferers, especially in managing hypertension. Hypertension sufferers' problems that occur over a long period of time and continuously can trigger strokes, heart attacks, heart failure and are the main cause of chronic kidney failure. Therefore, hypertension management is needed to prevent damage to target organs in the long term thereby reducing morbidity and mortality. The methods used are education, training and mentoring of health cadres and families as role models and change agents in the community to increase knowledge and abilities through education and management training. hypertension. The result of this community service is an increase in health cadres' knowledge of the management of hypertension.
PELATIHAN BHD BAGI REMAJA SMA DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Fatchurozak Himawan; Suparjo -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11016

Abstract

diantisipasi bukan hanya oleh tenaga kesehatan saja, Kematiandisebabkan henti jantung dan henti nafas terjadi kapan saja, dimanasaja dan bisa terjadi mendadak. Pengetahuan dan ketrampilan BHDakan lebih baik dimiliki oleh semua lapisan masyarkat karenasebagian besar orang akan berhadapan dengan situasi memerlukanpertolongan pertama atau melakukan pertolongan pertama. Salahsatu kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan pengetahuandan ketrampilan dalam memberikan BHD untuk masa yang akandatang adalah pelajar SMA. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikanBatuan Hidup Dasar BHD kepada mayarakat terutama remaja SMAdi kelurahan debong kulon Kota Tegal Metode yang digunakandalam kegiatan ini yang pertama adalah dengan bentuk pemberianpelatihan selama 2 hari yang didalamnya berisi tentang materi BHDdan yang kedua akan dilakukan monitoring evaluasi setelah kegiatanpelatihan serta pendampingan pada peserta. Hasil kegiatan iniefektif dan berhasil dimana seluruh peserta mampu memahami dandapat melakukan bantuan hidup dasar dengan baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN PENYAKIT KRONIS UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI PENYAKIT GINJAL KRONIK DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Suparjo Suparjo; Agus Muyadi; Fatchurrozak Himawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.13233

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak besar secara ekonomi dan sosial. Edukasi dan pendampingan tentang manajemen penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus diperlukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya komplikasi PGK. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola penyakit kronis secara mandiri. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, diskusi, serta evaluasi pre dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan PGK. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berkontribusi positif terhadap penanganan penyakit kronis
Pencegahan Sistokel Berbasis Komunitas: Edukasi dan Praktik Senam Kegel oleh Kader Kesehatan Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Nurcholis Nurcholis
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.13397

Abstract

Sistokel merupakan kondisi medis yang sering kali diabaikan, namun berdampak besar terhadap kualitas hidup perempuan, terutama yang berusia lanjut atau pasca melahirkan. Edukasi dan latihan otot dasar panggul melalui senam Kegel merupakan salah satu metode non-invasif yang terbukti efektif mencegah sistokel. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengenali serta melakukan pencegahan sistokel secara mandiri dan berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi pretest, edukasi teoritis dan praktis, serta pendampingan intensif selama dua bulan. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 40 menjadi 85. Selain itu, keterampilan kader dalam memfasilitasi dan mempraktikkan senam Kegel mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas melalui kader sebagai agen perubahan dalam pencegahan sistokel.